Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Hubungan Tindakan Elevasi Ekstremitas Bawah Oleh Perawat Terhadap Penyembuhan Luka Pasien Ulkus Diabetes Melitus Khotimah, Ayu; Wahdini, Rizqa; Rosliany, Nia
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/JKA.636

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang terus meningkat di Indonesia dan dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti ulkus diabetes melitus. Ulkus ini menjadi penyebab utama amputasi ekstremitas bawah serta menurunkan kualitas hidup pasien. Salah satu intervensi sederhana yang dapat mempercepat penyembuhan luka adalah elevasi ekstremitas bawah. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara tindakan elevasi ekstremitas bawah oleh perawat terhadap penyembuhan luka pasien ulkus diabetes melitus di RSUD Pasar Rebo. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional non-eksperimental dan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 50 perawat diambil melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Hasil menunjukkan bahwa 90% perawat melakukan elevasi secara adekuat dan 84% pasien mengalami penyembuhan luka dengan cepat. Uji Fisher’s Exact Test menunjukkan nilai p = 0,024 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara tindakan elevasi ekstremitas bawah dengan penyembuhan luka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa elevasi ekstremitas bawah merupakan intervensi keperawatan yang efektif, karena dapat meningkatkan aliran balik vena, mengurangi edema, serta memperbaiki perfusi jaringan pada area luka. Posisi elevasi yang tepat membantu meningkatkan distribusi oksigen dan nutrisi ke jaringan perifer, sehingga mempercepat proses granulasi, epitelisasi, dan regenerasi sel pada luka. Tindakan ini, jika dilakukan dengan sudut 30°–45° selama ≥15 menit sebanyak 2–3 kali per hari dan disertai pemantauan kondisi kulit dan kenyamanan pasien, terbukti mampu mempercepat proses regenerasi jaringan dan memperpendek waktu penyembuhan luka pada pasien ulkus diabetes melitus
Hubungan Gaya Hidup Konsumsi Kafein Terhadap Kekambuhan Hipertensi di Puskesmas Rachmah, Alya Putri; Wahdini, Rizqa; Rosliany, Nia
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/JKA.637

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang berkembang perlahan dan sering tanpa gejala, sehingga dikenal sebagai “silent killer”. Tekanan darah tinggi yang tidak terkendali dapat menyebabkan kerusakan organ vital seperti otak, jantung dan ginjal. Data Dinas Kesehatan DKI Jakarta tahun 2024 menunjukkan bahwa angka kejadian hipertensi di Jakarta Timur masih tinggi, sehingga diperlukan upaya pengendalian faktor risikonya. Salah satu faktor gaya hidup yang berpengaruh terhadap tekanan darah adalah konsumsi kopi. Kopi mengandung kafein, yaitu zat stimulan yang dapat meningkatkan tekanan darah melalui mekanisme vasokonstriksi dan stimulasi sistem saraf pusat.Penelitian bertujuan mengetahui hubungan antara konsumsi kopi terhadap kekambuhan hipertensi di Puskesmas Duren Sawit, Jakarta Timur. Metode penelitian digunakan adalah kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dokumentasi rekam medis, kemudian dianalisis menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden dengan konsumsi kopi sedang hingga tinggi mengalami kekambuhan hipertensi, dengan nilai P = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara konsumsi kopi terhadap kekambuhan hipertensi. Peneliti menyimpulkan bahwa konsumsi kopi berlebihan berkaitan erat dengan kekambuhan hipertensi, sehingga pengendalian gaya hidup dan pembatasan asupan kafein penting untuk mencegah kekambuhan serta komplikasi hipertensi
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Nilai Ankle Brachial Index (ABI) pada Pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Kecamatan Sawah Besar Syaluna Afwah, Tyas; Panjaitan, Ribka S.; Wahdini, Rizqa
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus merupakan masalah kesehatan global yang ditandai oleh peningkatan kadar glukosa darah akibat ketidakmampuan pankreas dalam memproduksi insulin. Diabetes melitus memiliki potensi mempengaruhi berbagai organ di dalam tubuh, yang disebut sebagai komplikasi. Peripheral Artery Disease (PAD) ialah bentuk komplikasi makrovaskular dari diabetes. Untuk mencegah terjadinya PAD yaitu dengan melakukan aktivitas fisik secara teratur. Pencegahan dan deteksi dini pada penyakit ini, yaitu pemeriksaan Ankle Brachial Index (ABI) merupakan metode yang dapat diterapkan guna mendeteksi PAD. Tujuan: mengidentifikasi hubungan antara aktivitas fisik dengan nilai ABI pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Kecamatan Sawah Besar. Metode: penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional melibatkan 72 responden. Data aktivitas fisik dikumpulkan menggunakan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), dan nilai ABI diukur menggunakan alat Doppler. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: mayoritas responden memiliki aktivitas fisik dalam kategori sedang sebesar 65,3% dengan nilai ABI dalam kategori normal sebesar 58,3%. Penelitian dilakukan menggunakan uji Spearman Rank yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara aktivitas fisik dan nilai ABI dengan koefisien korelasi r=0,426 (p-value=0,000). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat aktivitas fisik, maka semakin baik nilai ABI pasien. Penelitian ini menekankan pentingnya aktivitas fisik dalam menjaga kesehatan vaskular dan mencegah komplikasi pada pasien diabetes.
Hubungan Dukungan Keluarga Sebagai Pengawas Minum Obat (PMO) Terhadap Keberhasilan Pengobatan TBC di Puskesmas Sawah Besar Trianna, Nanda; Wahdini, Rizqa; Rosliany, Nia
Jurnal Pustaka Keperawatan (Pusat Akses kajian Keperawatan) Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Pustaka Keperawatan
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakakeperawatan.v4i2.1186

Abstract

Tuberculosis (TB) remains a serious public health issue in Indonesia, which ranks second in the world for TB cases. One of the key factors in ensuring the success of TB treatment is patient adherence, which can be supported through the presence of a family member acting as a treatment supervisor, or Pengawas Minum Obat (PMO). This study aimed to determine the relationship between family support as PMO and the success of TB treatment in patients at Puskesmas Sawah Besar.This quantitative study used a cross-sectional design and descriptive analytic methods with a total sample of 39 respondents selected through total sampling. Data were collected using questionnaires and analyzed using univariate and bivariate analysis with Chi-Square tests. The results showed that most respondents received strong family support, and a significant number of them achieved successful treatment outcomes.The statistical analysis revealed a significant relationship between family support as PMO and the success of TB treatment (p < 0.05). The findings suggest that family involvement plays a vital role in supporting patients throughout their treatment, improving adherence, and increasing the likelihood of treatment success. Therefore, enhancing family education and engagement in TB programs is essential to reducing treatment failure and TB incidence.