Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Evaluasi Sifat Fisik Masker Clay Ekstrak Etanol Kulit Pisang Ambon (Musa paradisiaca (L.) Kunt. var. sapientum) Dengan Kaolin Dan Bentonit Sebagai Basis Masker Pamungkas, Ajeng Sukma; Fauziah, Fauziah; Samodra, Galih
Pharmacogenius Journal Vol 3 No 3 (2024): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v3i3.411

Abstract

Pendahuluan: Masker wajah berjenis clay sering digunakan karena memiliki kemampuan untuk meregenerasi kembali kulit. Perubahan pada kulit akan terlihat ketika masker mulai menunjukkan efek menarik pada permukaan kulit setelah mengering. Sensasi ini merangsang penyegaran kulit, dengan masker clay mampu mengangkat kotoran dan komedo ketika masker dicuci dari wajah. Hasilnya setelah menggunakan masker adalah kulit akan terlihat lebih cerah dan bersih. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik, iritasi dan kesukaan masker clay ekstrak etanol kulit pisang ambon (Musa Paradisiaca (L.) Kunt. var. Sapientum) dengan kaolin dan bentonit sebagai basis masker. Metode: Metode eksperimental menggunakan hewan uji untuk pengujian iritasi, dan menggunakan panelis terhadap pengujian kesukaan masker yang dihasilkan. Sampel dalam penelitian ini adalah kombinasi kaolin dan bentonit masing-masing F1(26,5%:0,5%), F2(26%:1%), F3(25,5%:1,5%), F4(25%:2%). Hasil: Hasil evaluasi menunjukan semua formula memenuhi standar organoleptis, homogenitas, pH, daya lekat dan daya sebar. Pengujian dengan Kruskal Wallis menunjukan perbedaan signifikansi pada pH, daya lekat, daya sebar dan waktu kering antara formula. Uji iritasi pada hewan uji menunjukan tidak terjadinya eritema dan edema, dengan indeks iritasi primer 0. Uji hedonik menunjukan semua formula disukai oleh panelis, dengan formula 3 mendapatkan skor tertinggi. Kesimpulan: Dalam penelitian pada keempat formula telah memenuhi standar pengujian, dengan hasil formula 3 lebih direkomendasikan sebagai produk masker clay.
Uji Efektivitas Ekstrak Daun Tapak Dara Terhadap Penyembuhan Luka Sayat Pada Kulit Punggung Kelinci Samodra, Galih; Kaaffah , Silma
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 7 Nomor 4 (2024)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v7i4.486

Abstract

Incision wounds are a form of damage to body tissues caused by sharp objects and can cause bleeding by involving the role of hemostasis so that inflammation occurs. One medicinal plant with potential as traditional medicine is the Catharanthus roseus leaf because it contains secondary metabolites such as alkaloids, flavonoids, saponins, and steroids. This study aims to determine the effect of Catharanthus roseus leaf extract on the healing of wounds on the skin of rabbit backs. Observations were made for 14 days on three rabbits whose backs were divided into six areas. In certain areas, it is wound along 2 cm with a depth of 0.1 cm to apply Catharanthus roseus leaf test ointment 2 times a day. Rabbits were tested with five treatment groups: extract concentration of 25%, 50%, and 75%, and positive control and negative control. The results showed that the wounds were positive by days 8 and 9, 75% concentration had closed, and all rabbits had no scabs. The results of statistical tests showed that blood tread leaf extract affected the parameter of wound length in rabbits, which was 0.000 (p˂0.05). It can be concluded that the preparation of Catharanthus roseus leaf extract with concentrations of 25%, 50%, and 75% provides the effectiveness of healing incision wounds in rabbits.
Integrasi Business Intelligence pada Sistem Informasi Apotek untuk Optimalisasi Dispensing Obat dan Mutu Pelayanan Pasien Setiawan, Retno Agus; Samodra, Galih; Jayusman, Hadi; Sumantri, Raden Bagus Bambang
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2025 Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2025)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/snppkm.v4i1.1409

Abstract

Pemanfaatan Business Intelligence (BI) dalam sistem informasi kesehatan menjadi salah satu pendekatan strategis untuk meningkatkan mutu pelayanan berbasis data. Pada konteks apotek, proses dispensing obat merupakan tahapan penting yang menentukan ketepatan terapi pasien sekaligus efisiensi operasional. Namun, banyak sistem informasi apotek yang masih berfokus pada pencatatan transaksi tanpa mendukung analitik lanjutan untuk pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengintegrasikan BI ke dalam sistem informasi apotek guna mengoptimalkan proses dispensing obat serta meningkatkan mutu pelayanan pasien. Penelitian ini menggunakan CRISP-DM (Cross-Industry Standard Process for Data Mining) metodologi yang meliputi enam fase: business understanding, data understanding, data preparation, modeling, evaluation, dan deployment. Data yang digunakan mencakup transaksi penjualan, stok obat, resep, dan data supplier. Arsitektur sistem dirancang berbasis data warehouse, yang terdiri atas tabel fakta penjualan serta dimensi obat, pasien, waktu, dan supplier. Selanjutnya, integrasi BI diwujudkan melalui pengembangan dashboard analitik dengan indikator kinerja utama meliputi tren penjualan, stok kritis, tingkat stock-out, akurasi dispensing, serta proyeksi kebutuhan obat berbasis time-series forecasting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi BI pada sistem informasi apotek mampu menyediakan analisis real-time, meningkatkan akurasi pemantauan dispensing, serta menghasilkan laporan mutu pelayanan pasien secara komprehensif.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Desa Ajibarang Kulon Dalam Memanfaatkan Jahe (Zingiber Officinale) Sebagai Ramuan Herbal Untuk Kesehatan Cahyani, Intan Nur; Samodra, Galih; Nawangsari, Desy
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i1.7782

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Desa Ajibarang Kulon RT 01/RW 01 dengan sasaran ibu-ibu PKK yang belum pernah memperoleh edukasi mengenai pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA). Tujuan kegiatan PKM ini adalah meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan jahe (Zingiber officinale) sebagai ramuan herbal untuk kesehatan keluarga. Kegiatan meliputi penyuluhan melalui ceramah dan diskusi, pembagian booklet, serta pemutaran video demonstrasi pembuatan wedang jahe. Perubahan tingkat pemahaman peserta dievaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 93 menjadi 98, serta kenaikan nilai minimum dari 60 menjadi 80. Analisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test menghasilkan p = 0,025 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan sebelum dan sesudah penyuluhan. Secara keseluruhan, kegiatan ini efektif dalam meningkatkan pemahaman serta mendorong sikap positif masyarakat dalam memanfaatkan jahe sebagai ramuan herbal untuk kesehatan keluarga.
UJI EFEK ANTIDIARE EKSTRAK ETANOL KACANG POLONG (Pisum sativum L.) TERHADAP MENCIT (Mus musculus) Nur Setiawan, Jefri; Samodra, Galih; Indah Kurniasih, Khamdiyah
Jurnal Farmasi Kryonaut Vol 5 No 1 (2026): JFK
Publisher : LPPM STIKES BULELENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59969/jfk.v5i1.113

Abstract

Diare merupakan keadaaan dimana seseorang mengeluarkan feses cair yang dapat disertai darah ataupun lender lebih dari 3 kali dalam sehari. Hal tersebut dapat diatasi dengan penggunaan tanaman kacang polong yang mengandung senyawa metabolit aktif yaitu flavonoid untuk mengeraskan feses dan mengurasi durasi terjadinya diare, serta tanin yang berfungsi spasmolitik pada gerak peristaltik pencernaan sehingga frekuensi terjadinya diare berkurang. Tujuan penelitian ini yaitu pengujian efektivitas antidiare ekstrak kacang polong (Pisum sativum L.) pada mencit jantan dan dosis efektif ekstrak tersebut untuk pencegahan diare. Metode penelitian ini yaitu pembuatan ekstrak kacang polong menggunakan metode maserasi selam 3 hari dengan pelarut etanol 70%, kemudian dibuat suspensi ekstrak kacang polong F1 (100mg/kgbb), F2 (200mg/kgbb), dan F3 (300mg/kgbb), kemudian di ujikan pada mencit yang sudah diinduksi oleum ricini agar terjadi diare. Hasil penelitian didapatkan bahwa ekstrak kacang polong mempunyai efektivitas antidiare pada mencit jantan dan dosis 300 mg merupakan dosis paling efektif pada ekstrak kacang polong (Pisum sativum L.) untuk pencegahan diare terhadap mencit jantan dibandingkan dosis lainnya (dosis 100mg dan 200mg). Hasil analisis dengan SPSS versi 26 pada F1-F3 untuk uji normalitas dan uji homogenitas didapatkan nilai signifikansi p-value>0,05 dan pada uji One Way Anova didapatkan hasil p-value < 0,05 serta pada uji lanjutan Post-Hoc Tukey HSD didapatkan hasil p-value<0,05 yang artinya dosis ekstrak etanol kacang polong (Pisum sativum L.) berpengaruh terhadap parameter uji. Kesimpulan penelitian ini yaitu ekstrak kacang polong yang mengandung senyawa metabolit aktif dapat digunakan sebagai pengobatan antidiare.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN STROBERI (FRAGARIA X ANANASSA (WESTON) ROZIER) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS DAN STAPHYLOCOCCUS EPIDERMIDIS: Andarwati, Faradila Puspita; Samodra, Galih; Rahmawati, Nur
Jurnal Farmasi Kryonaut Vol 4 No 2 (2025): JFK
Publisher : LPPM STIKES BULELENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59969/jfk.v4i2.126

Abstract

Daun stroberi (Fragaria x ananassa (Weston) Rozier) bermanfaat untuk menghambat aktivitas antibakteri, dan infeksi pada kulit penyebab jerawat. Tujuan penelitian untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun stroberi terhadap pertumbuhan bakteri S. aureus dan S. epidermidis, mengetahui jumlah konsentrasi yang efektif terhadap aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun stroberi dalam menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus dan S. epidermidis dan mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder yaitu senyawa flavonoid, tannin, saponin, alkoloid, dan steroid. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu ekstraksi secara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Uji antibakteri terhadap bakteri S. aureus dan S. epidermidis dilakukan menggunakan metode difusi cakram dengan variasi konsentrasi 55%, 65%, dan 75%, kontrol positif klindamisin dan kontrol negatif aquadest. Hasil skrining fitokimia daun stroberi mengandung senyawa flavonoid, tannin dan saponin lalu tidak mengandung alkaloid dan steroid. Hasil pengujian zona hambat antibakteri pada bakteri S. aureus dalam mengamati diameter zona hambat pada konsentrasi 55%, 65%, dan 75%, kontrol positif klindamisin dan kontrol negatif aquadest masing-masing yaitu 11,33 mm; 12,56 mm; 10,69 mm; 20,44 mm; dan 0.00 mm. Hasil pada bakteri S. epidermidis dengan konsentrasi 55%,65%, dan 75%, kontrol positif klindamisin dan kontrol negatif aquadest masing-masing yaitu 11,23 mm; 11,35 mm; 9,70 mm; 16,75 mm; dan 0.00 mm.