Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : ADIMASKA

Pelatihan Tentang Perawatan Kaki pada Pasien Penderita Diabetes Mellitus Tipe II di Komunitas Eva Dwi Ramayanti; Devangga Darma Karingga
ADIMASKA (JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KESEHATAN) Vol 1 No 1 (2024): November 2024
Publisher : UNIVERSITAS KADIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/adimaska.v1i1.6447

Abstract

Kegiatan pengembangan diri dalam upaya pelatihan pelayanan kesehatan bagi penderita Diabetes Mellitus merupakan suatu keharusan bagi setiap tenaga kesehatan yang ada. Salah Satu kegiatannya adalah dengan memberikan pelatihan pelayanan kesehatan bersama tentang perawatan kaki pada penderita Diabetes Mellitus. Kegiatan pelatihan yang dilakukan diwilayah Kelurahan Pojok Kota Kediri. Kegiatan pelatihan berupa pemeriksaan berkala serta mengikuti penyuluhan kesehatan tentang pemeriksaan, perawatan dan senam kaki DM. ini juga merupakan salah satu kegiatan pengembangan pelayanan kesehatan yang dilakukan bersama dengan tenaga kesehatan yang ada di wilayah setempat. Dalam kegiatan pemberian pelatihan ini kami sebagai tenanga kesehatan menerapkan beberapa materi diklat first aid serta materi dasar. Materi pelatihan terdiri dari : 1). pelatihan senam kaki diabetic, 2). penyuluhan tentang Penyakit diabetes melitus, 3).pemeriksaan kadar gula darah. Kegiatan pelaihan menggunakan metode pelatihan tentang senam kaki diabetic pre-post test, edukasi dan diskusi. Berdasarkan evaluasi hasil yang dicapi berupa peningkatan pengetahuan peserta tentang penyakit diabetes melitus, antusiasme peserta dalam mengukuti Latihan senam kaki diabetic dan pemeriksaan kadar gula darah. Sebelum diberikan penyuluhan, sebanyak 80% perserta memiliki pengetahuan yang kurang dan setelah diberikan penyuluhan terjadi peningkatan menjadi 90% peserta telah memiliki pengetahuan yang baik.
PEMBERIAN EDUKASI TENTANG KEGAWATDARURATAN DASAR PADA SISWA SDN 2 POJOK KEDIRI Devangga Karingga; Sri Haryuni; Endang Mei Yunalia; Idola Perdana Sulistyoning Suharto; Indah Jayani; Kun Ika Nur Rahayu; Achmad Wahdi
ADIMASKA (JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KESEHATAN) Vol 2 No 1 (2025): November 2025
Publisher : UNIVERSITAS KADIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/adimaska.v2i01.7229

Abstract

Pendahuluan : Kegawatdaruratan dapat terjadi secara tiba-tiba dan berisiko mengancam keselamatan anak usia sekolah dasar yang memiliki tingkat aktivitas dan mobilitas tinggi. Rendahnya pengetahuan anak mengenai penanganan kegawatdaruratan dapat menghambat respons awal yang tepat sebelum bantuan profesional diperoleh. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi kegawatdaruratan sejak dini di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa usia 6–7 tahun di SDN Pojok 2 Kediri dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan. Metode : pengabdian menggunakan pendekatan edukasi partisipatif yang melibatkan siswa, guru, dan tenaga medis melalui kegiatan penyuluhan, simulasi pertolongan pertama, role play, serta diskusi interaktif. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan siswa, disertai observasi selama simulasi dan kuesioner kepuasan untuk menilai efektivitas kegiatan. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana dan media visual yang disesuaikan dengan tahap perkembangan anak. Hasil : menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa yang signifikan, ditandai dengan peningkatan rata-rata nilai post-test sekitar 40% dibandingkan pre-test. Siswa juga menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam mengenali situasi kegawatdaruratan dan mempraktikkan langkah-langkah pertolongan pertama dasar, serta peningkatan kepercayaan diri dalam bertindak saat simulasi. Guru dan siswa memberikan respons positif terhadap pelaksanaan kegiatan dan mengharapkan adanya program lanjutan. Kesimpulan : edukasi kegawatdaruratan berbasis partisipatif efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan anak usia sekolah dasar. Program ini berpotensi membangun budaya keselamatan sejak dini dan perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dengan dukungan guru dan orang tua agar manfaatnya dapat dipertahankan dan ditingkatkan.