Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal RAUT

Penerapan Arsitektur Hijau pada Perancangan Gedung Serbaguna di Subulussalam Assingkily, Rizqie; Zahrah, Aghnia; irfandi, Irfandi
Jurnal RAUT VOLUME13, No 2 (2024): EDISI JULI-DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/raut.v13i2.44323

Abstract

Kota Subulussalam, yang terletak di barat Provinsi Aceh, mengalami pertumbuhan penduduk yang pesat, mendorong perkembangan pola pikir dan sistem sosial masyarakat. Aktivitas masyarakat yang semakin aktif dalam menyelenggarakan berbagai acara seperti konvensi, eksibisi, pertunjukan seni, dan olahraga memerlukan fasilitas yang memadai. Saat ini, Subulussalam hanya memiliki dua aula berskala kecil dengan kapasitas 350-500 orang, yang terbatas dalam mendukung berbagai jenis kegiatan berskala besar. Hal ini menunjukkan kebutuhan mendesak akan gedung serbaguna yang dapat menampung berbagai acara dan kegiatan dengan lebih efektif, serta mengatasi tantangan seperti cuaca dan fasilitas terbatas di lapangan terbuka. Perancangan gedung serbaguna ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan tersebut tetapi juga mengintegrasikan prinsip Arsitektur Hijau untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Tujuan utama untuk menciptakan fasilitas yang mendukung berbagai kegiatan masyarakat serta menerapkan prinsip arsitektur ramah lingkungan. Manfaatnya meliputi penyediaan fasilitas yang memadai dan peningkatan kapasitas untuk kegiatan masyarakat di Subulussalam. Ruang lingkup perancangan mencakup penyesuaian dengan peraturan pemerintah daerah dan disiplin ilmu arsitektur.
Pendekatan Arsitektur Berkelanjutan pada Kawasan Permukiman Kaum Dhuafa Desa Geulanggang Tengoh Iswara, Hilma; Zahrah, Aghnia
Jurnal RAUT VOLUME13, No 1(2024): EDISI JANUARI-JUNI 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/raut.v13i1.40177

Abstract

Kawasan pemukiman kaum dhuafa di Desa Geulanggang Teungoh merupakan kawasan yang tidak tertata. Pada kawasan ini terdapat drainase yang tidak berfungsi, tatanan rumah yang tidak teratur, serta rumah yang sudah lapuk karena usia. Perlunya analisis lebih lanjut pada Kawasan Permukiman Kaum Dhuafa Geulanggang Teungoh agar menjadi kawasan yang bersih dengan penelitian kualitatif. Data yang diperoleh melalui wawancara, kajian literatur, dan observasi lapangan. Berdasarkan hasil wawancara dengan perangkat desa, maka diperlukan tindak lanjut berupa Revitalisasi pada Kawasan Permukiman Kaum Dhuafa. Penulis melihat pendekatan Arsitektur Berkelanjutan sesuai dengan kondisi pada lokasi rancangan. Seperti konsep Low Energy dengan pemanfaatan matahari sebagai sumber pencahayaan alami pada bangunan serta pemanfaatan angin sebagai sumber penghawaan alami dan pemanfaatan air hujan.