Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Generative Artificial Intelligence Pada Sistem Pengajuan Anggaran Berbasis Web Untuk Optimasi Penyusunan Proposal Di Kalla Institute Muhammad Farid Jazir Fadhlurrahman; Sukirman; Fadhli Rahman
Jurnal Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Vol. 3 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Teknik Informatika Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71466/jiktif.v3i1.135

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan purwarupa sistem pengajuan anggaran berbasis web yang terintegrasi dengan Generative Artificial Intelligence (Gen AI) di Kalla Institute. Masalah utama yang diangkat adalah inefisiensi waktu dalam penyusunan proposal manual serta pentingnya menjaga nilai moral berupa transparansi dan akuntabilitas operasional dalam tata kelola dana institusi. Pendekatan Research and Development (R&D) menggunakan metode prototyping diterapkan dengan membangun arsitektur sistem berbasis framework Laravel untuk mengamankan kredensial Application Programming Interface (API) secara terisolasi. Pengujian fungsionalitas sistem telah dilakukan dan menunjukkan bahwa mekanisme pertukaran data antara peladen lokal dengan layanan AI eksternal berjalan stabil. Sistem secara konsisten berhasil memproses respons data berstatus 200 OK menjadi kerangka proposal yang komprehensif tanpa mengalami kegagalan (crash). Penerapan metode System Prompting terbukti efektif dalam memandu AI untuk mematuhi standar format baku institusi. Pengukuran performa sistem menunjukkan peningkatan efisiensi yang signifikan, di mana waktu pembuatan narasi proposal dipangkas dari semula 2 hingga 3 menit secara manual menjadi hanya sekitar 20 detik menggunakan AI. Selain itu, berdasarkan uji kelayakan teknis (Expert Judgment) menggunakan kuesioner skala Likert, purwarupa sistem ini memperoleh total skor 23 dari skor maksimal 25 dengan persentase sebesar 92%, sehingga dinyatakan berada pada kriteria Sangat Layak.
Analisis Kerusakan Gardan (Differential) Dan Pengaruhnya Terhadap Putaran Roda Belakang Pada Kendaraan Fuso Fighter Fadhli Rahman; Zulkifli Manguluang; Mauladnan Tamrin; Zulvais Joko
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 1 No. 01 (2023): Volume 1, No 1, Oktober, 2023
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk melihat pengaruh kerusakan gardan (differential) terhadap putaran roda belakang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif. Data dalam penelitian ini merupakan data primer dan data sekunder. Data primer dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh secara langsung dari data spesifikasi differential dan Axle Shaft terkhusus pada daya kerja differential terhadap putaran Axle Shaft. Sedangkan, data sekunder diperoleh dari studi literatur dan jurnal penelitian sebelumnya. Adapun populasi dalam penelitian ini yaitu beberapa percobaan terhadap analisisi kerusakan differential, pengetesan untuk melihat pengaruh kerusakan differential terhadap Axle Shaft roda belakang dengan sampel penelitian yaitu kendaraan Fuso Fighter. Teknik pengumpulan data yaitu data primer dan data sekunder. Temuan penelitian di lapangan berupa: (1) Kerusakan differential pada mobil Fuso Fighter terjadi karena adanya gesekan yang berlebihan antara Pinion Gear dan Ring Gear yang mengakibatkan Differential retak dan mengalami kerusakan, selain itu faktor usia kendaraan pun menjadi pemicu kerusakan Differential. Adapun gesekan yang terjadi disebabkan oleh medan kendaraan dan beban muat yang berlebihan, (2) Untuk meperbaiki kerusakan yang terjadi pada differential maka dilakukan beberapa pengecekan, mulai dari pengecekan minyak differential, penyetelan sesuai dengan spesifikasi, pengukuran backlash, mengencangkan semua baut yang bisa menyebabkan bunyi paa saat berbelok, mengencangkan dengan momen 2000 kcgcm serta melakukan pemeriksaan run out ring gear dan jika diperlukan maka dilakukan penggantian bantalan. Seluruh hasil penelitian dalan penelitian ini diperoleh dari pengukuran dial test indikator dan pengambilan data differential. Hasil pengukuran putaran roda kanan (PRK) dengan rpm engine 2050, 5000, 7000 sebagai berikut, a) Roda kiri 450 rpm, roda kanan = 741,86 rpm, b) rpm roda kiri 650 rpm, roda kanan = 2.256,96 rpm, c) rpm roda kiri 850 rpm, roda kanan = 3.219,76 rpm. Hasil pengukuran putaran roda lurus (PRL) dengan rpm engine 2050, 5000, 7000 sebagai berikut, a) RPM engine 2050 rpm, roda belakang = 1.191,86 rpm, b) rpm engine 5000 rpm, roda belakan = 2.906,96 rpm, c) rpm engine 7000 rpm, roda belakang = 4.069,76 rpm
Analisis Prestasi Mesin Pada Variasi Bahan Bakar Terhadap Penggunaan Capasitor Discharge Ignition Standar Dan Racing Pada Sepeda Motor 4 Langkah Muhammad Syafrun; Fadhli Rahman; Sumarlin
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 1 No. 01 (2023): Volume 1, No 1, Oktober, 2023
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motor empat langkah merupakan alat transportasi yang di gerakan oeh piston berbahan bakar bensin. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbandingan torsi, daya dan konsumsi bahan bakar. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan alas dynamometer dan metode yang digunakan adalah metode throttle spontan. Metode pengumpulan data yang diperlukan untuk mencapai hasil yang maksimal dalam penelitian ini adalah Pesiapan pengujian, Tahapan pengujian, Parameter yang di gunakan dalam perhitungan. Setelah itu data diperoleh dengan prosedur percobaan variasi bahan bakar tehadap penggunaan CDI standar dan CDI racing pada motor empat langkah. Hasil penelitian yang diperoleh pada pengujian Daya dan Torsi lebih besar yang dihasilkan menggunakan CDI racing dengan mengunakan bahan bakar pertamax. Hal ini disebapkan karena bunga api yang sangat besar dan cepat sebanding dengan suplai bahan bakar ke ruang selinder sehingga menghasilkan pembakaran yang sempurna. Pembakaran sempurna terjadi jika suhu dan tekanan di dalam ruang slinder meningkat sehingga menghasilkan Daya dan Torsi yang optimal. Hasil pengujian variasi CDI standar dan CDI racing mengunakan bahan bakar premium dan partamax, kosumsi bahan bakar terendah di peroleh pada saat penggunaan CDI standar berbahan bakar partamax sebesar 35,5 km/l sedangkan konsumsi bahan bakar tertinggi dihasilkan pada penggunaan CDI racing dengan menggunakan bahan bakar premium sebesar 32,79 km/l.
ANALISIS KINERJA MESIN PENYANGRAI (ROASTER) KOPI Imam Wahyu; Muhammad Yasar; Fadhli Rahman; Djupri Juma Pabeta
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 3 No. 01 (2025): Volume 3, No 1, April, 2025
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis putaran motor penyangrai (roaster) kopi, Menguji kinerja alat penyangrai (roaster) kopi. Penelitian dilakukan di Bengkel Sepeda Motor Antang Raya, Jalan Inspeksi Kanal PAM No. 57 Kassi-Kassi, Makassar, Indonesia. Dalam penelitian ini data yang diperoleh dalam pengujian ini merupakan data yang diperoleh langsung dari pengukuran dan bembacaan pada alat ukur pengujian kemudian diletakkan kedalam tabel data pengujian untuk kinerja mesin penyangrai (roaster) kopi hingga derajat kematangan light, medium, dark dengan membutuhkan waktu, putaran dan perpindahan panas. Hasil analisis menunjukkan bahwa Rekondisi putaran motor penyangrai (roaster) kopi hingga derajat kematangan Light Roasting memilik waktu penyangraian sebesar 23 menit, energi penyangraian sebesaar 1,249 kW. membutuhkan kematangan Medium Roasting memilik waktu penyangraian sebesar 33 menit, energi penyangraian sebesaar 0,870 kW. Derajat kematangan Dark Roasting memilik waktu penyangraian sebesar 41 menit, energi penyangraian sebesaar 0,700 kW. Menguji kinerja alat penyangrai (roaster) kopi memiliki kebutuhan daya listrik untuk Light roasting adalah 9.108 J, medium roasting adalah 13.068 J, dark roasting adalah 16.236 J. Kadar air biji kopi untuk Light Roasting sebesar 1999,744 g. Medium Roasting sebesar 1999,8 g, Dark Roasting sebesar 1999,804 g. Energi untuk memanaskan udara dalam ruang silinder penyangraian sebesar 74,205 kJ. Energi pemanasan biji kopi sebesar 1265,4 kJ. Energi Penguapan air kopi 383 kJ. Energi total untuk memanaskan udara dan bahan pada proses penyangraian sebesar 1722,981 kJ.
MODIFIKASI MESIN PEMECAH BIJI JAMBU MENTE OTOMATIS Muhammad Yasrin; Muh Nawir G; Muhammad Syafrun; Fadhli Rahman
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 3 No. 01 (2025): Volume 3, No 1, April, 2025
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pemecaan biji mente lazimnya dikerjakan secara manual menggunakan parang yang dinilai kurang efektif karena membutuhkan waktu yang cukup lama, maka dibutuhkan suatu alat pemecah yang menggunakan sistem mekanis agar lebih efektif dalam proses pemecaan kulit mente. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk merancang dan membuat alat pemecah biji mente serta mengetahui hasil pengujian (kinerja) alat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pengumpulan data, Analisa data, metode perancangan, prosedural kerja alat, gambar rancangan dan flowchart rancangan penelitian untuk menampilkan Langkah-langkah dalam bentuk simbol-simbol grafis. Hasil yang diperoleh dari modifikasi alat pemecah biji jambu mente otomatis yakni alat yang terdiri dari sepuluh komponen yaitu Rangka, Pengumpan Mete, Tuas Penggerak 1, Bearing, Roda Gigi, Tuas Penggerak 2, Puli, Corong Pengupas Mente, Hopper dan Motor Listrik. Kapasitas untuk alat ini adalah 1 kg mente untuk satu kali proses pemecaan dengan hasil pengujian yaitu tingkat efisiensi kebersihan mente 88%, kerusakan pada mente 12% dan waktu rata-rata yang diperoleh selama tiga kali pengujian adalah 20 menit.
ANALISIS LOSSES FLUIDA AIR DENGAN VARIASI BENTUK SAMBUNGAN PIPA Citra Lestari; Fadhli Rahman; Darmulia
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 2 No. 02 (2024): Volume 2, No 2, Oktober, 2024
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Losses adalah kehilangan tekanan atau kerugian pada sistem perpipaan akibat adanya gesekan yang terjadi pada sambungan pipa (fitting). Adapun rumusan masalah yang diangkat oleh penulis yaitu Bagaimana mengetahui nilai kerugian gesek sepanjang pipa (Mayor Losses) serta Bagaimana mengetahui nilai kerugian gesek pada alat bantu pipa (Minor Losses). Adapun tujuan dilakukan penelitian yaitu untuk mengetahui nilai kerugian gesek sepanjang pipa (Mayor Losses) dan untuk mengetahui nilai kerugian gesek pada alat bantu pipa (Minor Losses). Pengujian dilakukan dengan variasi pembukaan katup sebanyak 3 kali. Hasil analisis mayor losses pada pipa galvanis 1 inch pembukaan katup pertama dengan nilai (0,0111), katup kedua (0,0110) dan katup ketiga (0,0103). Sedangkan mayor losses pada pipa galvanis ½ inch pembukaan katup pertama sebesar (0,0029), katup kedua (0,0026) serta pada katup ketiga (0,0024). Sedangkan nilai losses pada sambungan pipa (minor losses) untuk sambungan tee pada pembukaan katup pertama (0,083), pada katup kedua (0,078) dan pada katup ketiga (0,074). Untuk nilai losses pada elbow untuk pembukaan katup pertama sebesar (0,054), katup kedua (0,043) serta pada katup ketiga (0,026). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kerugian losses (mayor losses) pada pipa galvanis 1 inch dan ½ inch, untuk pipa galvanis 1 inch lebih besar nilai losses yang diperoleh dibandingkan dengan pipa galvanis ½ inch. Sedangkan pada kerugian losses (minor losses) untuk sambungan tee dan elbow di mana nilai untuk sambungan tee lebih besar dibanding nilai dari alat sambungan pipa elbow
MODIFIKASI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA HYBRID GELOMBANG AIR LAUT DAN TENAGA ANGIN DI PULAU BADI Alfian; S. Abdullah; Syahrir Habiba; Fadhli Rahman
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 2 No. 02 (2024): Volume 2, No 2, Oktober, 2024
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pembangkit listrik tenaga hybrid merupakan sistem yang menggabungkan beberapa sumber energi yaitu gelombang laut dan angin, pemanfaatan terhadap teknologi berbasis hybrid ini tentu bisa meningkatkan produksi energi yang ada. Sistem pembangkit energi hybrid memadukan antara sumber energi listrik alternatif dari gelombang air laut dan kincir angin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistematika alat pembangkit listrik tenaga hybrid gelombang air laut dan tenaga angin di pulau badi dan mengetahui kinerja dari kombinasi alat Pembangkit listrik tenaga hybrid gelombang air laut dan tenaga angin. Hasil dari penelitian bahwa pembangkit listrik gelombang laut menggunakan generator 200 watt yang mengalami beban keadaan puncak 16.00 dengan menghasilkan teggangan 14,2 Volt, arus 1,11 A dan daya 48 Watt sedangkan pembangkit Listrik tenaga angin sebesar 30 watt menghasilkan tegangan 14,7 V, arus 0,75 A dan daya 38 Watt. Dengan kecepatan angin pada saat pengukuran tertinggi 15,8 m/s.
ANALISIS EFISIENSI BOILER MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR CANGKANG SAWIT DAN BATUBARA Fadhli Rahman; Suhardi Hafid; Jamaluddin; Muh Shulhan Priyatno; Irfan Jabir
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 2 No. 01 (2024): Volume 2, No 1, April, 2024
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biomassa sebagai bahan bakar alternatif yang idealnya berasal dari energi yang bisa di perbarui salah satunya limbah kelapa sawit. Limbah yang dimaksud adalah cangkang kelapa sawit sebagai bahan bakar boiler ialah media cangkang dari kelapa sawit itu sendiri. Maka dari itu cangkang sawit dapat digunakan sebagai bahan bakar boiler, untuk meminimalisir penggunaan energi fosil.Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif, sebagaimana tujuan dari penelitian kuantitaif adalah untuk mengembangkan model matematis dengan cara melakukan pengukuran. Dalam penelitian ini banyak dilakukan pengukuran dan pengambilan data dan diolah sesuai model matematis. Cangkang Sawit 512?C - 32?C 480?C Batubara 512?-34?C 478?C Jadi diperlukan 420.003 Kj/Kg energi panas untuk meningkatkan suhu 416,67 Kg/jam cangkang sawit dari suhu 32?C ke suhu 512?C batubara memerlukan energi panas yang cukup besar untuk sampai ke suhu 512 ?C, dengan perubahan suhu sebesar 478 ?C. Dimana boiler dengan nilai efisiensi yang tinggi dihasilkan oleh boiler dengan jenis bahan bakar batubara dengan nilai efisiensi 88,7%. Batubara memerlukan jumlah energi panas yang besar untuk menaikkan suhu boiler dari 34?C ke suhu 512?C, dengan jumlah kebutuhan energi panas 2.489.543 Kj/Kg dengan kalori yang dihasilkan sebesar 595.000.777 Kcal/kg. HHV dan LHV tertinggi dihasilkan dari uji coba perbandingan panas boiler, HHV yang dihasilkan dari bahan bakar batubara sebesar 223.067,824 Kj/Kg dengan LHV sebesar 221.937,789 Kj/Kg
ANALISIS UNJUK KERJA SISTEM PENDINGIN MENGGUNAKAN FREON R-404a DENGAN VARIASI PUTARAN KIPAS PENDINGIN KONDENSOR Syahrir Habiba; Fadhli Rahman; Abd Rahman; Wahyu Arisandi
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 2 No. 01 (2024): Volume 2, No 1, April, 2024
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin pendingin pada saat ini semakin banyak dimanfaatkan sesuai kemajuan teknologi seiring dengan meningkatnya taraf hidup masyarakat. Penggunaan yang umum adalah untuk mengawetkan makanan pada suhu kamar minus derajat celcius sesuai kebutuhan. Untuk mendapatkan suhu udara yang sesuai dengan yang diinginkan banyak alternatif yang dapat diterapkan, diantaranya adalah dengan menaikkan koefisien sehingga akan diperoleh harga koefisien prestasi yang lebih besar. Dalam sistem pendingin, yang paling sederhana umumnya memiliki komponen utama, yaitu kompresor, kondensor, katup ekspansi dan evaporator.Penelitian ini menggunakan Coldroom 3 pk, dengan variasi putaran kipas pendingin kondensor posisi Low (750rpm), Medium (1500 rpm), dan High (3000rpm). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh kerja kompresor mengalami penurunan, dari 0,7 kJ/s (posisi Low) ke 0,44 kJ/s (posisi High). Nilai laju aliran kalor kondensasi mengalami penurunan, dari 1,8 kJ/s (posisi Low) ke 1,2 kJ/s (posisi High). Nilai laju aliran kalor evaporasi juga mengalami penurunan, dari 1,1 kJ/s (posisi Low) ke 0,7 kJ/s (posisi High). Sedangkan COP aktual dan COP ideal meningkat, COP aktual dari 1,5 (posisi Low) ke 1,7 (posisi High), dan COP ideal dari 4,5 (posisi Low) ke 4,6 (posisi High). Nilai efisiensi juga meningkat, dari 33,5% (posisi Low) ke 38,4 % (posisi High).
MODIFIKASI MESIN PEMBERSIH KERAK OLI OTOMATIS DENGAN SISTEM PNEUMATIK Muhammad Syafrun; Hammada Abbas; Fadhli Rahman; Try Ruslamsyah Yans
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 2 No. 01 (2024): Volume 2, No 1, April, 2024
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengunaan sistem pneumatik pada bengkel otomotif saat ini menjadi pilihan utama dibandingkan sistem hidrolik, karena dianggap lebih mudah dan bersih. Dalam penggunaannya sistem pneumatik diutamakan sebab beberapa hal yaitu paling umum dipertimbangkan buat beberapa mekanisasi dan dapat bertahan lebih lama terhadap keadaan tertentu.Saat ini, proses pembersihan masih meggunakan cara lama dengan memanfaatkan bantuan kuas atau mahjun sebagai alat bantu dalam pembersihan komponen. Proses ini tidak maksimal dalam penggunaanya karena prosesnya lama dan tidak efisien. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni studi literatur, studi perancangan alat penelitian, flowchart penelitian dan flowchart perancangan untuk menampilkan langkah-langkah dalam bentuk simbol-simbol grafis. Hasil dari proses pembersihan komponen mesin membutuhkan waktu rata – rata 18 menit untuk pembersihan komponen mesin dan sistem penggerak kendaran. Perhitungan yang dilakukan pada rangkaian sistem pneumatik ini menghasilkan diameter piston silinder yang diperlukan sebesar 16 mm sedangkan diameter piston silinder pneumatik yang terpasang pada mesin adalah 25 mm. Gaya yang digunakan untuk untuk mengerakkan pipa penyemprot dengan gaya langkah maju sebesar 192,08 N dan langkah mundur sebesar 160,72 N. Kebutuhan udara yang dibutuhkan piston silinder untuk melakukan langkah maju 18,1 liter/menit dan untuk langkah mundur 15,1 liter/menit. Kecepatan yang terjadi pada saat piston silinder pneumatik melakukan langkah maju sebesar 0,615 m/s dan untuk langkah mundur sebesar 0,613 m/s.