Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : SinarFe7

Rancang Bangun Alat Pendeteksi Kualitas Madu Asli Dan Campuran Dengan Menggunakan Metode Fuzzy Hujjatur Rofiq; Miftachul Ulum; Riza Alfita
SinarFe7 Vol. 2 No. 1 (2019): Sinarfe7-2 2019
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Madu merupakan cairan kental menyerupaisirup yang memiliki rasa manis. Rasa manis dalam maduterbentuk secara alami oleh lebah dan serangga yang berasaldari nektar/sari bunga. Di lapangan banyak terjadi kasus pemalsuan madu yang mengakibatkan hilangnya sifat manis alami dari madu tersebut. Sejak lama madu campuran telah banyak di produksi orang. Dengan cara mencampur glukosa dengan gula pasir, buah, serta zat warna. Madu campuran mempunyai warna yang sama dengan madu asli. Karena itu bagi orang awam akan sulit untuk membedakan antara madu asli dan madu campuran. Untuk mengetahui madu asli atau madu campuran masyarakat melakukan pengujian secara manual yang dirasa kurang efisien. Sehingga penulis membuat sebuah Rancang Bangun Alat Pendeteksi Kualitas Madu Asli dan Campuran yang dilengkapi 2 sensor yaitu, sensor warna TCS3200 untuk mendeteksi warna madu dan sensor gas TGS 2602 untuk mendeteksi bau atau aroma pada madu. Hasil pembacaan 2 sensor akan diproses fuzzy untuk menentukan kualitas madu. Semua sensor akan terintegrasi terhadap mikrokontroler sebagai pengontrol sistem agar sesuai yang diharapkan. Hasil output akan ditampilkan ke LCD untuk memberikan informasi ke pengguna. Diharapkan dengan adanya alat ini dapat membantu masyarakat dalam memilih antara madu asli dan madu campuran.
Rancang Bangun Alat Deteksi Kesegaran Daging Berdasarkan Ciri Warna dan Bau Menggunakan Metode Fuzzy Sugeno Ahmad Azemi; Miftachul Ulum; Kunto Aji Wibisono
SinarFe7 Vol. 2 No. 1 (2019): Sinarfe7-2 2019
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesegaran daging adalah faktor utama dalam memilih kelayakan sebuah daging untuk dikonsumsi, di indonesia harga daging sapi setiap tahun mengalami kenaikan harga, ini terjadi karena mahalnya biaya transportasi dari peternak sapi hingga ke tangan konsumen dan langkanya stok daging yang ada di pasar. Dengan mahalnya daging sapi tersebut ada beberapa oknum yang berusaha mencampur daging sapi yang baru dipotong dengan yang sudah dipotong beberapa waktu. Kondisi ini sangat merugikan kalangan konsumen yang membeli daging sapi segar. Umumnya dalam menentukan kualitas daging dilakukan secara manual dengan kasat mata dan menekan daging untuk mengetahui tekstur dari daging tersebut. Cara ini memiliki banyak kelemahan bila para konsumen tidak jeli untuk membedakan kualitas kesegaran daging tersebut. Pada tugas akhir ini dirancang sebuah alat yang dapat mengidentifikasi kesegaran daging tanpa merusak tekstur dari daging. Sistem ini diimplementasikan dengan menggunakan raspberry IP 3 dengan menggunakan sensor gas MQ-135 dan kamera Webcam sebagai alat pendeteksi kesegaran, dengan metode fuzzy sugeno untuk melakukan pengenalan pola dan pengambilan keputusan pada tingkat kesegaran daging yang diuji. Input yang digunakan berupa nilai sensor dan nilai dari citra HSV. Terdapat tiga kondisi kesegaran daging yang diuji yaitu daging sangat baik, cukup baik dan kurang baik, 20 percobaan didapatkan tingkat keberhasilan hasil 60% sedangkan untuk tingkat error adalah 40%.
Sistem Monitoring Kondisi Kendaraan Motor Injeksi Berbasis Mikrokontroler Nurus Sholeh; Koko Joni; Miftachul Ulum
SinarFe7 Vol. 2 No. 1 (2019): Sinarfe7-2 2019
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan sepeda motor di Indonesia sangatlah sesuai dengan kebutuhan masyarakat karena harganya yang relatif murah, terjangkau untuk sebagian besar kalangan dan penggunaan bahan bakarnya serta biaya operasionalnya cukup hemat. Namun terkadang pemilik kendaraan lupa tidak memperhatikan kondisi motor karena kesibukan akan kegiatan masing-masing, sehingga sepeda motor mengalami kerusakan di bagian mesin. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dibuatlah sebuah sistem berbasis mikrokontroler yang memberikan peringatan kepada pemilik kendaraan sepeda motor vixion. Mikrokontroler merupakan sebuah sistem komputer yang seluruh atau sebagian besar elemennya dikemas dalam satu chip IC, sehingga sering disebut single chip microcomputer. Dimana sistem ini mengutamakan ketepatan waktu dalam pergantian oli, air radiator dan indikator kerusakan dalam sepeda motor. Penyampaian informasi oli menggunakan buzzer. Radiator dan indikator kerusakan pada sepeda motor di lakukan melalui sms gateway ke smart phone atau android. Untuk itu diperlukan data-data yang di inputkan kedalam suatu system untuk dibaca oleh alat tersebut. Alat-alat yang digunakan untuk pemantauan kondisi motor antara lain sensor kecepatan, arduino, AT MEGA 8535, Buzzer dan sms gateway
Monitoring Keadaan Udara Menggunakan UAV (Unmanned Aerial Vehicle) Berbasis Waypoint Achmad Suroto; Achmad Ubaidillah; Miftachul Ulum
SinarFe7 Vol. 1 No. 1 (2018): Sinarfe7-1B 2018
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurangnya perhatian terhadap gas berbahaya seperti karbonmonoksida (CO) dan partikel debu (PM10) dapat memberikan dampak buruk bagi lingkungan dan makhluk hidup yang menghirupnya. Dengan bertambahnya industri semakin besar tingkat pencemaran udara. Sistem monitoring keadaan udara industri umumnya dilakukan dengan cara menempatkan sensor pada titik-titik tertentu sehingga tidak efisien dan membuang banyak biaya. Oleh sebab itu dibutuhkan suatu alat yang dapat memonitoring keadaan udara di tempat- tempat sulit yang tidak dapat dijangkau oleh manusia yang diimplementasikan pada Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau quadcopter merupakan salah satu jenis pesawat yang digunakan untuk terbang dan dapat bergerak secara otomatis sesuai dengan sistem navigasi berdasarkan kompas dan posisi Global Positioning System (GPS) atau disebut waypoint sehingga quadcopter dapat berjalan secara otomatis tanpa remote. Penggunaan sensor gas karbonmonoksida (MQ-7) dan sensor partikel debu (GP2Y1010AU0F) dapat membantu quadcopter untuk monitoring keadaan udara secara otomatis. Pengujian hasil monitoring dilakukan dengan membandingkan alat ukur di UPT Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Surabaya sebagai acuan. Output keluaran dari monitoring keadaan udara menggunakan metode fuzzy sugeno. Hasil pengujian menunjukkan kesalahan rata-rata monitoring untuk gas karbonmonoksida 3.31% dan partikel debu 8.47%. Dan kesalahan waypoint sebesar 2-5 meter.
Prototipe Alat Pengering Kerupuk Energi Matahari menggunakan Mikrokontroler Atmega16 berbasis Fuzzy Logic Fajar Eksan,; Achmad Ubaidillah,; Miftachul Ulum
SinarFe7 Vol. 1 No. 1 (2018): Sinarfe7-1B 2018
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerupuk merupakan camilan yang banyak digemari oleh semua kalangan masyarakat. Proses yang paling penting dalam pembuatan kerupuk ialah saat pengeringan. Pengeringan yang dilakukan pembuat kerupuk masih menggunakan cara tradisional, dimana kerupuk dijemur langsung pada sinar matahari. Cara pengeringan tersebut sering terkendala disaat musim penghujan, dimana pembuat kerupuk harus mengangkat jemuran kerupuk nya apabila mendadak terjadi hujan. Dengan berkembangnya teknologi perlu adanya alat pengering kerupuk untuk mengganti pengeringan pada saat musim hujan. Single chip atmega16 merupakan pengontrol alat dalam proses pengeringan kerupuk. Sensor yang digunakan alat pengering kerupuk adalah DHT11 (humidity and temperature). Tujuan dari penelitian ini mengeringkan irisan kerupuk dari kadar air awal sebesar ± 80 % di inginkan menjadi ± 7 %- 10 %. Setelah dilakukan penelitian dengan metode eksperimen yang dilakukan beberapa kali pengujian didapatkan laju pengeringan 0,0009 gram/menit pada suhu 55°C, 0,00085 gram/menit pada suhu 50°C, dan sebesar 0,0007 gram/menit pada pengeringan secara manual. Pengeringan secara manual membutuhkan waktu antara 8-16 jam. Alat pengering kerupuk membutuhkan waktu 5 jam pada suhu 55°C. Jadi dapat dianalisa pengeringan menggunakan alat pengering 2-3 kali lebih cepat dalam pengeringannya.