Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG THALASSEMIA PADA GENERASI MUDA: STUDI PADA SISWA SMA DAN MAHASISWA KEPERAWATAN TINGKAT AWAL Himawan, Fatchurrozak; Suparjo, Suparjo
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Prodi D3 Keperawatan Tegal Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v4i2.12492

Abstract

Thalassemia merupakan kelainan genetik autosomal resesif yang berdampak pada produksi hemoglobin. Pengetahuan tentang thalassemia pada generasi muda menjadi penting dalam upaya pencegahan kelahiran anak dengan thalassemia mayor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan thalassemia pada siswa SMA kelas 3 dan mahasiswa keperawatan tingkat awal. Penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan jumlah responden sebanyak 100 orang, terdiri dari 70 siswa SMA dan 30 mahasiswa keperawatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 67% responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik, dengan kontribusi masing-masing 30% dari mahasiswa keperawatan dan 37% dari siswa SMA. Sebanyak 17% memiliki pengetahuan sedang, dan 16% memiliki pengetahuan kurang. Hasil ini menggarisbawahi perlunya edukasi yang lebih intensif untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan remaja mengenai thalassemia.Pengetahuan yang baik diharapkan dapat mendorong perilaku self-care, seperti skrining pranikah, sebagai upaya memutus rantai kelahiran generasi dengan thalassemia. Studi ini merekomendasikan program edukasi terstruktur dan kolaboratif antara lembaga pendidikan dan layanan kesehatan untuk meningkatkan kesadaran remaja tentang pentingnya pencegahan thalassemia.
GAMBARAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT KELASI BESI PADA PENYANDANG THALASSEMIA Himawan, Fatchurrozak; Purwaningsih, Tinah; Utomo, Deddy; Hermawan, Didi
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi D3 Keperawatan Tegal Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v5i1.13124

Abstract

Penyandang thalassemia transfusi kronis memerlukan terapi kelasi besi untuk mencegah komplikasi akibat penumpukan zat besi. Kepatuhan minum obat kelasi besi menjadi faktor penting dalam efektivitas terapi dan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat kepatuhan minum obat kelasi besi pada penyandang thalassemia. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 64 orang yang terdiri dari 35 penyandang thalassemia dari Kota Tegal dan 29 dari luar kota, yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat kepatuhan sedang (54,7%), sementara 26,6% tergolong patuh tinggi dan 18,7% tergolong rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa masih diperlukan upaya edukasi dan pendampingan berkelanjutan untuk meningkatkan kepatuhan terapi kelasi  
Early screening diagnostic test in adolescents with a family history of thalassemia Fatkhiyah, Natiqotul; Kartini, Apoina; Nugraheni, Sri Achadi; Margawati, Ani; Himawan, Fatchurrozak
Physical Therapy Journal of Indonesia Vol. 7 No. 1 (2026): Inpress January-June 2026
Publisher : Universitas Udayana dan Diaspora Taipei Medical University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51559/ptji.v7i1.346

Abstract

Background: Thalassemia is a major public health concern in Indonesia, particularly in families with a known history of the ailment. This study aimed to assess the validity, reliability, sensitivity, and specificity of a thalassemia screening instrument that included a questionnaire and a scoring model. Methods: A cross-sectional study was conducted in Tegal, Central Java (November 2024–April 2025), involving 64 adolescents aged 10–24 years from extended families with a history of thalassemia, selected through purposive sampling. Inclusion criteria included willingness to participate, ability to communicate, and signed informed consent, while exclusion criteria included incomplete participation, other blood disorders, medical complications, or withdrawal. Screening consisted of a structured questionnaire and physical examination (score 0–8), followed by CBC and HbA2 testing. Statistical analyses included the Kolmogorov–Smirnov test, chi-square tests, Pearson or Spearman correlations, and diagnostic accuracy measures (sensitivity, specificity, PPV, NPV) using a 2×2 table. Results: The screening instrument showed a sensitivity of 76.5%, a specificity of 85.6%, and an AUC of 0.76. It demonstrated acceptable internal consistency and significant construct validity, indicating moderate diagnostic accuracy for identifying thalassemia trait. Conclusion: The screening tool established in this study was appropriate for teenagers with a family history of thalassemia and had modest diagnostic performance. Integration into existing public health systems is both achievable and recommended.