Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

MENGHIDUPKAN TRADISI, MERAWAT SILATURAHMI: NYUNGKEM MATTOWAH DI HARI RAYA Aj, Abdillah; Fathorrahman, Fathorrahman; Fattah, Mohammad; Mubarok, Ghozi
Jurnal Tradisi Lisan Nusantara Vol 5, No 1 (2025): Volume 5, Nomor 1, Maret 2025
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/jtln.v5i1.1513

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna sosial dan budaya dari tradisi Nyungkem Mattowah, yaitu ritual bersimpuh dan mencium tangan orang tua atau tokoh masyarakat yang dilakukan oleh masyarakat Madura pada Hari Raya Idulfitri. Tradisi ini merepresentasikan nilai-nilai penghormatan, kasih sayang, dan kesopanan antargenerasi. Namun, arus modernisasi dan gaya hidup individualis menimbulkan kekhawatiran akan lunturnya praktik ini, khususnya di kalangan generasi muda. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi visual di tiga desa di Kabupaten Sumenep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat dewasa dan anak-anak masih aktif menjalankan tradisi ini, sementara partisipasi remaja menunjukkan kecenderungan menurun. Nyungkem Mattowah terbukti tidak hanya sebagai simbol budaya, tetapi juga berfungsi mempererat silaturahmi dan membangun identitas kolektif masyarakat Madura. Penelitian ini merekomendasikan pelestarian tradisi melalui pendidikan karakter berbasis kearifan lokal dan pelibatan generasi muda dalam ruang-ruang budaya yang relevan
Label Ramah Lingkungan, Iklan Ramah Lingkungan, dan Kemasan Ramah Lingkungan terhadap Keputusan Pembelian: Mediasi Sikap Pro-lingkungan Fattah, Mohammad; Yani, Muhammad; Sari, Dewi Komala
Jurnal E-Bis Vol 9 No 2 (2025): Vol.9 No.2 2025
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/e-bis.v9i2.2592

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh dari Ecolabel, Green Advertising, dan Green Packaging yang dimediasi Environmental Attitude terhadap keputusan pembelian. Populasi pada penelitian ini adalah para konsumen yang pernah melakukan pembelian Aqua di JawaTimur, dengan sampel sebanyak 100 orang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data primer yang diperoleh dari penyebaran kuisioner kepada responden. Teknik analisis data menggunakan aplikasi Smart PLS, hasil analisis data yang dilakukan membuktikan bahwa Ecolabel, Green Advertising, dan Green Packaging berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian pada konsumen Aqua dan juga Envrinmental Attitude mampu memediasi pengaruh Ecolabel, Green Advertising, dan Green Packaging terhadap keputusan pembelian.
CORAK PENAFSIRAN MUHAMMAD ABDUH DAN MUHAMMAD RASYID RIDHA DALAM TAFSIR AL-MANAR Fattah, Mohammad; Mahfud, Ahmad; Sugiarto, Fitrah; Jannah, Syaifatul
Reflektika Vol 18, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/reflektika.v18i1.1136

Abstract

Tafsir Al-Manar is an interpretation that marks the world of modern interpretation, which was written by Muhammad Rasyid Ridha from the teachings of his teacher, Muhammad Abduh.  The interpretation is of the Tafsir bi al-Rayi type with the Tahlili interpretation method and the pattern Al-Adabi wa al-Ijtimai.  The novelty of this interpretation lies in its style, which focuses on social issues.  Therefore, every style of Al-Adabi wa al-Ijtimai must be different according to the time, place and social problems it faces.  The problem discussed in this study is how the idea of the pattern of Al-Adabi wa al-Ijtimai and the social issues contained therein. This research paradigm uses a descriptive qualitative approach with descriptive and deductive methods.  The data source used is the interpretation of Al-Manar by Muhammad Abduh and Muhammad Rasyid Ridha, by analyzing the biographies of both of them as well as the social issues alluded to in the interpretation of Al-Manar.  The results found, that the idea was motivated by the decline of Muslims and influenced by the empiricism of Muhammad Abduh and Muhammad Rasyid Ridha.  Meanwhile, from the social issues contained in Al-Manar's interpretation, all of them refer to the optimization of reason as a source of knowledge. 
MENGURAI ISU SOSIAL DALAM HAL PERKAWINAN DAN JUAL BELI: Kajian Hadis Isyarat Dalam Kitab Sunan Al-Tirmidzi Fattah, Mohammad
Reflektika Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/reflektika.v15i2.402

Abstract

The expertise of al-Tirmidhi in collecting the Prophetic tradition has been proven when he used the term wa fi al-bab (in this topic there is hadith) according to narrators among the companions. However, these indicative hadiths were failed to receive adequate attention of the scholars and primarily about its functions and benefits to strengthening any hadiths which explicitly mentioned in the chapter. Therefore this study aims to reveal the existence of indicative hadiths by al-Tirmidhi in various books of hadith to determine its function. The study found in the chapter on marriage, there are thirty-one (31) sub chapters which contain (108) indicative hadiths, and the values are; nineteen (19) sub chapters had sahih (sound), seven (7) had hasan (good), and five (5) sub chapters in da‘if status (weak). The study also found in the chapter on sell and buy, there are fivety-three (53) sub chapters which contain (180) indicative hadiths, and the values are; thirty-neen (39) sub chapters had sahih (sound), eleven (11) had hasan (good), and three (3) sub chapters in da‘if status (weak). The study also found the existence of indicative hadiths in Sunan al-Tirmidhi serve as mutabi‘at (parralelism), and shawahid (witnesses). Hence, the implications of this study shows that those indicative hadiths in the book of Sunan al-Tirmidhi are deemed utilizable as most of them are having the status of acceptable (maqbul). This study contribute by al-Tirmdzi significantly in the future exploration of the numerous indicative hadiths found in other chapters as they are deemed as important evidence in the execution of the Islamic law who serves as mutaba'at.
URGENSI SANAD AL-QUR’AN DI KALANGAN PARA HUFFADH DI PONDOK PESANTREN ZAINUL IBAD LI TAHFIDZIL QUR’AN Fattah, Mohammad; Ningsih, Heni Susilowati
El-Waroqoh : Jurnal Ushuluddin dan Filsafat Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/el-waroqoh.v8i2.2228

Abstract

Al-Qur’a al-Karim merupakan kitab suci yang keasliannya dijaga langsung oleh Allah SWT. Salah satu cara yang ditempuh dalam menjaga kemurnian tersebut adalah melalui tradisi pemberian sanad kepada para pembelajar dan penghafal al-Qur’an. Penelitian ini mengangkat tema living Qur’an, dengan menyoroti pentingnya sanad hifz al-Qur’an di era kontemporer, mengingat saat ini lembaga tahfidh semakin marak namun lebih mengutamakan kecepatan menghafal dibanding kualitas. Pondok Pesantren Zainul Ibad li Tahfidzil Qur’an dipilih sebagai lokasi studi karena dikenal sebagai lembaga khusus penghafalan yang memiliki program unggulan bernama Markaz Isnad fi al-Qur’an wa al-Qira’at. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan termasuk dalam kategori penelitian lapangan.Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan.  Untuk memastikan validitas data digunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) sanad al-Qur’an memegang peran sentral dalam menjaga kesinambungan bacaan yang bersambung hingga Rasulullah SAW, serta menjadi fondasi dalam penjagaan al-Qur’an di kalangan para huffaz. 2) proses memperoleh sanad di Pondok Pondok Zainul Ibad sangat ketat, dengan syarat seperti khatam al-Qur’an 30 Juz secara bil-ghayb, menguasai matan Tuhfatul Athfal dan Muqaddimah Jazariyyah. Puncak proses ini adalah ketika santri dikatakan lulus semua persyaratan pengambilan sanad, pengasuh menganugerahi sanad dengan membacakan silsilah sanad atau disebut syajarotu al-sanad.
AKHLAK ‘IBAD AR-RAHMA>N DALAM AL-QUR’AN (Analisis Qs. Al-Furqan Ayat 63-77 Dalam Tafsir Al-Munir Perspektif Wahbah Az-Zuhaili) Fattah, Mohammad; Firmansyah, Ramadhani
El-Waroqoh : Jurnal Ushuluddin dan Filsafat Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/el-waroqoh.v9i2.2031

Abstract

Memiliki akhlak yang mulia merupakan suatu keharusan bagi seorang muslim, karena memiliki akhlak yang mulia dapat menjadikan seseorang bermatabat dan memiliki kedudukan yang tinggi. Tidak terkecuali dalam melaksanakan ibadah kepada Tuhannya. Seorang muslim hendaknya melaksanakan melakukan ibadahnya dengan benar dan sesuai dengan tuntunan ajaran Islam, mengikuti tuntunan sesuai dengan ajaran agama dapat memberikan ketentraman bagi seorang muslim, ketentraman dalam kehidupan muslim akan berdampak kepada kesehatan mental dan kesehatan mental memberikan suatu kebahagiaan. Namun dalam kenyataannya banyak sekali dari sebagian dari umat muslim dalam menjalankan ibadahnya tidak maksimal dan berjalan dengan baik dalam melaksanakan suatu ibadah, barangkali hal tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti lingkungan, terlalu cinta dunia, kurangnya akhlak, dan kurangnya pemahaman tujuan manusia diciptakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian pustaka dan yang menjadi sumber utama penelitian ini adalah Tafsir Al-Munir karya Wahbah Az-Zuhaili dengan permasalahan yang diteliti yakni bagaimana penafsiran wahbah Az-Zuhaili terhadap Q.S. Al-Furqa>n ayat 63-77 dan bagaimana konsep Akhlak Iba>d Ar-Rahma>n perspektif Wahbah Az-Zuhaili. Dari hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa akhlak Iba>d Ar-Rahma>n yang terdapat dalam Q.S. Al-Furqan ayat 63-77 sebagai berikut: rendah hati ( Tawadlu), sabar dan berkata yang baik-baik, mendirikan shalat malam, merasa takut terhadap adzab Allah SWT, tidak berlebihan dan tidak kikir, tidak syirik, menjauhi pembunuhan, menjauhi perbuatan zina, menjauhi kebohongan, bertaubat, dan berdoa kepada Allah SWT.
PENCATATAN ILMU DALAM PERSPEKTIF HADIS Ahmadi, Ahmadi; Fattah, Mohammad; Amalia, Riadlatul
Holistic al-Hadis Vol 9 No 2 (2023): July -December 2023
Publisher : Program Studi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin, Dakwah dan Adab UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/holistic.v9i2.8165

Abstract

Books as one of the educational tools that need to support the educational process are important. Because it contains various knowledge that will be transformed to students. Also, including Islamic students. This article will discuss the importance of recording knowledge in the perspective of the hadith of the Prophet Muhammad. This research uses a literature study approach. The primary data sources in this study were the book Shaḥīḥ Al-Bukhāri by Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al-Mughirah bin Barduzbah Al-Ju'fi Al-Bukhori and the book Fatḥul Bārī bi Syarḥi Shaḥīḥ al-Bukhāri by Al-Hafizh Ibnu Hajar Al- Asqalani. While secondary data sources in this study are books, journals and other documents related to the discussion in this study. From the results of the research found in Shaḥīḥ al-Bukhāri, there are at least four hadiths relating to the recording of knowledge, namely in hadith numbers 111, 112, 113 and 114. It is also obligatory to record legal knowledge since the time of the Prophet Muhammad SAW. even though a person has a strong memory, it will decrease with age. Recording of knowledge: writing, note-taking and literacy, is one of the important things, so that it can be known or learned by the next generation