Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PENDIDIKAN KESEHATAN PADA KADER POSYANDU TENTANG PENTINGNYA TUMBUH KEMBANG BALITA DI DESA BABADAN KECAMATAN NGANCAR: HEALTH EDUCATION FOR POSYANDU CADRES ABOUT THE IMPORTANCE OF TODDLER GROWTH AND DEVELOPMENT IN BABADAN VILLAGE, NGANCAR DISTRICT Tria Jaya, Susanti; Luluk Susiloningtyas; Bambang Wiseno; Fannindya Hamdani Zeho; Nurin Fauziyah
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v2i2.257

Abstract

Abstrak   Masa balita merupakan tahapan periode penting perkembangan manusia, karena merupakan periode emas pertumbuhan dan perkembangan penting yang menentukan kualitas hidup anak. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak dilakukan melalui kegiatan Posyandu. Desa Babadan  merupakan salah satu desa di lereng Gunung Kelud di Kabupaten Kediri yang mempunyai 25 balita dengan masalah pertumbuhan dan perkembangan. Pengabdian masyarakat dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader Posyandu tentang pentingnya  pertumbuhan dan perkembangan balita di Desa Babadan Kecamatan Ngancar.  Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan secara langsung melalui pendidikan kesehatan dengan media LCD dan Tanya jawab. Hasil kegiatan yang dilaksanakan berjalan lancar, 25 kader posyandu sebagai peserta berperan aktif dalam proses kegiatan. Evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan baik tentang pengetahuan  tentang pentingnya  pertumbuhan dan perkembangan balita sebanyak 88%. Pengetahuan kader posyandu tentang pentingnya  pertumbuhan dan perkembangan balita sangat penting untuk diberikan. Diharapkan dengan kegiatan ini terdapat peningkatan pengetahuan kader posyandu terhadap tentang pentingnya  pertumbuhan dan perkembangan balita untuk membentuk generasi yang sehat dan berkualitas. Kata kunci : tumbuh kembang balita, kader posyandu   Abstract   Toddlerhood is an important period of human development because it is an important golden period of growth and development that determines the quality of a child's life. One of the efforts made by the government to optimize children's growth and development is through Posyandu activities. Babadan Village is one of the villages on the slopes of Mount Kelud in Kediri Regency which has 25 toddlers with growth and development problems. Community service is carried out by increasing the knowledge of Posyandu cadres about the importance of the growth and development of toddlers in Babadan Village, Ngancar District.  Implementing activities is done directly through health education using LCD and question-and-answer media. The results of the activities ran smoothly, 25 posyandu cadres as participants played an active role in the activity process. The evaluation showed an increase in good knowledge regarding the importance of the growth and development of toddlers by 82%. It is very important to provide posyandu cadres with knowledge about the importance of growth and development for toddlers. It is hoped that with this activity there will be an increase in posyandu cadres' knowledge of the importance of the growth and development of toddlers to form a healthy and high-quality generation.  Keywords: toddler growth and development, posyandu cadres
PENDIDIKAN KESEHATAN PADA KADER POSYANDU TENTANG PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN DARI KELOR, SUSU DAN MADU (KESUMA) Jaya, Susanti Tria; Susiloningtyas, Luluk; Wardhani, Ratih Kusuma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 5 No. 1 (2023): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i1.1395

Abstract

Kelor, Susu Sapi dan Madu merupakan sumber daya alam lokal yang memiliki potensi yang baik untuk memenuhi kebutuhan gizi balita. Tiga komponen memiliki nilai gizi yang tinggi untuk pertumbuhan dan perkembangan balita. Desa Babadan adalah salah satu desa di Lereng Gunung Kelud Kabupaten Kediri yang mimiliki banyak pohon kelor, mampu menghasilkan susu sapi  1.000.962 liter/tahun, dan banyak ditemukan glodok madu dirumah warganya. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu tentang pemberian makanan tambahan dari kelor, susu dan madu (Kesuma). Metode pelaksanaan kegiatan langsung melalui sosialisai masyarakat mengenai manfaat dan cara pengolahan makanan tambahan kepada balita dari kelor, susu dan madu. Kegiatan dilaksanakan di desa Babadan pada bulan Juli-September 2023. Hasil kegiatan yang dilaksanakan berjalan lancer, hadir 25 kader posyandu sebagai peserta yang berperan aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Diharapkan dengan kegiatan ini kader dapat memanfaatkan sumber daya alam lokal dari kelor, susu dan madu menjadi berbagai olahan makanan tambahan balita untuk mengatasi masalah gizi di Desa Babadan.
PELATIHAN PIJAT BAYI PADA IBU BALITA UNTUK MENINGKATKAN IMUNITAS TUBUH ANAK DI TAMAN POSYANDU DESA PELEM : BABY MASSAGE TRAINING TO IMPROVE BODY IMMUNITY IN MOTHERS OF TODDLERS AT THE POSYANDU PARK IN PELEM VILLAGE Nurin Fauziyah; Tria Jaya, Susanti; Yuliansari, Pratiwi
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v4i1.415

Abstract

Abstrak Bayi dapat tumbuh dan berkembang dengan baik jika kebutuhan dasarnya dipenuhi, yaitu asah, asih, dan asuh. Kebutuhan asah berhubungan dengan kebutuhan stimulasi. Stimulasi sebaiknya diberikan sedini mungkin untuk merangsang kemampuan sensorik, emosional, dan juga kognitif bayi atau anak, yang salah satunya dapat dilakukan melalui pijat bayi. Pemberian stimulasi perlu diberikan sejak dini guna merangsang dan membentuk kemampuan sensorik, emosional bahkan kognitif anak. Dampak baik yang dihasilkan dari pijat bayi adalah bayi akan merasa lebih rileks dan nyaman, dengan demikian sistem kekebalan tubuh atau imunitas tubuh pada anak akan meningkat. Pun sebaliknya, kurangnya stimulasi dapat menyebabkan penyimpangan tumbuh kembang anak bahkan gangguan yang menetap.Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan ketrampilan peserta dalam melakukan pijat bayi dan dapat diaplikasikan pada buah hatinya dengan benar dan intens, sehingga sistem imun anaknya akan meningkat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan memberikan pelatiham dengan teknik emo demo dengan sasran ibu balita, pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 19-25 Mei 2025 di Tapos Desa Pelem Kecamatan Pare. Dari 30 ibu balita yang hadir, semuanya memperhatikan dan aktif dalam mengikuti dan mempraktikkan materi yang diberikan. Dari hasil pengabdian masyarakat terjadi peningkatan kemampuan yang pada ibu balita dalam melakukan pijat bayi sehingga sistem imunitas anak menjadi lebih baik. Kata kunci: Pelatihan, Pijat Bayi, Imunitas.   Abstract Babies can grow and develop well if their basic needs are met, namely nurturing, love, and care. The need for nurturing is related to the need for stimulation. Stimulation should be given as early as possible to stimulate the sensory, emotional, and cognitive abilities of babies or children, one of which can be done through baby massage. Stimulation needs to be given early to stimulate and shape the child's sensory, emotional, and even cognitive abilities. The positive impact of baby massage is that the baby will feel more relaxed and comfortable, thus the immune system or immunity in children will increase. Conversely, a lack of stimulation can cause deviations in child development and even permanent disorders. The purpose of this community service activity is to improve the skills of participants in performing baby massage and can be applied to their children correctly and intensively, so that their child's immune system will improve. This community service activity was carried out by providing training with emo demo techniques with the target of mothers of toddlers, this community service was carried out on May 19-25, 2025 at Tapos, Pelem Village, Pare District. Of the 30 mothers of toddlers who attended, all paid attention and were active in following and practicing the material provided. From the results of community service, there was an increase in the ability of mothers of toddlers to massage babies to increase the child's immunity.  Keywords: Training, Baby Massage, Immunity.    
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA BOOKLET TUMBUH KEMBANG TERHADAP PENGETAHUAN DAN KETRAMPILAN IBU BALITA TENTANG STIMULASI TUMBUH KEMBANG ANAK USIA 24-36 BULAN: THE EFFECT OF USING GROWTH AND DEVELOPMENT BOOKLET MEDIA ON THE KNOWLEDGE AND SKILLS OF MOTHERS OF TODDLER REGARDING THE STIMULATION OF GROWTH AND DEVELOPMENT IN CHILDREN AGED 24-36 MONTHS. Nurin Fauziyah; Susanti Tria Jaya; Fannidya Hamdani Zeho; Endah Ernawati
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Imiah Pamenang (JIP)
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v6i1.221

Abstract

Abstrak   Stunting adalah gangguan pertumbuhan anak akibat kekurangan gizi yang berlangsung kronis atau lama, terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan dengan melihat tinggi badan menurut umur. Tinggi anak stunting akan kurang dari standar anak untuk usia tersebut. Usia 24 – 36 bulan merupakan kesempatan emas bagi anak dalam menerima stimulasi tumbuh kembang mereka. Perkembangan ini meliputi motorik, penglihatan, kemampuan berpikir, kemampuan bahasa, perkembangan sosial, serta kecerdasan emosional, karena 80% otak anak berkembang pada periode emas tersebut dan kualitas anak dapat dinilai dari proses pertumbuhan dan perkembangannya. Guna mencegah terjadinya gangguan tumbuh kembang pada anak, perlu dilakukan deteksi dan intervensi dini. Booklet menjadi media yang efektif karena berisi panduan lengkap, bahasa yang mudah dimengerti, dengan tampilan yang menarik dapat secara praktis dibawa ibu kemanapun dan menjadi petunjuk bagi orang tua dalam melakukan deteksi secara mandiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh penggunaan media booklet tumbuh kembang terhadap pengetahuan serta keterampilan ibu balita tentang stimulasi tumbuh kembang anak usia 24-36 bulan.  Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest, pada 30 ibu yang memiliki balita usia 24-36 bulan, yang dipilih dengan tekhnik purposive sampling. Desain penelitian untuk mengambil data menggunakan desain PretestPosttes Non Equivalent Control Group Design untuk mengetahui pengaruhnya dalam aspek kognitif, maka dilakukan dua kali test yaitu tes awal (Pretest) dan tes akhir (posttest) . dari hasil penelitian menggunakan desain PretestPosttes Non Equivalent Control Group Design didapatkan hasil bahwa terjadipengaruh atau perubahan yang signifikan terhadap pengetahuan dan keterampilan dibuktikan dengan semua ibu dengan balita berusia 24 – 36 memiliki pengetahuan  pengetahuan Baik tentang stimulasi tumbuh kembang anak (100%). Abstract   Stunting is a growth disorder in children due to chronic or long-term malnutrition, especially in the first 1000 days of life by looking at height according to age. The height of stunted children will be less than the standard for children for that age. Age 24-36 months is a golden opportunity for children to receive stimulation for their growth and development. This development includes motor skills, vision, thinking skills, language skills, social development, and emotional intelligence, because 80% of a child's brain develops during this golden period and the quality of the child can be assessed from the process of growth and development. In order to prevent growth and development disorders in children, early detection and intervention are needed. Booklets are an effective media because they contain complete guidelines, easy-to-understand language, with an attractive appearance that can be practically carried by mothers anywhere and become a guide for parents in carrying out independent detection. The purpose of this study was to determine the effect of using growth and development booklet media on the knowledge and skills of mothers of toddlers about growth and development stimulation for children aged 24-36 months. This type of research is a quasi-experimental with a one group pretest-posttest approach, on 30 mothers who have toddlers aged 24-36 months, selected by purposive sampling technique. The research design to collect data using the Pretest-Posttest Non Equivalent Control Group Design to determine its effect on cognitive aspects, then two tests were carried out, namely the initial test (Pretest) and the final test (posttest). From the results of the study using the Pretest-Posttest Non Equivalent Control Group Design design, it was found that there was a significant influence or change in knowledge and skills as evidenced by all mothers with toddlers aged 24-36 having good knowledge about child growth and development stimulation (100%).
PENGARUH EDUKASI GIZI TERHADAP PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI UNTUK PERTUMBUHAN FISIK BALITA : THE EFFECT OF NUTRITION EDUCATION ON MOTHERS' KNOWLEDGE ABOUT FULFILLING NUTRITIONAL NEEDS FOR TODDLERS' PHYSICAL GROWTH Susanti Tria Jaya; Nurin Fauziyah; Erni Rahmawati; Vide Bahtera Dinastiti
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Pamenang ( JIP )
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v8i1.413

Abstract

Abstrak   Pertumbuhan fisik anak merupakan salah satu indikator langsung dari keberhasilan intervensi pencegahan stunting. Pemberian gizi seimbang terbukti meningkatkan pertumbuhan tulang, dan sistem imun anak. Edukasi gizi merupakan faktor kunci dalam mencegah stunting. Edukasi gizi bertujuan meningkatkan pengetahuan orang tua, terutama ibu, tentang pemberian ASI eksklusif, MPASI (Makanan Pendamping ASI) berkualitas, pemberian gizi seimbang serta praktik kebersihan dasar. Edukasi gizi yang tepat dapat mendukung pembangunan SDM berkualitas, memperkuat intervensi berbasis keluarga dalam pencegahan stunting, menyediakan rekomendasi kebijakan berbasis bukti, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi dan pola asuh responsif, dan mendukung pencapaian target SDGs dan prioritas nasional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi terhadap pengetahuan ibu tentang pemenuhan kebutuhan gizi untuk pertumbuhan fisik balita. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan menggunakan desain Quasi-Experimental Non-equivalent Control Group. Subyek penelitian adalah seluruh ibu balita di Posyandu Dahlia Desa Pelem Kecamatan Pare Kabupaten Kediri sebanyak 48 responden, 24 responden kelompok intervensi dan 24 responden kelompok kontrol. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Paired Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh edukasi gizi terhadap pengetahuan ibu tentang pemenuhan kebutuhan nutrisi untuk pertumbuhan fisik balita pada kelompok intervensi di mana skor rerata pengetahuan meningkat dari 7,12 menjadi 13,77 setelah intervensi (P-Value = 0,04). Sementara itu, kelompok kontrol (yang tidak berpartisipasi dalam sesi edukasi gizi selama masa intervensi) tidak menunjukkan perubahan pengetahuan yang signifikan, dengan skor rerata pre-test 7,00 dan post-test 7,13 (P-Value = 1,00). Simpulan penelitian ini membuktikan secara empiris bahwa pemberian edukasi gizi berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang pemenuhan kebutuhan nutrisi demi mengoptimalkan pertumbuhan fisik balita, menjawab langsung tujuan penelitian. Diharapkan kepada Dinas Kesehatan, Petugas Kesehatan, dan Kader Posyandu untuk dapat lebih sering memberikan edukasi gizi yang terstruktur kepada ibu balita guna mendukung peningkatan pertumbuhan fisik anak secara optimal. Abstract   Children's physical growth is a direct indicator of the success of stunting prevention interventions. Providing balanced nutrition has been shown to improve bone growth and the child's immune system. Nutrition education is a key factor in preventing stunting. Nutrition education aims to increase parental knowledge, especially mothers, about exclusive breastfeeding, quality complementary foods (MPASI), providing balanced nutrition, and basic hygiene practices. Appropriate nutrition education can support the development of quality human resources, strengthen family-based interventions in stunting prevention, provide evidence-based policy recommendations, increase public awareness of the importance of nutrition and responsive parenting, and support the achievement of SDGs targets and national priorities. The purpose of this study was to determine the effect of nutrition education on mothers' knowledge of meeting toddlers' nutritional needs for physical growth. This study used a quantitative, Quasi-Experimental Non-equivalent Control-Group design. The subjects were all mothers of toddlers at the Dahlia Posyandu in Pelem Village, Pare District, Kediri Regency, totaling 48 respondents: 24 in the intervention group and 24 in the control group. Data analysis was carried out using a paired-samples t-test. The results showed a significant difference in mothers' knowledge after receiving nutrition education in the intervention group, where the mean knowledge score increased from 7.12 to 13.77 (P-value = 0.04). Meanwhile, the control group (which did not receive nutrition education intervention during the active study period) showed no significant difference in knowledge scores between pre-test and post-test measurements, with mean scores shifting only from 7.00 to 7.13 (P-value = 1.00). In conclusion, this study empirically proves that structured nutrition education has a significant positive effect on improving mothers' knowledge regarding fulfilling nutrient needs, directly addressing the primary research objective. Therefore, it is recommended that the Health Office, local health workers, and posyandu cadres proactively deliver structured nutrition education to mothers to enhance toddler physical growth and prevent stunting.
PENGARUH EDUKASI TENTANG PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK TERHADAP PENGETAHUAN IBU DALAM PENCEGAHAN STUNTING: THE INFLUENCE OF EDUCATION ABOUT CHILDREN'S COGNITIVE DEVELOPMENT ON MOTHERS' KNOWLEDGE IN STUNTING PREVENTION NURIN FAUZIYAH; Susanti Tria Jaya; PRATIWI YULIANSARI
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Pamenang ( JIP )
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v8i1.414

Abstract

Abstrak   Stunting merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia yang tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik, tetapi juga mengganggu perkembangan kognitif anak secara jangka panjang. Perkembangan kognitif mencakup kemampuan berpikir, belajar, mengingat, dan memecahkan masalah yang sangat dipengaruhi oleh pengetahuan dan pola stimulasi yang diberikan ibu sejak usia dini. Pengetahuan ibu yang memadai tentang perkembangan kognitif anak merupakan fondasi penting dalam upaya pencegahan stunting berbasis keluarga. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi tentang perkembangan kognitif anak terhadap pengetahuan ibu dalam pencegahan stunting di Posyandu Dahlia Desa Pelem Kecamatan Pare Kabupaten Kediri. Metode: Metode penelitian menggunakan quasi experiment dengan rancangan one group pretest–posttest design. Subjek penelitian adalah seluruh ibu balita di Posyandu Dahlia, sebanyak 48 responden, yang dipilih menggunakan metode total sampling. Edukasi diberikan menggunakan metode ceramah dan audiovisual selama ± 2 jam. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan dengan skala ordinal, mencakup aspek-aspek perkembangan kognitif anak dan pencegahan stunting. Analisis data dilakukan dengan uji Paired T-Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum edukasi, sebagian besar ibu memiliki pengetahuan kurang (83,3%), sedangkan setelah edukasi, mayoritas ibu berada pada kategori baik (72,9%). Rerata skor pengetahuan meningkat signifikan dari 52,1 menjadi 76,4. Uji T-Test menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan pengetahuan ibu sebelum dan sesudah mendapat edukasi tentang perkembangan kognitif anak. Diskusi: Edukasi tentang perkembangan kognitif anak secara efektif meningkatkan pengetahuan ibu balita yang berkontribusi pada upaya pencegahan stunting. Abstract Stunting is a major health problem in Indonesia that not only impacts physical growth but also disrupts long-term cognitive development in children. Cognitive development encompasses the abilities of thinking, learning, remembering, and problem-solving, which are strongly influenced by maternal knowledge and stimulation practices provided from early childhood. Adequate maternal knowledge about children’s cognitive development is an important foundation for family-based stunting prevention. This study aimed to determine the effect of education about children’s cognitive development on mothers’ knowledge in stunting prevention at the Dahlia Integrated Health Post, Pelem Village, Pare District, Kediri Regency. This study employed a quasi-experimental design with a one-group pretest–posttest approach. Subjects were all mothers of toddlers at the Dahlia Posyandu, totaling 48 respondents, selected by total sampling. Education was delivered using lecture and audiovisual methods for approximately 2 hours. The instrument used was a knowledge questionnaire with ordinal scale covering aspects of children’s cognitive development and stunting prevention. Data were analyzed using Paired T-Test. Results showed that before education, most mothers had poor knowledge (83.3%), while after education, the majority were in the good category (72.9%). The mean knowledge score increased significantly from 52.1 to 76.4. The T-Test showed p = 0.000 (p < 0.05), indicating a significant difference in mothers’ knowledge before and after education on children’s cognitive development. Conclusion: Education about children’s cognitive development effectively increases mothers’ knowledge, contributing to stunting prevention efforts.
PENDIDIKAN KESEHATAN PADA IBU BALITA TENTANG PEMBERIAN MAKANAN BERGIZI DARI SAWI DAN IKAN LELE UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN DALAM MENDUKUNG TUMBUH KEMBANG BALITA : HEALTH EDUCATION FOR MOTHERS OF CHILDREN UNDER FIVE REGARDING NUTRITIOUS MEALS MADE FROM MUSTARD GREENS AND CATFISH TO IMPROVE MATERNAL KNOWLEDGE IN SUPPORTING CHILD GROWTH AND DEVELOPMENT Susanti Tria Jaya; Fresty Africia
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v4i2.512

Abstract

Abstrak   Pertumbuhan dan perkembangan balita yang optimal merupakan parameter penting pembangunan modal manusia. Kegagalan tumbuh kembang pada masa balita dapat berdampak jangka panjang, seperti stunting, gangguan perkembangan kognitif, penurunan daya tahan tubuh, serta rendahnya produktivitas di masa dewasa, sehingga menjadi ancaman serius bagi kualitas generasi mendatang. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya pengetahuan ibu tentang gizi sebelum, selama kehamilan, dan setelah melahirkan. Pendidikan kesehatan tentang pemberian makanan bergizi berbasis pangan lokal seperti sawi dan ikan lele merupakan salah satu strategi promotif dan preventif untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita sebagai langkah awal dalam mendukung tumbuh kembang balita secara optimal. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang pemberian makanan bergizi dari sawi dan ikan lele sebagai upaya mendukung tumbuh kembang balita. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Mei 2026 dengan tahapan penyampaian materi menggunakan leaflet dan power point, dilanjutkan dengan demonstrasi pengolahan serta pemberian olahan makanan berbahan sawi dan ikan lele kepada 35 ibu balita di Posyandu Melati Desa Tertek. Evaluasi dilakukan melalui sesi diskusi tanya jawab, dan hasil menunjukkan seluruh peserta aktif berpartisipasi serta terjadi peningkatan pemahaman ibu balita mengenai pemberian makanan bergizi setelah pendidikan kesehatan diberikan. Peningkatan pengetahuan ini menjadi indikator awal keberhasilan kegiatan, sementara dampaknya terhadap tumbuh kembang balita secara optimal memerlukan pemantauan dan pendampingan lanjutan. Pendidikan kesehatan berbasis pangan lokal ini merupakan strategi yang layak dikembangkan dan direplikasi secara berkelanjutan guna mendukung penurunan angka stunting. Abstract Optimal growth and development in toddlers is a key indicator of human capital development. Failure to thrive during the toddler period can have long-term consequences, such as stunting, impaired cognitive development, reduced immune function, and lower productivity in adulthood, posing a serious threat to the quality of future generations. One of the contributing factors is mothers' limited knowledge of nutrition before, during, and after pregnancy. Health education on providing nutritious food from local ingredients such as mustard greens and catfish is a promotive and preventive strategy to improve mothers' knowledge as an initial step toward supporting optimal toddler growth and development. This community service activity aimed to improve mothers' knowledge of providing nutritious food from mustard greens and catfish as an effort to support toddler growth and development. The activity was conducted in May 2026, delivering material through leaflets and PowerPoint presentations, followed by a food-preparation demonstration and the distribution of processed dishes made from mustard greens and catfish to 35 mothers at Posyandu Melati, Tertek Village. Evaluation was carried out through a question-and-answer discussion; results showed that all participants were actively engaged and that mothers' understanding of providing nutritious food improved after the health education session. This improvement in knowledge serves as an early indicator of the activity's success, while its impact on optimal toddler growth and development requires further monitoring and continued support. Health education based on affordable, locally available food is a viable strategy that should continue to be developed and replicated to support the reduction of stunting rates.
Pendidikan Kesehatan Kehamilan Resiko Tinggi Di Desa Ringinpitu Kecamatan Plemahan Susanti Tria Jaya; Vide Bahtera Dinastiti
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i1.35

Abstract

Pengetahuan kader dan ibu hamil tentang kehamilan resiko memberikan kontribusi dalam pengawasan kehamilan ibu hamil resiko tinggi. Pendampingan kader terhadap ibu hamil resti sangat dibutuhkan dalam mencegah terjadinya keterlambatan penanganan kesehatan oleh tenaga medis dan pendidikan kesehatan selama kehamilan pada ibu hamil resti sangat dibutuhkan untuk membantu ibu hamil memahami kondisi kehamilannya. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memfasilitasi mahasiswa dalam memberikan edukasi dan meningkatkan pengetahuan kader kesehatan dan ibu hamil resiko tinggi ibu tentang kehamilan resiko tinggi. Metode yang diberikan menggunakan media LCD dan buku KIA. Hasil pengabdian didapatkan pada akhir pengabdian seluruh kader kesehatan dan ibu hamil resiko tinggi memiliki pengetahuan baik 100%. Peningkatan pengetahuan ini karena kader kesehatan dan ibu hamil resiko tinggi didampingi secara intensif oleh mahasiswa bidan dalam memberikan pendidikan kesehatan, kader kesehatan dan ibu hamil resiko tinggi lebih fokus pada saat edukasi dan dapat menemukan solusi masalah kehamilan resiko tinggi.
Peningkatan Pengetahuan Tentang Pendewasaan Usia Perkawinan dan Hak-Hak Reproduksi Bagi Remaja di Desa Ringinpitu Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri Vide Bahtera Dinastiti; Susanti Tria Jaya
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 2 (2020): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i2.71

Abstract

Pernikahan remaja merupakan salah satu masalah yang marak terjadi saat ini, dimana hal tersebut memiliki berbagai dampak. Dampak bagi remaja yang menikah muda kemudian hamil adalah mereka lebih beresiko mengalami anemia dan perdarahan, dimana hal tersebut akan berpengaruh pada meningkatnya jumlah angka kematian ibu dan bayi serta kesempatan untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi akan hilang. Oleh karena itu pendidikan kesehatan tentang program Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) dan hak reproduksi bagi remaja sangat dibutuhkan bagi kader kesehatan remaja agar dapat menginformasikan kepada remaja yang lain tentang PUP. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi dan meningkatkan pengetahuan kader kesehatan remaja dan para remaja untuk membantu dalam memahami kondisi fisik dan psikis mereka yang berhubungan dengan pernikahan usia dini. Metode yang digunakan yaitu dengan menggunakan LCD dan materi tentang PUP dan hak-hak reproduksi remaja. Harapan dari adanya pengabdian masyarakat ini yaitu seluruh kader kesehatan remaja memiliki pengetahuan yang baik yakni minimal sebesar 90% pada akhir kegiatan. Peningkatan pengetahuan ini karena kader kesehatan remaja akan didampingi secara intensif oleh mahasiswa kebidanan dalam memberikan pengetahuan sehingga kader kesehatan remaja akan lebih fokus pada saat edukasi dan dapat menemukan solusi untuk mencegah pernikahan usia dini. Diharapkan program ini terus berlanjut dan dapat memfasilitasi mahasiswa dan masyarakat untuk mengatasi masalah kesehatan
Pendidikan Kesehatan Untuk Meningkatkan Gizi Ibu Hamil Ratna Feti Wulandari; Luluk Sulistyaningtyas; Susanti Tria Jaya
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i1.130

Abstract

Angka kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2015 adalah 305. Hasil survei Demografi dan Kesehatan (SDKI) tahun 2017 menunjukkan Angka kematian Bayi 24 per 1.000 kelahiran hidup. Data kesehatan desa Ringinpitu Ada 1 Kematian bayi karena ibu hamil dengan resiko tingginya Riwayat penyakit jantung, abortus 2 kali, Preklamsi,usia ibu lebih dari 35 tahun jarak anak lebih dari 10 tahun. Data bulan Januari 2020 jumlah ibu hamil sebanyak 19 orang orang yang mengalami anemia sebanyak 5 orang, KEK 4 orang. Permasalahan Mitra Berdasarkan hasil wawancara didapatkan permasalahan yang dialami oleh mitra, yaitu terdapat ibu hamil yang KEK (kekurangan energi kronik) berjumlah 4 dari total 26 ibu hamil, BBLR sebesar 2,6 % dari jumlah kelahiran hidup 38. Hal ini berkaitan dengan masalah, antara lain : (1) ibu yang belum paham tentang gizi ibu hamil, (3) ibu yang belum mengetahui berapakah peningkatan berat badan selama hamil yang dibutuhkan, (4) kurangnya pengetahuan ibu tentang bahaya jika kekurangan gizi pada saat hamil, (5) kurangnya pengetahuan tentang gizi yang diperlukan ibu hamil, (5) ibu hamil belum mengetahui tentang pedoman makan bagi ibu hamil Solusi Pendidikan kesehatan pada ibu hamil dengan memberikan edukasi tentang pengertian gizi ibu hamil, peningkatan berat badan selama hamil yang dibutuhkan, pengetahuan ibu tentang bahaya jika kekurangan gizi pada saat hamil, pengetahuan tentang gizi yang diperlukan ibu hamil dan tentang pedoman makan bagi ibu hamil Luaran kegiatan pengabdian masyarakat ini antara lain: Publikasi jurnal pengabdian masyarakat di jurnal nasional, peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang gizi ibu hamil