Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENDIDIKAN KESEHATAN PADA KADER POSYANDU TENTANG PENTINGNYA TUMBUH KEMBANG BALITA DI DESA BABADAN KECAMATAN NGANCAR: HEALTH EDUCATION FOR POSYANDU CADRES ABOUT THE IMPORTANCE OF TODDLER GROWTH AND DEVELOPMENT IN BABADAN VILLAGE, NGANCAR DISTRICT Tria Jaya, Susanti; Luluk Susiloningtyas; Bambang Wiseno; Fannindya Hamdani Zeho; Nurin Fauziyah
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v2i2.257

Abstract

Abstrak   Masa balita merupakan tahapan periode penting perkembangan manusia, karena merupakan periode emas pertumbuhan dan perkembangan penting yang menentukan kualitas hidup anak. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak dilakukan melalui kegiatan Posyandu. Desa Babadan  merupakan salah satu desa di lereng Gunung Kelud di Kabupaten Kediri yang mempunyai 25 balita dengan masalah pertumbuhan dan perkembangan. Pengabdian masyarakat dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader Posyandu tentang pentingnya  pertumbuhan dan perkembangan balita di Desa Babadan Kecamatan Ngancar.  Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan secara langsung melalui pendidikan kesehatan dengan media LCD dan Tanya jawab. Hasil kegiatan yang dilaksanakan berjalan lancar, 25 kader posyandu sebagai peserta berperan aktif dalam proses kegiatan. Evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan baik tentang pengetahuan  tentang pentingnya  pertumbuhan dan perkembangan balita sebanyak 88%. Pengetahuan kader posyandu tentang pentingnya  pertumbuhan dan perkembangan balita sangat penting untuk diberikan. Diharapkan dengan kegiatan ini terdapat peningkatan pengetahuan kader posyandu terhadap tentang pentingnya  pertumbuhan dan perkembangan balita untuk membentuk generasi yang sehat dan berkualitas. Kata kunci : tumbuh kembang balita, kader posyandu   Abstract   Toddlerhood is an important period of human development because it is an important golden period of growth and development that determines the quality of a child's life. One of the efforts made by the government to optimize children's growth and development is through Posyandu activities. Babadan Village is one of the villages on the slopes of Mount Kelud in Kediri Regency which has 25 toddlers with growth and development problems. Community service is carried out by increasing the knowledge of Posyandu cadres about the importance of the growth and development of toddlers in Babadan Village, Ngancar District.  Implementing activities is done directly through health education using LCD and question-and-answer media. The results of the activities ran smoothly, 25 posyandu cadres as participants played an active role in the activity process. The evaluation showed an increase in good knowledge regarding the importance of the growth and development of toddlers by 82%. It is very important to provide posyandu cadres with knowledge about the importance of growth and development for toddlers. It is hoped that with this activity there will be an increase in posyandu cadres' knowledge of the importance of the growth and development of toddlers to form a healthy and high-quality generation.  Keywords: toddler growth and development, posyandu cadres
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA BOOKLET TUMBUH KEMBANG TERHADAP PENGETAHUAN DAN KETRAMPILAN IBU BALITA TENTANG STIMULASI TUMBUH KEMBANG ANAK USIA 24-36 BULAN: THE EFFECT OF USING GROWTH AND DEVELOPMENT BOOKLET MEDIA ON THE KNOWLEDGE AND SKILLS OF MOTHERS OF TODDLER REGARDING THE STIMULATION OF GROWTH AND DEVELOPMENT IN CHILDREN AGED 24-36 MONTHS. Fauziyah, Nurin; Tria Jaya, Susanti; Hamdani Zeho, Fannidya
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Imiah Pamenang (JIP)
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v6i1.221

Abstract

Abstrak   Stunting adalah gangguan pertumbuhan anak akibat kekurangan gizi yang berlangsung kronis atau lama, terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan dengan melihat tinggi badan menurut umur. Tinggi anak stunting akan kurang dari standar anak untuk usia tersebut. Usia 24 – 36 bulan merupakan kesempatan emas bagi anak dalam menerima stimulasi tumbuh kembang mereka. Perkembangan ini meliputi motorik, penglihatan, kemampuan berpikir, kemampuan bahasa, perkembangan sosial, serta kecerdasan emosional, karena 80% otak anak berkembang pada periode emas tersebut dan kualitas anak dapat dinilai dari proses pertumbuhan dan perkembangannya. Guna mencegah terjadinya gangguan tumbuh kembang pada anak, perlu dilakukan deteksi dan intervensi dini. Booklet menjadi media yang efektif karena berisi panduan lengkap, bahasa yang mudah dimengerti, dengan tampilan yang menarik dapat secara praktis dibawa ibu kemanapun dan menjadi petunjuk bagi orang tua dalam melakukan deteksi secara mandiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh penggunaan media booklet tumbuh kembang terhadap pengetahuan serta keterampilan ibu balita tentang stimulasi tumbuh kembang anak usia 24-36 bulan.  Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest, pada 30 ibu yang memiliki balita usia 24-36 bulan, yang dipilih dengan tekhnik purposive sampling. Desain penelitian untuk mengambil data menggunakan desain PretestPosttes Non Equivalent Control Group Design untuk mengetahui pengaruhnya dalam aspek kognitif, maka dilakukan dua kali test yaitu tes awal (Pretest) dan tes akhir (posttest) . dari hasil penelitian menggunakan desain PretestPosttes Non Equivalent Control Group Design didapatkan hasil bahwa terjadipengaruh atau perubahan yang signifikan terhadap pengetahuan dan keterampilan dibuktikan dengan semua ibu dengan balita berusia 24 – 36 memiliki pengetahuan  pengetahuan Baik tentang stimulasi tumbuh kembang anak (100%). Abstract   Stunting is a growth disorder in children due to chronic or long-term malnutrition, especially in the first 1000 days of life by looking at height according to age. The height of stunted children will be less than the standard for children for that age. Age 24-36 months is a golden opportunity for children to receive stimulation for their growth and development. This development includes motor skills, vision, thinking skills, language skills, social development, and emotional intelligence, because 80% of a child's brain develops during this golden period and the quality of the child can be assessed from the process of growth and development. In order to prevent growth and development disorders in children, early detection and intervention are needed. Booklets are an effective media because they contain complete guidelines, easy-to-understand language, with an attractive appearance that can be practically carried by mothers anywhere and become a guide for parents in carrying out independent detection. The purpose of this study was to determine the effect of using growth and development booklet media on the knowledge and skills of mothers of toddlers about growth and development stimulation for children aged 24-36 months. This type of research is a quasi-experimental with a one group pretest-posttest approach, on 30 mothers who have toddlers aged 24-36 months, selected by purposive sampling technique. The research design to collect data using the Pretest-Posttest Non Equivalent Control Group Design to determine its effect on cognitive aspects, then two tests were carried out, namely the initial test (Pretest) and the final test (posttest). From the results of the study using the Pretest-Posttest Non Equivalent Control Group Design design, it was found that there was a significant influence or change in knowledge and skills as evidenced by all mothers with toddlers aged 24-36 having good knowledge about child growth and development stimulation (100%).
PENDIDIKAN KESEHATAN PADA KADER POSYANDU TENTANG PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN DARI KELOR, SUSU DAN MADU (KESUMA) Jaya, Susanti Tria; Susiloningtyas, Luluk; Wardhani, Ratih Kusuma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 5 No. 1 (2023): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i1.1395

Abstract

Kelor, Susu Sapi dan Madu merupakan sumber daya alam lokal yang memiliki potensi yang baik untuk memenuhi kebutuhan gizi balita. Tiga komponen memiliki nilai gizi yang tinggi untuk pertumbuhan dan perkembangan balita. Desa Babadan adalah salah satu desa di Lereng Gunung Kelud Kabupaten Kediri yang mimiliki banyak pohon kelor, mampu menghasilkan susu sapi  1.000.962 liter/tahun, dan banyak ditemukan glodok madu dirumah warganya. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu tentang pemberian makanan tambahan dari kelor, susu dan madu (Kesuma). Metode pelaksanaan kegiatan langsung melalui sosialisai masyarakat mengenai manfaat dan cara pengolahan makanan tambahan kepada balita dari kelor, susu dan madu. Kegiatan dilaksanakan di desa Babadan pada bulan Juli-September 2023. Hasil kegiatan yang dilaksanakan berjalan lancer, hadir 25 kader posyandu sebagai peserta yang berperan aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Diharapkan dengan kegiatan ini kader dapat memanfaatkan sumber daya alam lokal dari kelor, susu dan madu menjadi berbagai olahan makanan tambahan balita untuk mengatasi masalah gizi di Desa Babadan.
PELATIHAN PIJAT BAYI PADA IBU BALITA UNTUK MENINGKATKAN IMUNITAS TUBUH ANAK DI TAMAN POSYANDU DESA PELEM : BABY MASSAGE TRAINING TO IMPROVE BODY IMMUNITY IN MOTHERS OF TODDLERS AT THE POSYANDU PARK IN PELEM VILLAGE Nurin Fauziyah; Tria Jaya, Susanti; Yuliansari, Pratiwi
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v4i1.415

Abstract

Abstrak Bayi dapat tumbuh dan berkembang dengan baik jika kebutuhan dasarnya dipenuhi, yaitu asah, asih, dan asuh. Kebutuhan asah berhubungan dengan kebutuhan stimulasi. Stimulasi sebaiknya diberikan sedini mungkin untuk merangsang kemampuan sensorik, emosional, dan juga kognitif bayi atau anak, yang salah satunya dapat dilakukan melalui pijat bayi. Pemberian stimulasi perlu diberikan sejak dini guna merangsang dan membentuk kemampuan sensorik, emosional bahkan kognitif anak. Dampak baik yang dihasilkan dari pijat bayi adalah bayi akan merasa lebih rileks dan nyaman, dengan demikian sistem kekebalan tubuh atau imunitas tubuh pada anak akan meningkat. Pun sebaliknya, kurangnya stimulasi dapat menyebabkan penyimpangan tumbuh kembang anak bahkan gangguan yang menetap.Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan ketrampilan peserta dalam melakukan pijat bayi dan dapat diaplikasikan pada buah hatinya dengan benar dan intens, sehingga sistem imun anaknya akan meningkat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan memberikan pelatiham dengan teknik emo demo dengan sasran ibu balita, pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 19-25 Mei 2025 di Tapos Desa Pelem Kecamatan Pare. Dari 30 ibu balita yang hadir, semuanya memperhatikan dan aktif dalam mengikuti dan mempraktikkan materi yang diberikan. Dari hasil pengabdian masyarakat terjadi peningkatan kemampuan yang pada ibu balita dalam melakukan pijat bayi sehingga sistem imunitas anak menjadi lebih baik. Kata kunci: Pelatihan, Pijat Bayi, Imunitas.   Abstract Babies can grow and develop well if their basic needs are met, namely nurturing, love, and care. The need for nurturing is related to the need for stimulation. Stimulation should be given as early as possible to stimulate the sensory, emotional, and cognitive abilities of babies or children, one of which can be done through baby massage. Stimulation needs to be given early to stimulate and shape the child's sensory, emotional, and even cognitive abilities. The positive impact of baby massage is that the baby will feel more relaxed and comfortable, thus the immune system or immunity in children will increase. Conversely, a lack of stimulation can cause deviations in child development and even permanent disorders. The purpose of this community service activity is to improve the skills of participants in performing baby massage and can be applied to their children correctly and intensively, so that their child's immune system will improve. This community service activity was carried out by providing training with emo demo techniques with the target of mothers of toddlers, this community service was carried out on May 19-25, 2025 at Tapos, Pelem Village, Pare District. Of the 30 mothers of toddlers who attended, all paid attention and were active in following and practicing the material provided. From the results of community service, there was an increase in the ability of mothers of toddlers to massage babies to increase the child's immunity.  Keywords: Training, Baby Massage, Immunity.