Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Effectiveness Of Giving Soy Milk To The Duration Of First Stage Of Labor Susanti Tria Jaya; Nurin Fauziyah; Suhariati Suhariati
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2019): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v8i2.226

Abstract

Soy milk contains phytoestrogens which is the class of isoflavones which have estrogen-like activity. Phytoestrogens have estrogenic activity which ultimately increases uterine sensitivity. This study was to analyze the effectiveness of giving soy milk to the duration of first stage of labor.The results showed that respondents in the treatment group had a duration of fast delivery by 9 people (90%) in the normal category, namely 1 respondent (10%), the majority of the control group respondents in the fast category were 1 respondent (10%), the normal category were 3 respondents (30%) and the slow category were 6 respondents (60%). The Result of analyzing by Mann-Whitney test was found that there was an effect of soy milk giving on the duration of labor (Sig. (2-tailed) of 0,000 <0.05 (α value), so Ho was rejected. Pregnant women can consume soy milk to increase maternal power in labor to advance the duration of labor
The Effect Of Early Detection Of Growth and Development Training For Posyandu Caders On Knowledge and Skill Of Motor Stimulation In Darungan Village Susanti Tria Jaya; Eva Nur Azizah; Vide Bahtera Dinastiti
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2020): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v9i2.447

Abstract

The independent variable is early detection training for posyandu craders, with an interval scale. Dependent Variable, namely Knowledge and Skills About Motor Stimulation. The instruments used were questionnaires and observation sheets, with an interval scale. Statistical analysis using the T- Test on the effect of early detection training on the development of posyandu cadres to knowledge of motor stimulation with a value of p = 0.000 means at 5% alpha. This showed that there was an effect of early detection of growth and development training for posyandu caders on knowledge of motor stimulation. The results of statistical tests showed that the value of p = 0.000 means that at 5% alpha. This showed that there was an effect of early detection of growth and development training for posyandu caders on skill of motor stimulation. So that it an increased of 21.33 % and 19,04 %.
PENGARUH PENGGUNAAN VIDEO STIMULASI KECERDASAN ANAK TERHADAP PENGETAHUAN DAN KETRAMPILAN IBU BALITA DALAM MEMBERIKAN STIMULASI PADA BAYI USIA 4-6 BULAN: THE EFFECT OF USING CHILDREN'S INTELLIGENCE STIMULATION VIDEOS ON THE KNOWLEDGE AND SKILLS OF MOTHERS OF TODDLERS IN PROVIDING STIMULATION TO INFANTS AGED 4-6 MONTHS. Tria Jaya, Susanti; Fauziyah, Nurin; Dwi Rahayu; Ratna Feti Wulandari
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Imiah Pamenang (JIP)
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v7i1.280

Abstract

Abstrak   Stimulasi Perkembangan yang dilakukan secara terarah pada bayi dapat meningkatkan kemampuan pada semua ranah perkembangannya. Pengasuhan berkualitas yang dilakukan oleh ibu dan keluarga lainnya berperan dalam menentukan keberhasilan pemberian stimulasi. Edukasi dengan metode yang efektif dan informative dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas pengasuhan ibu balita. Video pemberian stimulasi merupakan sarana belajar yang baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan video stimulasi kecerdasan anak terhadap pengetahuan dan ketrampilan ibu balita dalam memberikan stimulasi pada bayi usia 4-6 bulan.  Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi experiment. Rancangan penelitian yang digunakan adalah one group pretest – posttest design. Subyek penelitian  adalah  seluruh ibu balita yang memiliki bayi usia 4-6 bulan di  Desa Bedali Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri sebanyak 30 responden. Hasil penelitian    menunjukkan    bahwa    terdapat    peningkatan pengetahuan dan ketrampilan ibu balita setelah diberikan media video. Pengetahuan ibu balita meningkat dari 60% menjadi 95%, dan ketrampilan ibu balita meningkat dari 50%   menjadi   100%.  Hasil   uji Wilcoxon Signed Rank Test diperoleh nilai Asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0,001 menunjukkan   bahwa terdapat  perbedaan  yang  signifikan  antara  pengetahuan  dan  ketramplian  ibu  balita sebelum  dan  setelah  diberikan  media  video.  Diharapkan kepada Dinas Kesehatan atau Petugas Kesehatan dan Kader untuk dapat menggunakan  media  video stimulasi kecerdasan anak  untuk  meningkatkan  pengetahuan   dan   ketrampilan ibu balita dalam memberikan stimulasi pada bayi usia 4-6 bulan yang langsung dapat  dimengerti   dan diaplikasikan oleh ibu balita. Abstract   Developmental stimulation carried out in a targeted manner on infants can improve abilities in all areas of their development. Quality care carried out by mothers and other family members plays a role in determining the success of providing stimulation. Effective and informative Education methods are needed to improve the quality of care for mothers of toddlers. Stimulation videos are a good learning tool. The purpose of this study was to determine the effect of using children's intelligence stimulation videos on the knowledge and skills of mothers of toddlers in providing stimulation to infants aged 4-6 months. The type of research used was a quasi-experiment. The research design used was a one-group pretest-posttest design. The subjects of the study were all mothers of toddlers who had babies aged 4-6 months in Bedali Village, Ngancar District, Kediri Regency, totaling 30 respondents. The results of the study showed that there was an increase in the knowledge and skills of mothers of toddlers after being given video media. The knowledge of mothers of toddlers increased from 60% to 95%, and the skills of mothers of toddlers increased from 50% to 100%. The results of the Wilcoxon signed Rank Test obtained an Asymp. Sig (2-tailed) value of 0.001 indicating that there is a significant difference between the knowledge and skills of mothers of toddlers before and after being given video media. It is expected that the Health Service or Health Officers and Cadres can use children's intelligence stimulation video media to improve the knowledge and skills mothers of toddlers in providing stimulation to babies aged 4-6 months that can be directly understood and applied by mothers of toddlers.
PENDIDIKAN KESEHATAN PADA IBU BALITA TENTANG PENTINGNYA STIMULASI TUMBUH KEMBANG ANAK : HEALTH EDUCATION FOR MOTHERS OF TODDLERS ABOUT THE IMPORTANCE OF STIMULATION OF CHILD GROWTH AND DEVELOPMENT Tria Jaya, Susanti; Nurin Fauziyah; Dwi Rahayu; Pratiwi Yuliansari; Fannindya Hamdani Zeho
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v3i2.371

Abstract

Abstrak   Permasalahan pertumbuhan dan perkembangan balita pada masa 5 tahun kehidupan merupakan masalah serius bagi Negara maju ataupun Negara berkembang. Perkembangan motorik kasar dipengaruhi dan dikendalikan oleh otot – otot besar (tangan dan kaki) yang terkoordinasi oleh pusat syaraf manusia. Setiap anak perlu mendapat stimulasi rutin sedini mungkin dan terus menerus pada setiap kesempatan. Stimulasi tumbuh kembang anak dilakukan oleh ibu dan ayah yang merupakan orang terdekat dengan anak. Kurangnya stimulasi dapat menyebabkan penyimpangan tumbuh kembang anak bahkan gangguan yang menetap. Tujuan dari kegiatan ini diharapkan  ada peningkatan pengetahuan pada balita usia 3-5 tahun terkait stimulasi tumbuh kembang anak sehingga menyadari pentingnya stimulasi untuk perkembangan motorik saat ini. Kegiatan dilaksanakan pada bulan 19-25 Mei 2025 di Tapos Desa Pelem. Dari 30 ibu balita yang hadir, semuanya memperhatikan dan aktif dalam kegiatan. Pelaksanaan pendidikan kesehatan dengan menyampaikan materi dengan menggunakan metode emo demo. Di akhir kegiatan, peserta diberi pertanyaan untuk mengetahui pengetahuan tentang pentingnya stimulasi tumbuh kembang anak. Kata kunci : stimulasi, tumbuh kembang, anak   Abstract   The problem of toddler growth and development during the 5th year of life is a serious problem for both developed and developing countries. Gross motor development is influenced and controlled by large muscles (hands and feet) which are coordinated by the human nervous system. Every child needs to receive routine stimulation as early as possible and continuously at every opportunity. Stimulation of a child's growth and development is carried out by the mother and father, who are the closest people to the child. Lack of stimulation can cause deviations in child growth and development and even permanent disorders. The purpose of this activity is to increase knowledge in toddlers aged 3-5 years regarding stimulation of child growth and development so that they realize the importance of stimulation for motor development today. The activity was carried out in 19-25 Mei 2025 in Tapos Pelem Vilage. Of the 30 mothers of toddlers who attended, all of them paid attention and were active in the activity. Implementation of health education by delivering material using the emo demo method. At the end of the activity, participants were asked questions to find out knowledge about the importance of stimulation of child growth and development. Keywords : Stimulation, Growth and Development, Child
PENDIDIKAN KADER KESEHATAN TENTANG PENGOLAHAN DAUN KELOR UNTUK MENINGKATKAN GIZI KELUARGA Tria Jaya, Susanti; Luluk Susiloningtyas; Vide Bahtera Dinastiti
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v1i1.122

Abstract

Potensi daun kelor untuk melengkapi kebutuhan nutrisi dalam tubuh manusia sangat baik. Daun kelor memiliki manfaat sebagai produk olahan yang bernilai gizi dan bernilai ekonomi yang tinggi. Desa Jajar adalah salah satu mitra dalam Pengabdian Pada Masyarakat  yang terletak di Wilayah Puskesmas Wates Kabupaten Kediri. Desa ini memiliki banyak pohon kelor yang tersebar dibeberapa tempat, namun, yang belum dimanfaatkan secara optimal. Daun kelor hanya dimanfaatkan sebagai tanaman pagar dan diolah menjadi sayuran yang kurang memiliki daya tarik dan tidak memiliki nilai ekonomis serta variatif. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan tentang makanan bergizi yang berasal dari olahan dari daun kelor sehingga mampu memproduksi makanan dengan kualitas dan kuantitas baik yang pada akhirnya mampu meningkatkan gizi keluarga. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan secara langsung melalui sosialisasi masyarakat mengenai manfaat dan cara pengolahan daun kelor dilaksanakan di Desa Jajar Kecamatan Wates Kabupaten Kediri. Hasil kegiatan yang dilaksanakan berjalan lancar, hadir 30 kader kesehatan sebagai peserta berperan aktif dalam proses kegiatan. Diharapkan dengan kegiatan ini terdapat peningkatan pengetahuan kader kesehatan serta dapat memanfaatkan dan mengolah daun kelor untuk memenuhi gizi keluarga.  
PENINGKATAN PERAN KADER KESEHATAN REMAJA (KKR) PADA PELAKSANAAN UKS: ENHANCING THE ROLE OF ADOLESCENT HEALTH CADRES (KKR) IN IMPLEMENTATION SCHOOL HEALTH UNITS (UKS) Africia, Fresty; Bambang Wiseno; Didik Susetiyanto Atmojo; Susanti Tria Jaya; Aris Dwi Cahyono
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v1i2.142

Abstract

Abstrak Seiring perkembangan zaman dan teknologi yang semakin maju mengakibatkan pola hidup yang kurang baik di kalangan remaja, antara lain merokok, mengkonsumsi minuman beralkohol, kurangnya melakukakan aktivitas fisik, lebih banyak mengonsumsi makanan siap saji dan berpenyedap rasa yang berlebihan, dan kurang mengonsumsi buah dan sayur. Permasalahan remaja memerlukan penanganan yang komprehensif. Kader kesehatan remaja diharapkan dapat menjadi wadah untuk memfasilitasi remaja dalam menangani permasalahan tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan peran kader kesehatan remaja dalam kegiatan usaha kesehatan sekolah melalui pelatihan. Kegiatan dilaksanakan tanggal 27 September 2022 di SMPN 1 Ngasem, sasaran 50 kader kesehatan remaja. Kegiatan berupa pendidikan kesehatan melalui media power point dengan materi kebijakan sekolah sehat, usaha kesehatan sekolah, peran kader kesehatan remaja, dan praktik skrining kesehatan. Evaluasi kegiatan menggunakan alat ukur kuesioner dengan hasil baik untuk peran kader kesehatan remaja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat pelatihan terhadap kader kesehatan remaja dapat meningkatkan peran dan fungsi kader kesehatan remaja di SMPN 1 Ngasem. Kata kunci: peran, kader kesehatan remaja, usaha keseahatan sekolah Abstract The development of the times and increasingly advanced technology resulted in poor lifestyles among adolescents, including smoking, consuming alcoholic beverages, lacking of physical activity, consuming more fast foods and excessive taste, and consuming less fruits and vegetables. Adolescent problems require comprehensive treatment. The Adolescent health cadre is expected to be a forum to facilitate adolescents in dealing with adolescent health problems. This community service activity aims to increase the role of adolescent health cadres at the school health unit through training. The activity was held on August 27, 2022, at SMPN 1 Ngasem, targeting 50 youth health cadres. This activity is in the form of health education in PowerPoint, the material presented was about healthy school policies, school health units, the role of adolescent health cadres, and health screening practices. Evaluation of community service activities has used a questionnaire with good results for the roles of adolescent health cadres. The training of community service activity to adolescent health cadres can optimize the role and function of adolescent health cadres at SMPN 1 Ngasem.  Keywords: role, adolescent health cadres, school health unit
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PUBERTAS PADA SISWA KELAS 5 DAN 6 DI SDN WATES KECAMATAN WATES: HEALTH EDUCATION ABOUT PUBERTY GRADE 5 AND 6 STUDENTS AT SDN WATES, WATES DISTRICT Nurin Fauziyah; Susanti Tria Jaya; Fannidya Hamdani Zeho; Suryono
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v1i2.161

Abstract

Abstrak Pubertas atau akil balig merupakan bagian dari perkembangan manusia. Masa ini merupakan masa perubahan atau masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa, dimana seorang anak mengalami perubahan fisik, sikap atau perilaku, dan pematangan organ reproduksi. Umumnya dimulai pada usia 10-13 tahun dan berakhir pada usia 18-22 tahun. Dimasa ini adalah masa rawan bagi anak yang tidak dibekali dengan ilmu pengetahuan tentang pubertas, perilaku menjaga diri dan etika dalam menghadapi masa peralihan ini. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah anak dapat mengontrol dan menjaga diri di masa pubertasnya dengan memberikan pengertian-pengertian tentang perubahan pada dirinya.  Penyampaian materi yang diberikan menggunakan media LCD, lembar balik dan tanya jawab. Hasil akhir dari pengabdian ini didapatkan anak-anak mendapatkan peningkatan pengetahuan tentang perubahan pada dirinya serta kesadaran tinggi tentang bagaimana upaya-upaya untuk menjaga dirinya di masa pubertas (100%). Oleh karena itu penting untuk dibuat suatu program inovasi untuk mengoptimalisasi pelayanan kesehatan anak di masa pubertas. Diharapkan program promosi kesehatan ini terus berlanjut sehingga membentuk generasi remaja yang berkualitas. Kata Kunci: Menjaga diri., Pubertas, Perubahan diri, Abstract Puberty or puberty is part of human development. This period is a period of change or transition from childhood to adulthood, where a child experiences physical changes, attitudes or behavior, and maturation of the reproductive organs. Generally begins at the age of 10-13 years and ends at the age of 18-22 years. This period is a vulnerable period for children who are not equipped with knowledge about puberty, self-care behavior and ethics in dealing with this transitional period. The purpose of this community service is that children can control and take care of themselves during puberty by providing insights about changes in themselves. Submission of material provided using LCD media, flipcharts and questions and answers. The end result of this dedication is that children gain increased knowledge about changes in themselves and high awareness of how to take care of themselves during puberty (100%). Therefore it is important to create an innovation program to optimize child health services during puberty. It is hoped that this health promotion program will continue to form a generation of quality youth. Keywords: Take care of yourself. Puberty, Change yourself.
PENDIDIKAN KESEHATAN PEMANFAATAN MORINGA OLEIFERA SEBAGAI ALTERNATIF PENINGKATAN GIZI BALITA DAN PENCEGAHAN STUNTING PADA KADER KESEHATAN DI DESA JAJAR WATES KABUPATEN KEDIRI: HEALTH EDUCATION UTILIZATION OF MORINGA OLEIFERA AS AN ALTERNATIVE FOR INCREASING TODDLER NUTRITION AND STUNTING PREVENTION IN HEALTH CADRES IN JAJAR WATES VILLAGE WATES DISTRIC KEDIRI REGENCY Luluk Susiloningtyas; Susanti Tria Jaya; Vide Bahtera Dinastiti
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v1i2.163

Abstract

Abstrak Pengabdian masyarakat dilakukan dengan memberdayakan kader kesehatan tentang pemanfaatan Moringa Oleifera (daun kelor) sebagai alternatif peningkatan gizi balita dan pencegahan stunting. Pengetahuan kader sangat penting memberikan kontribusi pengendalian angka kesakitan, pencegahan dan penanggulangan stunting. Pencegahan stunting bisa dilakukan dengan pemanfaatan Moringa Oleifera karena merupakan bahan pangan kaya zat gizi makro dan mikro, memiliki nilai gizi sangat tinggi sangat berkhasiat bagi kesehatan tubuh. Program kesehatan pengendalian bebas stunting yang dilakukan tenaga kesehatan dan kader dengan fasilitas pelayanan kesehatan melakukan skrining stunting dan upaya meningkatkan pengetahuan melalui pendidikan kesehatan. Tujuan Pengabdian masyarakat ini memberikan edukasi dan meningkatkan pengetahuan tentang pemanfaatan Moringa Oleifera (daun kelor) sebagai alternatif peningkatan gizi balita dan pencegahan stunting pada kader kesehatan. Media yang digunakan adalah leaflet. Metode yang digunakan adalah pendidikan kesehatan . Kegiatan dapat terlaksana dengan baik karena peran aktif dari 30 kader. Hasil pengabdian masyarakat ini didapatkan pada akhir pengabdian masyarakat, pengetahuan kader kesehatan tentang pemanfaatan Moringa Oleifera sebagai alternatif peningkatan gizi balita dan pencegahan stunting sebelum pelaksanaan edukasi sebagian besar memiliki kategori cukup baik 13 orang (43,3%) dan setelah pelaksanaan pendidikan kesehatan sebagian besar memiliki kriteria baik sebanyak 25 orang (83,3 %). Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan, Rerata tingkat pengetahuan responden sebelum pendidikan kesehatan sebesar 5,75 dan sesudah pendidikan kesehatan rata-rata meningkat menjadi 78,38. Pengetahuan kader perlu ditingkatkan terutama sikap dan ketrampilan dalam pengolahan variasi olahan Moringa Oleifera sebagai alternatif peningkatan gizi dan pencegahan stunting pada balita Kata kunci: Moringa Oleifera, Gizi Balita, Stunting, Kader Kesehatan. Abstract Community service is carried out by empowering health cadres about the use of Moringa Oleifera as an alternative to improving toddler nutrition and preventing stunting. Knowledge of cadres is very important in contributing to controlling morbidity, preventing and overcoming stunting. Stunting in children under five is considered high risk, nutritional improvement is needed, prevention of stunting is one of the uses of Moringa Oleifera because it is a food ingredient rich in macro and micro nutrients, has very high nutritional value which is very beneficial for the health of the body. The stunting free control health program is carried out by workers and cadres with health service facilities conducting stunting screening and efforts to increase knowledge throgh health education. Purpose this community service provides education and increases knowledge about the use of Moringa Oleifera  as an alternative to improving toddler nutrition and preventing for health cadres. The media used is a leaflet. The method is health education. Activities can be carried out well because of the active role of 30 cadres. The results of this community service wewr obtained at the end of community service, the knowledge of health cadres about the use of Moringa Oleifera as an alternative to improving toddler nutrition and preventing stunting before the implementation of education was mostly in the fairly good category 13 people (43,3 %) and after the implementation of health education most had good criteria as many as 25 people (83,3 %). The result of the activity evaluation showed a significant increase before and after health educatipon. The average level of knowlwdge of respondents before helath education was 5,75 and after health education the average increased to 78,38. Knowledge of cadres needs to be increased, especially attitudes and skills in processing processed variations of Moringa Oleifera as an alternative to improving nutrition and preventing stunting in toddlers.  Keyword : Moringa Oleifera, Toddler Nutrition, Stunting, Health Cadres
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PERSONAL HYGIENE DI MASA PUBERTAS PADA SISWA KELAS 5 DAN KELAS 6 DI SDN WATES KECAMATAN WATES: HEALTH EDUCATION ABOUT PERSONAL HYGIENE IN PUBERTY FOR CLASS 5 AND CLASS 6 STUDENTS AT SDN WATES, WATES DISTRICT Tria Jaya, Susanti; Nurin Fauziyah
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v2i1.200

Abstract

Tahapan perkembangan manusia salah satunya adalah pubertas. Pada masa pubertas terjadi perubahan diri dari masa kanak – kanak menuju dewasa, sehingga terjadi perubahan fisik, sikap, perilaku dan pematangan organ reproduksi. Pengabdian masyarakat dilakukan dengan  meningkatkan pengetahuan siswi Sekolah dasar (SD) yang memasuki usia pra remaja tentang bagaimana menjaga kebersihan diri / personal hygiene di masa pubertas pada anak SDN Wates. SDN Wates merupakan salah satu sekolah dasar di Kabupaten Kediri. Setiap tingkat dibagi dalam 3 kelas pembelajaran. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini diikuti oleh 120 siswa kelas 4 dan 5.  Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa SD  tentang personal hygiene di masa pubertas. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan secara langsung melalui pendidikan kesehatan dengan media LCD dan Tanya jawab. Hasil kegiatan yang dilaksanakan berjalan lancar, siswa kelas 4 dan 5 sebagai peserta berperan aktif dalam proses kegiatan. Evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan baik tentang personal hygiene pada masa pubertas sebanyak 83,33%  pada post test dari pengetahuan cukup sebesar 54,2% pada pre test. Pengetahuan siswa SD tentang personal hygiene di masa pubertas penting diberikan. Diharapkan dengan kegiatan ini terdapat peningkatan pengetahuan siswa SD terhadap personal hygiene dimasa pubertas untuk membentuk generasi yang sehat dan berkualitas. Kata kunci : personal hygiene, pubertas, siswa SD   Abstract   One of the stages of human development is puberty. During puberty there is a change in oneself from childhood to adulthood, resulting in physical changes, attitudes, behavior, and maturation of the reproductive organs. Community service is carried out by increasing the knowledge of elementary school (SD) students entering pre-adolescence about how to maintain personal hygiene during puberty for elementary school children at SDN Wates. SDN Wates is one of the elementary schools in Kediri Regency. Each level is divided into 3 learning classes. This community service activity was attended by 120 students in grades 4 and 5. This community service activity aimed to increase elementary school students' knowledge about personal hygiene during puberty. The method of implementing activities is carried out directly through health education using LCD and question-and-answer media. The results of the activities carried out ran smoothly, 4th and 5th-grade students as participants played an active role in the activity process. The evaluation shows an increase in good knowledge about personal hygiene during puberty by 83.33%. It is important to provide elementary school students with knowledge about personal hygiene during puberty. It is hoped that with this activity there will be an increase in elementary school student's knowledge of personal hygiene during puberty to form a healthy and high-quality generation. Keywords : personal hygiene, puberty, elementary school students
PENINGKATAN PENGETAHUAN KADER KESEHATAN TENTANG GIZI DAUN KELOR UNTUK IBU HAMIL: INCREASING HEALTH CADRES' KNOWLEDGE ABOUT MORINGA LEAF NUTRITION FOR PREGNANT WOMEN Tria Jaya, Susanti; Vide Bahtera Dinastiti; Luluk Susiloningtyas
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v2i1.201

Abstract

Daun kelor sangat baik untuk melengkapi kebutuhan nutrisi dalam tubuh manusia. Daun kelor memiliki manfaat sebagai produk olahan yang bernilai gizi dan bernilai ekonomi yang tinggi. Desa Jajar adalah salah satu mitra dalam Pengabdian Kepada Masyarakat  yang terletak di Wilayah Puskesmas Wates Kabupaten Kediri. Desa ini memiliki banyak pohon kelor yang tersebar dibeberapa tempat, namun masyarakat masih banyak yang belum mengetahui manfaat nutrisi yang terkandung didalamnya. Daun kelor hanya dimanfaatkan sebagai tanaman pagar dan digunakan untuk kegiatan upacara pemakaman. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan tentang gizi daun kelor untuk ibu hamil. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan secara langsung melalui sosialisasi masyarakat mengenai gizi daun kelor untuk ibu hamil dengan menggunakan media leaflet dan diskusi tanya jawab. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Jajar Kecamatan Wates Kabupaten Kediri. Hasil kegiatan yang dilaksanakan berjalan lancar, hadir 30 kader kesehatan sebagai peserta berperan aktif dalam proses kegiatan. Diharapkan dengan kegiatan ini terdapat peningkatan pengetahuan kader kesehatan tentang gizi daun kelor untuk ibu hamil dan dapat daun kelor dapat dijadikan sebagai salah satu alternative pemenuhan nutrisi untuk ibu hamil. Kata kunci : daun kelor, gizi, ibu hamil, kader kesehatan   Abstract   Moringa leaves are very good for completing the nutritional needs of the human body. Moringa leaves have benefits as a processed product with high nutritional value and economic value. Jajar Village is one of the partners in Community Service located in the Wates Health Center Area, Kediri Regency. This village has many Moringa trees scattered in several places, but many people still don't know the nutritional benefits they contain. Moringa leaves are only used as a hedge plant and are used for funeral ceremonies. This community service activity aims to increase health cadres' knowledge about Moringa leaf nutrition for pregnant women. The method of implementing activity was carried out directly through community outreach regarding Moringa leaf nutrition for pregnant women using leaflets and question-and-answer discussions. This activity was carried out in Jajar Village, Wates District, Kediri Regency. The results of the activities carried out ran smoothly, 30 health cadres were present as participants who played an active role in the activity process. It is hoped that with this activity there will be an increase in health cadres' knowledge about Moringa leaf nutrition for pregnant women and that Moringa leaves can be used as an alternative to provide nutrition for pregnant women. Keywords: Moringa leaves, nutrition, pregnant women, health workers