Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Dinamika Panggung Kritik Sastra Indonesia Fadhilla, Indah; Saparudin, Endin
Narasi: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 1 No. 1 (2023): April
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/narasi.v1i1.875

Abstract

Produksi kritik sastra Indonesia berasal dari lingkup akademisi dan praktisi. Kritik sastra yang dihasilkan di lingkup akademisi biasanya berasal dari skripsi, tesis, dan disertasi mahasiswa Jurusan Sastra. Sedangkan kritik sastra yang dihasilkan di lingkup praktisi biasanya berasal dari sayembara kritik sastra atau dipublikasi di majalah/koran. Penelitian ini memaparkan analisis terhadap kritik sastra yang dilakukan di dalam dan di luar kampus menggunakan teori resepsi sastra. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan ciri produksi kritik sastra berdasarkan ruang lingkup yaitu dalam penggunaan teori; bentuk dan gaya tulisan; refleksi tulisan; dan luaran yang dihasilkan. Manfaat dari penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman mengenai teori dan metode yang digunakan dalam penulisan kritik sastra dari lingkup akademisi dan praktisi sebagai pembanding yang dapat digunakan ketika melakukan telaah terhadap karya sastra.
PERJUANGAN TOKOH UTAMA DALAM CERPEN JALAN BUNTU KARYA RAUDHATUL TASSYA KHAIRUNISA: ANALISIS STRUKTUR BURHAN NURGIYANTORO Wulandari, Elsa; Nuranggraini, Indri; Budiyanto, Diva Amelia; Fadhilla, Indah
SEBASA Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 7 No 2 (2024): SeBaSa
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sbs.v7i2.27154

Abstract

This study aims to analyze the main themes in the story, such as the struggle for justice, assertiveness, and honesty, as well as to understand the internal conflict experienced by the main character, Nara, and her interactions with other characters such as her mother and the police. The data collection technique was conducted through literary text analysis, in which the data found were identified and recorded. This study aims to identify and analyze the theme of the struggle in seeking justice for the main character in the short story Jalan Buntu, understand internal conflicts, examine moral and social values through intrinsic elements. The method of analysis used is descriptive qualitative, with analysis of the theory and assessment of fiction according to Burhan Nurgiyantoro. The data analyzed includes the definition of intrinsic elements, important quotes from the story, and analysis of each quote of events in the story. This study reveals that the story 'Jalan Buntu' shows the depiction of a brave and firm character in upholding justice. Despite facing many obstacles and pressures, Nara remains firm on the principles of justice and refuses to settle unfair cases, reflecting strong values of honesty and justice. Based on the results of the analysis of the short story Jalan Buntu, it shows that Nara, as the main character, fights for justice despite facing various obstacles, rejects unfair settlement offers, and reflects the values of honesty and courage.
STEREOTIP GENDER DAN HIERARKI TRADISIONAL DALAM CERPEN “SEMUSIM SETELAH KEMARAU” KARYA MIRANDA SEFTIANA : GENDER STEREOTYPES AND TRADITIONAL HIERARCHY IN THE SHORT STORY “SEMUSA SETELAH KEMARAU” BY MIRANDA SEFTIANA Wahyuni, Putri Intan; Zahwatunissa, Zahwatunissa; Mubarok, Muhammad Dzaky; Fadhilla, Indah
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 14 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbsi.v14i4.89800

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan teori dekonstruksi Jacques Derrida dalam analisis karya sastra cerpen, dengan fokus pada cerpen "Semusim Setelah Kemarau" karya Miranda Seftiana. Melalui pendekatan dekonstruksi, penelitian ini bertujuan untuk membongkar oposisi biner terkait relasi gender, peran keluarga, dan dinamika sosial.  Dengan menganalisis bagaimana struktur naratif dapat dimaknai ulang, penelitian ini menunjukkan bahwa cerpen tersebut menentang stereotip gender dan hierarki tradisional dalam masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, yang memungkinkan pemahaman mendalam tentang makna dan pesan dalam teks. Data dikumpulkan melalui pemilihan cerpen yang dipublikasikan di Kompas.id dan dianalisis dengan teknik analisis kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa dekonstruksi tidak hanya membuka peluang untuk memahami kompleksitas identitas budaya, tetapi juga norma-norma sosial yang ada, sehingga menghasilkan pembacaan baru terhadap isu-isu gender dan relasi sosial.
Animals as a medium for criticism and reflection: Zoo-semiotics in the short story “Sesat Pikir Para Binatang” by Triyanto Triwikromo Fadhilla, Indah; Pasaribu, Rouli Esther
LITE: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol. 21 No. 1 (2025): March
Publisher : Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/lite.v21i1.11825

Abstract

This research analyzes the short story “Sesat Pikir Para Binatang” by Triyanto Triwikromo using a zoo-semiotic approach from Thomas Albert Sebeok, who studies the role of animals as signs in human symbolic communication. The animals in this short story not only function as characters in the story, but also as a reflection of human identity to convey criticism of anthropocentrism and a reflection of human morality. By using zoo-semiotic theory, this research reveals that e zoo narrative in the short story is an allegory of human life, which is full of hierarchy, contradiction, and manipulation. Animal characteristics are seen as ethograms that can be interpreted symbolically. The symbolism of animals, such as elephants, worms, and other creatures, reflects the weaknesses of humans who often project their nature and internal conflicts onto animals. This research contributes to the study of contemporary Indonesian literature and expands the application of zoo-semiotics in literary studies, especially in exploring the relationship between humans and animals. Keywords: zoo-semiotics; ethogram; animal symbolism; anthropocentric; hierarchy; morality
Dinamika Panggung Kritik Sastra Indonesia Fadhilla, Indah; Saparudin, Endin
Narasi: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 1 No. 1 (2023): April
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/narasi.v1i1.875

Abstract

Produksi kritik sastra Indonesia berasal dari lingkup akademisi dan praktisi. Kritik sastra yang dihasilkan di lingkup akademisi biasanya berasal dari skripsi, tesis, dan disertasi mahasiswa Jurusan Sastra. Sedangkan kritik sastra yang dihasilkan di lingkup praktisi biasanya berasal dari sayembara kritik sastra atau dipublikasi di majalah/koran. Penelitian ini memaparkan analisis terhadap kritik sastra yang dilakukan di dalam dan di luar kampus menggunakan teori resepsi sastra. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan ciri produksi kritik sastra berdasarkan ruang lingkup yaitu dalam penggunaan teori; bentuk dan gaya tulisan; refleksi tulisan; dan luaran yang dihasilkan. Manfaat dari penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman mengenai teori dan metode yang digunakan dalam penulisan kritik sastra dari lingkup akademisi dan praktisi sebagai pembanding yang dapat digunakan ketika melakukan telaah terhadap karya sastra.
PERJUANGAN TOKOH PRIBUMI PADA NOVEL “NAMAKU ALAM” KARYA LEILA S. CHUDORI Rahmalia, Nadia Andi; Zahra Salwa, Reva; Yuza, Niken Sabika; Fadhilla, Indah
SEBASA Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 8 No 1 (2025): SeBaSa
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sbs.v8i1.28558

Abstract

This study aims to describe the historical reality and social stratification in the novel My Name is Nature by Leila S. Chudori using the theory of materialism and the theory of social class developed by Karl Marx. The type of research used is qualitative descriptive research, where data is collected through reading, recording, and literature study methods. The data analysis process is carried out using a descriptive approach. The results of this study show a picture of the historical reality that occurred in 1965, as well as social conflicts that are manifested in the division of social classes which are divided into four categories. The upper class is depicted through the Sastrowidjojo family who live in Papandayan, Bogor, who have the power to oppress the lower class. The lower class is depicted as a marginalized, poor, and weak society. This study also shows a shift in power from the dominant class to the more advanced class, which creates change or revolution. In addition, ideology is also revealed as a view that tries to describe a certain situation with the aim of deceiving others, when in fact the ideology only benefits the ruling class.
Human-Animal Relationships from the Perspective of Deleuze-Guattari: Ecocriticism Approach to Short Stories in Kompas.id Fadhilla, Indah; Aminullah, Zakariya Pamuji; Wahyunengsih, Wahyunengsih
Aksara Vol 37, No 1 (2025): AKSARA, EDISI JUNI 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i1.4855.77-91

Abstract

This study aims to analyse the transformation of animal narratives in short stories published in Kompas.id between 2020 and 2023, with a focus on the relationship between humans and animals. Animal stories, which were previously positioned as a medium for moral education for children in Indonesia, have now developed into a medium for criticising the relationship between humans, animals, and the environment. Data was collected through a literature study by searching and archiving animal-themed short stories published in Kompas.id during the period. The data analysis technique used was textual analysis with a philosophical interpretation, using Deleuze and Guattari's theory, particularly the concepts of becoming-animal and Body without Organs (BwO). This study analyses five short stories, namely Macan (2020), Histeinalbtraum (2020), Riwayat Seekor Babi (2021), Monyet Pemetik Teh (2022), and Doa Burung-burung (2022). These short stories depict the transformation of animal narratives through allegories laden with social and political meanings. This study reveals the complex dynamics in human-animal relations, while challenging social norms and hierarchies in Indonesian literature. The findings of this study offer a new reading of animal narratives as a medium of ecological criticism that exposes social, cultural, and political tensions in the context of contemporary literature. AbstrakPenelitian ini bertujuan menganalisis transformasi narasi binatang dalam cerpen-cerpen yang dipublikasikan di Kompas.id antara tahun 2020 hingga 2023, dengan fokus pada relasi manusia dan hewan. Kisahan binatang yang sebelumnya diposisikan sebagai media pendidikan moral bagi anak-anak di Indonesia kini berkembang menjadi medium kritik terhadap relasi manusia, hewan, dan lingkungan. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dengan menelusuri dan mengarsipkan cerpen-cerpen bertema binatang yang diterbitkan di Kompas.id selama periode tersebut. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis tekstual dengan interpretasi filosofis, menggunakan teori Deleuze dan Guattari, khususnya konsep becoming-animal dan Body without Organs (BwO). Penelitian ini menganalisis lima cerpen yaitu Macan (2020), Histeinalbtraum (2020), Riwayat Seekor Babi (2021), Monyet Pemetik Teh (2022), dan Doa Burung-burung (2022). Cerpen ini menggambarkan transformasi narasi binatang melalui alegori yang sarat muatan sosial dan politik. Penelitian ini mengungkap dinamika kompleks dalam relasi manusia-hewan, sekaligus menantang norma-norma sosial dan hierarki dalam sastra Indonesia. Temuan penelitian ini menawarkan pembacaan baru atas narasi binatang sebagai medium kritik ekologis yang menyingkap ketegangan sosial, budaya, dan politik dalam konteks sastra kontemporer.
Penguatan Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Melalui Program Bank Sampah di Desa Cibadak Wakak Megow, Muhammad Rayhan Dria; Milkiatu Robby, Lika Malika; Ningrum, Fina Puspita; Cahyani, Indah Nita; Fadhilla, Indah
Khidmatuna: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Lembaga Penerbitan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/khidmatuna.v5i2.3307

Abstract

Pengelolaan sampah yang berkelanjutan menjadi tantangan utama dalam pembangunan lingkungan berbasis komunitas, termasuk di Desa Cibadak, Kecamatan Sukamakmur. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga melalui pengembangan program bank sampah yang terintegrasi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Metode pelaksanaan meliputi pendekatan partisipatif melalui kegiatan sosialisasi, edukasi lingkungan, forum diskusi warga, serta pembentukan sistem pengumpulan sampah yang dikelola secara kolektif. Hasil program menunjukkan adanya peningkatan kesadaran warga terhadap pentingnya pemilahan dan pembuangan sampah yang benar, ditandai dengan meningkatnya penggunaan tempat sampah terpilah dan keterlibatan warga dalam kegiatan bank sampah secara rutin. Selain dampak ekologis, program ini juga berdampak sosial, yaitu mempererat kohesi sosial antarwarga dan mendorong inisiatif komunitas dalam pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi. Untuk mendukung keberlanjutan, diperlukan penguatan edukasi lingkungan secara berkelanjutan, inovasi teknologi pengolahan sampah, pengembangan kolaborasi multipihak, serta sistem monitoring dan evaluasi berbasis komunitas. Temuan ini menegaskan bahwa bank sampah dapat menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat sekaligus strategi pengelolaan lingkungan yang efektif di wilayah perdesaan.
Pengaruh Mitos Terhadap Sikap Masyarakat pada Penyandang Disabilitas dalam Cerpen Pelangi dalam Kenangan Fadhilla, Indah; Dinniaty, Dinniaty; Rachmayanti, Rachmayanti; Ilham, Anwar; Zar, Zikri Ibnu
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 16 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v16i1.15735

Abstract

The Influence of Myth on Society Attitude to Disability People  in The Short Stories  Pelangi dalam Kenangan ABSTRAK                        Cerpen Pelangi dalam Kenangan memberikan gambaran mental dan fisik penyandang disabilitas yang dilihat melalui kutipan cerpen kemudian dimaknai secara denotasi dan konotasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat makna denotasi dan makna konotasi dari beberapa simbol yang hadir di dalam cerpen ini sebagai respon atau sikap masyarakat terhadap tokoh penyandang disabilitas. Sikap atau respon yang ditunjukkan masyarakat dipengaruhi oleh mitos-mitos yang berkembang di masyarakat terkait para penyandang disabilitas. Penelitian ini menggunakan teori semiotika Roland Barthes dengan metode deskriptif analisis. Sumber data penelitian adalah cerpen Pelangi dalam Kenangan. Teknik pengumpulan data adalah teknik baca, simak, dan catat. Berdasarkan hasil penelitian terdapat tiga simbol yang menggambarkan fisik dan mental penyandang disabilitas dalam cerpen yaitu simbol “Nyiur”, “Mata Kopong/juling”, dan “Keistimewaan”. Di dalam teks juga digambarkan sikap atau respon masyarakat terhadap tokoh penyandang disabilitas yang dominan memberikan respon negatif. Hanya tokoh Aku yang memberikan respon positif. Suara tokoh Aku mengajak pembaca untuk meningkatkan empati kepada penyandang disabilitas.Kata kunci: Denotasi, Konotasi, Mitos, Respon, DisabilitasABSTRACTThe short story Pelangi in Memories provides a mental and physical picture of persons with disabilities which is seen through the short story quotations which are then interpreted in terms of denotations and connotations. The purpose of this research is to look at the denotative meanings and connotative meanings of several symbols that are present in this short story as a response or attitude of society towards figures with disabilities. The attitude or response shown by the community is influenced by the myths that develop in society regarding persons with disabilities. This research uses Roland Barthes' semiotic theory with a descriptive analysis method. The source of the research data is the short story Pelangi in Memories. Data collection techniques are reading, observing, and note-taking techniques. Based on the results of the study, there are three symbols that describe the physical and mental abilities of persons with disabilities in short stories, namely the symbols "Nyiur", "Eyes Kopong/squint", and "Specialties". The text also describes the attitude or response of the community towards figures with disabilities who predominantly give negative responses. Only my character gave a positive response. Character's voice I invite readers to increase empathy for disability people.Keyword:  Denotation, Connotation, Myth, Response, Disability
Gender Dynamics and Digital Literacy in Pesantren Creative Writing Fitriyah, Atiqotul; Haryanti, Novi Diah; Fadhilla, Indah; Utama , Virdika Rizky
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 22 No. 2 (2024): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32729/edukasi.v22i2.1747

Abstract

Pesantren, or Islamic boarding schools, have traditionally developed with a unique educational model. However, the advancement of digital technology has impacted education within pesantren, creating opportunities for santri (male students) and santriwati (female students) to engage in creative writing. Their writing progress is evident on the duniasantri.co platform, despite a gender disparity in the number of contributors. This study examines the contestation between santri and santriwati in creative writing using a qualitative method and digital ethnography approach. Bourdieu’s concepts of habitus, field, and capital are employed to analyze data obtained from digital footprints and in-depth interviews. The findings reveal significant contestation in digital literacy, where the symbolic capital of pesantren leaders enables santriwati to compete on an equal footing, making their writing productivity more competitive.