Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Azyumardi Azra's Middle-Path Islamic Politics: Anti-Violence and Democratization of Indonesia Thaha, Idris; Fadhilla, Indah; Billahi, Savran; Suryani, Suryani
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI) JISI: Vol. 5, No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP),UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jisi.v5i1.39938

Abstract

Abstract. The phenomenon of violence in democratic countries such as Indonesia introduced a new angle in contextualizing modern Islamic political thought. The argument of mainstreaming fasad (violence or conflict) and islah (reconciliation) embedded in Islamic political thought preached by Azyumardi Azra as a part of the moderate Islam project (Islam wasathiyah) is considered a democratization process. This article seeks to examine Azyumardi Azra's thoughts in interpreting the concept of moderate Islam in the context of Indonesia's democratization, particularly regarding non-violence and social harmony. This article uses an interdisciplinary approach combining the interpretation of Islamic political thought, Middle-path political theory, and democratization analysis. It examines the Islamic revitalization formulating an anti-violence stance mainstreamed by Azyumardi that mediates the absolutist dogmatic beliefs and extremist political streams inciting violence. Finally, this article demonstrates how political thought embedded in Islam mainstreamed by Azyumardi benefits to strengthening democratization in Indonesia, moving away from violence.Keywords: Democratization, Middle-path Politics, Anti-violence, Revitalization of Islam, Wasatiyyah Islam.Abstrak. Kajian ini berfokus pada diskusi tentang pemikiran Azyumardi Azra dalam memaknai politik Islam jalan tengah (Islam wasathiyah) dalam upaya demokratisasi Indonesia, khususnya mengenai antikekerasan dan harmonisasi sosial. Dengan pendekatan Islam jalan tengah, ia berupaya mencari cara efektif mengatasi praksis kekerasan di Indonesia. Kajian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan merujuk pada data-data primer melalui esai-esai dan buku-buku Azyumardi. Penelitian ini berhasil menganalisis pemikiran Azyumardi dalam merumuskan sikap antikekerasan sebagai gagasan revitalisasi Islam dengan menengahi keyakinan dogmatis absolut dan praksis politik ekstrem yang mendelegitimasi kekuasaan. Penelitian ini menyimpulkan, revitalisasi Islam yang dikemukakan Azyumardi merupakan cara efektif untuk mengatasi terjadinya kekerasan sebagai problematika demokrasi di Indonesia, kini dan di masa-masa mendatang. Kajian ini diharapkan dapat berkonstribusi bagi penguatan demokratisasi di Indonesia, yang jauh dari kekerasan.Kata Kunci: Politik jalan tengah, Islam wasathiyah, demokratisasi, revitalisasi Islam, antikekerasan.
Konstruksi Isu Kontra Kebijakan Pemerintah Selama Pandemi Covid-19 di Indonesia Pada Komik Setrip Mice Cartoon: Jurnalisme Satire di Media Dalam Jaringan Fadhilla, Indah; Almufarid, Almufarid
Jurnal Studi Jurnalistik Vol. 3 No. 2 (2021): Jurnal Studi Jurnalistik
Publisher : Faculty of Da'wa and Communications Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jsj.v3i2.22986

Abstract

Selama pandemi Covid-19, pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan seperti penerapan protokol kesehatan, pembatasan kegiatan masyarakat, dan aturan wajib vaksin. Akun instagram Mice Cartoon ikut merespons kebijakan yang dikeluarkan pemerintah Indonesia selama pandemi melalui komik setrip yang dibagikan dalam rentang waktu Januari sampai Agustus 2021. Sebagai produk sastra dan produk jurnalistik, komik setrip akan dianalisis menggunakan teori Semiotika Peirce yang menyoroti representamen (ikon, indeks, dan simbol), objek, interpretasi, dan makna. Bahasa dan gambar yang ditampilkan Mice Cartoon memberikan kesan sindiran atau satire atas kebijakan yang dibuat pemerintah selama pandemi di Indonesia. Sebagai salah satu media dalam jaringan yang sering memakai tanda pagar “politik santun dalam kartun”, Mice Cartoon memberikan gambaran mengenai respons dari masyarakat terhadap kebijakan pemerintah. Temuan dari penelitian ini adalah respons masyarakat yang kontra terhadap kebijakan pemerintah selama pandemi di Indonesia. Sebagai salah satu media komunikasi, jurnalisme satire dalam komik setrip Mice Cartoon ingin menyampaikan kritik bahwa kebijakan yang dibuat pemerintah Indonesia selama pandemi perlu dikaji ulang agar tepat sasaran.
Empowering Religious Counselors as Agents of Religious Moderation in the Indonesian Ministry of Religious Affairs Kusumaningrum, Hesti; Rubiyanah, Rubiyanah; Fadhilla, Indah
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 10 NO. 2 2023
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v10i2.37771

Abstract

AbstractThis study aims to analyze how a training model strengthens the competence of religious counselors in spreading the value of religious moderation. This research uses a qualitative approach of case study type by collecting data through in-depth interviews, observations, and literature studies. The research participants consisted of Religious Counselors working in various regions in Indonesia who participated in the education and training program for religious moderation activists conducted by the Indonesian Ministry of Religious Affairs training center. The results showed that Religious Counselors need to increase their understanding of the principles of religious moderation, practical communication skills, and conflict-handling strategies. In addition, the training model can strengthen the competencies of religious counselors in disseminating the value of religious moderation and conducting their duties as religious counselors. This training model uses an andragogy learning approach with group discussions, case studies, simulations, and team-based training methods. The training materials such as interfaith dialogue, the concept of religious moderation, religious diversity, religious tolerance, and conflict management can strengthen the understanding of Religious Counselors about pluralism and religious moderation, communication skills, and building interfaith cooperation. After attending this training, the counselors became more confident in carrying out their duties and more prepared to deal with religion-driven social conflicts in the community. Furthermore, they can develop digital media learning on religious moderation through social media.AbstrakMakalah ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana model pelatihan untuk memperkuat kompetensi Penyuluh Agama dalam menyebarkan nilai moderasi agama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif tipe studi kasus dengan mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi literatur. Partisipan penelitian terdiri dari Penyuluh Agama yang bekerja di berbagai wilayah di Indonesia yang mengikuti program pendidikan dan pelatihan untuk aktivis moderasi agama yang diselenggarakan oleh pusat pelatihan Kementerian Agama Republik Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penyuluh Agama perlu meningkatkan pemahaman mereka tentang prinsip-prinsip moderasi agama, keterampilan komunikasi efektif, dan strategi penanganan konflik. Selain itu, model pelatihan dapat memperkuat kompetensi Penyuluh Agama dalam menyebarkan nilai moderasi agama dalam menjalankan tugas mereka sebagai Penyuluh Agama. Model pelatihan ini menggunakan pendekatan pembelajaran andragogi dengan metode diskusi kelompok, studi kasus, simulasi, dan pelatihan berbasis tim. Materi pelatihan seperti dialog lintas agama, konsep moderasi agama, keragaman agama, toleransi beragama, dan manajemen konflik mampu memperkuat pemahaman Penyuluh Agama tentang pluralisme dan moderasi agama, keterampilan komunikasi, dan membangun kerjasama lintas agama. Setelah mengikuti pelatihan ini, Penyuluh menjadi lebih percaya diri dalam menjalankan tugas mereka, lebih siap dalam menghadapi konflik sosial keagamaan di masyarakat. Selain itu, mereka dapat mengembangkan pembelajaran media digital dengan tema moderasi agama melalui media sosial.How to Cite: Kusumaningrum, H., Rubiyanah., Fadhilla, I. (2023). Empowering Religious Counselors as Agents of Religious Moderation in the Indonesian Ministry of Religious Affairs. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 10(2), 219-236. doi:10.15408/tjems.v10i2.37771. 
Human-Animal Relationships from the Perspective of Deleuze-Guattari: Ecocriticism Approach to Short Stories in Kompas.id Indah Fadhilla; Zakariya Pamuji Aminullah; Wahyunengsih Wahyunengsih
Aksara Vol 37, No 1 (2025): AKSARA, EDISI JUNI 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i1.4855.77-91

Abstract

This study aims to analyse the transformation of animal narratives in short stories published in Kompas.id between 2020 and 2023, with a focus on the relationship between humans and animals. Animal stories, which were previously positioned as a medium for moral education for children in Indonesia, have now developed into a medium for criticising the relationship between humans, animals, and the environment. Data was collected through a literature study by searching and archiving animal-themed short stories published in Kompas.id during the period. The data analysis technique used was textual analysis with a philosophical interpretation, using Deleuze and Guattari's theory, particularly the concepts of becoming-animal and Body without Organs (BwO). This study analyses five short stories, namely Macan (2020), Histeinalbtraum (2020), Riwayat Seekor Babi (2021), Monyet Pemetik Teh (2022), and Doa Burung-burung (2022). These short stories depict the transformation of animal narratives through allegories laden with social and political meanings. This study reveals the complex dynamics in human-animal relations, while challenging social norms and hierarchies in Indonesian literature. The findings of this study offer a new reading of animal narratives as a medium of ecological criticism that exposes social, cultural, and political tensions in the context of contemporary literature. AbstrakPenelitian ini bertujuan menganalisis transformasi narasi binatang dalam cerpen-cerpen yang dipublikasikan di Kompas.id antara tahun 2020 hingga 2023, dengan fokus pada relasi manusia dan hewan. Kisahan binatang yang sebelumnya diposisikan sebagai media pendidikan moral bagi anak-anak di Indonesia kini berkembang menjadi medium kritik terhadap relasi manusia, hewan, dan lingkungan. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dengan menelusuri dan mengarsipkan cerpen-cerpen bertema binatang yang diterbitkan di Kompas.id selama periode tersebut. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis tekstual dengan interpretasi filosofis, menggunakan teori Deleuze dan Guattari, khususnya konsep becoming-animal dan Body without Organs (BwO). Penelitian ini menganalisis lima cerpen yaitu Macan (2020), Histeinalbtraum (2020), Riwayat Seekor Babi (2021), Monyet Pemetik Teh (2022), dan Doa Burung-burung (2022). Cerpen ini menggambarkan transformasi narasi binatang melalui alegori yang sarat muatan sosial dan politik. Penelitian ini mengungkap dinamika kompleks dalam relasi manusia-hewan, sekaligus menantang norma-norma sosial dan hierarki dalam sastra Indonesia. Temuan penelitian ini menawarkan pembacaan baru atas narasi binatang sebagai medium kritik ekologis yang menyingkap ketegangan sosial, budaya, dan politik dalam konteks sastra kontemporer.