Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS FAKTOR KETERLAMBATAN PENGIRIMAN PRODUK KE KONSUMEN DENGAN MENGGUNAKAN METODE FMEA PT.MRP Nelfiyanti, Nelfiyanti; Setiawan, Bayu; Setiawan, Andry
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. MRP merupakan perusahaan yang bergerak dibidang produksi manufaktur seperti : Dies Product, Mold Product, Checking Fixture, Machine Product, dan standar part product, tetapi produk – produk komersil tersebut bersifat job order. Berdasarkan hasil pengamatan yang di lakukan pada perusahaan tersebut didapatkan tidak tercapainya target delivery per bulan yang dimana perusahaan mempunyai target sebesar 80 %. Aktualnya dalam waktu 6 bulan target rata - rata pengiriman hanya sampai 70 %. Dengan ini mengakibatkan beberapa pengiriman produk menjadi terlambat tidak sesuai dengan jadwal dan membuat pelanggan jadi mulai kehilangan kepercayaan serta bisa membuat pemasukan perusahaan menjadi menurun di kemudian hari. Maka dari itu perlu dilakukan analisis menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis,Failure Mode and Effect digunakan untuk mengindetifikasi bagaimana suatu proses pengiriman mengalami keterlambatan, tidak tercapainya target delivery sehingga menyebabkan terlambatnya barang sampai ke konsumen atau subcont. Setelah dilakukan identifikasi dengan metode Failure Mode and Effect Analysis nantinya akan menghasilkan Nilai Risk Priority Number. melakukan perhitungan RPN untuk mengetahui dan menentukan angka prioritas risiko yang didapatkan dari perkalian Severty, Occurance, Detection dari beberapa penyebab, sehingga ditemukan 3 nilai RPN tertinggi yaitu kurangnya SDM dengan nilai RPN 392, sering terjadinya repair barang setelah selesai produksi dengan nilai RPN 210, dan kurang control setiap operator dengan nilai RPN 175.Kata Kunci : Failure Mode and Effect Analysis,Failure Mode and Effect (FMEA), Keterlambatan Delivery Ontime, Risk Priority Number (RPN)
Strategi Pengembangan Kemasan Makanan Untuk Mendukung Prilaku Konsumen Ramah Lingkungan Dengan Menggunakan Metode SWOT Nelfiyanti, N; Ernyasih, E; Nugrahaini, Ratri Ariatmi; Setiawan, Andry; Al-Hafidz, Muhammad Aditia
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol 11, No 2 (2024): JISI UMJ
Publisher : Fakultas teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.11.2.291-300

Abstract

Dalam beberapa tahun terakhir, permasalahan lingkungan hidup semakin mendapat perhatian, sehingga mendorong masyarakat dan perusahaan untuk mencari solusi yang lebih berkelanjutan. Salah satu permasalahan yang memprihatinkan adalah penggunaan kemasan pangan yang ramah lingkungan. Pencemaran lingkungan meningkat secara signifikan dengan penggunaan kemasan sekali pakai atau plastik tradisional, terutama jika menyangkut sampah yang sulit terurai. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan strategi pengembangan kemasan makanan ramah lingkungan dengan pendekatan SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) guna mendukung perilaku konsumen yang lebih sadar lingkungan. Kemasan makanan ramah lingkungan semakin menjadi perhatian seiring meningkatnya kesadaran akan dampak limbah plastik terhadap ekosistem. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi. Responden dalam penelitian ini mencakup konsumen, produsen makanan, serta ahli lingkungan hidup dan desain kemasan. Hasil perhitungan dengan menggunakan metode SWOT diperoleh bobot IFE (Internal Factor Evaluation) sebesar 0,33 sedangkan pada EFE (Eksternal Factor Evaluation) sebesar 0,05. Berdasarkan bobot yang telah diperoleh pengembangan kemasan ramah lingkungan ini masuk dalam kuadran 1 dan dapat menggunakan strategi growth oriented strategy
DECREASING SCRATCH DEFECTS WITH QCC METHODS ON THE LINE ASSEMBLY FRAME OF THE MOTORCYCLE UNIT IN PT.XYZ Nelfiyanti Nelfiyanti; Casban Casban; Ridwan ridwan
Spektrum Industri Vol. 18 No. 2: October 2020
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/si.v18i2.17918

Abstract

PT.XYZ operates in the field of two-wheeled vehicle manufacturing. A product defect is produced in the design, namely scratch defect, which has an average defect percentage of 2.39%, which exceeds the Company's defect standard of 0.2%. This study aims to determine the factors that cause scratch defects and reduce scratch defects using the QCC method on the frame assembly line section. The research method is done with the stage starting from the problem identification stage to find out the problems that need improvement steps. Data collection techniques are done by conducting direct observations in the field and conducting interviews with related personnel as well as performing literature studies to learn the science of literature that has a direct relationship with the research topic. The problem formulation level is done to find out the main problems that are the source of the occurrence of defective products. Stages of activity collecting data obtained based on direct observation results and company defect data. The data processing stage was done using the QCC method with PDCA approach and using 5W + 1H stage for the repair process so that the defect value is 0.56%, in this case, there is a decrease in the percentage of a defect by 1.84% from the previous 2.39%. As well as giving a good quality influence on the products produced
PENERAPAN METODE PROBLEM BASED LEARNING DALAM PELAJARAN AL - ISLAM II DI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA Nelfiyanti -; Didi Sunardi
Spektrum Industri Vol. 15 No. 1: April 2017
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/si.v15i1.6185

Abstract

Proses pembelajaran semakin lama semakin menemukan metode yang baru yang menuntut mahasiswa lebih aktit bahkan superaktif dalam belajar sehingga mahasiswa dapat memahami materi apa yang diinginkan dari silabus matkul Al-islam II. Metode ini dinamakan PBL (Problem Based Learning). Tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, serta evaluasi adan refleksi. Dalam penelitian ini, diharapkan dapat menigkatkan minat baca dan belajar mahasiswa baik yang dilakukan didalam kelas maupun diluar kelas. Karena proses pembelajaran dengan metode PBL lebih banyak menganalisa suatu kasus yang menuntuk pastisipasi semua mahasiswa dalam proses belajar. Dengan penerapan metode PBL yang dilakukan membuat mahasiswa termotifasi untuk lebih aktif dalam memecahkan suatu masalah yang ada. Dan ini sudah dapat dibuktikan dengan aktifnya mahasiswa dalam tim kelompok dan persentasi untuk mempertahankan solusi yang diberikan.
Penyuluhan Penggunaan Meja Kerja Ergonomi Dalam Mengatasi Keluhan Musculoskeletal Disorders Pekerja UMKM Pempek Nelfiyanti, N; Anastasia Yudistirani, Sri; Zen, Azizah; Dermawan, Dedi; Qayyum bin Basri, Azizul
RENATA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kita Semua Vol. 3 No. 2 (2025): Renata - Agustus 2025
Publisher : PT Berkah Tematik Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61124/1.renata.168

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan kesehatan kerja pada pelaku UMKM pembuatan makanan pempek. Kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan dua orang peserta, yaitu pekerja utama dalam proses produksi pempek. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi observasi, pengamatan langsung, dan wawancara untuk mengidentifikasi aktivitas kerja serta keluhan yang dirasakan selama proses produksi. Berdasarkan hasil tersebut, dilakukan penyuluhan mengenai prinsip-prinsip ergonomi, khususnya terkait penggunaan meja kerja dan postur tubuh yang tepat saat bekerja. Penyuluhan menekankan pentingnya penyesuaian tinggi meja kerja dengan postur tubuh pekerja, penggunaan kursi ergonomis untuk posisi kerja duduk, serta modifikasi alat bantu kerja agar lebih ramah terhadap tubuh. Selain itu, peserta diberikan panduan praktis dalam memposisikan tubuh secara ergonomis saat mengaduk adonan, membentuk pempek, hingga tahap pengemasan. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran pekerja terhadap pentingnya ergonomi dalam kegiatan produksi. Dengan menerapkan prinsip ergonomi, diharapkan dapat mengurangi risiko gangguan otot dan rangka (musculoskeletal disorders/MSDs), meningkatkan kenyamanan kerja, serta mendorong produktivitas dan kualitas hasil produksi pempek
Behavioral Determinants of Environmental Health Impacts in IoT-Enabled Waste Management: Evidence from Greater Jakarta Urban Households E. Ernyasih; N. Nelfiyanti; Eka Samsul Ma’arif; Aulia Fahreza Ismanto; Donita Lutfia Hasanah; D. Daruki
Journal of Public Health and Pharmacy Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Teknologi Informasi dan Jurnal Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jphp.v6i2.8682

Abstract

Introduction: The rapid growth of household waste in urban areas poses a serious challenge to environmental health. The integration of the IoT into waste management is considered an innovative solution, offering real-time monitoring, collection efficiency, and greater system transparency. This study aims to examine the influence of perception, attitude, awareness, and practices on environmental health impacts in the context of IoT adoption. Methods: A cross-sectional survey was conducted with 120 households in the Greater Jakarta area, and the data were analyzed using SEM-PLS. Results: The results reveal that perception significantly influences attitude (p < 0.001), and attitude significantly influences awareness (p < 0.001). The structural model demonstrates strong predictive power with R² values of 0.566 for attitude, 0.552 for awareness, and 0.839 for environmental health impacts. Standardized path coefficients show significant effects for perception ? attitude (? = 0.752; p < 0.001), attitude ? awareness (? = 0.743; p < 0.001), and practices ? environmental health impact (? = 0.864; p < 0.001). Model diagnostics confirm reliability and validity, including AVE > 0.50, CR > 0.70, HTMT < 0.85, and VIF < 3. However, awareness does not directly affect environmental health (p > 0.05), indicating the presence of an intention–behavior gap. In contrast, actual waste management practices emerged as the most dominant predictor, with the largest effect on environmental health outcomes (p < 0.001). Conclusion: These findings highlight the necessity of policy strategies that go beyond raising awareness and digital literacy, ensuring the transformation of awareness into consistent practices through adequate infrastructure, incentive systems, and regulatory enforcement. This study contributes to strengthening the concept of smart cities and supports sustainable development strategies in urban settings.
Smart Waste Management Acceptance and Perceived Urban Environmental Health in Jabodeta E. Ernyasih; N. Nelfiyanti; Eka Samsul Ma’arif; D. Daruki; Anwar Mallongi; Donita Lutfia Hasanah
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 9 No. 4 (2026)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v9i4.10154

Abstract

Introduction: Urban waste growth in metropolitan areas intensifies sanitation challenges and environmental health risks. Smart waste management offers data-driven waste services; however, its effectiveness depends on public acceptance. Despite increasing implementation of smart waste technologies, limited empirical evidence explains how behavioral and psychosocial determinants shape citizen acceptance in developing urban contexts, particularly in relation to perceived environmental health conditions rather than objectively measured environmental outcomes. This study investigates the determinants of smart waste management acceptance and its association with perceived urban environmental health in Jabodeta, Indonesia, using an extended Technology Acceptance Model that integrates digital literacy, environmental concerns, social norms, and perceived risk Methods: A cross-sectional survey of 120 respondents was conducted and analyzed using partial least squares structural equation modeling with bootstrapping. Measurement quality met recommended thresholds, including outer loadings greater than 0.70, average variance extracted ranging from 0.52 to 0.78, strong reliability, and HTMT values below 0.90. Results: The structural model explained substantial variance in perceived ease of use (R² = 0.81) and perceived usefulness (R² = 0.69), moderate-to-strong variance in acceptance (R² = 0.62), and modest variance in perceived urban environmental health (R² = 0.18). Digital literacy positively predicted perceived ease of use (? = 0.52), while perceived risk negatively predicted perceived ease of use (? = ?0.37). Perceived ease of use strongly predicted perceived usefulness (? = 0.74). Environmental concern (? = 0.26) and social norms (? = 0.15) positively predicted perceived usefulness. Perceived usefulness (? = 0.32) and perceived ease of use (? = 0.19) positively predicted acceptance, and acceptance was positively associated with perceived urban environmental health (? = 0.43). Mediation analysis identified statistically significant indirect effects for selected pathways; however, these effects should be interpreted cautiously due to inconsistencies in directional patterns. Conclusion: The findings suggest that perceived environmental health benefits associated with smart waste management are linked to sustained public acceptance. This acceptance is supported by digital literacy, socially reinforced perceptions of usefulness, and effective risk communication combined with reliable service delivery. These results highlight the importance of behavioral and perceptual factors in shaping citizen engagement with smart environmental technologies, while acknowledging that the study reflects perceived rather than objectively measured environmental outcomes.
Integrasi Ergonomi dan Desain Kemasan Berkelanjutan Berbasis Ergonomic Function Deployment untuk Mendukung SDGs di Industri Pangan N Nelfiyanti; E Ernyasih; Ratri Ariatmi Nugrahani; Andry Setiawan
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol. 13 No. 1 (2026): JISI UMJ
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.13.1.167-182

Abstract

Krisis lingkungan akibat dominasi limbah plastik dalam sektor pangan mendorong urgensi pembaruan desain kemasan produk yang ramah lingkungan namun tetap memenuhi ekspektasi kenyamanan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan strategi dan prototipe desain kemasan makanan inovatif yang mengintegrasikan pendekatan Ergonomic Function Development (EFD) dengan prinsip keberlanjutan secara menyeluruh guna mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Riset terapan ini menggunakan pendekatan metode kombinasi (mixed method). Data primer dihimpun dari minimal 30 responden konsumen melalui observasi interaksi fisik, kuesioner Voice of Customer (VoC), serta Focus Group Discussion (FGD) bersama pelaku usaha, yang selanjutnya dianalisis secara terstruktur menggunakan matriks House of Ergonomics (HoE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter prioritas konsumen bertumpu pada kemasan biodegradabel bebas kontaminasi kimia, fungsionalitas fitur fisik berupa pegangan (handle), sistem penutup tahan lama, serta stabilitas penjagaan suhu makanan. Karakteristik teknis tersebut diwujudkan ke dalam pengembangan dua model prototipe kemasan berbahan sirkular ampas tebu dan kulit jagung, yakni Model Artistik Natural untuk segmentasi pasar lokal/organik, serta Model Modern Fungsional dengan handle terintegrasi yang dioptimalkan untuk kebutuhan logistik ritel skala besar. Integrasi model desain ini terbukti berkontribusi nyata pada pemenuhan target SDG 3, SDG 9, SDG 12, dan SDG 14. Meskipun implementasi pada skala UMKM masih menghadapi tantangan biaya dan investasi teknologi awal, strategi digitalisasi desain dapat menjadi solusi akselerasi pengembangan kemasan makanan masa depan yang human-centered dan eco-efficient.
Integrasi Edukasi dan Skrining Kesehatan Jiwa pada Kelas Ibu Hamil di Posyandu Seroja Puskesmas Parigi Kecamatan Pondok Aren Kota Tangerang Selatan Arum Ariasih; Aisyah Maulina Zjubaidi; Nelfiyanti Nelfiyanti; Yunia Rachmawati; Cinta Azalia NP
Sevaka : Hasil Kegiatan Layanan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus : Sevaka : Hasil Kegiatan Layanan Masyarakat
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/sevaka.v4i3.950

Abstract

Maternal mental health education and depression screening had not been integrated into the routine antenatal classes conducted at Posyandu Seroja, within the service area of UPTD Parigi Public Health Center, South Tangerang City, limiting the early identification of psychological problems among pregnant women. This community service program aimed to improve maternal mental health literacy by integrating mental health education and depression screening into antenatal classes. The program involved 19 pregnant women and employed a participatory educational approach consisting of program socialization, pre-test, depression risk screening using the Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS), interactive lectures, group discussions, and post-test. Participants' knowledge and attitudes were assessed using validated and reliable questionnaires, while the screening results were analyzed descriptively. The findings showed an increase in the mean knowledge score from 6.95 to 7.42 and the mean attitude score from 21.21 to 21.95 following the educational intervention. In addition, four of the 19 participants (21.1%) were identified as being at risk of depression and were referred for further follow-up according to the existing health service procedures. The program improved participants' understanding of maternal mental health while providing preliminary information to support early detection of psychological problems in primary healthcare settings. Integrating mental health education and depression screening into antenatal classes is a feasible community-based approach to strengthening maternal mental health promotion, prevention, and early detection within primary healthcare services.
Perancangan Ulang Tata Letak Laboratorium Quality Control Industri Farmasi Menggunakan Metode Corelap dan Craft Jihan Hanifah Azizah; Nelfiyanti Nelfiyanti
Jupiter: Publikasi Ilmu Keteknikan Industri, Teknik Elektro dan Informatika Vol. 4 No. 5 (2026): September : Jupiter: Publikasi Ilmu Keteknikan Industri, Teknik Elektro dan Inf
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jupiter.v4i5.1653

Abstract

The external audit findings of the Quality Control Laboratory indicate that the chemistry and microbiology laboratories share the same operational area, causing overlapping flows of activities, personnel, and materials and increasing the risk of cross-contamination. This study aims to develop an improved laboratory layout in accordance with ISO/IEC 17025:2017, evaluate its operational performance using ProModel, and assess time efficiency and potential labor cost savings. CORELAP was used to generate an initial layout based on activity proximity, while CRAFT was applied to refine the layout based on movement frequency and inter-area distances. The proposed layouts included a new microbiology laboratory and a redesigned chemistry laboratory. The Total Load Distance of the chemistry laboratory decreased from 371.50 to 341.50, representing an 8.08% reduction, while the microbiology laboratory decreased from 617 to 389, representing a 36.95% reduction. Simulation results showed that the proposed layout reduced the Average Time in System for 6 of 7 sample types, with the highest efficiency reaching 68.07%. The reduced processing time also indicated potential labor cost savings, based on the actual sample volume and the labor cost per minute. Therefore, the CRAFT-generated layout provides an alternative to improve contamination control, process efficiency, and laboratory operating costs.
Co-Authors A I Ramadhan Abdul Hadi Jamal Abrori, Muhammad Reza Achmad Fauzi Achmad Fauzi Agung Prasetyo Senoaji Aisyah Maulina Zjubaidi Al-Hafidz, Muhammad Aditia Andry Setiawan Andry Setiawan Andry Setiawan, Andry Anisa Anisa Annisa Mulia Rani Annisa Mulia Rani Annisa Mulia Rani Anwar Ilmar Ramadhan Anwar Mallongi Ariasih, Rr Arum Arum Ariasih Ashadi Aulia Fahreza Ismanto Azizah Zen Bayu Setiawan Casban Casban Casban Casban Casban, Casban Cinta Azalia NP D. Daruki D. Daruki Dedi Dermawan, Dedi Dedy Saputra Deni Almanda Dermawan, Erwin Desi Rosyati Dhiki Saputra Didi Sunardi Donita Lutfia Hasanah E Ernyasih E. Ernyasih E. Ernyasih Eka Samsul Ma’arif Ernyasih, E Erwin Dermawan Ery Diniardi Fatma Sari Hadi Djamal Haris Isyanto Harwan Ahyadi Harwan Ahyadi, Harwan Hasan Basri Japri - Japri - Jihan Hanifah Azizah Kastoro Kastoro Kisman H Mahmud Leola Dewiyani M Kosasih Moh. Mustofa Muhammad Fery Kurniawan Muhammad Reza Abrori Muhammad Reza Abrori, Muhammad Reza Muryati Muryati Nina Noviyanti Nugrahaini, Ratri Ariatmi Nurul Hidayati Fithriyah Nurul Hidayati Fitriyah Nurvelly Rosanti, Nurvelly Pangestu, Rayhan Pasha, Saddam Zachwa Puteri, Renty Anugerah Putra, Indra Meiza Qayyum bin Basri, Azizul Rani, Annisa Mulia Ratri Ariatmi Nugrahani Renty Anugerah Mahaji Puteri Renty Anugerah Mahaji Puteri Renty Anugerah Mahaji Putri Ribut Sulasmini Ridhwan Adhitya Ibnimatiin Ridwan ridwan Rini Siskayanti Robbani, Muhamad Itsbat Rosyati, Desi Samsinar, Riza Sufirman, Sufirman Susanty Susanty Syawaluddin Syawaluddin Syawaluddin Syawaluddin, Syawaluddin Syawaluddin, Syawaluddin Tengku Riza Zarzani N Wicaksono, Bagus Wahyu Wiwik Sudarwati Yudistirani, Sri Anastasia Yunia Rachmawati Yusrizal Bakar