Kustap Kustap
Prodi Musik ISI Yogyakarta, Jalan Parangtritis Km. 6,5 Sewon Yogyakarta. HP. 0852288856259,

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Artistic exploration of national song arrangement through twelve-tone techniques for guitar ensemble: impact on higher education music learning Kustap, Kustap
International Journal of Visual and Performing Arts Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : ASSOCIATION FOR SCIENTIFIC COMPUTING ELECTRICAL AND ENGINEERING (ASCEE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31763/viperarts.v7i1.1853

Abstract

This study addresses a pedagogical challenge in higher education, namely the lack of instructional materials for guitar ensemble courses. This issue has been identified in the Music Department of ISI Yogyakarta, where students encounter difficulties engaging with classical Western music materials due to unfamiliarity, particularly among those without prior training in formal music education or vocational music programs. To mitigate this challenge, arrangements of Indonesian national songs are introduced as a strategic approach, leveraging their familiarity to enhance student engagement and motivation in ensemble practice. This study arranges Bangun Pemudi Pemuda, a national song selected for its rhythmic and melodic qualities that lend themselves well to classical guitar ensemble performance. The arrangement employs four distinct voices, mirroring choral harmonization. A key innovation in this arrangement is the incorporation of the dodecaphonic scale, designed to introduce students to modern arrangement techniques, specifically the twelve-tone series. This research adopts an artistic research methodology, encompassing the arrangement process and its implementation in guitar ensemble classes. The qualitative dimension is examined through focus group discussions (FGDs), literature reviews, and classroom observations, fostering dialogue and interaction. This study aims to develop instructional materials that support students in cultivating classical guitar proficiency, ensuring that the applied techniques contribute to their technical advancement while utilizing national songs as an accessible entry point for learning.
Pengembangan Bahan Ajar Mata kuliah Ensambel Gitar pada Program Studi Sarjana Musik Melalui Aransemen Lagu Suwe Ora Jamu Kustap, Kustap; Sitorus, Eritha Rohana; Danajaya, I Made Indra; Indrawan, Andre
PROMUSIKA Vol 9, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/promusika.v1i1.5844

Abstract

AbstrakMateri pembelajaran ensemble gitar di perguruan tinggi seni di Indonesia hingga saat ini masih menggunakan repertoar komposer internasional dengan jumlah terbatas. Penerapan materi pembelajaran yang sama setiap semester tidak hanya membosankan bagi mahasiswa tetapi juga bagi dosen. Penelitian ini bertujuan untuk memperkaya repertoar pembelajaran ensemble gitar melalui pembuatan aransemen dari konten lokal dalam hal ini adalah Suwe Ora Jamu dari Yogyakarta dan Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian terapan ini adalah metode kualitatif. Objek penelitian meliputi tempat penelitian, yaitu kampus Jurusan Musik FSP ISI Yogyakarta, dan responden, yaitu mahasiswa ansambel gitar. Kegiatannya adalah menyusun dan melatih hasil aransemen. Sedangkan subjek penelitian adalah peneliti sendiri. Tahap penelitian dimulai dengan cara menemukan dan memilih lagu daerah Indonesia untuk menyusun dan mengatur lagu, kemudian melatih mahasiswa untuk bermain aransemen, dan tampil dalam simulasi konser belajar di kelas. Penelitian ini menghasilkan sebuah prototipe aransemen ensemble gitar dengan sumber lagu-lagu daerahAbstract
Pelatihan Pola Ritme Sebagai Strategi Peningkatan Kualitas Pembalajaran Mata Kuliah Instrumen Gitar di Jurusan Musik FSP ISI Yogyakarta Kustap, Kustap; Lubis, Ikhsan
PROMUSIKA Vol 7, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/promusika.v7i1.2473

Abstract

Pola ritme merupakan elemen musik utama yang berkaitan langsung dengan gerakan waktu dalam musik, di mana waktu selalu bergerak dan mengatur kestabilan rasa musikal. Pola ritme sangat mentukan ketepatan hitungan dalam permainan gitar tunggal, dan bermain anasambel gitar. Pola ritme merukan objek material penelitian sedangkan proses pelatihan pola rime dalam pembelajaran mata kuliah instrumen gitar merupakan objek formal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan tindakan kelas dengan teknik pengupulan data triangulasi, sedangkan proses analisis data menggunakan model interaktif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah strategi latihan pola ritme yang disesuaikan dengan tanda sukat yang ada pada materi yang berupa lagu yang akan dilatih dengan instrumen gitar. moving and regulating musical stability. Rhythm patterns really determine the accuracy of counts in a single guitar game, and play guitar ensembles. Rhythm patterns are research material objects while the rime training process in learning guitar instrument subjects is a formal object. The method used in this study is a qualitative method and class action with the technique of collecting triangulation data, while the data analysis process uses an interactive model. The results obtained from this study are the rhythmic pattern training strategies that are tailored to the signs of sukat that are in the material in the form of songs that will be trained with guitar instruments.Keywords: Rhythm pattern; training; learning; guitar
Ginggong Sebagai Identitas Masyarakat Dayak Bakati Rara Kabupaten Bengkayang Harnowo, Nehemia Borneo; Haryanto, Haryanto; Kustap, Kustap
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 18, No 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v18i1.12328

Abstract

Masyarakat Dayak Bakati Rara adalah kelompok etnis  yang berada di Kabupaten Bengkayang Provinsi  Kalimantan Barat. Suku Dayak di Kalimantan Barat terdiri dari berbagai sub-kelompok dengan keberagaman budaya, bahasa, dan tradisi. Pada umumnya Suku Dayak memiliki beragam alat musik tradisional yang kebanyakan dapat ditemui dalam bentuk alat musik petik dan pukul. Penelitian ini dilakukan karena temuan suatu alat musik suku Dayak Kalimantan Barat yang dimainkan dengan cara digesek yaitu ginggong. Instrumen ini berasal dari Dusun Mayak Kecamatan Seluas Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat. Secara umum alat musik tradisional memiliki fungsi dalam kebutuhan ritual dan hiburan. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data berupa obervasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian diperoleh bahwa ginggong memiliki fungsi yaitu sebagai sarana untuk menjaga kesinambungan kebudayaan dan mempererat hubungan antar masyarakat, terutama saat mereka merayakan hasil panen. Ginggong memiliki karakteristik suara yang khas serta memiliki melodi dan irama yang cukup sederhana. Selain itu, ginggong memiliki kemiripan dalam hal bentuk dan cara memainkan dengan alat musik etnik lainnya seperti Erhu dari Cina dan Rebab dari Jawa. Penelitian turut mengembangkan asumsi adanya pengaruh eksternal dalam sejarah perkembangan ginggong.
Musik Platform Pembelajaran Berbasis Gamifikasi “Marica” sebagai Luaran Magang MSIB 2023 Nurhaliza, Nurhaliza; Kustap, Kustap
Ekspresi Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ekp.v12i2.11521

Abstract

AbstrakProgram Magang dan Studi Independent Bersertifikat (MSIB) Kampus Merdeka merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa selama berkuliah. Tulisan ini mendeskripsikan proses produksi luaran dari kegiatan MSIB 2023 yang dilakukan oleh PT. Sebangku Jaya Abadi. Musik platform pembelajaran berbasis gamifikasi “Marica” disusun berdasarkan penugasan Peserta Program MSIB 2023 yaitu Produser Musik. Musik diproduksi sebagai musik platform pembelajaran berbasis gamifikasi. Adapun yang dilakukan penulis selama proses magang yaitu menyusun musik latar, jingle, sound engineering, voice over, serta aransemen musik anak. Penelitian ini menggunakan metode artistik dengan pendekatan Practice Based Research. Tahapan penelitian yaitu: perancangan, pengadaptasian, uji-coba, dan penerapan. Hasil penelitian menunjukkan adanya dari manfaat program MSIB yaitu menjembatani kesenjangan antara pembelajaran akademis, pembelajaran berorientasi lingkungan kerja, dan penerapan dunia nyata dengan memungkinkan individu untuk mengembangkan keterampilan di bidang produksi musik. Program MSIB juga memungkinkan penulis menjalin hubungan dengan profesional, mentor, dan sesama peserta magang. Kata kunci: platform musik, MSIB, gamifikasi, Marica  AbstractMagang dan Studi Independent Bersertifikat (MSIB) is an activity organized by the Ministry of Education and Culture to increase student competency while studying. This article describes the output production process from MSIB 2023 activities carried out by PT. Sebangku Jaya Abadi. The gamification-based learning platform music "Marica" was prepared based on the assignment of the 2023 MSIB Program Participants, namely Music producers. Music is produced as a gamification-based learning platform music. The writer composed background music, jingles, sound engineering, voice-over, and children's music arrangements during the internship. This research uses an artistic method with a Practice-Based Research approach. The research stages are design, adaptation, testing, and implementation. The research results show the benefits of the MSIB program, namely bridging the gap between academic learning, work environment-oriented learning, and real-world application by enabling individuals to develop skills in the field of music production. The MSIB program also allows writers to build relationships with professionals, mentors, and fellow interns. Keywords: music platform, MSIB, gamification, Marica
REVITALISASI LAGU ANAK BERSAMA UNEN UNEN KLINIK MUSIK KELILING DI DESA GUNUNGMOJO Fitria, Annas; Kustap, Kustap; Nugroho, Titis Setyono Adi; Listiowati, Nensi; Hariyanto, Gabriella Charis; Nindyasmara, Ken Ruri; Ramadhani, Azzahra; Situmeang, Amos Christian
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v9i2.2690

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi dan informasi digital membawa dampak signifikan terhadap pergeseran selera musik anak di Indonesia. Lagu anak yang semula berfungsi sebagai sarana edukasi, hiburan, dan pembentukan karakter mengalami kemunduran akibat paparan konten digital yang tidak terkendali. Anak-anak usia dini hingga sekolah dasar kini lebih familiar dengan lagu orang dewasa, seperti jedag-jedug, remix, dan Kpop dibandingkan lagu daerah maupun lagu anak yang sesuai dengan kebutuhan psikologisnya. Unen Unen Klinik Musik Keliling hadir sebagai komunitas pemberdayaan yang berfokus pada pengenalan dan penciptaan lagu anak bersama anak-anak di desa-desa Yogyakarta. Tujuan pelaksanaan program ini adalah untuk merancang modul pembelajaran yang kontekstual untuk klinik musik, merevitalisasi lagu-lagu anak, serta membangun ekosistem kesenian musik desa yang lebih holistik, aplikatif, dan berkelanjutan. Adapun pendekatan yang digunakan dalam pengabdian ini melalui beberapa tahap, yaitu tahap sosialisasi, pelatihan dan pendampingan, serta evaluasi. Hasil dari kegiatan ini anak-anak desa dapat memperoleh ruang untuk berkembang, meningkatkan potensi diri, dan mengaktualisasikan dirinya secara setara.Abstract. The rapid advancement of digital technology and information systems has substantially transformed childrens musical preferences in Indonesia. Childrens songs, which traditionally served as media for education, entertainment, and character development, have undergone a marked decline as a result of uncontrolled exposure to digital content. Children from early childhood to primary school age are now more familiar with adult-oriented music, e.g., jedag-jedug (upbeat electronic dance music), remixes, and K-pop, than with local or developmentally appropriate childrens songs that align with their psychological needs. Unen-unen Klinik Musik Keliling serves as a community-based empowerment initiative dedicated to reintroducing and collaboratively composing childrens songs along with the children in rural areas of Yogyakarta. The program aims to develop a contextualized learning module for the music clinic, revitalize childrens songs, and foster a more holistic, practical, and sustainable rural music ecosystem. This community service initiative was implemented through three stages: socialization, training and mentoring, and evaluation. The results indicate that the program provided rural children with expanded opportunities to grow, enhance their individual potentials, and meaningfully actualize themselves within an equitable artistic learning environment.
Menelusuri Gejolak dan Antusiasme Tren Pencarian Genre Musik di Indonesia dari 2018 sampai 2023 Akbar Bagaskara; Umilia Rokhani; Kustap
Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/musikolastika.v5i2.139

Abstract

Purpose: The purpose of this research is to analyze the search trends of music genres in Indonesia in the period of 2018-2023. In this study, four popular music genres in Indonesia were used as analysis samples, namely; Islamic music, jazz music, rock music, and dangdut music. Method: The method used is a qualitative type, which acts to describe the data narrative read from the google trends tool which also functions as a data analysis instrument. Result and Discussion: The results of this research found; that (1) The search trend for dangdut was very popular in the duration of 2018-2023 beating the three other music genres, even the search trend for dangdut music dominated in almost every province in Indonesia (2) The search trend for jazz music and rock music competed fiercely in the period 2018-2023, overtaking each other in that period. (3) In terms of graphical appearance, the trend of Islamic music does not seem to increase much compared to the search trends of the other three music genres throughout the last five years (2018-2023) (4) Central Java and Lampung provinces always appear in the top five provinces in the search trends of Islamic music, jazz music, rock music, and dangdut genres. Conclusion: The conclusion obtained in this study is that the search trend for certain music genres is strongly influenced by the culture or group of people who have an attachment to it. The more the music genre can enter many groups of society, the more fans there will be and of course this will increase the search trend for the music genre on social media, as discussed in this study.