Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pemberdayaan Pelaku Usaha Kecil Pengrajin Sapu Lidi Melalui Penerapan Teknologi Produksi Sebagai Produk Unggulan Desa Cot Kuta Kecamatan Kuala Kabupaten Bireuen Provinsi Aceh Fatimah Zuhra; Chaeroen Nisa; Emalia Ariska
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 6: Oktober 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i6.5659

Abstract

Pembuatan sapu lidi ini sudah dilakukan secara turun temurun, dimana bahan baku pembuatan sapu lidi ini dibeli dari warga sekitar di desa cot kuta maupun desa yang bersebelahan dengan desa cot kuta itu sendiri. Begitu pula untuk gagang (pegangan) kayu dibeli dari kilang kayu (ketam) dengan Harga Rp.700 per batang, sedangkan alat untuk pengikat sapu lidi itu sendiri yaitu dari kaleng susu bekas dan bahan baku lainnya. Dalam sehari, para pengrajin sapu lidi di Desa Cot Kuta dapat menghasilkan sekitar lima puluh buah sapu lidi, pemasaranya sampai keseluruhan Aceh dan Sumatera Utara, yang mana untuk penjualannya melalui agen maupun penjualan langsung oleh pengrajin sapu lidi itu sendiri. Untuk satu sapu lidi harganya bervariasi mulai bentuk dan panjang kecilnya Lidi sampai besar lingkaran sapu lidi. Untuk harganya sendiri sekitar Rp. 6.000.-. Metode pelaksanaan yang dilakukan dalam melaksanakan peningkatan kapasitas produksi dan Manajemen usaha bagi mitra adalah dengan metoda pelatihan dan pendampingan. Proses pembuatan sapu lidi dengan menerapkan sentuhan teknologi menggunakan mesin pengraut serta mesin dowel pembulat kayu gagang sapu lidi sangat meningkatkan produktifitas pembuatan sapu lidi.
Islamic Approaches to Healing: Culturally Grounded Mental Health and Psychosocial Support in Post-Conflict Aceh and Beyond Fatimah Zuhra; Raudhatul Jannah
Psikoislamedia: Jurnal Psikologi Vol. 11 No. 1 (2026): PSIKOISLAMEDIA: JURNAL PSIKOLOGI
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/psikoislamedia.v11i1.34096

Abstract

Muslim-majority regions in Southeast Asia—Aceh, Mindanao, and Patani—continue to face mental health and psychosocial challenges despite reduced political violence. This systematic review examines how Islamic values are integrated into Mental Health and Psychosocial Support (MHPSS) programs in post-conflict settings. Using the PRISMA framework, 20 peer-reviewed and grey literature sources (2004–2025) were analyzed. Findings show that Islamic practices such as zikr and worship contribute to mental well-being and illness prevention, while psychospiritual interventions enhance emotional resilience and recovery. Religious leaders and institutions often exert greater influence than clinical professionals, reflecting strong community trust in faith-based support. However, implementation is limited by shortages of trained Islamic-oriented MHPSS providers, few specialized institutions, and persistent mental health stigma. This review proposes a culturally grounded MHPSS framework integrating Islamic values and highlights implications for policymakers, practitioners, and humanitarian actors supporting Muslim post-conflict communities.