Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Analisis Kesalahan dalam Penggunaan Bahan Aktif Retinol sebagai Bahan Kosmetika pada Pegawai Rumah Sakit Islam Siti Hajar Mataram Rahmat, Syamsul; Tusshaleha, Lelie Amalia; Rahayu, Lale Budi Hutami; Santri, Arina
Health Research Journal of Indonesia Vol 3 No 2 (2024): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Retinol adalah salah satu turunan vitamin A yang memiliki banyak manfaat secara kosmetika, antara lain sebagai anti penuaan, hiperpigmentasi pada kulit hingga mengatasi jerawat. Retinol termasuk bahan aktif yang bersifat iritatif hingga bisa menimbulkan efek samping jika tidak tepat dalam pemakaiannya, salah satu efek sampingnya yaitu kulit kering.  Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kesalahan yang biasa terjadi dalam pemakaian bahan aktif retinol, dalam hal ini dilaksanakan di Rumah Sakit Islam Siti Hajar Mataram. Metode: Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif. Penelitian ini menggunakan 3 variabel (variabel waktu, variabel tingkat pengetahuan, variabel usia). Sampelnya adalah pegawai Rumah Sakit Islam Siti Hajar Mataram berjumlah 25 orang dengan jumlah responden 23 perempuan dan 2 laki-laki. Alat pengambilan data menggunakan kuesioner. Pertanyaan yang terdapat pada penelitian ini meliputi waktu penggunaan retinol, tingkat pengetahuan tentang penggunaan retinol, serta usia yang tepat untuk penggunaan retinol. Hasil: Berdasarkan hasil jawaban responden, pada variabel waktu menunjukkan tingkat kesalahan sebesar 40%, pada variabel tingkat pengetahuan ada sebanyak 44% responden yang tidak faham mengenai konsep tentang retinol, sedangkan pada variabel usia menunjukkan tingkat kesalahan yang rendah yaitu 28%. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat kesalahan dalam pemakaian retinol yang tertinggi pada variabel tingkat pengetahuan dan tingkat kesalahan terendah pada variabel usia.
Antioxidant Activity Analysis of Ethanol Extract from Melandean Leaves (Bridelia micrantha) Using the DPPH Assay Bayani, Faizul; Rahayu, Lale Budi Hutami; Rahayu, Supiani; Huaida, Nurul; Yuliana, Depi; Hulyadi, Hulyadi; Gargazi, Gargazi
Hydrogen: Jurnal Kependidikan Kimia Vol 12, No 6 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/hjkk.v12i6.13855

Abstract

The increasing global prevalence of oxidative stress-related diseases such as cardiovascular disease, diabetes, and neurodegenerative disorders underscores the importance of developing effective antioxidant strategies. In this study, samples of ethanol extract from Bridelia micrantha (Melandean) leaves were used which were then evaluated using the DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) test, a method that is widely known for assessing free radical scavenging activity. The ethanol extract sample was obtained through maceration with a yield of 15.84%. Based on the DPPH test, it shows that the extract has dose-dependent inhibition of DPPH radicals, with a maximum inhibition of 66.13% at a concentration of 25 ppm. The IC50 value, calculated from regression analysis, confirmed the antioxidant potential of the extract, although it was less effective than that of vitamin C, which was used as a positive control. These findings suggest that Bridelia micrantha leaves, rich in phytochemicals such as flavonoids, tannins, and saponins, have the potential as a source of natural antioxidants for managing oxidative stress-related health conditions.
Formulasi Bedak Tabur dan Uji Efektivitas Anti Aging Ekstrak Etanol Daun Pegagan (Centella asiatica) Rahayu, Lale Budi Hutami; Pomeistia, Meilynda; Rahayu, Supiani; Ramdaniah, Putri; Listantia, Nora
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 5 No 1 (2025): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v5i1.995

Abstract

Daun pegagan merupakan salah satu tanaman yang memiliki banyak sekali senyawa yang baik bagi kesehatan, salah satu senyawa yang terkandung di dalamnya adalah Asiaticoside yang dapat dijadikan sebagai sumber antioksidan alami untuk mencegah penuaan dini. Tujuan dari penelitian ini adalah memformulasikan sediaan bedak tabur yang mengandung ekstrak etanol daun pegagan sebagai anti-aging. Dalam penelitian ini konsentrasi formulasi menggunakan ekstrak etanol daun pegagan dengan variasi konsentrasi yairu formulasi 1 (10 g), formulasi 2 (15 g), formulasi 3 (20 g). metode yang digunakan adalah evaluasi sediaan bedak tabur dan uji efektivitas anti aging menggunkaan alat skin analyzer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun pegagan dapat diformulasikan sebagai bedak tabur dan memiliki parameter fisik yang baik. Hasil uji efektivitas anti aging dengan kosentrasi 20 gram paling efektif mengurangi kekasaran selama 2 minggu pengujian. Kesimpulan ekstrak etanol daun pegagan dapat diformulasikan sebagai bedk tabur dan formula 20 gram memberikan efektivitas anti aging paling baik dengan pengurangan kekasaran.
Formulasi dan Uji Stabilitas Fisik Bedak Tabur Ekstrak Etanol Daun Sirih Cina (Peperomia Pellucida L.) Rahayu, Lale Budi Hutami; Pomeistia, Meilynda; Hidayah, Thauhidayatul; Tusshaleha, Lelie Amalia; Rohmah, Yulia
Jurnal Farmasi SYIFA Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Farmasi SYIFA
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jfs.v3i2.607

Abstract

Kosmetik adalah bahan atau campuran bahan yang dikenakan pada bagian luar tubuh manusia untuk membersihkan, memelihara, menambah daya tarik serta merubah rupa secara temporer. Salah satu kosmetik yang sering digunakan oleh konsumen khususnya wanita adalah bedak. Seiring dengan meningkatnya kesadaran konsumen akan pentingnya manfaat bahan-bahan alam dalam produk perawatan kulit, maka dibuat satunya bedak dengan formulasi dari ekstrak bahan alam yang memiliki banyak khasiat seperti daun sirih cina (Peperomia pellucida L.). Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi dan mengetahui stabilitas fisik bedak tabur ekstrak daun sirih cina (Peperomia pellucida L.). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah ekstrak daun sirih cina yang diperoleh dengan cara maserasi dengan pelarut etanol. Ekstrak ini kemudian digunakan sebagai bahan tambahan dalam formulasi sediaan bedak tabur dengan persentase 10%, 15% dan 20% masing-masing kemudian disebut F1, F2, dan F3. Hasil analisis stabilitas fisik berdasarkan uji organoleptis dihasilkan bedak tabur berwarna putih kehijauan dengan aroma khas daun sirih berbentuk serbuk dengan tekstur yang lembut. Pada uji homogenitas, uji pH, uji derajat kehalusan, dan uji iritasi menghasilkan bedak tabur yang homogen dengan pH 6, memiliki derajat kehalusan yang baik dan tidak mengiritasi kulit.
Pelatihan Deteksi Keberadaan Rhodamin-B Pada Saus Tomat Yang Beredar Di Desa Bagu Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah Tusshaleha, Lelie Amalia; Pomeistia, Meilynda; Rahayu, Supiani; Apriani, Laili; Rahayu, Lale Budi Hutami; Rahmat, Syamsul; Asyura DM, Baiq Dewi; Isnaini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 2 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v2i2.796

Abstract

Saus tomat adalah salah satu bahan makanan yang banyak dikonsumsi di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Meskipun memiliki cita rasa yang lezat, terdapat kekhawatiran terkait penggunaan bahan kimia berbahaya, seperti Rhodamin B, yang dapat membahayakan kesehatan. Rhodamin B merupakan pewarna sintetik yang dilarang penggunaannya dalam makanan karena dapat menyebabkan gangguan organ hingga kanker. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan metode alternatif dalam mendeteksi keberadaan Rhodamin B pada saus tomat menggunakan detergen sebagai ekstraktor dan kunyit (Curcuma longa) sebagai indikator alami khususnya mahasisiwa dan ibu-ibu rumah tangga di Desa Bagu. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung pembuatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta sangat antusias dan mampu memahami serta mempraktikkan cara deteksi Rhodamin B pada saus tomat secara mandiri. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilih makanan yang aman dikonsumsi serta mendorong gaya hidup sehat dalam keluarga
Antioxidant Activity Analysis of Ethanol Extract from Melandean Leaves (Bridelia micrantha) Using the DPPH Assay Bayani, Faizul; Rahayu, Lale Budi Hutami; Rahayu, Supiani; Huaida, Nurul; Yuliana, Depi; Hulyadi, Hulyadi; Gargazi, Gargazi
Hydrogen: Jurnal Kependidikan Kimia Vol. 12 No. 6 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/hjkk.v12i6.13855

Abstract

The increasing global prevalence of oxidative stress-related diseases such as cardiovascular disease, diabetes, and neurodegenerative disorders underscores the importance of developing effective antioxidant strategies. In this study, samples of ethanol extract from Bridelia micrantha (Melandean) leaves were used which were then evaluated using the DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) test, a method that is widely known for assessing free radical scavenging activity. The ethanol extract sample was obtained through maceration with a yield of 15.84%. Based on the DPPH test, it shows that the extract has dose-dependent inhibition of DPPH radicals, with a maximum inhibition of 66.13% at a concentration of 25 ppm. The IC50 value, calculated from regression analysis, confirmed the antioxidant potential of the extract, although it was less effective than that of vitamin C, which was used as a positive control. These findings suggest that Bridelia micrantha leaves, rich in phytochemicals such as flavonoids, tannins, and saponins, have the potential as a source of natural antioxidants for managing oxidative stress-related health conditions.
Sosialisasi Penggunaan Tes Kit Merkuri pada Produk Skincare sebagai Upaya Peningkatan Literasi Kesehatan Masyarakat di Desa Mertak Tombok Tusshaleha, Lelie Amalia; Rahayu, Lale Budi Hutami; Rahayu, Supiani; Rahmat, Syamsul; Apriani, Laili; Itsnayain, Aya Shaufia; Pomeistia, Meilynda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v3i1.936

Abstract

Paparan merkuri dalam produk skincare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global dan nasional karena dapat menyebabkan kerusakan ginjal, neurotoksisitas, gangguan saraf, dan risiko kesehatan jangka panjang lainnya. Masyarakat desa merupakan kelompok yang rentan terhadap penggunaan kosmetik berbahaya akibat keterbatasan akses informasi dan literasi kesehatan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Mertak Tombok terkait bahaya merkuri pada kosmetik serta pelatihan penggunaan test kit merkuri sebagai deteksi dini keamanan produk skincare. Metode pengabdian menggunakan pendekatan edukatif–partisipatif melalui sosialisasi, demonstrasi, praktik langsung, serta evaluasi pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan terjadi peningkatan rata-rata pengetahuan masyarakat dari 50,6 % menjadi 88,4 % (peningkatan 37,8 %). Sebanyak 92 % peserta mampu menggunakan test kit secara mandiri. Dengan demikian, kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan dan kemampuan masyarakat dalam melakukan deteksi mandiri keamanan kosmetik.
Determination of Total Flavonoid Content of Ashitaba (Angelica keiskei Koidz.) Leaf Extract Using UV-Vis Spectrophotometry Andriani, Baiq Yunita; Rahayu, Supiani; Rahayu, Lale Budi Hutami
THRIVE Health Science Journal Vol. 3 No. 1 (2026): March
Publisher : Balai Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56566/thrive.v3i1.646

Abstract

Ashitaba (Angelica keiskei Koidz.) is a medicinal plant known to be rich in active flavonoid compounds, particularly chalcones, which exhibit antioxidant, anti-inflammatory, and antidiabetic activities. This study aimed to determine the total flavonoid content in Ashitaba leaf extract obtained from Sembalun Village using UV-Vis spectrophotometry. The extract was obtained by maceration using 96% ethanol. Quantitative analysis was performed at the maximum wavelength of 415 nm, with quercetin as the standard. Calibration curves were prepared using quercetin concentrations of 20, 30, 40, 50, and 60 ppm on the X-axis, with absorbance values of 0.297, 0.337, 0.436, 0.509, and 0.588 on the Y-axis, resulting in the regression equation Y = 0.0094x + 0.0472 with a correlation coefficient (r) of 0.9677, indicating a linear relationship between concentration and absorbance. Absorbance values of the sample measured in triplicate were 0.661, 0.634, and 0.676, yielding an average total flavonoid content of 25.948 mgQE/g in Ashitaba leaf extract.
Antioxidant Activity Evaluation of Polar, Semi-Polar, and Non-Polar Fractions of Custard Apple (Annona Squamosa L.) Leaf Extract Using the DPPH Method Suhelmiah; Pomeistia, Meilynda; Rahayu, Lale Budi Hutami; Rahayu, Supiani
THRIVE Health Science Journal Vol. 3 No. 1 (2026): March
Publisher : Balai Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56566/thrive.v3i1.648

Abstract

Antioxidants are compounds that can donate hydrogen atoms to free radicals so that they can stop the chain reaction and convert free radicals into a stable form. custard apple leaves are known to have various benefits, one of which is as an antioxidant. This study aims to determine the potential antioxidant activity contained in custard apple leaves (Annona Squamosa L) with polar, semi-polar and non-polar fractions through the DPPH method. The sample used in this study was custard apple leaf extract (Annona Squamosa L) extracted with 96% ethanol solvent, and phytochemical screening tests, fractionation, antioxidant activity tests using UV-Vis spectrophotometer and IC50 value calculation using Microsoft exel were carried out. The results of the sample phytochemical screening showed that there were four compounds, namely phenolics, flavonoids, tannins and alkaloids while the results of the antioxidant activity test had a very strong category with the IC50 value of ethyl acetate, n-hexane and aquadest fractions of (3.950, 4.651, and 11.009 ppm) and the activity results of the IC50 value of custard apple leaf ethanol extract with a strong category of 22.280 ppm.
Assessment of Awareness of Risk Factors for Puerperal Psychosis among Pregnant Women Attending the Antenatal Unit at Abubakar Tafawa Balewa University Teaching Hospital, Bauchi Musa, Muhammad Maryam; Maimuna, Muhammad; Rahayu, Lale Budi Hutami; Rahayu, Supiani
THRIVE Health Science Journal Vol. 3 No. 1 (2026): March
Publisher : Balai Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56566/thrive.v3i1.656

Abstract

Postpartum psychosis (PPP) is a severe mental health disorder characterized by the acute onset of psychotic symptoms such as delusions, hallucinations, and mood disturbances shortly after childbirth. Although it affects 1-2 per 1,000 women globally, its impact is particularly severe in low-resource settings like Nigeria, where cultural stigma, limited mental health infrastructure, and low awareness lead to under diagnosis and poor outcomes. This study aimed to assess the awareness of puerperal psychosis among pregnant women attending the Antenatal Care (ANC) unit at Abubakar Tafawa Balewa University Teaching Hospital (ATBUTH) in Bauchi, Nigeria. A descriptive survey design was employed, and data were collected from 129 respondents selected via simple random sampling, using a structured questionnaire. The results indicated that while a majority (71.32%) of respondents had heard of postpartum psychosis, there was a significant deficit in detailed knowledge. Only 56.53% could accurately define it as a severe mental disorder post-childbirth, and misconceptions about causes and symptoms were common. Key risk factors such as sleep deprivation, family history of bipolar disorder, and impaired mother-infant bonding were correctly identified by most. For prevention, respondents strongly endorsed educational programs, postnatal screening for high-risk women, frequent ANC visits, family support, and ensuring adequate rest. The study concludes that despite basic recognition of PPP, profound knowledge gaps persist among pregnant women in this setting. It underscores the urgent need for integrated, educational interventions during antenatal care and the routine inclusion of mental health screenings to facilitate early identification, management, and ultimately, improved maternal and infant outcomes in Northern Nigeria.