Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN ADAPTASI PSIKOLOGIS PADA PASIEN HIV/AIDS (ODHA) DI KDS + PEJUANG SEHAT JOMBANG Costa, laura Marcelino Da Silva; Daramatasia, Wira; Wulandari, Angernani Trias
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.41713

Abstract

HIV/AIDS merupakan suatu perjalanan tidak hanya mengakibatkan turunnya sistem imun pada tubuh penderita. Penderita mengalami masalah kesehatan fisik tetapi juga masalah sosial, spiritual serta mental atau psikologis terkait penyakit tersebut. Masalah psikologis yang dialami oleh pasien HIV/AIDS tersebut dapat mempengaruhi adaptasi psikologisnya. Adaptasi psikologis yang dimaksud adalah bagaimana mereka mampu bertahan saat dinyatakan terdiagnosis virus HIV/AIDS atau selama menjalankan hidup sebagai orang yang positif virus HIV/AIDS. Dengan begitu untuk mencapai kriteria adaptasi psikologis tersebut, sangat perlu adanya dukungan dari pihak terkait yang mampu memberikan kontribusi yang baik bagi orang dengan HIV/AIDS. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan adaptasi psikologis pada pasien HIV/AIDS (ODHA) di KDS+ Pejuang Sehat Jombang. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional pada 36 sampel ODHA di KDS JCC+ Kabupaten Jombang. Teknik pengumpulan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan cara memberikan kuesioner Family Support Scale (FSS) dan kuesioner Psychological Adaptation Scale (PAS). Uji statistik menggunakan somers’D. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hampir setengahnya pasien HIV/AIDS (ODHA) di KDS + Pejuang Sehat Jombang memiliki dukungan keluarga yang tinggi sebanyak 17 responden (47,2%). Sebagian besar   pasien HIV/AIDS (ODHA) di KDS + Pejuang Sehat Jombang memiliki adaptasi psikologis kategori cukup sebayak 22 responden (61,1%). Ada hubungan antara dukungan keluarga dan adaptasi psikologis pada pasien HIV/AIDS (ODHA) di KDS+ Pejuang Sehat Jombang yang lemah (P=0,011; r=0,381). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan dukungan keluarga dengan adaptasi psikologis pada pasien HIV/AIDS (ODHA) Di KDS+ Pejuang Sehat Jombang.
EDUKASI BANTUAN HIDUP DASAR SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PERAN BYSTANDER CPR PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH Qodir, Abdul; Wulandari, Angernani Trias; Soelistyoningsih, Dwi
Media Husada Journal Of Community Service Vol. 4 No. 1 (2025): Media Husada Journal of Community Service
Publisher : STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Henti jantung merupakan kondisi kegawatdaruratan yang memerlukan penanganan segera melalui tindakan bantuan hidup dasar (BHD). Namun, pengetahuan dan keterampilan terkait BHD masih terbatas di kalangan siswa sekolah menengah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa SMA Islam Al Maarif Singosari dalam mengenali tanda-tanda henti jantung serta melakukan resusitasi jantung paru (RJP). Sasaran kegiatan adalah 115 siswa kelas 12, dengan metode pelaksanaan meliputi survei awal, perencanaan dan implementasi pelatihan, serta evaluasi. Pelatihan dilaksanakan pada 16 Oktober 2024 dan mencakup penyampaian materi, demonstrasi, serta praktik langsung dengan media presentasi, LCD proyektor, dan manekin panthum RJP. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan siswa, dari 56% kategori baik sebelum pelatihan menjadi 92% setelah pelatihan. Observasi keterampilan menunjukkan siswa mampu melakukan BHD sesuai prosedur. Kegiatan ini efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan siswa menghadapi kondisi henti jantung dan mendukung peran sekolah dalam mendiseminasikan edukasi kegawatdaruratan.
PENGARUH TINGKAT PENGETAHUAN MENGENAI PENULARAN HIV/AIDS DENGAN PERILAKU SEKSUAL BERISIKO PADA ORANG DENGAN HIV (ODHIV) DI KDS JCC+ KABUPATEN JOMBANG Hastuti, Alda; DARAMATASIA, WIRA; Wulandari, Angernani Trias
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31224

Abstract

Banyak orang dengan HIV (ODHIV) tidak menyadari dampak negatif dari perilaku seksual berisiko yang mereka lakukan. Salah satu faktor yang mendorong keterlibatan HIV/AIDS dalam perilaku seksual berisiko adalah kurangnya pengetahuan tentang penularan HIV/AIDS, karena banyak orang dengan HIV (ODHIV) tidak menyadari efek negatif dari perilaku seksual berisiko yang mereka lakukan.. Bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat pengeahuan mengenai penularan HIV/AIDS dengan perilaku seksual berisiko pada orang dengan HIV (ODHIV) di KDS Jombang Care Center Plus pada bulan Juni 2024. Penelitian kuantitatif ini menggunakan pendekatan analitik korelasional dan cross-sectional. Di KDS JCC+ Jombang, 31 sampel dari 125 ODHIV diambil dengan metode purposive sampling. Instrument yang digunakan adalah kuesioner HIV-KQ18, yang digunakan untuk mengukur tingkat pengetahuan tentang penularan HIV/AIDS, dan Sexual Risk Survey (SRS), yang digunakan untuk mengukur perilaku seksual berisiko. Analisa data menggunakan uji statistic Somers’D. Hasil  tingkat pengetahuan mengenai penularan HIV/AIDS dengan kategori baik sebanyak 20 responden (64,5%) kategori cukup sebanyak 10 responden (32,2%) kategori kurang memiliki 1 responden (3,2%). Perilaku seksual berisiko pada ODHIV di KDS JCC+ mayoritas memiliki ketegori berisiko tinggi 7 responden (22,6%) berisiko sedang 15 responden (48,4%) berisiko rendah 9 responden (29,0%). Adanya hubungan terhadap tingkat pengetahuan mengenai perilaku seksual berisiko yang signifikan hasil uji somers’D p value 0,000 (p<0,005). Dari hasil penelitian ini didapatkan r bernilai negatif dimana semakin tinggi pengetahuan mengenai penularan HIV/AIDS maka semakin rendah perilaku seksual berisiko dengan kategori memiliki hubungan kuat dengan nilai r=-0,752.
PENDIDIKAN KESEHATAN GAYA HIDUP SEHAT SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DIABETES MELLITUS Trias Wulandari, Angernani; Dwi Soelistyningsih; Abdul Qodir
Media Husada Journal Of Community Service Vol. 4 No. 2 (2025): Media Husada Journal of Community Service
Publisher : STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/mhjcs.v4i2.62

Abstract

Saat ini penyakit kronis yang memiliki angka kesakitan paling tinggi adalah DM masyarakat dengan angka kejadian yang terus meningkat. Rendahnya pengetahuan masyarakat tentang DM berkontribusi terhadap kurangnya upaya pencegahan dan deteksi dini. Peningkatan pengetahuan terkait definisi, tanda gejala dan pencegahan DM serta memberdayakan kader posyandu dalam pemeriksaan gula darah mandiri merupakan tujuan dari kegiatan pengabdian. Metode pelaksanaan dilakukan melalui studi pendahuluan, Pendidikan Kesehatan kesehatan menggunakan media ceramah dan diskusi, serta simulasi pemeriksaan gula darah menggunakan glukometer. Pengetahuan peserta diukur dengan kuesioner Diabetes Knowledge Questionnaire (DKQ-24) sebelum dan sesudah Pendidikan Kesehatan. Kegaiatan pengabdian masyarakat ini mampu meningkatkan pengetahuan peserta dari 11,5 pada pretest menjadi 18,8 pada posttest. Selain itu, kader posyandu mampu melakukan pemeriksaan gula darah secara mandiri dan menginterpretasikan hasilnya dengan benar. Kegiatan ini menunjukkan bahwa Pendidikan Kesehatan kesehatan dan pemberdayaan kader efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat serta mendukung deteksi dini Diabetes Mellitus di tingkat posyandu.
Association between Non HDL/HDL and Framingham Risk Score in Hypertension Population Wulandari, Angernani Trias; Qodir, Abdul; Soelistyoningsih, Dwi
Jurnal Keperawatan Florence Nightingale Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52774/jkfn.v8i2.429

Abstract

Hypertension and dyslipidemia, encompassing both high-density lipoprotein (HDL) and non-HDL categories, are frequently linked with cardiovascular disease. An imbalance in HDL and non-HDL cholesterol levels, such as an increase in LDL, triglycerides, and total cholesterol, has been demonstrated to increase the risk of atherosclerosis, as reflected in the Framingham score. The present study employed a cross-sectional approach to examine the relationship or correlation between the variables. The sample consisted of hypertensive patients who met the inclusion criteria. The data presented herein were obtained through laboratory tests of HDL, LDL, triglyceride, and total cholesterol levels, as well as cardiovascular risk assessment using the Framingham score. The research data were analyzed using Kruskal-Wallis. A statistically significant relationship was identified between the HDL lipid profile, HDL cholesterol, LDL, triglycerides, and total cholesterol with the Framingham score (p < 0.05). The cardiovascular risk score (Framingham score) exhibited an increase concomitant with elevated non-HDL cholesterol levels and diminished HDL in hypertensive patients. The present study found a significant correlation between HDL and non-HDL levels or values and cardiovascular disease risk scores (FRS). These results underscore the significance of monitoring lipid profiles and nursing education in order to prevent cardiovascular complications through comprehensive risk management
Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil dengan Perilaku Pencegahan Stunting di Bidan Praktik Mandiri Pakage, Yuniyanti pakage; Daramatasia, Wira; Wulandari, Angernani Trias
Media Husada Journal Of Nursing Science Vol. 7 No. 1 (2026): Maret
Publisher : STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/mhjns.v7i1.923

Abstract

Background: Stunting is a chronic nutritional problem that has an impact on growth, cognitive development, and the quality of human resources in the future. Stunting prevention needs to start from pregnancy, one of which is through increasing pregnant women's knowledge about nutrition and health. Knowledge plays an important role in influencing behavior because it functions as a predictor or foundation in behavior. Objective: To analyze the correlation between maternal knowledge and stunting prevention behavior during pregnancy. Methods: The design in this study used correlational analytics with a cross-sectional approach. The population in this study is pregnant women in the Independent Practice Midwife of Tunggulwulung Village, Mojolangu Community Health Center Working Area as many as 32 people, and a sample of 28 people taken by purposive sampling. Data analysis using Somers'D.Results: The results indicated that most of the good knowledge, 17 people (53.6%), most of the stunting prevention behaviors were sufficient, namely 11 people (64.3%), and there was a correlation between knowledge and stunting prevention behavior, p-value = 0.006 and moderate strength (r = 0.418).   Keywords: Pengetahuan, perilaku pencegahan stunting, Ibu hamil  
Pengaruh Irigasi Dengan Rebusan Daun Sirih Merah (Piper Crocatum) Pada Luka Ulkus Diabetikum Fadiahayya, Syadzwina; Qodir, Abdul; Trias Wulandari, Angernani
Media Husada Journal Of Nursing Science Vol. 7 No. 1 (2026): Maret
Publisher : STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/mhjns.v7i1.927

Abstract

Abstract Background: Diabetic ulcers are a complication of diabetes that causes hard-to-heal wounds on the feet. Betel leaf contains antibacterial and anti-inflammatory ingredients that have the potential to accelerate wound healing. Objective: This study aims to test the effect of irrigation with red betel leaf decoction on diabetic ulcers. Methods: Quasi-experimental study with 14 patients in Rumah Perawatan Luka Diabetik of Malang City, divided into intervention (red betel leaf irrigation + Modern Dressing treatment) and control (NaCl irrigation + Modern Dressing treatment) groups. Wound evaluation using Bates-Jensen before and after intervention. Results: Wound scores were significantly reduced in the intervention group from 29.29 to 19.57, (p=0.000) and control from 30.71 to 22.86, (p=0.022). The post-intervention difference was not statistically significant (p=0.324), but the intervention group indicated a greater clinical reduction. Conclusion: Irrigation with red betel leaf decoction effectively improves diabetic ulcers and is clinically equivalent to NaCl irrigation plus modern treatments, potentially as an effective therapeutic alternative. Abstrak Latar Belakang: Ulkus diabetikum adalah komplikasi diabetes yang menyebabkan luka sulit sembuh pada kaki. Daun sirih merah mengandung bahan antibakteri dan antiinflamasi yang berpotensi mempercepat penyembuhan luka. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh irigasi dengan rebusan daun sirih merah pada luka ulkus diabetikum. Metode: Penelitian kuasi-eksperimental dengan 14 pasien di Rumah Perawatan Luka Diabetik Kota Malang, dibagi menjadi kelompok intervensi (irigasi daun sirih merah + perawatan Modern Dressing) dan kontrol (irigasi NaCl + perawatan Modern Dressing). Evaluasi luka menggunakan Bates-Jensen sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Skor luka berkurang signifikan pada kelompok intervensi 29,29 ke 19,57, (p=0,000) dan kontrol dari 30,71 ke 22,86 (p=0,022). Perbedaan post-intervensi tidak signifikan secara statistik (p=0,324), tetapi kelompok intervensi menunjukkan penurunan klinis lebih besar. Kesimpulan: Irigasi dengan rebusan daun sirih merah efektif memperbaiki luka ulkus diabetikum dan setara secara klinis dengan irigasi NaCl plus perawatan modern, berpotensi sebagai alternatif terapi efektif.
Korelasi IMT dan Aktifitas Fisik dengan Skor Risiko Penyakit Jantung Koroner di Puskesmas Mojolangu Kota Malang Wulandari, Angernani Trias; Qodir, Abdul; Soelistyoningsih, Dwi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 3 (2026): Volume 6 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i3.21163

Abstract

ABSTRACT Cardiovascular disease represents a significant global health concern, with Indonesia being a country particularly affected by this condition. Data from the United States indicates that coronary heart disease is the leading cause of mortality, accounting for more than 40% of all deaths. Concurrently, data from Indonesia indicates a yearly escalation in the prevalence of heart disease. According to the most recent data, heart disease is responsible for 19 million deaths per year, making it the second leading cause of mortality after stroke and cancer. There exists a multitude of risk factors for coronary heart disease (CHD), including, but not limited to, obesity and physical inactivity. A surge in obesity rates has been observed in Indonesia. The results of the 2018 Riskesdas study indicated that 33.5% of the Indonesian population exhibited inadequate levels of physical activity. Determine the correlation between BMI, physical activity, and the risk of cardiovascular disease (CVD) at the Mojolangu Health Center in Malang City. An observational, analytic research design was used with a cross-sectional approach and a rule-of-thumb sampling technique to obtain 50 respondents for the study. Inclusion criteria for this study are respondents who have hypertension and are 40 years old. There is a significant correlation between BMI and CHD risk, as assessed using FRS (p=0.000, r=0.972). There was also a significant correlation between physical activity and CHD risk, with p = 0.000 and r = -0.768. There is a significant relationship between higher BMI and higher CHD risk. Regarding physical activity, the lower the level of activity, the higher the risk of CHD. Keywords: Body Mass Index, Cardiovascular Disease, Physical Activity.  ABSTRAK Penyakit pada kardiovaskuler merupakan permasalahan kesehatan utama pada dunia maupun di Indonesia. Data di Amerika Serikat menunjukkan bahwa kematian akibat penyakit jantung koroner adalah yang tertinggi dengan persentase lebih dari 40%. Sementara data di Indonesia menunujukkan bahwa angka penyakit jantung meningkat setiap tahunnya. Saat ini mortalitas karena penyakit jantung mencapai 19 juta dan tertinggi setelah stroke dan kanker. Terdapat beberapa faktor risiko terjadinya PJK termasuk obesitas dan aktivitas fisik. Terdapat peningkatan angka obesitas di Indonesia pada tahun 2023. Hasil studi Riskesdas 2018, menunjukkan bahawa 33,5% penduduk Indonesia memiliki aktivitas fisik yang kurang. Mengetahui Korelasi antara IMT dan Aktivitas Fisik dengan Skor Risiko PJK di Puskesmas Mojolangu Kota Malang. Desain penelitian observasional analitik pengambilan data menggunakan teknik cross sectional. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan teknik rule of thumb dan didapatkan 50 responden sebagai sampel penelitian. Responden yang memiliki hipertensi dan berusia 40 tahun menjadi kriteria inklusi dalam penelitian ini. Terdapat korelasi yang signifikan antara indeks masa tubuh dengan risiko PJK yang dinilai menggunakan FRS p=0,000 dan r=0,972. Terdapat korelasi yang signifikan antara aktivitas fisik dengan risiko PJK dengan p=0,000 dan r=-0,768. Terdapat hubungan signifikan dengan penjelasan bahwa semakin tinggi IMT maka semakin tinggi risiko PJK. Pada aktivitas fisik, dapat dijelaskan bahwa hubungan aktivitas fisik dan risiko PJK berbanding terbalik yaitu semakin rendah aktivitas fisik maka semakin tinggi risiko PJK.  Kata Kunci: Aktivitas Fisik, Indeks Masa Tubuh, Penyakit Jantung Koroner.
KADER TANGGUH, HIPERTENSI TERKENDALI: PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DALAM DETEKSI DINI DAN EDUKASI KEPATUHAN TERAPI Qodir, Abdul; Wulandari, Angernani Trias; Soelistyoningsih, Dwi
Media Husada Journal Of Community Service Vol. 5 No. 1 (2026): Media Husada Journal of Community Service (April)
Publisher : STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/mhjcs.v5i1.63

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di Indonesia dan menjadi penyebab utama morbiditas serta mortalitas. Deteksi dini dan kepatuhan terapi merupakan kunci keberhasilan pengendalian hipertensi. Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, memiliki prevalensi hipertensi yang cukup tinggi dengan tingkat pelayanan kesehatan yang masih terbatas. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam deteksi dini dan peningkatan kepatuhan terapi hipertensi melalui pelatihan, pemberian alat bantu skrining, dan media edukasi berbasis budaya lokal. Metode pelaksanaan terdiri dari empat tahapan, yaitu: (1) sosialisasi kepada perangkat desa dan kader, (2) pelatihan teori dan praktik tentang hipertensi serta pengukuran tekanan darah, (3) pendampingan kader pada kegiatan posyandu, dan (4) penyusunan rencana keberlanjutan program. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta observasi keterampilan. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan tentang hipertensi (44,4%), pemahaman kepatuhan terapi (41,4%), dan keterampilan pengukuran tekanan darah (45,7%). Semua alat dan media edukasi yang diberikan telah digunakan secara optimal dengan tingkat keberfungsian mencapai 100%. Keberhasilan program ini tidak terlepas dari dukungan aktif pemerintah desa dan kader posyandu yang berperan dalam perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi kegiatan. Kader menunjukkan partisipasi aktif dalam edukasi masyarakat dan pemantauan tekanan darah di posyandu.