Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

FRAMINGHAM RISK SCORE SEBAGAI ALAT DETEKSI DINI PENYAKIT JANTUNG PADA KELOMPOK BERISIKO : SISTEMATIK LITERATUR REVIEW Wulandari, ANGERNANI TRIAS; Qodir, Abdul; Soelistyoningsih, Dwi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.40793

Abstract

Cardiovascular Disease (CVD) merupakan masalah global dan penyakit utama yang dapat menghilangkan nyawa di dunia. Salah satu upaya menurunkan angka mortalitas dan morbiditas CVD adalah kemampuan untuk mengenali penyakit ini lebih cepat. Framingham Risk Score (FRS) merupakan alat atau model yang dapat diadaptasi secara klinis untuk mendeteksi penyakit jantung. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektivitas FRS sebagai alat deteksi dini penyakit jantung pada kelompok berisiko. Metode penelitian ini adalah sistematik review yang menggunakan database elektronik untuk mencari artikel. Pencarian menggunakan 3 keyword “Framingham Risk Score”, “Cardiovascular Disease”, “Risk Population”.  Inklusi artikel penelitian ini adalah artikel menjelaskan tentang efektivitas FRS untuk memprediksi penyakit jantung pada kelompok beresiko  dalam waktu 10 tahun, publikasi artikel 2014-2024, ditulis dengan Bahasa inggris, dan full text. Artikel akan tereksklusi jika artikel merupakan letters to editor, commentary, isi artikel hanya menjelaskan distribusi frekuensi. Pada proses pencarian didapatkan 166.253 artikel dari 3 database. Setelah dikombinasikan menggunakan dengan AND terdapat 2 artikel pada PUBMED, 97 artikel pada Science Direct dan 122 artikel pada Google Scholar. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi terdapat 8 artikel, 0 artikel dari PUBMED, 3 Science Direct, dan 5 dari Google Scholar. Setelah dilakukan analisa didapatkan hasil dari 5 artikel menyatakan bahwa FRS lebih unggul dibandingkan dengan model yang lain. FRS juga memiliki sensitivitas dan kalibrasi yang baik dalam memprediksi risiko penyakit jantung. FRS terbukti efektif untuk digunakan sebagai alat yang digunakan untuk memprediksi risiko penyakit jantung pada kelompok berisiko.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN ADAPTASI PSIKOLOGIS PADA PASIEN HIV/AIDS (ODHA) DI KDS + PEJUANG SEHAT JOMBANG Costa, laura Marcelino Da Silva; Daramatasia, Wira; Wulandari, Angernani Trias
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.41713

Abstract

HIV/AIDS merupakan suatu perjalanan tidak hanya mengakibatkan turunnya sistem imun pada tubuh penderita. Penderita mengalami masalah kesehatan fisik tetapi juga masalah sosial, spiritual serta mental atau psikologis terkait penyakit tersebut. Masalah psikologis yang dialami oleh pasien HIV/AIDS tersebut dapat mempengaruhi adaptasi psikologisnya. Adaptasi psikologis yang dimaksud adalah bagaimana mereka mampu bertahan saat dinyatakan terdiagnosis virus HIV/AIDS atau selama menjalankan hidup sebagai orang yang positif virus HIV/AIDS. Dengan begitu untuk mencapai kriteria adaptasi psikologis tersebut, sangat perlu adanya dukungan dari pihak terkait yang mampu memberikan kontribusi yang baik bagi orang dengan HIV/AIDS. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan adaptasi psikologis pada pasien HIV/AIDS (ODHA) di KDS+ Pejuang Sehat Jombang. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional pada 36 sampel ODHA di KDS JCC+ Kabupaten Jombang. Teknik pengumpulan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan cara memberikan kuesioner Family Support Scale (FSS) dan kuesioner Psychological Adaptation Scale (PAS). Uji statistik menggunakan somers’D. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hampir setengahnya pasien HIV/AIDS (ODHA) di KDS + Pejuang Sehat Jombang memiliki dukungan keluarga yang tinggi sebanyak 17 responden (47,2%). Sebagian besar   pasien HIV/AIDS (ODHA) di KDS + Pejuang Sehat Jombang memiliki adaptasi psikologis kategori cukup sebayak 22 responden (61,1%). Ada hubungan antara dukungan keluarga dan adaptasi psikologis pada pasien HIV/AIDS (ODHA) di KDS+ Pejuang Sehat Jombang yang lemah (P=0,011; r=0,381). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan dukungan keluarga dengan adaptasi psikologis pada pasien HIV/AIDS (ODHA) Di KDS+ Pejuang Sehat Jombang.
EDUKASI BANTUAN HIDUP DASAR SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PERAN BYSTANDER CPR PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH Qodir, Abdul; Wulandari, Angernani Trias; Soelistyoningsih, Dwi
Media Husada Journal Of Community Service Vol. 4 No. 1 (2025): Media Husada Journal of Community Service
Publisher : STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Henti jantung merupakan kondisi kegawatdaruratan yang memerlukan penanganan segera melalui tindakan bantuan hidup dasar (BHD). Namun, pengetahuan dan keterampilan terkait BHD masih terbatas di kalangan siswa sekolah menengah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa SMA Islam Al Maarif Singosari dalam mengenali tanda-tanda henti jantung serta melakukan resusitasi jantung paru (RJP). Sasaran kegiatan adalah 115 siswa kelas 12, dengan metode pelaksanaan meliputi survei awal, perencanaan dan implementasi pelatihan, serta evaluasi. Pelatihan dilaksanakan pada 16 Oktober 2024 dan mencakup penyampaian materi, demonstrasi, serta praktik langsung dengan media presentasi, LCD proyektor, dan manekin panthum RJP. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan siswa, dari 56% kategori baik sebelum pelatihan menjadi 92% setelah pelatihan. Observasi keterampilan menunjukkan siswa mampu melakukan BHD sesuai prosedur. Kegiatan ini efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan siswa menghadapi kondisi henti jantung dan mendukung peran sekolah dalam mendiseminasikan edukasi kegawatdaruratan.
PENGARUH TINGKAT PENGETAHUAN MENGENAI PENULARAN HIV/AIDS DENGAN PERILAKU SEKSUAL BERISIKO PADA ORANG DENGAN HIV (ODHIV) DI KDS JCC+ KABUPATEN JOMBANG Hastuti, Alda; DARAMATASIA, WIRA; Wulandari, Angernani Trias
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31224

Abstract

Banyak orang dengan HIV (ODHIV) tidak menyadari dampak negatif dari perilaku seksual berisiko yang mereka lakukan. Salah satu faktor yang mendorong keterlibatan HIV/AIDS dalam perilaku seksual berisiko adalah kurangnya pengetahuan tentang penularan HIV/AIDS, karena banyak orang dengan HIV (ODHIV) tidak menyadari efek negatif dari perilaku seksual berisiko yang mereka lakukan.. Bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat pengeahuan mengenai penularan HIV/AIDS dengan perilaku seksual berisiko pada orang dengan HIV (ODHIV) di KDS Jombang Care Center Plus pada bulan Juni 2024. Penelitian kuantitatif ini menggunakan pendekatan analitik korelasional dan cross-sectional. Di KDS JCC+ Jombang, 31 sampel dari 125 ODHIV diambil dengan metode purposive sampling. Instrument yang digunakan adalah kuesioner HIV-KQ18, yang digunakan untuk mengukur tingkat pengetahuan tentang penularan HIV/AIDS, dan Sexual Risk Survey (SRS), yang digunakan untuk mengukur perilaku seksual berisiko. Analisa data menggunakan uji statistic Somers’D. Hasil  tingkat pengetahuan mengenai penularan HIV/AIDS dengan kategori baik sebanyak 20 responden (64,5%) kategori cukup sebanyak 10 responden (32,2%) kategori kurang memiliki 1 responden (3,2%). Perilaku seksual berisiko pada ODHIV di KDS JCC+ mayoritas memiliki ketegori berisiko tinggi 7 responden (22,6%) berisiko sedang 15 responden (48,4%) berisiko rendah 9 responden (29,0%). Adanya hubungan terhadap tingkat pengetahuan mengenai perilaku seksual berisiko yang signifikan hasil uji somers’D p value 0,000 (p<0,005). Dari hasil penelitian ini didapatkan r bernilai negatif dimana semakin tinggi pengetahuan mengenai penularan HIV/AIDS maka semakin rendah perilaku seksual berisiko dengan kategori memiliki hubungan kuat dengan nilai r=-0,752.
PENDIDIKAN KESEHATAN GAYA HIDUP SEHAT SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DIABETES MELLITUS Trias Wulandari, Angernani; Dwi Soelistyningsih; Abdul Qodir
Media Husada Journal Of Community Service Vol. 4 No. 2 (2025): Media Husada Journal of Community Service
Publisher : STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/mhjcs.v4i2.62

Abstract

Saat ini penyakit kronis yang memiliki angka kesakitan paling tinggi adalah DM masyarakat dengan angka kejadian yang terus meningkat. Rendahnya pengetahuan masyarakat tentang DM berkontribusi terhadap kurangnya upaya pencegahan dan deteksi dini. Peningkatan pengetahuan terkait definisi, tanda gejala dan pencegahan DM serta memberdayakan kader posyandu dalam pemeriksaan gula darah mandiri merupakan tujuan dari kegiatan pengabdian. Metode pelaksanaan dilakukan melalui studi pendahuluan, Pendidikan Kesehatan kesehatan menggunakan media ceramah dan diskusi, serta simulasi pemeriksaan gula darah menggunakan glukometer. Pengetahuan peserta diukur dengan kuesioner Diabetes Knowledge Questionnaire (DKQ-24) sebelum dan sesudah Pendidikan Kesehatan. Kegaiatan pengabdian masyarakat ini mampu meningkatkan pengetahuan peserta dari 11,5 pada pretest menjadi 18,8 pada posttest. Selain itu, kader posyandu mampu melakukan pemeriksaan gula darah secara mandiri dan menginterpretasikan hasilnya dengan benar. Kegiatan ini menunjukkan bahwa Pendidikan Kesehatan kesehatan dan pemberdayaan kader efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat serta mendukung deteksi dini Diabetes Mellitus di tingkat posyandu.
Association between Non HDL/HDL and Framingham Risk Score in Hypertension Population Wulandari, Angernani Trias; Qodir, Abdul; Soelistyoningsih, Dwi
Jurnal Keperawatan Florence Nightingale Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52774/jkfn.v8i2.429

Abstract

Hypertension and dyslipidemia, encompassing both high-density lipoprotein (HDL) and non-HDL categories, are frequently linked with cardiovascular disease. An imbalance in HDL and non-HDL cholesterol levels, such as an increase in LDL, triglycerides, and total cholesterol, has been demonstrated to increase the risk of atherosclerosis, as reflected in the Framingham score. The present study employed a cross-sectional approach to examine the relationship or correlation between the variables. The sample consisted of hypertensive patients who met the inclusion criteria. The data presented herein were obtained through laboratory tests of HDL, LDL, triglyceride, and total cholesterol levels, as well as cardiovascular risk assessment using the Framingham score. The research data were analyzed using Kruskal-Wallis. A statistically significant relationship was identified between the HDL lipid profile, HDL cholesterol, LDL, triglycerides, and total cholesterol with the Framingham score (p < 0.05). The cardiovascular risk score (Framingham score) exhibited an increase concomitant with elevated non-HDL cholesterol levels and diminished HDL in hypertensive patients. The present study found a significant correlation between HDL and non-HDL levels or values and cardiovascular disease risk scores (FRS). These results underscore the significance of monitoring lipid profiles and nursing education in order to prevent cardiovascular complications through comprehensive risk management
KADER TANGGUH, HIPERTENSI TERKENDALI: PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DALAM DETEKSI DINI DAN EDUKASI KEPATUHAN TERAPI Qodir, Abdul; Wulandari, Angernani Trias; Soelistyoningsih, Dwi
Media Husada Journal Of Community Service Vol. 5 No. 1 (2026): Media Husada Journal of Community Service (April)
Publisher : STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/mhjcs.v5i1.63

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di Indonesia dan menjadi penyebab utama morbiditas serta mortalitas. Deteksi dini dan kepatuhan terapi merupakan kunci keberhasilan pengendalian hipertensi. Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, memiliki prevalensi hipertensi yang cukup tinggi dengan tingkat pelayanan kesehatan yang masih terbatas. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam deteksi dini dan peningkatan kepatuhan terapi hipertensi melalui pelatihan, pemberian alat bantu skrining, dan media edukasi berbasis budaya lokal. Metode pelaksanaan terdiri dari empat tahapan, yaitu: (1) sosialisasi kepada perangkat desa dan kader, (2) pelatihan teori dan praktik tentang hipertensi serta pengukuran tekanan darah, (3) pendampingan kader pada kegiatan posyandu, dan (4) penyusunan rencana keberlanjutan program. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta observasi keterampilan. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan tentang hipertensi (44,4%), pemahaman kepatuhan terapi (41,4%), dan keterampilan pengukuran tekanan darah (45,7%). Semua alat dan media edukasi yang diberikan telah digunakan secara optimal dengan tingkat keberfungsian mencapai 100%. Keberhasilan program ini tidak terlepas dari dukungan aktif pemerintah desa dan kader posyandu yang berperan dalam perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi kegiatan. Kader menunjukkan partisipasi aktif dalam edukasi masyarakat dan pemantauan tekanan darah di posyandu.
EFEKTIVITAS PELATIHAN RESUSITASI JANTUNG PARU (RJP) BERBASIS SIMULASI TERHADAP KEMAUAN MELAKUKAN RJP PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS Abdul Qodir; Angernani Trias W; Dwi Soelistyoningsih
Jurnal Keperawatan Malang Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Keperawatan Malang (JKM) As You go
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STIKes Panti Waluya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36916/jkm.v11i1.498

Abstract

Background: Out-of-hospital cardiac arrest (OHCA) remains a major global public health challenge, with persistently low rates of bystander cardiopulmonary resuscitation (CPR). Limited willingness to perform CPR among bystanders has been identified as a key barrier to timely intervention, highlighting the need for effective training strategies to enhance individuals’ willingness to provide life-saving assistance during cardiac arrest emergencies Purpose: To analyze the effectiveness of simulation-based CPR training in improving the willingness of high school students to perform CPR Methods: A quasi-experimental one-group pretest–posttest design was conducted among 77 students selected using consecutive sampling. The intervention consisted of CPR training, including theoretical instruction and scenario-based simulation. The CPR willingness questionnaire comprised 10 items developed based on previous studies and had been tested for validity and reliability. Bivariate statistical analysis was performed using paired t-test/Wilcoxon test Result: Simulation-based cardiopulmonary resuscitation (CPR) training significantly improved high school students’ willingness to perform CPR, with the mean willingness score increasing from 36.20 to 39.51 (p < 0.01). Implication: CPR training effectively enhances students’ willingness to perform CPR. Therefore, the systematic integration of CPR training into school curricula through scenario-based learning approaches has the potential to increase bystander CPR rates. Nurses play a crucial role as educators and facilitators in the delivery of CPR training programs, while periodic retraining is necessary to sustain students’ readiness and willingness to respond to cardiac arrest emergencies over time   Keywords: Cardiopulmonary resuscitation; Cardiac arrest, Willingness to perform CPR
Association between sleep quality and pre-hemodialysis blood pressure among patients undergoing hemodialysis: A cross-sectional study Robiatul Adawiyah; Dwi Soelistyoningsih; Achmad Rifai; Wira Daramatasia; Angernani Trias Wulandari
Lentera Perawat Vol. 7 No. 3 (2026): July - September
Publisher : School of Health Sciences Al-Ma'arif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v7i3.798

Abstract

Background: Chronic kidney disease (CKD) is an ailment of kidney function that develops gradually and in advanced stages requires long-term hemodialysis therapy. Sleep disturbances are common among patients due to both physiological and psychological factors. Pourer sleep quality may elevate the sympathetic nervous system's responsiveness, disrupt fluid balance, and contribute to elevated blood pressure, particularly pre-hemodialysis blood pressure, which reflects the patient’s hemodynamic status prior to dialysis initiation. Objective: This study aimed to assess the association between sleep quality and pre-hemodialysis blood pressure, including systolic and diastolic, in patients undergoing hemodialysis. Methods: This research utilized a quantitative, cross-sectional methodology that was conducted in September 2025 at the Hemodialysis Unit of Universitas Muhammadiyah Malang Hospital, among 80 patients selected using purposive sampling, undergoing routine hemodialysis for at least three months at Universitas Muhammadiyah Malang Hospital,  who were conscious and able to communicate verbally. The Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire was utilized to assess quality of sleep, whereas pre-hemodialysis blood pressure including systolic and diastolic measurements was weighed prior to the dialysis procedure using a standard sphygmomanometer. Data were evaluated using the Spearman Rank test, with an established significance threshold of p <0.05. Results: Of the total respondents, 42 (52.5%) had good sleep quality, while 38 (47.5%) experienced poor sleep quality. The median pre-hemodialysis blood pressure was 130/80 mmHg, indicating stage 1 hypertension. Statistical assessment disclosed a significant association between quality of sleep and pre-hemodialysis blood pressure category (p = 0.014) with a weak positive correlation (r = 0.274), revealing that poorer sleep quality was associated with higher blood pressure category, although the effect size was small. Conclusion: Sleep quality is significantly associated with blood pressure in patients of pre-hemodialysis. Poorer sleep quality leads to be collaborated with higher blood pressure. However, the weak correlation (r = 0.274) suggests that sleep quality is one of several contributing factors to blood pressure variability in this population. These verdicts highlight the significance of assessing and managing sleep quality as part of comprehensive care in hemodialysis patients.
Efektivitas Jus Jeruk dan Kurma Muda Terhap Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Pakis Kabupaten Malang Sumiyati Sumiyati; Angernani Trias Wulandari; Ari Dwi Sulaksono
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59296

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit kronis yang dijuluki sebagai “silent killer” karena kemampuannya untuk memicu komplikasi penyakit lain, dan sering tidak menimbulkan tanda dan gejala. Salah satu penatalaksanaan hipertensi adalah terapi komplementer. Dengan mengkonsumsi bahan alami seperti jeruk dan kurma muda yang berpotensi dapat menurunkan tekanan darah.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas jus jeruk dan kurma muda terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi di Wilayan kerja Puskesmas Pakis, Kabupaten Malang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif quasy expriment dengan pendekatan pre test-post test control group design. Sampel penelitian ini adalah 30 pasien yang mengalami hipertensi. Penghitungan sampel dengan rule of thumb sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data post test intervensi dan kontrol dengan uji Mann Whitney. Hasil: Hasil uji mann-whitney menunjukkan nilai p-value 0,001 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan penurunan tekanan darah yang signifikan dengan mengkonsumsi jus jeruk dan kurma muda dengan kelompok kontrol. Rata-rata tekanan darah post intervensi pada kelompok intervensi 130,60 mmHg dan kelompok kontrol 143,46 mmHg. Kesimpulan : Terdapat perbedaan penenurunan tekanan darah yang siginifikan pada pasien hipertensi yang mengkonsumsi jus jeruk dan kurma muda dengan kelompok kontrol.