Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN PQ4R TERHADAP SIKAP SOSIAL DAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD DI DESA BONTIHING ., Luh Suartini; ., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.; ., Kadek Suranata, S.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3766

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui perbedaan sikap sosial antara siswa yang belajar menggunakan strategi pembelajaran PQ4R dan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V; (2) untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang belajar menggunakan strategi pembelajaran PQ4R dan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V; dan (3)untuk mengetahui perbedaan sikap sosial dan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan penerapan strategi pembelajaran PQ4R dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan penerapan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V. Penelitian ini berjenis kuasi eksperimen, dengan populasinya yaitu siswa kelas V sekolah dasar di desa Bontihing tahun pelajaran 2013/2014. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas V di SD No. 1, 2, 3 dan 4 Bontihing. Data yang digunakan adalah data post-test sikap sosial yang diteliti dengan kuesioner dan data hasil belajar IPS yang diteliti dengan tes pilihan ganda. Analisis statisik yang digunakan adalah uji-t independent dan multivariat analysis of variant (manova). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan sikap sosial yang signifikan antara siswa yang belajar menggunakan strategi pembelajaran PQ4R dan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional; (2) terdapat perbedaan hasil belajar IPS yang signifikan antara siswa yang belajar menggunakan strategi pembelajaran PQ4R dan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional; dan (3) terdapat perbedaan sikap sosial dan hasil belajar IPS yang signifikan antara siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kata Kunci : strategi pembelajaran PQ4R, pembelajaran konvensional, sikap sosial, hasil belajar IPS This study aims (1) to determine the differences in social attitudes between groups of students who take the learning and application of learning strategies PQ4R group of students who take the learning with the application of conventional learning in class fifth grade; (2) to determine the differences in social studies outcomes between groups of students who take the learning and application of learning strategies PQ4R group of students who take the learning with the application of conventional learning in class fifth grade; and (3) to determine the differences in social attitudes and social studies outcomes between groups of students who take the learning and application of learning strategies PQ4R group of students who take the learning with the application of conventional learning in class fifth grade. This research was quasi-experimental, with a population that fifth grade elementary school students in the village Bontihing academic year 2013/2014 . The sample was in the fifth grade students of SD No. 1, 2, 3 and 4 Bontihing. The data used is the social attitude of the post-test questionnaire and studied the data of social studies examined by multiple choice tests . Statistical analysis used is the independent t-test and multivariat analysis of variant (manova). The results showed that : (1) there are significant differences in social attitudes between students who learn to use learning strategies and student learning PQ4R using conventional learning; (2) there are differences in outcomes between the significant social studies students learn to use learning strategies and student learning PQ4R using conventional learning; and (3) there are differences in social attitudes and social studies significant results between the experimental class students and classroom control.keyword : PQ4R learning strategy , learning conventional , social attitudes , social studies results
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS OTAK DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS ., I Gede Parwata Setiawan; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd; ., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7690

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk membuat disain pengembangan pembelajaran berbasis otak, meengetahui validitas dan efektivitas dari model pembelajaran berbasis otak (brain-based learning) dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada siswa kelas IV SD N 8 Banyuning. Model pengembangan yang digunakan yaitu model ADDIE yang terdiri dari analyze, design, development, implementation, dan evaluation. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil uji validitas, rata-rata skor dari ahli pengembangan pembelajaran dan ahli isi adalah 4,5 dan 3,75 yang menunjukan model yang dikembangkan memiliki kriteria layak atau valid. Analisis hasil tes kemampuan pemecahan masalah siswa menunjukan 89,2 % siswa memperoleh hasil di atas KKM yang menunjukan model yang dikembangkan efektif sebagai model pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran yang dikembangkan dapat diterima sebagai model pembelajaran dan diharapkan bisa diterapkan dalam pembelajaran di sekolah oleh guru.Kata Kunci : kemampuan berpikir kritis, model pembelajaran berbasis otak, This development research was aimed to make the design of the development of brain-based learning, to know validity and effectiveness of the brain based learning model in mathematics teaching to improve critical thinking skills in the second semester of the students in claas IV SD N 8 Banyuning. The development model used is a model ADDIE comprising analyze, design, development, implementation, and evaluation. Data analysis technique used is descriptive qualitative data analysis techniques and quantitative. Based on the validity of the test results, the average scores of instructional development experts and expert contents are 4.5 and 3.75 that show the models developed have proper or valid criteria. Analysis of the test results of students' problem solving ability showed 89,2% of students obtaining the above results that show KKM effective model developed as a learning model. Based on these results it can be concluded that the learning model developed can be accepted as a model of learning and expected to be applied in teaching in schools by teachers.keyword : brain-based learning models, critical thinking skills.
PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS OTAK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR ., Sang Gede Angga Wiguna; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd; ., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7777

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa siswa kelas V SD N 8 Banyuning setelah diterapkan pembelajaran berbasis otak. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas V di SD N 8 Banyuning yang berjumlah 26 orang. Data hasil belajar dikumpulkan dengan instrumen tes pemecahan masalah sebanyak 5 butir. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan metode analisis statistik diskriptif. Hasil penelitian dengan penerapan pembelajaran berbasis otak dalam pelajaran matematika kelas V SD N 8 Banyuning menunjukan bahwa terjadi peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang ditunjukan dari nilai rata-rata sebesar 81,34 dan ketuntasan klasikal sebesar 84,6%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis otak dalam pembelajaran matematika di kelas V SD N 8 Banyuning dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah Kata Kunci : pembelajaran berbasis otak, kemampuan pemecahan masalah matematika The purpose of this study is to determine the increase in mathematics problem solving ability of students in class V SD N 8 Banyuning after application of brain-based learning. This research is a classroom action research. The subjects were students in class V SD N 8 Banyuning, totaling 26 people. Learning outcomes data collected by the problem-solving test instruments as much as 5 grains. Collected data were analyzed using descriptive statistical analysis. The results of the study with the application of brain-based learning in math class V SD N 8 Banyuning showed that an increase in student mathematics problem solving ability is shown from the average value of 81.34 and classical completeness of 84.6%. Based on these results we can conclude that the application of brain-based learning in mathematics learning in class V SD N 8 Banyuning can enhance problem solving abilitieskeyword : brain-based learning, mathematical problem solving abilities
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK- TALK- WRITE BERBASIS KEARIFAN LOKAL TRI KAYA PARISUDA ., Ni Putu Yuli Artini; ., Dr. Desak Putu Parmiti,MS; ., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i3.8623

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar belajar IPA antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran think talk write berbasis kearifan lokal tri kaya parisudha dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional (KTSP) pada sisiwa kelas V di SD Gugus III Kecamatan Tejakula tahun pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah quasi exsperimen dengan rancangan post- test only control group design. Populasi denelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di gugus kecamatan Tejakula tahun pelajaran 2016/2017. Sebanyak 60 orang siswa dipilih sebagai sampel penelitian yang di tentukan dengan teknik sample reandom sampling. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah hasil belajar IPA ranah kongnitif yang dikumpulkan melalui tes ojektif. Data dianalisis dengan menggunakan statistic deskriptif dan statistic infrensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran think talk write berbasis kearifan lokal tri kaya parisudha dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (KTSP). Hal ini dapat dilihat dari perolehan hasil uji hipotesis menggunakan uji- t. Hasil uji-t menunjukan thitung lebih besr dari ttabel (thit = 22,16 > ttab = 2,000). Dengan demikian, model pembelajaran think talk write berbasis kearifan lokal tri kaya parisudha berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD di gugus III kecamatan Tejakula tahun pelajaran 2016/2017Kata Kunci : hasil belajar IPA, kearifan lokal tri kaya parisudha, think talk write The pupose of this research to know about the different of science learning outcame between student who were given Think Talk Write models with local wisdom Tri Kaya Parisudha and the students who were given konvensional (KTSP) learning models in the fifth graed of elementary school in cluster III district of Tejakula, Buleleng regency in the academic year 2016/2017. This research quarsi experiment with post test only contol group design. The population of this research was all of fifth grade students in cluster III district of Tejakula, Buleleng regency in the academic year 2016/ 2017. Sixty student was chosen as research sampling by random sampling techanque. The analisys’s data in this research sciences learning result of domain kognitif collected by obcektif test. The analisys data using statistic deskriptif and statistic inferensial (t- test). The result of research showing that there are significant different of science learning result between student who were given Think Talk Write models which with local wisdom Thi Kaya Parisudha and the students who were given konvensional (KTSP). It can seen by the result of hypotheses test using t- test method. The result of t- test showing that thitung bigger that ttabel (thit = 22,16 > ttab = 2,00). So that, Think Talk Write learning model with local wisdom Tri Kaya Parisudha has positif impact to the science learning result of fifth grade students in claster III district of Tejakula, in the academic year 2016/2017.keyword : Science’s learning outcome, local wisdom Tri Kaya Parisudha, think lalk write
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SELF REGULATED LEARNING (SRL) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA KELAS IV SD DI GUDUS XV KECAMATAN BULELENG TAHUN PELAJARAN 2014/2015 ., Ni Kadek Adnyani; ., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5798

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemahaman konsep IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Self Regulated Learning dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV semester genap di Gugus XV Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di Gugus VII Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 272 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas IV SD No. 2 Anturan yang berjumlah 31 orang dan siswa kelas IV SD No. 2 Kalibubuk yang berjumlah 37 orang. Data pemahaman konsep IPA siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk uraian. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep IPA yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Self Regulated Learning (SRL) dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional kelas IV di SD Gugus XV Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2014/2015. Dari rata-rata ( ) hitung, diketahui kelompok eksperimen yang mengikuti pembelajaran dengan model Self Regulated Lerarning (SRL) adalah 35,77 lebih besar dari rata-rata ( ) hitung, kelompok kontrol yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional adalah 27,68. Hal ini berarti bahwa eksperimen > kontrol, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Self Regulated Learning berpengaruh terhadap pemahaman konsep IPA siswa kelas IV semester genap di Gugus XV Kecamatan Buleleng.Kata Kunci : model Self Regulated Learning (SRL), pemahaman konsep IPA This research aimed at finding the difference of science concept understanding between fourth grade of students who followed self regulated learning method adn those who followed the conventional method in even semester in Gugus XV buleleng subdistrict in the academic year of 2014/2015 the tipe of the present research is apparent experiment. The population of this research were all of the fourth grade in gugus XV buleleng subdistrict with total number 272 people in academic year of 2014/2015. The sampels og this research were 31 students fourth grade at SD no. 2 Anturan and 37 students of fourth grade at SD No. 2 Kalibubuk. Data of students science concept understanding was collected by using instrument test inform of essay. The data was analyzed by using statistics descriptive and statistics inferential (t- test). The result showed that there was a difference of science concept understanding which was significant between students who followed self regulated learning method in even semester in gugus XV buleleng subdistrict in the academic year of 2014/2015. According to the result of average accumulation ( ), it was known that expriment group ( ) who followed self regulated learning (SRL) model was 35,77 higher than average accumulation ( ) of control expriment who followed conventional learning model which was 27,68. It means that expriment ( ) > control ( ) si it can be concluded that the implementation of self regulated learning model influences fourth gade students science concept understanding in even semester in gugus XV buleleng subdistrict. keyword : self regulated learning (SRL) models, understanding of science concepts
PENERAPAN MEDIA CERITA TRADISIONAL DAERAH BALI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA INDONESIA KELAS II SD ., Ni Ketut Yantiningsih; ., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.; ., Putu Nanci Riastini, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5175

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara Bahasa Indonesia dengan menerapkan media cerita tradisional daerah Bali pada siswa kelas II tahun pelajaran 2014/2015 di SD Negeri 3 Patas, Kecamatan Gerokgak. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, serta refleksi. Pelaksanaan tindakan tiap siklus adalah tiga kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas II di SD Negeri 3 Patas tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 29 orang. Objek penelitian ini adalah keterampilan berbicara Bahasa Indonesia. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi. Data dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menujukkan bahwa terjadi peningkatan persentase keterampilan berbicara Bahasa Indonesia pada siswa kelas II di SD Negeri 3 Patas. Pada siklus I, keterampilan berbicara pertemuan I diperoleh persentase sebesar 54,25%, persentase pertemuan II adalah 62,87%, dan persentase pertemuan III adalah 68,31%. Persentase keterampilan berbicara yang diperoleh di siklus I berada pada kategori kurang. Pada siklus II, persentase keterampilan berbicara pertemuan I diperoleh sebesar 75,37%, persentase pertemuan II diperoleh 79,50%, dan persentase pertemuan III adalah 86,37%. Persentase keterampilan berbicara yang diperoleh di siklus II berada pada kategori baik. Selisih persentase pertemuan I siklus I dan pertemuan III siklus II adalah 32,12%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan media cerita tradisional daerah Bali dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas II tahun pelajaran 2014/2015 di SD Negeri 3 Patas, Kecamatan Gerokgak.Kata Kunci : Media, cerita tradisional daerah Bali, keterampilan berbicara Abstract This research was purposed to improve speaking skill for Indonesian by applying Balinesse folklore as a media in the 2nd grade students of SD Negeri 3 Patas in the year of 2014/2015 at district of Gerokgak. This research was a classroom based action research which was conducted in two cycles. Action, observation an evaluation as well as reflections. The action in every cycle was conducted in three meeting. The research subject were the 2nd grade students of SD Negeri 3 Patas in the year of 2014/2015 that has 29 students. The object of the research was speaking skill of Indonesian. The data collection of the research was done by using observation method. Data was analyzed by using descriptive statistical analysis technique. The result of the result show that there was improvement of percentage in the speaking skill of Indonesian in the 2nd grade students of SD Negeri 3 Patas in the year of 2014/2015. In the cycle I, speaking skill from the first meeting obtained 54,25%, in the second meeting obtained 62,87%, and in the third meeting 68,31%. The speaking skill in the cycle I was in the low category in the cycle II, in the first meeting was 75,37%. The percentage of the cycle II was 75,50% and the percentage of the third meering was 86,37%. Percentage of speaking skill in the cycle II was in the good category. The percentage range between the first meeting in the cycle I and in the third meeting in cycle II was 32,12%. Based on the result of the research could be concluded that the implementation of the Balinese folklore was able to improve the speaking skill students of 2nd grade SD Negeri 3 Patas in the year of 2014/2015 at Gerokgak district.keyword : Media, Balinese folklore, speaking skill
Assessment Instruments of Social Attitudes and Social Studies Learning Outcomes for Class V SD on Theme of Lingkungan Sekitar Kita Yundarini, Ni Komang Suci; Nyoman Sudana, Dewa; Astawan, I Gede
Journal of Education Research and Evaluation Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : LPPM Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.547 KB) | DOI: 10.23887/jere.v4i3.27486

Abstract

The assessment instrument is an important component needed in the learning assessment process. However, in practice, there are still many teachers who have not been able to produce quality assessment instruments. The purpose of this study was to produce valid and reliable assessment instruments for social attitudes and social studies learning outcomes in class V on theme of lingkungan sekitar kita. In this study using a 4D development model, namely define, design, develop, disseminate. In this development research, it is only up to the development stage. The instrument used for the assessment of social attitudes was a questionnaire (questionnaire), while for the assessment of social studies learning outcomes used was a multiple-choice test. The data obtained would be analyzed the validity and reliability of each assessment instrument. The results of the analysis of the validity of the social attitude assessment instrument and social studies learning outcomes obtained an average value of 1, which means that the two assessment instruments have very high validity, while the results of the analysis of the reliability of the social attitude assessment instrument are 0,89 and the reliability of the social studies learning outcomes assessment instrument is 0,89. 0,85 which means that these two instruments have a high level of reliability. From these results, it can be concluded that the development of an assessment instrument for social attitudes and social studies learning outcomes is feasible to use in assessing students.
Mathematics Learning With Guided Inquiry Model Open-Oriented Problem Solving Improves Student Learning Outcomes Purwati, Gusti Ayu Made; Sudana, Dewa Nyoman; Arini, Ni Wayan
International Journal of Elementary Education Vol 4, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijee.v4i4.27198

Abstract

The low learning outcomes of mathematics are due to students' mathematics lesson problems' lack of optimal solving. One of the ways is by using a guided inquiry learning model with an open problem-solving orientation. This research aimed to determine the guided inquiry learning model's effect with open problem-solving orientation on fourth-grade elementary school students' mathematics learning outcomes. This type of research is an experimental design with a non-equivalent post-test only control group design. The study population was 180 students. The research sample was 23 students (experimental) and 23 students (control). The research sample was taken using a simple random sampling technique. The method used in collecting data on mathematics learning outcomes was a test in an essay consisting of 5 items. The data collected were mathematics learning outcomes and were analyzed using t-test. The study results were getting an average post-test result in the experimental group of 18.17 and 11.04 in the control group after being given treatment. The t-test results obtained by t-count greater than t-table (17,825> 1,680). From the results of the t-test analysis and the average learning outcomes, it can be concluded that the guided inquiry learning model with open problem-solving orientation affects the mathematics learning outcomes of fourth-grade elementary school students. This research implies that it can increase students' concentration in learning activities to foster innovative learning and add new experiences.
PENGARUH PBI TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS V ., I Ketut Andita Opasana; ., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.; ., Ni Wayan Rati, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7307

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kemampuan pemecahan masalah matematika antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Problem-Based Instruction (PBI) dengan siswa yang dibelajarkan secara konvensional pada siswa kelas V di gugus VI Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2015/2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di gugus VI Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumblah 119 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SD Negeri 2 Kampung Baru yang berjumblah 21 orang dan siswa SD Negeri 7 Kampung Baru yang berjumblah 20 arang. Data kemampuan pemecahan masalah pada mata pelajaran matematika siswa dikumpulkan dengan tes berbentuk uraian. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial. Rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pemebelajaran Problem-Based Instruction (PBI) dengan rata-rata 15,65 sedangkan siswa yang dibelajarkan secara konvensional rata-ratanya 8,25, dengan demikian kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pemebelajaran Problem-Based Instruction (PBI) lebih baik daripada kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional. Hasil perhitungan Uji-t, menunjukan thitung sebesar 11,49 dan ttabel sebesar 2,021. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan pemecahan masalah matematika antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Problem-Based Instruction (PBI) dengan siswa yang dibelajarkan secara konvensional pada siswa kelas V di gugus VI Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2015/2016.Kata Kunci : PBI, kemampuan pemecahan masalah matematika. The study aims to find a significant difference of the mathematical problem solving ability of students who taught by Problem-Based Instruction (PBI) method and the students who taught conventionally in fifth grade cluster VI District of Buleleng in the academic year 2015/2016. This research is a quasi-experimental research. The population of the study was all students in fifth grade cluster VI District of Buleleng in the academic year 2015/2016 which amounted to 119 people. The Samples of this research were fifth grade students of Elementary School No.2 Kampung Baru which amounted 21 people and students of Elementary School No. 7 Kampung Baru which amounted 20 people. The data’s students of problem-solving skills in mathematics was gathered by the test in the form of a description. Data collected were analyzed by using descriptive statistical analysis and inferential statistics. The average of the students’ ability in problem-solving of mathematics who taught by the Problem-Based Instruction (PBI) learning models were15.65 while students who taught conventionally were 8.25, therefore the students who taught by the Problem-Based instruction (PBI) learning models is better than a group of students who taught by conventional models. The results of t-test calculation, shows ttest 11.49 and ttable 2,021. So, it can be concluded that there are the significant differences of student’s ability in mathematical problem-solving who taught by Problem-Based Instruction (PBI) method and students who taught conventionally in fifth grade cluster VI District of Buleleng in the academic year 2015/2016.keyword : PBI, problem-solving in mathematics.
PENGARUH MODEL STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SEMESTER I ., Ni Nyoman Eka Laksmini; ., Prof. Dr. Gede Sedanayasa,M.Pd; ., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2426

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model Student Facilitator and Explaining dan siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V semester I Tahun Pelajaran 2013/2014 di Desa Tukadsumaga Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu, dengan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri di Desa Tukadsumaga dengan jumlah 123 siswa. Sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri 4 Tukadsumaga yang berjumlah 31 orang sebagai kelompok eksperimen dan seluruh siswa kelas V SD Negeri 1 Tukadsumaga yang berjumlah 30 orang sebagai kelompok kontrol yang dipilih dengan teknik random sampling. Pengumpulan data hasil belajar IPA siswa menggunakan metode tes. Instrumen yang digunakan adalah tes pilihan ganda. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial (uji–t) untuk menguji perbedaan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menemukan bahwa (1) hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining dengan mean (M) = 23,55 termasuk dalam kategori sangat tinggi, (2) hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran konvensional dengan mean (M) = 18,7 termasuk dalam kategori tinggi, (3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining dan siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Negeri di Desa Tukadsumaga kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2013/2014 (t hitung = 5,323 > t tabel =2,000). Kata Kunci : SFAE, hasil belajar IPA This study aims to determine the differences in learning outcomes between students who take science lessons using Student Facilitator and Explaining models and students who take lessons using conventional learning models in the first semester of fifth grade students in the Academic Year 2013/2014 in the village of Tukadsumaga Gerokgak Buleleng regency. The study was quasi-experimental research, the design of post - test only control group design. The study population was all the fifth grade students of elementary school in the village of Tukadsumaga by the number of 123 students . The samples were all fifth grade students of SD Negeri 4 Tukadsumaga, amounting to 31 people as the experimental group and the entire fifth grade students of SD Negeri 1 Tukadsumaga, amounting to 30 people as a control group were selected by random sampling technique . Collecting data from students learn science using the test method. The instrument used was a multiple choice test. Data were analyzed using descriptive and inferential statistical analysis ( t-test ) to test for differences in student learning outcomes. The study found that (1) the learning outcomes of students who take learning using learning model Student Facilitator and Explaining with a mean (M) = 23.55 included in the very high category, (2) learning outcomes of students who take lessons using conventional learning models with mean (M) = 18.7 in the high category, (3) there is a significant difference in learning outcomes between students who take science learning using learning model student Facilitator and Explaining and students who take using conventional learning models learning at elementary School fifth grade students in Gerokgak Tukadsumaga village Buleleng district academic year 2013/2014 ( t count = 5,323 > t table = 2.000).keyword : SFAE, learning sience outcomes
Co-Authors ., Dr. I Ketut Gading,M.Psi ., Gusti Ayu Sri Handayani ., I Gde Dita Wijaya ., I Gede Agus Raka Putrawan ., I Gede Parwata Setiawan ., I Gusti Bagus Wira Pandu Winata ., I Kadek Gede Suparma Ariadi ., I Kadek Sri Putra ., I Kd Rizal Rahmadi ., I Ketut Andita Opasana ., I Made Lianto ., Kadek Arida Purnama Dewi ., Kadek Erawati ., Kadek Evi Diantari ., Kadek Mawar ., Kadek Mita Irmayanti ., Kadek Ririn Sumarliani ., Ketut Wirani Dewi ., Komang Tri Wijayanti ., Made Partha Kesuma ., Md. Padmarani s ., Meida Dwi Sana Tiballa ., Ni Kadek Ayu Sintya Dewi ., Ni Kadek Widi Astuti ., Ni Komang Tri Virgawati ., Ni Luh Gede Kartika Kusuma Dewi ., Ni Luh Harumini ., Ni Luh Pebriani Suci Lestari ., Ni Luh Yuni Astari ., Ni Made Desy Ratnayanti ., Ni Made Srimaheni ., Ni Made Tuti Widyastini ., Ni Made Yosi Rosiana ., Ni Putu Eka Restiti Aniati ., Ni Putu Sri Agustini ., Ni Putu Yuli Artini ., Ni Wayan Santiani ., Nym Agus Tri Adnyana ., Nyoman Agus Tri Adnyana ., Putu Dian Wahyuni ., Rahmawati Utari ., Sang Gede Angga Wiguna Arimbawa, Pt. Redy Kresna Arista Dewi, Ni Putu Arista Dewi, Ni Putu Astari, Komang Juli Bagaskara, I Made Yuda Cahyana, Gd. Roni Desak Putu Parmiti Devi Octaviani Dewa Bagus Sanjaya Dewa Made Sutarjana ., Dewa Made Sutarjana Dewi Susanti, Fransiska Ristiana Dharma, I Putu Wira Diana Sari, Ni Luh Sintya Drs. I Nyoman Murda,M.Pd. . Drs. Ndara Tanggu Renda . Gd. Roni Cahyana Gita Cemara, Gusti Ayu Gusti Ayu Dwi Lisa Novita . Gusti Ayu Gita Cemara I Dewa Kade Tastra I Gede Astawan I Gede Margunayasa I Gusti Ayu Tri Agustiana I Gusti Ayu Utami Dewi . I Gusti Ngurah Japa I Kadek Suartama I Ketut Ardika . I Ketut Budiastra . I Ketut Gading I Ketut Sudita I Komang Sudarma I Made Citra Wibawa I Made Edi Andana . I Made Ria Cipta ., I Made Ria Cipta I Made Suarjana I Made Tegeh I Made Wahyu Mariastha . I Nengah Suandi I Nyoman Jampel I Putu Wira Dharma I Wayan Widiana Juliarta, Putu Gde Agus Kadek Andriani . Kadek Yudiana Ketut Pudjawan Komang Aprilliani Maha Supardhi . Komang Arystya Noviana . Komang Desy Ari Kusumayani . Komang Sri Susandi Ulandari . Kusmariyanti, Nyoman Luh Suartini . M.Hum Dra. Ni Nyoman Garminah . M.Pd Drs. I Ketut Dibia,S.Pd . M.Pd. Dra. Made Sulastri . M.Pd. I Nyoman Arcana,SST. . M.Pd. S.Pd. Putu Nanci Riastini . M.S. ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S. M.Si Drs. Gede Raga . Made Mei Yudiari ., Made Mei Yudiari Made Sumantri Ni Kadek Adnyani ., Ni Kadek Adnyani Ni Kadek Ayu Widyawati Ni Ketut Yantiningsih ., Ni Ketut Yantiningsih Ni Komang Sarini Ni Luh Putu Murtita Santiana . Ni Nyoman Eka Laksmini . Ni Nyoman Kusmariyatni Ni Wayan Arini Ni Wayan Rati Ni Wayan Sri Widyantari ., Ni Wayan Sri Widyantari Novita Cahyani ., Novita Cahyani Nyoman Dantes Nyoman Kusmariyanti Octaviani, Devi Panji Setiawan Prof. Dr. Gede Sedanayasa,M.Pd . Prof. Dr. I Ketut Dharsana,M.Pd . Pt. Redy Kresna Arimbawa Purwati, Gusti Ayu Made Putri, Ni Nyoman Yudastri Putu Agus Ariana Putu Elsa Yulian Vitriani Giri ., Putu Elsa Yulian Vitriani Giri Putu Indah Sintya Dewi Putu Nanci Riastini Putu Nanci Riastini, Putu Nanci Putu Ngurah Dwija Palguna . Redy Kresna Arimbawa S.Pd. Kadek Suranata . Sarini, Ni Komang Sastrawan, Putu Agus Putra Sastrawan, Putu Agus Putra Setiawan, Panji Setiawan, Panji Suantara, I Kadek suwandi, wiriya Widani, Ni Kadek Tri Widani, Ni Kadek Tri Widyawati, Ni Kadek Ayu Yoni Adnyana P, I. B. Eka Yoni Adnyana P, I. B. Eka Yundarini, Ni Komang Suci