Claim Missing Document
Check
Articles

THE EFFECT OF CONCEPT MAPPING LEARNING STRATEGY TOWARDS PHYSICS LEARNING ACHIEVEMENT OF TENTH GRADE SMAN STUDENTS ., I Kadek Yudi Wihardi Marditha; ., Prof. Dr. Ketut Suma, MS; ., Drs. Iwan Suswandi, M.Si.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 1, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v1i1.3686

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan hasil belajar fisika antara kelompok siswa yang belajar menggunakan strategi pembelajaran peta konsep dan kelompok siswa yang belajar menggunakan strategi pembelajaran ekspositori. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental semu (quasi eksperiment) dengan desain pretest-posttest nonequivalent control group design. Variabel terikat dalam penelitian ini yaitu hasil belajar fisika sedangkan variabel bebas dengan dua level yaitu strategi pembelajaran peta konsep dan strategi pembelajaran ekspositori. Kovariat yang diukur sebagai kontrol statistik adalah pengetahuan awal siswa yang diperoleh dari skor pretest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X di SMA Negeri 1 Sukawati Tahun Ajaran 2013/2014 dengan jumlah total 356 siswa. Sampel ditentukan dengan teknik group random sampling sehingga diperoleh kelas X3 (40 siswa) sebagai kelas kelas kontrol dan kelas X6 (40 siswa) sebagai kelas eksperimen. Teknik statistika dalam penelitian ini menggunakan teknik ANAKOVA. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu terdapat perbedaan yang signifikan terhadap rata-rata hasil belajar fisika antara kelompok SPPK dan kelompok SPE (F = 1321,223 dan α = 0,001). Hasil belajar fisika siswa yang belajar dengan menggunakan SPPK berada pada kualifikasi baik (M = 70,80 dan SD = 7,80) sedangkan hasil belajar fisika siswa yang belajar dengan menggunakan SPE berada pada kualifikasi cukup (M = 58,30 dan SD = 8,15).Kata Kunci : hasil belajar fisika, strategi pembelajaran ekspositori, strategi pembelajaran peta konsep This study aimed at analyzing the differences of physics learning achievement between group of students who studied by using concept mapping learning strategy and group of students who studied by using expository learning strategy. This study was a quasi experiment with using pre test – post test non equivalent control group design. Dependent variable of this study was the physics learning achievement while independent variables were mapping learning strategy and expository learning strategy. Covariate which was measured as a statistic control was the student’s prior knowledge obtained by the pre-test score. Population of this study was 356 tenth grade students of SMA Negeri 1 Sukawati in academic year 2013/2014. Group random sampling technique was used to determine the samples. It was obtained that the students of class X3 was determined as the control group and the students of class X6 was determined as the experimental group. Each class consisted of 40 students. ANACOVA technique is used as a statistic technique of the study. The result shows that there is a learning achievement difference between the CMLS students group and ELS students group (F= 1321.223 and α= 0.001). The physics learning achievement of the CMLS students is categorized “good” (M=70.80 and SD=7.80) while the physics learning achievement of the ELS students is categorized “fair” (M=58.30 and SD=8.15).keyword : concept mapping learning strategy, expository learning strategy, physics learning achievement
Pengaruh Model Pembelajaran Perubahan Konseptual dan Motivasi Epistemik Terhadap Pemahaman Konsep Fisika Siswa Kelas X SMA LAB UNDIKSHA Tahun Ajaran 2013/2014 ., Ni Luh Putu Rusmana Dewi; ., Prof. Dr.I Wayan Suastra,M.Pd; ., Drs. Iwan Suswandi, M.Si.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 1, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v1i1.3604

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) menganalisis perbedaan pemahaman konsep (PK) fisika antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran perubahan konseptual (MPPK) dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional (MPK), (2) menganalisis perbedaan pemahaman konsep fisika antara siswa yang memiliki motivasi epistemik tinggi (MET) dan siswa yang memiliki motivasi epistemik rendah (MER), dan (3) menganalisis pengaruh interaktif antara model pembelajaran (MP) dan motivasi epistemik (ME) terhadap pemahaman konsep fisika siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan pretest-posttest non-equivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA LAB UNDIKSHA tahun pelajaran 2013/2014. Sampel terdiri dari 4 kelas dengan jumlah 64 siswa yang diambil dengan cara simple random sampling. Data ME dikumpulkan dengan menggunakan angket ME dan data PK dikumpulkan dengan 20 butir tes PK. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan statistik ANAKOVA dua jalur dengan skor pretest sebagai kovariat. Pengujian hipotesis nol dilakukan pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Secara deskriptif kelompok MPPK-MET paling unggul dalam pencapaian PK dan penurunan miskonsepsi; (2) Terdapat perbedaan yang signifikan PK antara siswa pada kelompok MPPK dibandingkan MPK (F=17,583; p
INTERAKSI EDUKATIF GURU FISIKA DALAM MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN: UPAYA PENGEMBANGAN KECERDASAN EMOSIONAL SISWA SMA NEGERI 1 AMLAPURA ., I Wayan Ade Surya Putra; ., Prof. Dr. Ketut Suma, MS; ., Drs. Iwan Suswandi, M.Si.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v2i1.6143

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan interaksi edukatif guru fisika dalam pembelajaran fisika, (2) mendeskripsikan dampak model pembelajaran terhadap interaksi edukatif guru fisika, (3) mendeskripsikan kiat-kiat guru fisika dalam memberikan edukasi kepada siswa, (4) mendeskripsikan upaya guru fisika mendidik siswa dalam aspek kecerdasan emosional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Informan dalam penelitian adalah guru fisika di SMA Negeri 1 Amlapura. Data-data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan teknik dokumentasi, wawancara, dan observasi pembelajaran fisika. Hasil analisis data menunjukkan bahwa, (1) interaksi edukatif guru fisika di SMA Negeri 1 Amlapura cukup baik yang ditandai dengan munculnya komponen dan ciri-ciri interaksi edukatif. Namun, masih terdapat beberapa komponen dan ciri-ciri yang belum optimal diterapkan oleh guru fisika. (2) Model pembelajaran memiliki dampak terhadap interaksi edukatif yang ditunjukkan dengan adanya perbedaan interaksi pad masing-masing model pembelajaran yang digunakan oleh guru fisika di SMA Negeri 1 Amlapura. (3) Guru fisika di SMA Negeri 1 Amlapura memiliki kiat-kiat dalam mengedukasi siswa dalam aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan. (4) Guru Fisika di SMA Negeri 1 Amlapura telah memiliki upaya dalam mengembangkan kecerdasan emosional siswa. Namun, upaya-upaya tersebut belum optimal diterapkan karena permasalahan waktu dan padatnya materi pembelajaran.Kata Kunci : Interaksi Edukatif, Model Pembelajaran, Kecerdasan Emosional This study aimed at, (1) describing the educational interaction of physics teacher on physics learning, (2) describing the impact of learning models towards the educational interaction of physics teacher, (3) describing the tips of physics teacher in giving physics education to the students, (4) describing the physics teacher efforts to educate the students in emotional intelligence aspect. Qualitative approach was used in this study. The informants of this study were physics teacher at SMA Negeri 1 Amlapura, and data were collected by using documentation techniques, interviews, and observations of learning physics. The result of this study shows that: (1) educational interaction of physics teacher in SMA Negeri 1 Amlapura is in good category which is marked by the appearance of the components and characteristics of educational interaction. However, there are still some components and features that have not been optimally implemented by the physics teacher. (2) Learning model has an impact on the educational interaction which is indicated by the difference interaction of each learning model used by physics teachers at SMAN 1 Amlapura. (3) Physics teachers in SMA Negeri 1 Amlapura has some tips in educating the students in aspects of knowledge, attitudes, and skills. (4) Physics teacher at SMA Negeri 1 Amlapura has had efforts in developing emotional intelligence of students, but they have not been optimally implemented because of time problem and the dense of learning materials.keyword : Educational Interaction, Learning Models, Emotional Intelligence
Efektivitas Collaborative Learning Dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMA ., I Putu Widiarta; ., Prof. Dr. I Wayan Suastra, M.Pd.; ., Drs. Iwan Suswandi, M.Si.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v7i2.11834

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perbedaan kemampuan berpikir kreatif siswa setelah diterapkan colaborative learning dalam pengembangannya. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 3 Singaraja dengan subjek penelitian adalah siswa kelas X MIPA 3 tahun ajaran 2016/2017 sebanyak 26 orang. Subjek penelitian ditentukan dengan cara porposive sampling. Desain penelitian ini adalah pra eksperimen dengan tipe one group pretest-posttest. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes berpikir kreatif (tes torrance), pedoman observasi, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan (1) profil kemampuan berpikir kreatif siswa sebelum diterapkan model pembelajaran kolaboratif masih rendah; (2) pembelajaran kolaboratif dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa; (3) retensi siswa pada konsep usaha dan energi tergolong tinggi karena diperoleh persentase retensi sebesar 85,24%; (4) kendala yang dialami dalam mengembangkan kemampuan berpikir kreatif yaitu waktu belajar yang singkat di sekolah, keterbatasan alat praktikum, dan minimnya referensi belajar siswaKata Kunci : berpikir kreatif, pembelajaran kolaboratif, retensi This research aimed at describing the changes of students' creative thinking abilities after colaborative learning applied in its development.. The experiment was conducted in SMA Negeri 3 Singaraja with the research subjects were 26 students of class X MIPA3 in academic year 2016/2017. The research subject was determined by purposive sampling. The design of this study was a pre-experiment with the type of one group pretest-posttest. The research instruments used were in form of creative thinking tests (tests torrance), observation, and interview guides. The results show that (1) the profile of student’s creative thinking abilities before the implementation of collaborative learning model is still low. (2) Collaborative learning can to enhance the student’s ability to think creatively. (3) Retention of the students on the concept of operations and the energy is high with the retention percentage 85.24%. (4) The obstacles faced in developing the creative thinking ability are the short learning time in school, the limitations of practical tools, and the lack of students’ learning references.keyword : creative thinking, collaborative learning, retention
STRATEGI PEMBELAJARAN GURU FISIKA DITINJAU DARI MOTIVASI KERJA, KOMITMEN GURU, SERTA MOTIVASI BERPRESTASI SISWA SMA ., Emiel Nur Aida; ., Prof. Dr.I Wayan Suastra,M.Pd; ., Drs. Iwan Suswandi, M.Si.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 4, No 2 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v4i2.8199

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan objek yang berkitan dengan penelitian. Jenis penelitian ini penelitian kualitatif dengan sumber data 2 guru dan 18 siswa yang dipilih berdasarkan purposeive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumen. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) Perencanaan dan penilaian pembelajaran yang dibuat oleh guru sudah sesuai dengan kurikulum 2013 yang diterapkan oleh sekolah, namun pada pelaksanaan pembelajarannya guru belum sepenuhnya menerapakan startegi yang sesuai dengan RPP. (2) Motivasi kerja yang dimiliki guru sudah baik. (3) komitmen yang dimiliki oleh guru sudah baik. (4) Motivasi berpresatsi yang dimiliki oleh siswa di kelas X dan kelas XI masih tergolong rendah. (5) Meskipun guru memiliki motivasi kerja dan komitmen yang bagus, namun guru kurang mampu mengimplementasikan pendekatan saintifik secara maksimal sehingga strategi pembelajaran yang diterapkan oleh guru masih belum mampu untuk mengembangkan motivasi berprestasi siswa secara menyeluruh.Kata Kunci : strategi, motivasi kerja, komitmen guru, motivasi berprestasi This study aimed at describing the objects which related to the research. This type of research is qualitative research with 2 teachers and 18 students as sources of data selected by purposive sampling. Data collection techniques in this study used observation, semi-structure interviews, and documentation study. The results of this study are as follow: (1) planning and assessment of learning made by teachers are in accordance with the curriculum 2013 implemented by the school, but the teacher has not fully implement the strategy which has been in accordance with learning plan. (2) The teachers’ motivations to work are good. (3) The teachers’ commitments are good. (4) The students’ achievement motivation of tenth and eleventh grades are still relatively low. (5) although the teachers have already good motivation to work and commitment, the teacher have not yet be able to implement scientific approach optimally, so the learning strategies adopted by the teachers have not still been able to develop overall students’ achievement motivation.keyword : strategy, motivation to work, teacher’s commitment, achievement motivation
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA ., Pande Made Selamet Riyadi; ., Dra. Ni Made Pujani,M.Si; ., Drs. Iwan Suswandi, M.Si.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v2i1.6430

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) meningkatkan hasil belajar fisika siswa, 2) meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa, dan 3) mendeskripsikan respon siswa kelas XI IPA 3 SMA Negeri 1 Penebel tahun pelajaran 2015/2016 terhadap penerapan model pembelajaran berbasis masalah. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang melibatkan 23 orang siswa kelas XI IPA 3 SMA Negeri 1 Penebel pada semester ganjil tahun akademik 2015/2016. Tindakan dilakukan dalam dua siklus pembelajaran. Setiap siklus dibagi menjadi 4 tahap kegiatan, yaitu 1) perencanaan; 2) tindakan; 3) evaluasi; dan 4) refleksi. Data dianalisis secara deskriptif. Penelitian ini dikatakan berhasil jika Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) untuk mata pelajaran fisika ≥ 75 dengan ketuntasan klasikal ≥ 85%. Hasil analisis menunjukkan bahwa 1) penerapan model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, ( XKB siklus I = 73,22 dengan kategori baik, XKB siklus II = 84,04 dengan kategori baik. 2) penerapan model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan hasil belajar, untuk aspek kognitif (XK) = 81,46, aspek psikomotor (XP) = 83,69 dan aspek afektif (XA) = 76,14 (siklus I), XHB siklus II yaitu aspek kognitif (XK) = 83,04, aspek psikomotor (XP) = 84,42 dan aspek afektif (XA) = 81,49 dan 3) tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran berbasis masalah berkategori positif. Hasil penelitian ini menunjukkan penerapan model pembelajaran problem based learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar fisika siswa.Kata Kunci : PBL, kemampuan berpikir kritis, hasil belajar, tanggapan siswa. This study aimed at 1) improving the students’ physics learning outcomes 2) improving students' critical thinking skills, and 3) describing the grade XI IPA 3 students’s response of SMAN 1 Penebel in the academic year 2015/2016 toward the application of problem-based learning model. This research was a classroom action research that involved 23 students of class XI IPA 3 of SMAN 1 Penebel at the odd semester of academic year 2015/2016. Actions were conducted in two cycles of learning. Each cycle was divided into 4 stages of activities: 1) planning, 2) the action, 3) evaluation, and 4) reflection. All data were analyzed descriptively. The study was called to be successful if the achievement of minimum completeness criteria (KKM) for the physics subjects was ≥ 75 with classical completeness ≥ 85%. The results show that 1) the application of problem-based learning model can improve students’ critical thinking skills, (XKB cycle 1 = 73.22 which is categorized to be “good” with 43.47% classical completeness, XKB in cycle 2 = 84.04 which is categorized to be “good” with classical completeness 100 %; 2) the application of problem-based learning model can improve learning outcomes, XHB in cycle 1, that is the XK = 81.46, XP = 83.69 and XA = 76.14, XHB in cycle 2, that is XK = 83.04, XP = 84.42, and XP = XA = 81.49; 3) student responses toward the application of problem-based learning model is in positive category.keyword : PBL, critical thinking skills, learning outcomes, student responses.
STRATEGI PEMBELAJARAN GURU FISIKA: PENGARUHNYA DALAM PENGEMBANGAN SIKAP ILMIAH SISWA KELAS X IPA 3 DI SMA NEGERI 1 NEGARA ., Gede Teja Wira Setiawan; ., Prof. Dr. Ketut Suma, MS; ., Drs. Iwan Suswandi, M.Si.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 4, No 2 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v4i2.8146

Abstract

Penelitian ini 1) mendeskripsikan strategi pembelajaran yang dilaksanakn guru fisika dalam mengembangkan sikap ilmiah siswa di SMA Negeri 1 Negara, 2) mendeskripsikan sikap ilmiah siswa kelas X IPA 3 dalam mengikuti pelajaran fisika di SMA Negeri 1 Negara, 3) mendeskripsikan relevansi strategi pembelajaran guru fisika terhadap sikap ilmiah siswa kelas X IPA 3 di SMA Negeri 1 Negara. Strategi pembelajaran guru yang diamati meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian yang dilakukan oleh guru fisika di SMA Negeri 1 Negara. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Data yang dipaparkan berupa deskripsi nyata temuan peneliti terhadap strategi pembelajaran guru fisika di SMA Negeri 1 Negara. Jumlah guru fisika yang menjadi sumber data sebanyak 1 orang dan jumlah siswa yang menjadi sumber data sebanyak 12 orang. Data diambil melalui proses observasi, wawancara, kuisioner, serta kajian dokumen-dokumen yang terkait dengan permasalahan penelitian. Analisis dilakukan selama dan setelah pengumpulan data dengan alur kerja reduksi, paparan, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Strategi pembelajaran yang digunakan guru di kelas X IPA 3 di SMA Negeri 1 Negara adalah strategi pembelajaran ekspositori. (2) Sikap ilmiah siswa kelas X IPA 3 di SMA Negeri 1 Negara sudah baik ditandai dengan muculnya 3 dari 4 dimensi. Dimensi yang muncul tersebut adalah sikap rasa ingin tahu, sikap kemauan mengubah padangan, dan sikap berfikir kritis. (3) Strategi pembelajaran yang digunakan guru telah mampu memunculkan dimensi sikap rasa ingin tahu dan sikap berfikir kritis siswa dalam upaya pengembangan sikap ilmiah siswa. Kata Kunci : strategi pembelajaran, sikap ilmiah, rasa ingin tahu, berfikir kritis. This research aimed at: 1) describing the teaching strategy used by the teacher, 2) describing the students’ scientific attitude, 3) describing teaching strategy that used by physics teacher and its relevance with science attitude . The observed teaching strategy was planning, execution, and assessment done by Physics teachers in SMA Negeri 1 Negara. The type of this research was qualitative research. The main instrument of this research was the researcher itself. Data which was elaborated were the real description of researcher’s findings towards the physics teacher and the amount of students who became data source was 12 students. Data were collected by observing, interviewing, giving questionnaire, and document study. The analysis was done during and after data collection by doing reduction, elaboration, and data verification. The result of this research are as follow: 1) Teaching strategy used by teacher in class X IPA 3 of SMAN 1 Negara was expository strategy, 2) The scientific attitude of students in class X IPA 3 of SMAN 1 Negara was good marked by the appearance of 3 from 4 dimensions. The dimensions appear is curiosity, willingness to change the point of view, and critical thinking, 3) Teaching strategy used by teacher have arisen the dimension of curiosity and critical thinking in the attempts of developing student’s scientific attitude. keyword : teaching strategy, scientific attitude, curiosity, critical thinking
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN AKTIF BAGI GURU FISIKA: ANALISISNYA BERDASARKAN KREATIVITAS ILMIAH SISWA SMA NEGERI 1 KUTA UTARA ., Komang Angga Trilaksana; ., Prof. Dr. Ketut Suma, MS; ., Drs. Iwan Suswandi, M.Si.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 4, No 2 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v4i2.8309

Abstract

Penelitian ini bertujuan 1) mendeskripsikan pembelajaran aktif yang diterapkan oleh guru fisika, 2) mendeskripsikan kreativitas ilmiah siswa, dan 3) mendeskripsikan keefektifan pembelajaran aktif bagi guru fisika jika dianalisis secara kualitatif berdasarkan kreativitas ilmiah siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Instrumen utamanya adalah peneliti sendiri. Sampel sumber data terdiri dari kepala sekolah, 2 guru fisika, dan 223 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Analisis data dilakukan selama dan setelah pengumpulan data dengan alur kerja reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Rencana pengujian keabsahan data ditekankan pada uji kredibilitas. Hasil penelitian adalah sebagai berikut 1) pembelajaran aktif secara umum sudah diterapkan oleh guru di setiap kegiatan pembelajarannya, 2) kreativitas ilmiah siswa sudah muncul jika dilihat dari setiap dimensinya, 3) pembelajaran aktif yang diterapkan guru efektif dalam memunculkan kreativitas ilmiah siswa di setiap kegiatan pembelajarannya.Kata Kunci : Pembelajaran aktif, kreativitas, kreativitas ilmiah This research aimed at 1) describing the active learning applied by the physics teacher, 2) describing the students’ scientific creativities, and 3) describing the effectiveness of active learning for physics teachers if analyzed qualitatively based on the students’ scientific creativities. The method used in this research was qualitative method. The main instrument was the researcher itself. Sample of data sources consisted of headmaster, two physics teachers, and 223 students. Data collection used observation, interviews, documentation, and tests. Data analysis was done during and after data collection by doing reduction, display, and data verification. Plan for testing the validity of data was emphasized on the credibility test. The results of this research are as follows: 1) active learning, in general, has been applied by the teachers in learning activities, 2) the students’ scientific creativity already appear if viewed from every dimension, 3) the active learning applied by the teachers is effective in bringing about the scientific creativity in every learning activities. keyword : active learning, creativity, scientific creativity
PROFIL KONSEP DIRI, KEPRIBADIAN, DAN PERSEPSI TERHADAP MATA PELAJARAN FISIKA SISWA KELAS XI MIA 5 SMA NEGERI 4 SINGARAJA ., Ni Made Dwita Pradnya Suantari; ., Prof. Dr. Ketut Suma, MS; ., Drs. Iwan Suswandi, M.Si.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v2i1.6302

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan profil konsep diri siswa, (2) mendeskripsikan profil kepribadian siswa, (3) mendeskripsikan profil persepsi siswa, dan (4) mengetahui pola hubungan antara konsep diri, kepribadian dan persepsi siswa terhadap mata pelajaran fisika. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode penelitian deskriptif-kualitatif. Sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik proposive sampling berjumlah 15 orang siswa yang berada di kelas XI MIA 5 SMA Negeri 4 Singaraja. Data konsep diri, kepribadian, dan persepsi terhadap mata pelajaran fisika dikumpulkan menggunakan kuesioner, observasi, wawancara, dan triangulasi data. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif-kualitatif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa konsep diri siswa kelas XI MIA 5 SMA Negeri 4 Singaraja dalam pembelajaran fisika cenderung berkategori tinggi yang ditandai dengan munculnya aspek-aspek konsep diri yaitu a) konsep diri akademik, b) konsep diri fisik dan c) konsep diri sosial, profil kepribadian siswa kelas XI MIA 5 SMA Negeri 4 Singaraja dalam pelajaran fisika, cenderung extrovert yang ditandai dengan munculnya aspek 1) Activity, 2) Sosiability, 3) Riskt aking, 4) Impulsiveness, 5) Expressivenes, 6) Reflectiveness, dan 7) Responsibility, dan persepsi siswa kelas XI MIA 5 SMA Negeri 4 Singaraja cenderung menunjukkan persepsi yang positif terhadap matapelajaran fisika yang ditandai dengan munculnya aspek 1) pandangan, 2) pengharapan, 3) evaluasi. Sedangkan pola hubungan kualitatif antara konsep diri, kepribadian, dan persepsi siswa diperoleh pola hubungan yang relevan.Kata Kunci : konsep diri, kepribadian, persepsi. This research aimed at describing the student’s self-concept profile, describing the student’s personality profile, describing the student’s perception profile, and knowing the relationship among the student’s self-concept, personality, and perception in physics subject. The method of the research was descriptive-qualitative method. Sample used in the research were 15 students of class XI MIA 5 in SMAN 4 Singaraja. Data of self-concept, student’s personality, and student’s perception were successively collected by using questionnaires, observations, interviews, and triangulation of data. The result of the research shows that the self-concept profile of class XI MIA 5 in SMAN 4 Singaraja in physics subject is in “High” category, is chacateriszed by the invisibility the aspect of self-concept, namely a) academic self-concept b) physical self-concept and c) social self-concept; the student’s personality profile of class XI MIA 5 in SMAN 4 Singaraja in physics subject tends to lead to the personality of extrovert type, is chacateriszed by the invisibility the aspect of aspect personality are 1) Activity, (2) Sosiability, (3) Riskt aking, (4) Impulsiveness, (5) Expressivenes, (6) Reflectiveness, and (7) Responsibility; the student’s perception of class XI MIA 5 in SMAN 4 Singaraja in the physics subject is at “postive” category, is chacateriszed by the invisibility the aspect of perception are (1) the view (2) expectations (3) evaluation. While the pattern of the relationship among the self-concept, personality, and perception of the student are in the relevant relationship patternskeyword : self-concept, personality, perception
Miskonsepsi Konsep Kalor dan Upaya Penanggulangannya pada Siswa Kelas X 1 SMA Negeri 1 Sukasada ., Anak Agung Putri Pradnyawati; ., Prof. Dr.I Wayan Suastra,M.Pd; ., Drs. Iwan Suswandi, M.Si.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 3, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v3i1.7026

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan profil miskonsepsi siswa, (2) mendeskripsikan penyebab miskonsepsi siswa, (3) mendeskripsikan penanggulangan miskonsepsi siswa, dan (4) menganalisis retensi miskonsepsi siswa. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Sukasada dengan subjek penelitian seluruh siswa kelas X tahun pelajaran 2015/2016. Desain penelitian ini adalah pra eksperimen dengan tipe one shot case study. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes, pedoman observasi, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan (1) miskonsepsi yang dialami siswa bervariasi yaitu 75% miskonsepsi, (2) penyebab timbulnya miskonsepsi adalah siswa, guru, buku teks, dan cara mengajar, (3) penanggulangan miskonsepsi siswa dilakukan dengan menerangkan model pembelajaran perubahan konseptual, perubahan miskonsepsi pre-test (60,54%) dan post-test (28,36%) mengalami penurunan. Berdasarkan hasil uji t diperoleh t hitung 6,539 sehingga kesimpulannya terdapat perubahan miskonsepsi siswa sebelum dan sesudah diberikan penanggulangan, dan (4) retensi miskonsepsi siswa mengindikasikan pemahaman konsep siswa pada post-test sebesar 92,73%.Kata Kunci : kalor, miskonsepsi, model pembelajaran, penyebab, retensi This study aimed (1) at describing the student’s misconception profile, (2) describing the factors cause the student’s misconception, (3) describing the ways to overcome the student’s misconception, and (4) analyzing the student’s misconception retention. The study was conducted in SMA Negeri 1 Sukasada while the subjects were all class X students in academic year 2015/2016. Design of this study was pre experimental with one shot case study type. The instruments were the tests, observation guidances, and interviews guidances. The result shows that (1) the student’s misconception varies with 75% misconceptions, (2) the causes of student’s misconception are from students, teachers, books, and teaching strategies, (3) the way to overcome student’s misconception is by giving a conceptual changing learning model, changing of students misconception from pre-test (60,54%) and post-test (28.36%) decrease. Based t-test, it is obtained t measure 6.539. From the data analysis, it’s concluded there are changing of student’s misconception before and after the treatment, and (4) the student’s misconception retention indicates that the concept understanding from post-test is 92.73%.keyword : causes, heat, learning model, misconception, retention
Co-Authors ., Anak Agung Putri Pradnyawati ., Emiel Nur Aida ., Gede Teja Wira Setiawan ., Gusti Ayu Rai Tirta ., I MADE DEDY KRISNAYANA ., I Wayan Jati Adnyana ., Komang Angga Trilaksana ., Ni Luh Mita Antari ., Ni Wayan Tiwik ., Prof. Dr. Ketut Suma, MS. ., Putu Rika Crisna Dewi Anak Agung Putri Pradnyawati . Dewi Oktofa Rachmawati Dr. Ni Made Pujani,M.Si . Emiel Nur Aida . Gede Saindra Santyadiputra, Gede Saindra Gede Teja Wira Setiawan . Gunadi, Gede Aris Gusti Ayu Rai Tirta . I G Aris Gunadi I G. A. N. Sri Wahyuni I Kadek Yudi Wihardi Marditha . I MADE DEDY KRISNAYANA . I Nyoman Putu Suwindra I Putu Widiarta . I Putu Widiarta ., I Putu Widiarta I Wayan Ade Surya Putra . I Wayan Ade Surya Putra ., I Wayan Ade Surya Putra I Wayan Jati Adnyana . I Wayan Santyasa I Wayan Santyasa I Wayan Suastra Kadek Dwi Cita Pusparini Kadek Surya Mahedy Kadek Yurika Prastiwi . Ketut Purnamawan Ketut Purnamawan Ketut Suma Ketut Suma Komang Angga Trilaksana . Lisniandila, Ni Putu Ayu Made Juniantari, Made MS Prof. Dr. Ketut Suma . Ni Ketut Rapi Ni Luh Mita Antari . Ni Luh Putu Rusmana Dewi . Ni Made Dwita Pradnya Suantari . Ni Made Dwita Pradnya Suantari ., Ni Made Dwita Pradnya Suantari Ni Putu Nadia Nikki Utami Ni Wayan Tiwik . Nurfa Risha Pande Made Selamet Riyadi . Pande Made Selamet Riyadi ., Pande Made Selamet Riyadi Prof. Dr. Ketut Suma, MS . Prof. Dr. Ketut Suma, MS. . Pusparini, Kadek Dwi Cita Putu Artawan Putu Rika Crisna Dewi . Putu Yasa Rai Sujanem Risha, Nurfa Setiawan, Y. Z. Utami, Ni Putu Nadia Nikki Wahyuni, I. G. A. Nyoman Sri Wahyuni, I. G. A. Nyoman Sri Waruwu, Wenimanwati Winiari, Luh Putu Y. Z. Setiawan Yasmini, L. P. Budi