I Wayan Wendra
Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 144 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal IKA

CITRA PEREMPUAN DALAM SASTRA MODERN (Sebuah Pandangan Feministik pada Dua Pengarang Laki-laki) Wendra, I Wayan
Jurnal IKA Vol 8, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v8i1.153

Abstract

Tujuan pene1itian ini adalah: 1) untuk mengetahui pandangan feministik Marah Rusli dan Sutan Takdir Alisyahbana dalam mencitrakan tokoh utama perem-puan dalam karyanya, dan 2) untuk mengetahui peran tokoh utama perempuan dalam sastra modern. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukanlah penelitian dengan ran-cangan penelitian deskriptif. Data dikumpulkan dengan teknik pencatatan dokumen dan dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa Tuti adalah seorang perempuan dewasa yang cerdas. Kecerdasan Tuti menuntunnya untuk peduli pada berbagai masalah yang ada di sekitarnya. Dalam memahami hakikat perjuangan emansipasi perempuan, Tuti memilih pergerakan Putri Sedar sebagai wadah aktivitasnya. Melalui Putri Sedar, ia memperjuangkan hak-hak perempuan agar perempuan berperan dalam dunia pengetahuan, ikut mengemudikan negeri, dan dapat bekerja serta memimpin pekerjaan dan perusahaan. Pada citra diri Maria digambarkan bahwa dirinya kurang mempertimbangkan akal dalam memutuskan sesuatu. Pertimbangan Maria yang kurang dalam terhadap sesuatu bukan berarti Maria tidak mempunyai kemampuan sama sekali. Ia juga termasuk orang yang berperan dalam masyarakat. Gagasan yang dikemukakan Siti Nurbaya terkait dengan emansipasi perempuan juga terdapat ide feminisme, yaitu gerakan kaum perempuan agar  mendapat kedudukan yang setara dengan laki-laki dalam segala bidang. Tuti dan Maria diposisikan sebagai perempuan yang memegang peranan dalam bidang kultural dan struktural. Sementara itu, Siti Nurbaya diposisikan sebagai tokoh utama perempuan yang mempunyai cita-cita mulia, yakni emansipasi perempuan. Namun, cita-citanya tersebut belum terwujud karena perempuan pada saat itu dianggap bodoh, mudah diperalat dan dianiaya oleh laki-laki (suami dan masyarakat laki-laki). Inilah yang terjadi pada diri Siti Nurbaya, yang posisinya selalu termarginalkan. Kata-kata kunci: citra perempuan, sastra modern, pandangan feministik
CITRA PEREMPUAN DALAM SASTRA MODERN (Sebuah Pandangan Feministik pada Dua Pengarang Laki-laki) I Wayan Wendra
Jurnal IKA Vol. 8 No. 1 (2010)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v8i1.153

Abstract

Tujuan pene1itian ini adalah: 1) untuk mengetahui pandangan feministik Marah Rusli dan Sutan Takdir Alisyahbana dalam mencitrakan tokoh utama perem-puan dalam karyanya, dan 2) untuk mengetahui peran tokoh utama perempuan dalam sastra modern. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukanlah penelitian dengan ran-cangan penelitian deskriptif. Data dikumpulkan dengan teknik pencatatan dokumen dan dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa Tuti adalah seorang perempuan dewasa yang cerdas. Kecerdasan Tuti menuntunnya untuk peduli pada berbagai masalah yang ada di sekitarnya. Dalam memahami hakikat perjuangan emansipasi perempuan, Tuti memilih pergerakan Putri Sedar sebagai wadah aktivitasnya. Melalui Putri Sedar, ia memperjuangkan hak-hak perempuan agar perempuan berperan dalam dunia pengetahuan, ikut mengemudikan negeri, dan dapat bekerja serta memimpin pekerjaan dan perusahaan. Pada citra diri Maria digambarkan bahwa dirinya kurang mempertimbangkan akal dalam memutuskan sesuatu. Pertimbangan Maria yang kurang dalam terhadap sesuatu bukan berarti Maria tidak mempunyai kemampuan sama sekali. Ia juga termasuk orang yang berperan dalam masyarakat. Gagasan yang dikemukakan Siti Nurbaya terkait dengan emansipasi perempuan juga terdapat ide feminisme, yaitu gerakan kaum perempuan agar  mendapat kedudukan yang setara dengan laki-laki dalam segala bidang. Tuti dan Maria diposisikan sebagai perempuan yang memegang peranan dalam bidang kultural dan struktural. Sementara itu, Siti Nurbaya diposisikan sebagai tokoh utama perempuan yang mempunyai cita-cita mulia, yakni emansipasi perempuan. Namun, cita-citanya tersebut belum terwujud karena perempuan pada saat itu dianggap bodoh, mudah diperalat dan dianiaya oleh laki-laki (suami dan masyarakat laki-laki). Inilah yang terjadi pada diri Siti Nurbaya, yang posisinya selalu termarginalkan. Kata-kata kunci: citra perempuan, sastra modern, pandangan feministik
Co-Authors ., Baiq Laily Septiana Anggraini ., I Komang Gede Wahyu Gunawan ., I Made Wisnawa ., I Putu Widhi Astika ., Ida Ayu Gede Pramiari ., Kadek Desy Indah Sari ., Kt Juni Adi Purnawan ., Made Novi Ismayanti ., Made Rospita Pradnya Dewi ., Ni Kadek Ratna Wati ., Ni Ketut Mudiani ., Ni Komang Yuni Tri Antari ., Ni Luh Eka Sumiarti ., Ni Luh Putu Ayu Ariani ., Ni Putu Eva Fransiska Dewi ., Ni Wayan Herayati ., Putu Yoko Andriawan ., Putu Yudi Mahendra ., Safitri Nurul Wahyuni ., Yuniarti Rahmalia Hapsari Aminatuzzahro . Asgav, Irhas Maulana Astika, I Putu Widhi Baiq Laily Septiana Anggraini . Dewi, Kadek Siska Yulia Dewi, Ni Putu Kusma Diyanti, Kadek Risma Drs. I Nyoman Merdhana, M.Pd . Dw.Ayu Made Risna Gde Artawan Gede Gunatama Gst A A Dyah Puspitasari Hilmi, Muhammad Imam I Dewa Gede Budi Utama I Gede Nurjaya I Gusti Ayu Komang Lili Absari . I Gusti Ayu Sinta Ardi Lestari I Kadek Fendy Permana Merta I Kadek Murdika . I Kadek Murdika ., I Kadek Murdika I Ketut Adi Purnawan I Ketut Paramarta I Komang Agus Aryanta . I Komang Gede Wahyu Gunawan . I Made Astika I MADE SUJANA . I Made Wisnawa . I Nengah Martha I Nengah Suandi I Nyoman Yasa I Putu Adi Darmadi . I Putu Adi Darmadi ., I Putu Adi Darmadi I Putu Ari Utama Irawan . I Putu Widhi Astika I Putu Widhi Astika . I Wayan Artika I Wayan Pasek Widiantara . I.B.Made Ludy Paryatna Ida Ayu Gede Pramiari Ida Ayu Gede Pramiari . Ida Bagus Herry Yudha Prawira . Ida Bagus Herry Yudha Prawira ., Ida Bagus Herry Yudha Prawira Ida Bagus Putrayasa Ida Bagus Rai, S.S., M.Pd . Ida Bagus Sutresna Kadek Desy Indah Sari . Kadek Perayani Kadek Risma Diyanti KOMANG TRISNA DEWI . Layinah, Sahlatul Luh Ayu Cinthya Herliyanti . M.Pd Drs. I Nyoman Merdhana . M.Pd Prof. Dr. I Nyoman Sudiana . M.Pd S.S. Ida Bagus Rai . Made Astika Made Astika Made Dwi Adipraya . Made Hela Irawadi . Made Novi Ismayanti . Made Rospita Pradnya Dewi . Made Sri Indriani Mariani, Ni Putu Eka Mega Tri Utami Ni Dewi Januria . Ni Kadek Lady Lokita Dewi . Ni Kadek Lady Lokita Dewi ., Ni Kadek Lady Lokita Dewi Ni Kadek Ratna Wati . Ni Kadek Sri Wedari . Ni Ketut Mudiani . Ni Komang Widya Santi Ni Komang Yuni Tri Antari . Ni Luh Eka Sumiarti Ni Luh Eka Sumiarti . Ni Luh Gede Wahyuni Lestari . Ni Luh Putu Ayu Ariani . Ni Made Dwijayanti Rahayu . Ni Made Dwijayanti Rahayu ., Ni Made Dwijayanti Rahayu Ni Made Rai Wisudariani Ni Made Yuliani Warlina . Ni Pt. Yani Puji A. Ni Putu Desy Damayanthi . Ni Putu Eka Mariani Ni Putu Eva Fransiska Dewi . Ni Putu Kusma Dewi Ni Putu Riana Cipta Somantari Ni Wayan Herayati . Ni Wayan Wistari . Ni Wayan Wistari ., Ni Wayan Wistari Noval Amanda Firdaus . Noval Amanda Firdaus ., Noval Amanda Firdaus Nurul Hanifah . Pande Made Denny Sanjaya Paryatna, I.B.Made Ludy Perayani, Kadek Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd . Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum . Prof. Dr. I Wayan Rasna,M.Pd . Puji A., Ni Pt. Yani Puspitasari, Gst A A Dyah Putu Kartika Sari . Putu Kartika Sari ., Putu Kartika Sari Putu Rima Ruspitayanti . Putu Suryani . Putu Wiwin Meliana Dewi . Putu Wiwin Meliana Dewi ., Putu Wiwin Meliana Dewi Putu Yoko Andriawan . Putu Yudi Mahendra . Risna, Dw.Ayu Made S.A. Putu Sriasih Safitri Nurul Wahyuni . Sang Ayu Putu Sriasih Santi, Ni Komang Widya Setiawati, Veronika Ni Ketut Sri Devi Maharani . Sri Devi Maharani ., Sri Devi Maharani Sriasih, S.A. Putu Sumiarti, Ni Luh Eka Tantri, Ade Asih Susiari Thessalonica, Vero Utami, Mega Tri Veronika Ni Ketut Setiawati Wisnu, I Wayan Gede Yuniarti Rahmalia Hapsari .