Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Angka Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di Kota Palembang pada tahun 2011-2020 Irzanita, Irzanita; Aryansah, Deny; Fitria, Emilia; Oktriyedi, Ferly
Journal Safety and Healthty Vol 2 No 1 (2025): Journal Of Safety and Health
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Kader Bangsa Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.314 KB) | DOI: 10.54816/josh.v2i1.496

Abstract

Anak adalah aset bangsa dan generasi penerus cita-cita perjuangan bangsa yang akan menentukan masa depan bangsa dan negara, sehingga perhatian dan harapan yang besar perlu diberikan kepada anak Salah satu masalah kesehatan anak yang masih terjadi di Indonesia yaitu berat badan lahir rendah (BBLR) karena Angka Kematian Bayi (AKB) sebagian besar disebabkan oleh BBLR. Berdasarkan data Laporan Profil Dinas Kesehatan Kota Palembang kejadian BBLR di 42 Puskesmas pada tahun 2011 – 2020 berjumlah 3289 kasus. Kejadian BBLR pada tahun dari 2011-2020 tertinggi di Puskesmas 4 ulu sebanyak 221 kasus. Kejadian BBLR di 42 Puskesmas di Kota Palembang yang tertinggi pada tahun 2011 sebanyak 536 kasus. pada tahun-tahun berikutnya menurun hingga ada tahun 2020 berjumlah 156 kasus. Perlu di analisis apa saja faktor yang berhubungan dengan keladian BBLR
Analisis Gangguan Fungsi Ginjal pada Pekerja Pabrik Crumb Rubber di Kota Palembang Sumatera Selatan Oktriyedi, Ferly; Irfanudin, Irfanudin; Ngudiantoro, Ngudiantoro; Dahlan, M Hatta; Handayani, Lela
Journal Safety and Healthty Vol 2 No 1 (2025): Journal Of Safety and Health
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Kader Bangsa Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.828 KB) | DOI: 10.54816/josh.v2i1.498

Abstract

Garis-Garis Besar Haluan Negara menyatakan sasaran pembangunan jangka panjang adalah tercapainya keseimbangan antara pertanian dan industri. Pabrik karet alam merupakan salah satu industri yang mengelola karet alam menjadi kualitas Standar Indonesian Rubber (SIR) 20, Standar Indonesian Rubber (SIR) 10 dan Ribbed Smoked Sheet (RSS). Industri crum rubber ini berlokasi di area pemukiman penduduk. Potensi cemaran di industri crumb rubber dalam bentuk cemaran air dan udara. Studi ini menggunakan desain cross-sectional. Analisa data menggunakan Metode CHAID (Chi-Square Automatic Interaction). Nilai p <0,05 dianggap signifikan secara statistik. Hasil studi didapatkan konsentrasi rata-rata H2S di udara dan di padatan diatas baku mutu dan Konsentrasi rata-rata H2S dan NH3 masih dibawah baku mutu, kecuali konsentrasi rata-rata NH3 di air dan di padatan diatas baku mutu. Hasil analisis metode CHAID didapatkan kadar glukosa darah berhubungan dengan Gangguan Fungsi Ginjal (p = 0,000; chi square = 48,766) dan Risiko paparan H2S di udara dengan Gangguan Fungsi Ginjal (p = 0,000; chi square = 15,713). Selain itu didaptkan juga segmen ganguan fungsi ginjal, yaitu pada segmen ke-1: Pekerja yang kadar glukosa darahnya tidak normal; persentase risiko sebesar 11,2%. Kata kunci: karet alam, industri, penyakit akibat kerja, Gangguan Fungsi Ginjal
Gambaran Angka Kejadian Tuberculosis Paru di Provinsi Sumatera Selatan pada tahun 2007-2018 Martin, Neli Yuslita Eli; Wulandari, Ria; Handayani, Lela; Oktriyedi, Ferly
Journal Safety and Healthty Vol 2 No 1 (2025): Journal Of Safety and Health
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Kader Bangsa Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.323 KB) | DOI: 10.54816/josh.v2i1.503

Abstract

World Health Organization (WHO) mencanangkan strategi ‘End Tuberculosis’, yang merupakan bagian dari Sustainable Development Goals, dengan satu tujuan yaitu untuk mengakhiri epidemi tuberkulosis di seluruh dunia. Perspektif epidemiologi melihat kejadian penyakit sebagai hasil interaksi antar tiga komponen pejamu (host), penyebab (agent), dan lingkungan (environment) dapat ditelaah faktor risiko dari simpulsimpul tersebut. Pada sisi pejamu, kerentanan terhadap infeksi Mycobacterium tuberculosis sangat dipengaruhi oleh daya tahan tubuh seseorang pada saat itu. TB menyebar melalui udara tatkala batuk dan berdahak. Penularan terjadi melalui udara (airborne spreading) dari “droplet” infeksi. Sumber infeksi adalah penderita TB Paru yang membatukkan dahaknya, dimana pada pemeriksaan hapusan dahaknya umumnya ditemukan BTA positif. Jumlah angka kejadian TB paru di Sumatera Selatan sebesar 0,53% pada tahun 2018. Sedangkan di Indonesia sebesar 0,73% pada tahun 2010. Perlu di analisis apa saja faktor yang berhubungan dengan kejadian TB Paru di Sumatera Selatan. Kata kunci: TB Paru, kejadian TB Paru, Sumatera Selatan
Gambaran Gizi pada Balita di Provinsi Sumatera Selatan pada tahun 2007-2018 Hearisa, Phetri; Wulandari, Ria; Handayani, Lela; Oktriyedi, Ferly
Journal Safety and Healthty Vol 2 No 1 (2025): Journal Of Safety and Health
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Kader Bangsa Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.524 KB) | DOI: 10.54816/josh.v2i1.504

Abstract

Negara Indonesia dalam rangka untuk mewujudkan masyarakat yang sehat diperlukan asupan gizi yang cukup. Masalah gizi kurang pada balita masih menjadi masalah mendasar di dunia. Penderita kurang gizi mencapai 104 juta anak di dunia. Masalah balita pendek menggambarkan adanya masalah gizi kronis. Seperti masalah gizi lainnya, tidak hanya terkait masalah kesehatan, namun juga dipengaruhi berbagai kondisi lain yang secara tidak langsung mempengaruhi balita kesehatan. Kebutuhan gizi untuk anak pada awal masa kehidupannya merupakan hal yang sangat penting. Kekurangan gizi dapat memberikan konsekuensi buruk yang tidak bisa dihindari, dimana manifestasi terburuk dapat menyebabkan kematian. Balita yang gizinya kurang itu yang paling banyak pada tahun 2010. Gizi baik meningkat pada tahun 2018. Gizi lebih paling tinggi pada tahun 2013. Perlu di analisis apa saja faktor yang berhubungan dengan keladian gizi buruk di Sumatera Selatan. Kata kunci: gizi balita, gizi buruk, sumatera selatan, riskesdas
Analisis Kinerja Tenaga Kesehatan Di RSUD Kabupaten Banyuasin Fauta, Ari; Oktriyedi, Ferly; Sitorus, Rico Januar
JURNAL SMART ANKes Vol. 7 No. 2 (2023): JURNAL SMART ANKes
Publisher : Biro Akademik, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jsa.v7i2.138

Abstract

The national health system is essentially an order that reflects the efforts of the Indonesian people to improve the ability of health degrees which emphasizes that the goal of national development is to improve the quality of human resources. HR performance is a term that comes from the word Job Performance or Actual Performance (job performance or actual achievement achieved by someone). The design in this research is a cross sectional study. With a population of health workers working in the Banyuasin District Hospital amounting to 170 people and a sample of 170 people using the Total Sampling Technique. Bivariate data analysis using Chi Square and Multivariate using multiple logistic regression. The results showed that most of the characteristics were young age (52.9%), female gender (69.4%), education < Non Sarjana (61.2%), not civil servants (84.7%), married (82.4 %), have worked for a long time (88.8%), good working environment conditions (50.6%), good job security (55.3%), good rewards (51.8%), good performance ( 50.6%). There was no relationship between respondent's age (p= 0.122), gender (p= 0.691), education (p= 0.506), employment status (p= 0.781), marital status (p= 0.350), length of work (p= 0.358) with the performance of health workers. There is a relationship between working environment conditions (p= 0.0001; OR=5,148), job security (p= 0.0001; OR=10,938), rewards (p= 0.0001; OR=9,300) and the performance of health workers. The most dominant variable is job security (p=0.0001;OR=6,240). Suggestions as a source of reading about improving performance in the Banyuasin District Hospital and other hospitals of the same type.
PROYEKSI ANGKA KEJADIAN HIV/AIDS SAMPAI DENGAN TAHUN 2033 DI INDONESIA Handayani, Lela; Oktriyedi, Ferly
JURNAL SMART ANKes Vol. 8 No. 2 (2024): JURNAL SMART ANKes
Publisher : Biro Akademik, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jsa.v8i2.179

Abstract

Reproductive Health is a state of complete physical, mental, and social well-being, not merely the absence of disease or infirmity in all matters relating to the reproductive system, functions, and processes. HIV and AIDS infection are also related to reproductive health. HIV cases in Indonesia have increased since 2010, peaking in 2017 before declining slightly in 2018. This increase reflects progress in early detection, but the spike in cases remains a challenge due to risky behavior, use of unsterile syringes, and population mobility. The majority of cases occur in men and the productive age group (25-49 years), with the main sources of transmission coming from unknown factors, MSM, and heterosexual intercourse. Affected professions include non-professional workers, housewives, and the self-employed, indicating that HIV is widespread in various levels of society. Projections show a downward trend in HIV, with a target of eliminating new cases by 2027. However, this achievement depends on the sustainability of effective prevention, early detection, and treatment programs as well as government and community support
Karakteristik Ibu Hamil yang Mengalami Blighted Ovum Oktriyedi, Ferly; Handayani, Lela
Jurnal Lantera Ilmiah Keperawatan Vol. 2 No. 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : CV. Q2 LANTERA ILMIAH INSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehamilan merupakan proses fisiologis yang terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi berhasil terimplantasi di dalam rahim dan berkembang menjadi janin yang sehat. Namun, dalam beberapa kondisi, kehamilan dapat mengalami gangguan yang menyebabkan kegagalan perkembangan janin. Salah satu bentuk kehamilan patologis yang sering terjadi adalah blighted ovum atau kehamilan anembrionik. Penelitian ini menunjukkan bahwa blighted ovum paling banyak terjadi pada ibu hamil berusia 20-35 tahun (80,52%), dengan usia kehamilan 1-12 minggu (94,81%), serta lebih sering dialami oleh ibu nulipara (42,85%) dan ibu dengan riwayat penyakit berisiko tinggi (68,83%). Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor usia, paritas, dan kondisi kesehatan ibu berperan dalam kejadian blighted ovum. Oleh karena itu, pemeriksaan kehamilan yang lebih intensif pada kelompok berisiko tinggi diperlukan untuk mendeteksi dan mencegah komplikasi sejak dini.
Peran Keluarga dan Sekolah dalam Pembentukan Perilaku Reproduksi Sehat Oktriyedi, Ferly; Zalila, Rifka; Handayani, Lela
Jurnal Lantera Ilmiah Keperawatan Vol. 3 No. 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : CV. Q2 LANTERA ILMIAH INSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/p670bk66

Abstract

Perilaku reproduksi sehat pada remaja merupakan isu krusial dalam pembangunan kesehatan masyarakat karena berkaitan dengan pencegahan kehamilan tidak diinginkan, infeksi menular seksual, serta pembentukan relasi yang sehat dan bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran keluarga dan sekolah dalam pembentukan perilaku reproduksi sehat melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Proses penelusuran literatur dilakukan pada database Scopus, PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar dengan kriteria inklusi artikel peer-reviewed yang terbit dalam 10–15 tahun terakhir dan berfokus pada remaja usia 10–19 tahun. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi pola temuan dominan. Hasil sintesis menunjukkan bahwa keluarga berperan signifikan melalui komunikasi orang tua–remaja yang terbuka, suportif, dan konsisten, serta melalui pengawasan (parental monitoring) yang hangat dan responsif. Faktor-faktor tersebut terbukti berkorelasi dengan penundaan inisiasi seksual dan penurunan perilaku seksual berisiko. Di sisi lain, sekolah berkontribusi melalui implementasi Comprehensive Sexuality Education (CSE) yang meningkatkan pengetahuan, membentuk sikap positif terhadap relasi sehat, serta memperkuat keterampilan pengambilan keputusan dan pencegahan risiko. Temuan paling konsisten menunjukkan bahwa sinergi antara keluarga dan sekolah menghasilkan dampak protektif yang lebih kuat dibandingkan intervensi tunggal. Dengan demikian, pembentukan perilaku reproduksi sehat pada remaja memerlukan pendekatan kolaboratif berbasis keluarga–sekolah yang terintegrasi, melalui peningkatan literasi orang tua, penguatan kompetensi pendidik, serta implementasi pendidikan seksualitas yang komprehensif dan ramah remaja.
Gambran Risiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja pada Proyek Konstruksi Sekolah Rakyat Sumatera Selatan Oktriyedi, Ferly; Piko, Sari Octarina; Handayani, Lela
Jurnal Lantera Ilmiah Keperawatan Vol. 3 No. 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : CV. Q2 LANTERA ILMIAH INSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/24e9ck67

Abstract

Proyek konstruksi merupakan sektor kerja dengan tingkat risiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang tinggi akibat kompleksitas aktivitas, penggunaan alat berat, serta paparan bahaya fisik dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil risiko K3 pada Proyek Konstruksi Sekolah Rakyat Sumsel. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, identifikasi bahaya, serta analisis risiko berdasarkan kemungkinan kejadian dan tingkat keparahan dampak. Observasi dilakukan pada berbagai tahapan pekerjaan, meliputi mobilisasi, pembersihan lahan, galian, pembesian, bekisting, pengecoran, pekerjaan baja, arsitektural, hingga finishing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko dominan meliputi jatuh dari ketinggian, tertabrak alat berat, tertimpa material, paparan debu, kebisingan, bahan kimia, serta gangguan ergonomi. Tahapan pekerjaan struktural seperti galian, pembesian, bekisting, dan pengecoran memiliki tingkat risiko tertinggi. Faktor penyebab utama risiko meliputi unsafe condition, unsafe act, kurangnya housekeeping, lemahnya pengendalian teknis, serta keterbatasan pengawasan K3. Upaya pengendalian risiko yang direkomendasikan mencakup penerapan hirarki pengendalian, peningkatan pengawasan, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), pelatihan tenaga kerja, serta optimalisasi Sistem Manajemen K3. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa identifikasi bahaya dan pengendalian risiko yang sistematis merupakan kunci dalam menurunkan potensi kecelakaan dan penyakit akibat kerja pada proyek konstruksi. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar evaluasi dan perbaikan praktik K3 pada proyek konstruksi sejenis.
Penyuluhan Kesehatan Reproduksi pada Perempuan di Pabrik Beras Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan Handayani, Lela; Oktriyedi, Ferly; Zalila, Rifka; Piko, Sari Octarina
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 3 (2025): JLIPM - DESEMBER
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan reproduksi perempuan merupakan aspek penting yang memengaruhi kualitas hidup, produktivitas kerja, dan kesejahteraan keluarga. Pekerja perempuan di pabrik beras berisiko mengalami gangguan kesehatan reproduksi akibat beban kerja fisik, jam kerja panjang, dan keterbatasan akses informasi kesehatan. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan praktis peserta terkait kesehatan reproduksi. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, media edukasi, praktik demonstrasi, dan konsultasi individu. Peserta berjumlah ±50 orang, berpartisipasi aktif selama kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sekitar 40% berdasarkan evaluasi kuisioner, serta antusiasme tinggi dalam sesi tanya jawab dan konsultasi individu. Kegiatan ini diharapkan meningkatkan kesadaran pekerja perempuan, mengurangi risiko gangguan kesehatan reproduksi, serta mendorong pembentukan budaya perusahaan yang peduli kesehatan. Penyuluhan ini menjadi model pengabdian masyarakat yang efektif untuk memberdayakan pekerja perempuan melalui edukasi kesehatan reproduksi.