Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisis Mutu Pelayanan Kesehatan di Klinik Dental Care Cihanjuang Parongpong Bandung Barat Agustin, Yulia; Hamdan, Hamdan
Jurnal Ilmu Komputer dan Bisnis Vol. 16 No. 2 (2025): Vol. 16 No. 2 November (2025)
Publisher : STMIK Dharmapala Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47927/jikb.v16i2.1081

Abstract

Klinik Dental care merupakan klinik swasta yang melayani berbagai macam pelayanan kesehatan gigi. Salah satu permasalahan utama yang sering dihadapi oleh klinik ini terkait dengan mutu pelayanan adalah kurangnya jumlah tenaga medis yang tersedia serta keterbatasan fasilitas ruang yang ada. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan atau menjelaskan fenomena secara rinci dan objektif. Hasil dari penelitian ini dari indikator realibilitas, jaminan, dan empati pelayanan yang dilakukan oleh klinik dental care sudah cukup baik dalam melakukan kualitas pelayanan. Sedangkan daya tanggap klinik dental care masih kurang maksimal dikarenakan masih ada waktu dimana proses tindakan perawatan tidak dibantu oleh perawat karena sedang menangani pasien yang lain. Dan juga berdasarkan Bukti fisik yaitu prasarana di klinik Dental care masih kurang memadai yang mana tempat ruang tunggu yang sempit dapat mempengaruhi kenyamanan pasien.
Pkm Pelatihan Menulis Tanda Titik Dan Huruf Kapital Serta Mengomentari Kisah-Kisah Teladan Anak Sholeh Di TPA Al Hidayah Depok Jawa Barat Nafilah, Ila; Rokhayati, Reni; Agustin, Yulia
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 3 No. 4 (2023): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v3i4.397

Abstract

Rencana kegiatan yang akan diusulkan dalam pengabdian kepada masyarakat ini yaitu mengenalkan menulis tanda titik dan huruf kapital serta mengomentari kisah-kisah teladan anak sholeh usia Sekolah Dasar khususnya kelas II dan III di Taman Pendidikan Al Quran (TPA) Al Hidayah Meruyung, Limo Depok Jawa Barat mengenai. Target yang akan dicapai adalah sebagai berikut: 1) Anak-anak tersebut mengetahui dan mendapatkan pemahaman berkenaan dengan menulis tanda titik danhuruf kapital sehingga akan sangat membantu anak-anak untuk meningkatkankreativitas menulis produktifnya sesuai dengan kaidan Pedoman Umum EjaanBahasa Indonesia (PUEBI) dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari; 2) mendapatkan pemahaman berkenaan tentang keterampilan berbicara khususnya bagaimana mengomentari kisah- kisah teladan anak sholeh dengan menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar. Hal tersebut dapat membantu dalam rangka meningkatkan keterampilan berbicara anak dalam berkomentar. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah metode ceramah, diskusi, tanya-jawab, dan praktek. Kegiatan pengabdian masyarakat ini rencananya akan dilaksanakan pada Maret sampai dengan Agustus 2022. The activity plan that will be proposed in this community service is to introduce writing dots and capital letters as well as commenting on exemplary stories of pious children of elementary school age, especially grades II and III at Al Hidayah Meruyung Al Quran Education Park, Limo Depok, West Java. about. The targets to be achieved are as follows: 1) These children know and gain understanding regarding writing periods and capital letters so that it will greatly help children to increase their productive writing creativity in accordance with the rules of the General Guidelines for Indonesian Spelling (PUEBI) and can be applied in everyday life; 2) gain an understanding of speaking skills, especially how to comment on exemplary stories of pious children by using Indonesian properly and correctly. This can help in improving children's speaking skills in commenting. The method used in this community service is the lecture, discussion, question and answer method, and practice. This community service activity is planned to be carried out from March to August 2022. Keywords:  full stop, capital letters and commenting on exemplary stories of pious children.
Prefiks di- dan meN- pada Karangan Narasi Siswa SMP di Kota Tangerang Selatan Sumarwah; Agustin, Yulia; Ur Rohmah, Lulu’
Widyantara Vol 2 No 2 (2024)
Publisher : Ikaprobsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63629/widyantara.v2i2.127

Abstract

Penulisan awalan pada suatu kata memiliki peran penting dalam menghasilkan makna sehingga kalimat menjadi efektif. Tujuan penelitian ini, yaitu untuk mengetahui penggunaan prefiks di- dan meN- yang ada pada karangan narasi siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kota Tangerang Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Teknik penelitian yang digunakan adalah analisis isi, yaitu dengan meneliti karangan narasi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa lebih banyak menggunakan prefiks meN- 90,57% daripada prefiks di- 9,43% dalam menulis karangan narasi. Prefiks meN- yang lebih dominan digunakan oleh siswa berdasarkan perubahan bentuknya adalah prefiks mem- dan men-. Prefiks di- yang lebih banyak digunakan oleh siswa berdasarkan makna yang ditimbulkannya adalah dikenai perbuatan atau tindakan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan prefiks di- dan meN- pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kota Tangerang Selatan dapat dikatakan sudah cukup baik, karena siswa sudah dapat memahami penggunaan di- sebagai awalan serta memahami perubahan bentuk prefiks meN- sesuai dengan kaidah kebahasaan Bahasa Indonesia. This research aims to determine the use of the prefixes di- and meN- in the narrative essays of class VII students of SMP Negeri 1 South Tangerang City. This research uses a descriptive qualitative approach. The research technique used is content analysis, namely by examining students' narrative essays. The results showed that students used the prefix meN- (90.34%) more than the prefix di- (9.66) in writing narrative essays. The prefix meN- which is more dominantly used by students based on changes in form is the prefix mem- and men-. The prefix di- which is more widely used by students based on the meaning it gives is 'subject to an action or action'. So, it can be concluded that the use of the prefixes di- and meN- in class VII students of SMP Negeri 1 South Tangerang City can be said to be quite good because students can understand the use of di- as a prefix and understand changes in the form of the prefix meN- by linguistic rules in Indonesia.
Identifikasi Faktor Penyebab Kesulitan Belajar Membaca Permulaan Siswa Kelas 2 SDN 2 Korleko Agustin, Yulia; Sukri, Sukri; Syazali, Muhammad
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 4 (2025): November
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i4.1358

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab kesulitan belajar membaca permulaan peserta didik kelas 2 SD Negeri 2 Korleko tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini menggunakan penelitian Kualitatif  dengan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini yaitu guru kelas 2 dan  peserta didik kelas 2 yang mengalami kesulitan belajar membaca permulaan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini, peneliti menemukan masih banyak peserta didik yang belum mengenal huruf sama sekali atau buta huruf, membedakan bentuk huruf yang bentuknya sekilas mirip, kesulitan dalam merangkai huruf menjadi sebuah kata dan masih banyak peserta didik yang menghilangkan huruf saat mengeja. Faktor penyebab kesulitan belajar membaca permulaan peserta didik kelas 2 kebanyakan disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal yaitu keinginan atau minat peserta didik dalam membaca permulaan masih sangat rendah begitu juga dengan motivasi peserta didik dalam membaca permulaan masih sangat rendah (Faktor Psikologis) dan peserta didik juga kurang mendapatkan perhatian atau bekal membaca permulaan dari orang tuanya di rumah atau lingkungan keluarganya karena rata-rata berasal dari latar belakang broken home (Faktor Lingkungan). Maka, dapat disimpulkan bahwa peserta didik kelas 2 tersebut mengalami kesulitan belajar membaca permulaan.