Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Persepsi Mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan tentang Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka Permono, Purwono Sidik; Aji Putra, Ranu Baskora; Anggita, Gustiana Mega; Nugroho, Efa
Journal of Sport Coaching and Physical Education Vol 6 No 2 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jscpe.v6i2.51706

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa FIK UNNES terkait program MBKM dimana hal tersebut dapat mempengaruhi tingkat partisipasi mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan pendekatan metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa FIK UNNES angkatan 2018 sejumlah 853 mahasiswa dan angkatan 2019 sejumlah 850 mahasiswa. Jadi total populasinya adalah 1703 mahasiswa. Perhitungan sampel menggunakan rumus slovin sehingga didapatkan jumlah sample adalah 240 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel mahasiswa menggunakan metode simple random sampling. Data penelitian dikumpulkan menggunakan kuisioner dengan media google form. Adapun poin pertanyaannya sesuai dengan variabel penelitian, yakni pertanyaan terkait pengetahuan, sikap, dan persepsi mahasiswa FIK terkait program MBKM. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan program SPSS versi 20.0. Setelah diperoleh nilai analisis data deskriptif statistik, data tersebut dikategorikan menggunakan rumus kategorisasi. Persepsi mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang angkatan 2018 dan 2019 pada aspek menerima memperoleh persentase sebesar 43,8%, pada aspek mengerti memperoleh persentase sebesar 44,6% dan pada aspek menilai memperoleh persentase sebesar 44,6%. Simpulan hasil program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka tergolong dalam kategori sedang.
Upaya Pelatihan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (posbindu ptm) pada Kader Posyandu Di Desa Kalikayen, Kec. Ungaran Timur, Kab. Semarang Indarjo, Sofwan; Hermawati, Bertakalswa; Nugraha, Efa
Jurnal Abdimas Vol 23, No 2 (2019): December 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v23i2.17884

Abstract

Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007, memperlihatkan bahwa penyebab kematian terbesar di Indonesia untuk penduduk umur 5 tahun ke atas adalahstroke baik di perdesaan maupun di perkotaan. Selanjutnya hasil Riskesdas tersebut juga menunjukkan bahwa, berdasarkan diagnosa tenaga kesehatan, data prevalensi nasional untuk: penyakit sendi sebesar 30,3%, Hipertensi (untuk penduduk umur 18 tahun lebih) adalah 31,7%, Stroke 0,83%, Asma 4,0%, Kanker 0,4%, Jantung sebesar 7,2% dan Diabetes 1,1% (pemeriksaan dengan biomedis sebesar 5,7%). Prevalensi nasional cedera adalah 7,5% (berdasarkan pengakuan responden, untuk berbagai penyebab cedera, 25,9% merupakan cedera karena lalu lintas darat). Data untuk faktor risiko PTM adalah Obesitas Umum sebesar 10,3%, Obesitas Sentral 18,8%, Toleransi Gula Terganggu (TGT) 10,2%, Kurang makan buah dan sayur 93,6%, Minum beralkohol 4,6%, Kurang aktifitas fisik 48,2%, dan Merokok 23,7% serta prevalensi kurang aktifitas fisik untuk penduduk umur 10 tahun ke atas sebesar 48,2%. Posbindu PTM dilaksanakan setiap hari kami smulai pukul 09.00 – 11.00 di balai  desa kalikayen , Posbindu PTM dilaksanakan dengan 5 (lima) kegiatan, namun dalam situasi-kondisi tertentu dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kesepakatan bersama. Salah satu upaya untuk mengendalikan PTM adalah pemberdayaan dan peningkatan peran serta masyarakat melalui kegiatan posbindu PTM dengan kadernya. Upaya pengendalian PTM dibangun berdasarkan komitmen bersama dari seluruh elemen masyarakat yang peduli terhadap ancaman PTM melalui Posbindu PTM. Pengembangan Posbindu PTM merupakan bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan, diselenggarakan berdasarkan permasalahan
SUMBER DAYA LOKAL SEBAGAI DASAR PERENCANAAN PROGRAM GIZI DAERAH URBAN Oktia Woro Kasmini H; Bambang Budi Raharjo; Efa Nugroho; Bertakalswa Hermawati
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 13 No. 1: MARET 2017
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.006 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v13i1.1575

Abstract

Prevalensi gizi lebih dan buruk di Indonesia dan Kota Semarang, meningkat dari tahun 2007 sampai 2013. Program yang ada belum mengoptimalkan potensi yang dipunyai daerah. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan sumber daya lokal yang dapat digunakan sebagai dasar perencanaan program gizi untuk daerah urban. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, dengan fokus penelitian adalah potensi lokal yang terdiri dari unsur modal sosial, sistem sosial, sistem budaya. Penelitian dilakukan di Kota Semarang. Penentuan informan menggunakan teknik purposive dan snow ball. Instrumen yang digunakan adalah panduan observasi,wawancara, Focus Group Discussion dan Strengths Weaknesses Opportunities Threats Analysis. Hasil yang didapat, sumber daya lokal yang dipunyai dalam rangka perencanaan program gizi adalah: 1) adanya citizenship yaitu keaktivan dankreativitas kader, social organization terutama dari posyandu didukung dengan rumah gizi, dan sosial support dari keluarga. 2) Potensi lain berkaitan dengan efek dari daerah urban yaitu: (1) Ketersediaan bahan pangan yang mudah didapat, (2) Informasi kaitannya dengan kesehatan dan gizi lebih mudah didapat, dan (3) Tersedianya sarana transportasi dan infra struktur yang memadai. Sumber daya lokal di daerah urban dapat dimanfaatkan untuk perencanaan program gizi sehingga memberi peluang keberhasilan perbaikan status gizi di masyarakat menjadi lebih tinggi.
Media edukasi untuk peningkatan pengetahuan orang tua berkaitan dengan keamanan pangan anak usia dini Bertakalswa Hermawati; Efa Nugroho; Sofwan Indarjo; Fitriana Dewi Rahayu; Hauna Anja Ramadhanty; Farah Azizah Mukti
Darussalam Nutrition Journal Vol 4, No 1 (2020): Darussalam Nutrition Journal
Publisher : University of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/dnj.v4i1.3840

Abstract

Latar belakang: Prevalensi penyakit akibat makanan yaitu diare dan hepatitis lebih tinggi terjadi pada anak usia dini di wilayah pedesaan Indonesia. Pengetahuan mengelola pangan yang aman menjadi hal yang mendasar untuk diketahui ibu. Tujuan: Menganalisis tingkat pendidikan dan pernah mendapatkan informasi dengan pengetahuan mengenai keamanan pangan serta peningkatan pengetahuan orang tua anak usia dini sebelum dan setelah diberikan intervensi keamanan pangan dengan media edukasi. Metode: Studi ini menggunakan pendekatan purposive sampling. Sampel sejumlah 48 ibu dengan anak usia dibawah  lima tahun di desa Mluweh kabupaten Ungaran, Semarang. Penelitian ini menggunakan rancangan before and after experimental design. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuisioner, multimedia film dan booklet. Kuisioner terkait tingkat pendidikan, pernah mendapatkan informasi berkaitan dengan keamanan pangan dan pengetahuan keamanan pangan. Hasil: Analisis dengan uji man whitney membuktikan bahwa tidak ada perbedaan pengetahuan keamanan pangan dengan tingkat pendidikan (p=0.759) dan tidak ada perbedaan pengetahuan keamanan pangan dengan pernah mendapatkan informasi (p=0.136). Kesimpulan: Ada peningkatan pengetahuan keamanan pangan pada ibu dengan anak usia dini setelah diberikan intervensi (p=0.016). Backgroud: The prevalence of foodborne diseases such as diarrhea and hepatitis is higher in early childhood in rural areas of Indonesia. Knowledge of managing safe foodis fundamental for mothers. Objective: Analysis of media use of parents' knowledge about food safety for young children.This study used a purposive sampling approach. Sample of 48 mothers with children under five years old in Mluweh village, Ungaran district, Semarang. This study used pre-post test experimental design. The instruments in this study were questionnaires, educational multimedia (films and booklets). This questionnaire related to the level of education, had received information relating to food safety and food safety knowledge. Analysis with the Man Whitney test found that there was no difference in food safety knowledge with level of education (p 0.759) and there was no difference in food safety knowledge by evergetting information (p 0.136). Where as, sample T Test found there was an increase in food safety knowledge in mothers with children under five after being given an intervention (p 0.016). Conclusion: There is no difference in food safety knowledge with education level and there is no difference in food safety knowledge with ever getting information. But there is an increase in food safety knowledge in the parents of early childhood after being given an intervention.
Pencegahan Stunting Pada Era New Normal di Puskesmas Sekaran Mardiana Mardiana; Mursid Tri Susilo; Efa Nugroho; Latifah Rachamawati
Berdikari: Jurnal Inovasi dan Penerapan Ipteks Vol 10, No 2 (2022): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/berdikari.v10i2.13240

Abstract

Based on the Nutrition Status Monitoring (PSG) data in 2019, the prevalence of stunting in Indonesia was recorded at 27.67 percent. This figure is still above the standard set by WHO, which should not exceed 20 percent. The prevalence of stunting in Central Java showed an increase from 2014 to 2017, while the prevalence of stunting in Semarang City was 21.0%. It is feared that the increased prevalence will continue to increase due to the low or even non-functioning posyandu in the new normal era. This condition causes the skill capacity of the cadres in anthropometric measurements to decrease. This was triggered by the concerns of most mothers about the transmission of Covid-19. This service aims to maintain and increase the activity capacity of posyandu cadres in the new normal era, especially in preventing stunting. The implementation method was carried out by counseling about stunting, training and assisting cadres in anthropometric measurements, filling out and interpreting the Towards Health Card (KMS), preparing stunting books and posyandu menus. Stages of activities include preparation, implementation, and evaluation of the program. The results of the service showed an increase in knowledge of cadres before and after being given education by 53%. In addition, there was a significant difference in the knowledge of the health care providers before and after the intervention.
Childrens Safety Education Model through Child-Friendly Games Widowati, Evi; Hendriyani, Rulita; Nugroho, Efa; Qin, Axel Lee Wye
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 14, No 2 (2018)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v14i2.14705

Abstract

Children are vulnerable to potential hazards from their environment because of their cognitive, psychological and social developments are in immature stages. Formal education is still lacking in teaching safety concepts for children, hence a fun educational media for children is needed so that children can learn through child-friendly educative games. Because of that develop a fun child safety education model is important to improve childrens knowledge on the importance of safety, so that children can easily understand how to implement safety values in their life. We used Research and Development (RD) level 1 design to develop childrens safety education game, which consisted of five stages, started from the data collection up to assess the product effectiveness. The result was a “snake and ladders of safety” game as safety education media for children. We presented 12 pictures in “snake and ladders of safety” game. This research was conducted on year 2017. Based on the game evaluation, the highest average pretest score was 37.9 and the average posttest score increased to 65.5, hence there was an increase of knowledge on safety by 73.1%. It can be concluded that this game can increase childrens knowledge on safety.
Pendampingan Pembuatan Kudapan Berbahan Tepung Bonggol Pisang di Kelurahan Patemon Gunungpati Semarang Natalia Desy Putriningtyas; Widya Hary Cahyati; Efa Nugroho
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i9.11539

Abstract

ABSTRAK Anak akan mampu mengembangkan potensi maksimalnya apabila didukung dengan gizi yang baik. Masalah gizi pada anak adalah pendek, underweight, obesitas dan anemia. Kudapan sehat menjadi salah satu asupan yang mampu memberikan kontribusi untuk gizi anak. Bonggol pisang memiliki potensi sebagai bahan pembuatan kudapan sehat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melakukan pendampingan dan edukasi gizi yang berkaitan dengan kudapan sehat berbahan bonggol pisang. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian menggunakan pendampingan, pelatihan dan edukasi gizi. Mitra pengabdian kepada masyarakat adalah ibu rumah tangga kelurahan Patemon kecamatan Gunungpati Semarang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan pendampingan dan edukasi gizi yang dilakukan terhadap ibu rumah tangga memberikan peningkatan pengetahuan berkaitan dengan pemilihan kudapan sehat dan proses pengolahan bonggol pisang menjadi tepung sehingga mampu diolah menjadi kudapan sehat bagi anak. Hasil pengabdian ini juga menunjukkan bahwa perlu adanya monitoring dan evaluasi dari stakeholder sebagai penjamin keberlangsungan program penyediaan kudapan sehat anak. Pengabdian ini juga diharapkan mampu meningkatkan kapasitas ibu rumah tangga dalam memanfaatkan potensi pangan lokal. Kesimpulan kegiatan pengabdian ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan para Ibu rumah tangga kelurahan Patemon kecamatan Gunungpati kota Semarang yang berkaitan dengan pemilihan kudapan sehat pada anak yang berbasis pangan lokal. Kata Kunci: Anak, Bonggol Pisang, Edukasi, Gizi  ABSTRACT Children will be able to develop their full potential if supported by good nutrition. Nutritional problems in children are shortness, underweight, obesity and anaemia. Healthy snacks are one intake that can contribute to child nutrition. Banana pseudostem has potential as an ingredient for making healthy snacks. This community service activity aims to provide assistance and nutrition education related to healthy snacks made from banana pseudostem. The method of implementing community service activities uses mentoring, training and nutrition education. The community service partners are housewives in Patemon village, Gunungpati sub-district, Semarang. The results showed that the mentoring and nutrition education activities carried out for housewives provided an increase in knowledge related to the selection of healthy snacks and the process of processing banana pith into flour so that it can be processed into healthy snacks for children. The results of this service also show that there is a need for monitoring and evaluation from stakeholders to ensure the sustainability of the programme to provide healthy snacks for children. This service is also expected to increase the capacity of housewives in utilising local food potential. The conclusion of this service activity is that there is an increase in the knowledge of housewives in Patemon village, Gunungpati sub-district, Semarang city, related to the selection of healthy snacks for children based on local food.  Keywords: Children, Banana Hump, Education, Nutrition
Social Determinants of Stunting in Indonesia Efa Nugroho; Puput Arisma Wanti; Cahyani Wulan Suci; Bambang Budi Raharjo; Najib Najib
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 18, No 4 (2023)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v18i4.40875

Abstract

Stunting is a form of malnutrition that causes growth disorders characterized by height that is not in accordance with age. Around 8.9 million Indonesian children experience suboptimal growth. This study aimed to determine the social factors associated with the incidence of stunting in Indonesia. The method used were secondary data processing from Indonesian family data collection in 2021. The population of this data collection were 66.207.139 families from 33 provinces in Indonesia. The research sample were 38.886.147 families. The variables analyzed were indicators of pre-prosperous families, environmental facilities, high risk pregnancy in couples of childbearing age, with the risk of stunting. Data were analyzed using linear regression. The results showed that the determinants of stunting are maternal education, parental occupation and income, environment, social and family support, and health service factors. Based on the analysis, there is a relationship between the social determinants of health according to healthy people and the increase in stunting cases in Indonesia.
Integration of Minimum Initial Service Package for Reproductive Health in the Sister Village Program Hermawan, Dwi Yunanto; Widyaningrum, Heny; Lee, Sook Foong; Indarjo, Sofwan; Nugroho, Efa; Raharjo, Bambang Budi; Nisa, Alfiana Ainun; Ediyarsari, Puput; Wahyono, Bambang; Isniyati, Heni; Wasono, Edi; Prihatno, Bayu Eko; Rozali, Agus
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 19, No 2 (2023)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v19i2.43465

Abstract

Indonesia’s high Disaster Risk Index (DRI) encourages the government to pay extra attention to disaster management efforts. MISP must be available in health crises because the need for reproductive health services remains and increases during the disaster response period because 4% of the affected people are pregnant women, and 75% are women, adolescent girls, and children. Integrating MISP into the Sister Village program is very important as an effort to reduce the impact of disasters on reproductive health due to the disruption of health services. This research was carried out in 2022 to explore opportunities and obstacles to integrating MISP in the sibling village program. The research uses a qualitative design with a phenomenological approach. Data collection used Focus Group Discussion techniques with 10 informants who were stakeholders related to the research topic. The research results show that in the integration of MISP and the Sister Village program, the role of each stakeholder is very important to achieve program objectives. Cooperation and coordination between stakeholders is the key to success. The integration of MISP in the Sister Village program can increase community participation in reproductive health services, strengthen the relationship between the health sector and the development sector, and improve public awareness of the importance of reproductive health. Limited accessibility and infrastructure in remote villages, stigma and cultural problems in village communities, lack of support and attention from the government and related parties, as well as security and conflict problems in several areas are obstacles to the integration of this program. High Disaster Risk Index (DRI) Indonesia encourages the government to pay extra attention to disaster management efforts. MISP must be available in health crises because the need for reproductive health services remains and increases during the disaster response period because 4% of the affected people are pregnant women, and 75% are women, adolescent girls, and children. Integrating MISP into the Sister Village program is very important as an effort to reduce the impact of disasters on reproductive health due to the disruption of health services. This research was carried out in 2022 to explore opportunities and obstacles to integrating MISP in the sibling village program. It uses a qualitative design with a phenomenological approach. Data collection used Focus Group Discussion techniques with 10 informants who were stakeholders related to the research topic. The research results show that in the integration of MISP and the Sister Village program, the role of each stakeholder is very important to achieve program objectives. Cooperation and coordination between stakeholders is the key to the success of the program. The integration of MISP in the Sister Village program can increase community participation in reproductive health services, strengthen the relationship between the health sector and the development sector, and improve public awareness of the importance of reproductive health. Limited accessibility and infrastructure in remote villages, stigma and cultural problems in village communities, lack of support and attention from the government and related parties, as well as security problems and conflicts in several areas, are obstacles to the integration of this program.
POTENSI EKSTRAK KAYU MANIS SEBAGAI INSEKTISIDA AEDES AEGYPTI Hary, Widya; Putriningtyas, Natalia Desy; Nugroho, Efa; Maulidah, Heni; Sari, Emi Yela Utami; Putri, Emilda Yulia; Rahmawati, Annisa
Bookchapter Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang No. 5 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/km.v1i5.194

Abstract

Nyamuk Aedes aegypti merupakan vektor penular beberapa penyakit, salah satunya adalah penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD). Pengendalian dari penularan penyakit DBD ini salah satunya adalah menggunakan insektisida sintetis. Penggunaan insektisida sintetis ini berpotensi untuk mengakibatkan terjadinya resistensi. Penggunaan insektisida sintetis, secara bertahap dan progresif dapat mengakibatkan jumlah nyamuk yang resisten terhadap insektisida tersebut semakin tinggi. Insektisida alami atau nabati merupakan tumbuhan atau bagian tumbuhan yang dapat digunakan untuk mengendalikan organisme penggangu, dimana tumbuhan tersebut ada yang mempunyai bahan aktif tunggal atau majemuk. Insektisida alami atau insektisida nabati mempunyaisifat-sifat tidak meninggalkan residu di tanah maupun pada produk pertanian sehingga mudah terurai di alam, mampu menjaga keseimbangan ekosistem dan biodiversitas pada suatu agroekosistem, mampu memperlambat resistensi hama, dan usaha tani dapatterjamin ketahanan dan keberlanjutan. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai insektisida alami adalah Kayu Manis. Hal inidikarenakan kulit batang dan daun dari tanaman kayu manis memiliki senyawa aktif, yaitu minyak atsiri. Minyak atsiri mengandung sinamaldehid yang bermanfaat sebagai antibakteri dan fungisidal. Bagian kulit dan batang kayu manis banyak mengandungsenyawa sinamaldehid, sedangkan bagian daunnya banyak mengandung eugenol.
Co-Authors Adeliani, Melia Alfiana Ainun Nisa Alifah, Rafidha Nur Alkautsar, Nikmatul Ilma Alwana, Jamila Ghani Annisa Novanda Maharani Utami Annisa Rahmawati Apoina Kartini Ayu Istiada Bambang Budi Raharjo Bambang Budi Raharjo Bambang Wahyono Cahya Tri Purnami Cahyani Wulan Suci Dina Nur Anggraini Ningrum Dwi Yunanto Hermawan Ediyarsari, Puput Eka Setyaningsih Evi Widowati Farah Azizah Mukti Firahmadhani, Arifa Fitriana Dewi Rahayu Gustiana Mega Anggita Hary, Widya Hauna Anja Ramadhanty Heny Widyaningrum Hermawan, Dwi Yunanto Hermawati, Bertakalswa Isniyati, Heni Istiada, Ayu Kamka, Erry H Katantri, Zavina Kinanti, Anastasia Kristawansari, Kristawansari Laily, Linuria Asra Latifah Rachamawati Lee, Sook Foong Listianingrum, Devy Loc, Nguyen Huu Lusiyanti, Verdiana Mardiana Mardiana Maulidah, Heni Mursid Tri Susilo Nahda, Silmina Najib Najib Najib Najib Natalia Desy Putriningtyas, Natalia Desy Nisa, Alfiana Ainun Oktia Woro Kasmini H Oktia Woro Kasmini Handayani Permono, Purwono Sidik Prihatno, Bayu Eko Puput Arisma Wanti Putri, Emilda Yulia Qin, Axel Lee Wye Rachmawati, Latifah Rahmatammina, Risyda Nadila Ranu Baskora Aji Putra Rifli, Najwa Fauziyyah Nur Rozali, Agus Rr. Sri Ratna Rahayu Rubandiyah, Hidayatul Issri Rulita Hendriyani, Rulita Sabrina, Alya Khairinnisa Nur Saputri, Erina Slamet Sari, Emi Yela Utami Sarifah, Mar’atul Siswanti Siswanti Sofwan Indarjo Suci, Cahyani Wulan Tarigan, Christian Suan Fernando Ulfah, Natijatul Utami, Annisa Novanda Maharani Vu, Nguyen Thi Wasono, Edi Widya Hary Cahyati Widyaningrum, Heny Wijayantiningrum, Tutuk Yang, Chia En Yuswantoro, Rico Novian Zahroh Shaluhiyah