Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Identification and Continuity of Zie’s Batik Motifs in the Village of Malon Gunungpati Semarang City Abas Karend, Khanza Azizah; Na’am, Muh Fakhrihun
Journal of Vocational and Career Education Vol 5, No 1 (2020): July 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jvce.v5i1.26762

Abstract

Zie Batik in the Village of Malon Gunungpati, Semarang City has more characteristics namely the batik motifs that are produced. The batik motifs in Zie Batik were identified based on the research focus. The purpose of this study is to describe the identification of the motifs and to determine the continuity of the Zie batik motifs. The research method uses qualitative research methods. This research data collection technique with observation, interviews, and documentation. Data analysis using data reduction, data presentation, and drawing conclusions. This study uses source triangulation techniques to ensure data validity. The results showed that the motifs that were produced continuously were batik motifs with icons in the city of Semarang for combination batik types, and written batik, namely legendary motifs. Batik Zie in Kampung Malon originates from the idea of the surrounding nature by raising local wisdom. The batik motifs that have been produced continuously today are the Semarang icon motifs and legends. It is necessary to develop written batik motifs based on the idea of Gunungpati, namely the legend of Nyi Sekar on the development of combined batik and stamped batik developed with the source of the Semarang City icon idea, namely the Jatibarang Reservoir, Icon Durian Monti (Montong Gunungpati).
Motif Batik Belimbing: Kajian Sumber Ide dan Makna Simbolis Fauzia, Afifah Nur; Na'am, Muh Fakhrihun
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v8i2.21503

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui sejarah munculnya penciptaan motif Batik Belimbing khas Demak. 2) Mengkaji sumber ide dari motif Batik Belimbing khas Demak, dan 3) Mengetahui apa saja makna simbolis yang terkandung di dalam motif Batik Belimbing khas Demak. Data diperoleh menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi didukung pedoman berdasarkan fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Sumber ide terciptanya motif Batik Belimbing khas Demak terinsiprasi dari kondisi alam daerah Demak, yakni buah belimbing dan sisik ikan. Batik Demak dikenal mempunyai motif-motif batik yang memvisualisasikan tentang keanekaragaman potensi alam terutama hasil bumi yang terdapat di Demak. 2) Sejarah munculnya motif Batik Belimbing khas Demak Motif batik Belimbing Demak dimulai sejak abad ke-6 silam. Pada saat itu kerajaan Islam pertama yang ada di Pulau Jawa yang didirikan oleh Raden Fatah berada di Demak.  Makna simbolis yang terkandung dalam motif Batik Belimbing khas Demak adalah: (1) Jumlah sisi belimbing yang lima merupakan sebuah amalan yang dapat mengantarkan masyarakat Demak mencapa keselamatan dunia dan akhirat, yaitu menjalankan rukun Islam, dimana sholat lima waktu ada di dalamnya. (2) Motif glagahwangi bermakna bahwa sebagai manusia Demak harus terus memberikan manfaat dan berguna meskipun diremehkan dan dinafikan orang lain. (3) Motif Bintoro Aji berarti manusia harus berkerja keras. Bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan dengan memanfaatkan kekayaan alam yang ada. Selain itu juga bersyukur kepada Tuhan atas limpahan rezeki yang diberikan. 4) Motif Blimbing Jingga melambangkan kekuatan, kemauan, eksentrik, aktif, agresif, bersaing, memberikan pengaruh berkemauan keras dan penuh semangat. 5) Motif Sigaran Jambing Bledegg artinya memberi sebuah simbol keberanian, kekuatan dan energi, juga gairah untuk melakukan tindakan (action).
PENGEMBANGAN WIRAUSAHABAGIIBU-IBU DI KELURAHAN PATEMON GUNUNGPATI SEMARANGMELALUI PELATIHAN KETERAMPILAN MEMBUAT HANTARAN PENGANTIN Sawitri, Sicilia; Na’am, Fakhrihun; Rachmawati, Rina; Krisnawatai, Maria
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v4i1.13851

Abstract

Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan keterampilan membuat hantaran pengantin yang dapat dikembangkan menjadi wirausaha di kelurahan Patemon. Khalayak sasaran kegiatan ini adalah ibu-ibu dan remaja putri di kelurahan Patemon yang berminat akan mengembangkan wirausaha di bidang hantaran pengantin. Metode kegiatan yang diterapkan pada pengabdian yang bersifat pelatihan adalah ceramah, demonstrasi, dan latihan berwirausaha. Kegiatan ini di evaluasi dengan menggunakan instrumen penilaian produk hantaran pengantin. . Hasil yangdiperoleh adalah terwujudnyawirausahapembuatan hantaran pengantindi kelurahan Patemon untuk meningkatkan pendapatan keluarga bagi ibu-ibu rumah tangga.Saran yang diajukan adalah: (1) Hendaknya kewirausahaan lebih dikembangkan di Kelurahan Patemon, (2) Perluadanyamemasarkan produk yang sudah ada.
KEARIFAN LOKAL MOTIF BATIK SEMARANG SEBAGAI IDE DASAR MODEL KREATIF DESAIN KAUS DIGITAL PRINTING Na’am, Muh Fakhrihun
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v6i1.16669

Abstract

Produk desain kaus yang ada di Semarang adalah merupakan sesuatu hal yang inovatif, mempunyai nilai ekonomi tinggi, dan karya desain kaus prospek untuk memiliki hak cipta. Di era yang serba digital ini, memudahkan dalam aplilkasi sebuah karya pada benda yang fungsional dan diterima di berbagai kalangan pada khususnya remaja. Inovasi tranformatif motif dari batik konvensional pada digital printing sebatas pada kaus adalah keniscayaan, dimana apresiator, konsumen dapat menikmati dengan mudah, nyaman dipakai sekaligus dinamis untuk pengenalan ikon-ikon kota. Untuk itu desain motif batik pada kaus teramat penting sebagai publikasi pariwisata, cindera mata objek destinasi wisata itu sendiri sekaligus konstribusi ekonomi, pada wilayah regional dan nasional.Penciptaan desain kaus untuk memperkaya aneka desain  yang ada agar variatif,  pemetaan motif aplikasi desain kaus, invenstaris motif  untuk motif desain kaus. Perajin batik Semarang yang diaplikasikan ke desain kaus yang  meliputi: proses perwujudan, macam-macam motif yang ada, dilanjutkan menganalisis data; menciptakan motif untuk desain kaus, menginvestaris motif yang ada, mendaftarkan hak cipta; Produk desain kaus tersebut adalah upaya di mana paradigma yang berkembang selama ini, motif batik selalu ada pada kemeja, jarik, dan selendang. Dengan upaya ini maka motif-motif yang ada tersebut dapat masuk ke segmentasi usia pada remaja dan masuk wilayah trend fashion.
The Aesthetic Value of Costume Design in Semarang Night Carnival Budiharti, Budiharti; Syakir, Syakir; Naam, Muhamad fakhrihun
Catharsis Vol 8 No 3 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/catharsis.v8i3.34079

Abstract

Semarang Night Carnival (SNC) is a yearly costume design show from the creativity of the youth of Semarang and its surrounding areas which brings unique and interesting themes and has an aesthetic value. There are four themes that has enliven the 7th SNC in 2018 in Semarang City, they are, defile, Masquerede Gold (Batik Semarangan), Masquerede silver (Art Deco) taking the theme of Lawang Sewu, Masquerede Red (Pelangi village) and Masquirade Blue (Coast). This study aims to reveal the aesthetic values contained in the Semarang Night Carnival (SNC) costume design in Semarangan culture used in the Semarang City Anniversary activities in 2018. The benefits of research can give contributions to all parties regarding the existence of SNC both theoretically and practically. The research method used descriptive qualitative methods. Data collection techniques were obtained by observation, interview and documentation study. Data analysis used data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the costume design worn by the participants of the Semarang Night Carnival had an aesthetic value according to the property of something being valued, according to himself or according to other sources of value in accordance with the theme carried. The Semarang Night Carnival costume design worn by the participants included asem arang costume, butterfly costume, lawang sewu costume and beach costume.
The Fine Arts Learning of Free Expression As Children's Creativity Space: A Case Study At MI Alam Gaharu Baleendah School Bandung Sahal, Muhammad; Wadio, Wadio; Na:am, Muh Fakhrihun
Catharsis Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/catharsis.v10i2.50101

Abstract

Making children's experiences during the implementation of learning as the center of the best approach in guarding learning activities is a form of Experiential learning method application, namely by making the students get the hands-on experience and carry out all teaching and learning activities practically in the field. Knowledge results from a combination of understanding and transforming experience (Kolb, 1984). Experiential learning focuses on the learning process of each individual. It is a student-centered approach that begins with the premise that people learn best from their experience. As revealed by Garha (1980: 60), the method of artistic expression is a method that gives children the freedom to be able to express their feelings without being limited by conventional rules or norms of creativity in making drawings, there is no domination of teachers in its practice, and teachers/facilitator only directs the students. The elementary school period is a golden age for developing all students' abilities, one of which is creative expression. This research focused on students' creativity in making artwork in the form of performance tests, which are seen from the idea of ​​creating (cognitive aspects), performance (psychomotor aspects), and work results (product aspects). This research was qualitative. In order to understand the various aspects and objectives of learning the Artistic Expression, the researchers used data collection techniques in the form of interviews, observations, and document studies. Seperti yang diungkapkan oleh Garha (1980: 60) bahwa Metode ekspresi bebas merupakan metode yang memberi keleluasaan kepada anak-anak untuk dapat menyalurkan ungkapan perasaan tanpa dibatasi oleh aturan-aturan atau norma cipta konvensional dalam membuat gambar, pada pelaksanaannya tidak ada dominasi guru, guru/ fasilitator hanya mengarahkan siswanya. Masa sekolah dasar merupakan masa keemasan berkembangnya seluruh berkemampuan siswa, salah satunya berekspresi kreatif. penelitian ini, memfokuskan pada kreativitas siswa dalam membuat hasil karya berupa tes unjuk kerja, yang dilihat dari ide pembuatan (aspek kognitif), kinerja (aspek psikomotor), dan hasil karya (aspek produk). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Guna memahami berbagai aspek dan tujuan pembelajaran Seni Rupa Ekspresi Bebas, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan studi dokumen.
PENCIPTAAN MOTIF BATIK SUMBER IDE DARI ORNAMEN MASJID DAN MAKAM MANTINGAN Ismia, Ufik Nur; Na’am, Muh Fakhrihun; Nazwan, Atikah Putri
Fashion and Fashion Education Journal Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v10i1.36173

Abstract

CREATION OF BATIK MOTIF FROM THE MANTINGAN MOSQUE AND TOMB ORNAMENTS Ufik Nur Ismia *)a, Muh Fakhrihun Na’am *)b Department of Family Welfare Education, Faculty of Engineering State University of Semarang, E7 Campus Sekaran Gunungpati Semarang Building 50229 Email: ufikjepara123@gmail.com Abstract: Batik motifs are one of the most important factors in realizing a work of batik, by taking the source of ideas such as: abstract motifs, flora and fauna motifs, ornaments, decorative carvings, and so forth. With various sources of ideas avaible, researchers are interested in the ornaments in , mosques and Mantingan tombs. Apart from being a historical legacy, batik business people in Jepara Regency have not used batik motifs as a source of ideas from ornaments, most of them still use Jepara carvings. The method used in this research is descriptive qualitative research method. The procedure of conducting research is to create a batik motifs that takes the source of the ideas of some of the ornaments in the mosque and the mantingan tomb, and then translates them into a written batik work. Research results by describing the work, the work produced is feasible and needs to be developed with a variety of attractive colors. Keyword: ornaments, Batik Motifs.
Tingkat Pengetahuan Busana Melayu Riau dalam Upacara Pernikahan di Lingkungan Adat Riau Zairina, Nurul Farisah; Na'am, Muh. Fakhrihun
Fashion and Fashion Education Journal Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v9i1.40045

Abstract

Masyarakat Melayu Riau masih memakai dan menggunakan busana Melayu Riau dalam upacara pernikahan yang ada di lingkungan Adat Riau, yang mana seiring perkembangan dalam dunia fashion yang semakin pesat, akan tetapi masyarakat Melayu Riau masih memegang dan menerapkan adat istiadat, tradisi yang ada dalam lingkungan adat Riau. Penelitian ini untuk mengukur tingkat pengetahuan busana Melayu Riau dalam upacara pernikahan di lingkungan Adat Riau. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa asli Riau yang menempuh pendidikan di UNNES, UNDIP dan UIN Walisongo Semarang sejumlah 197 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan Random Sampling sebesar 66 responden mahasiswa. Variabel penelitian ini menggunakan variabel tunggal yaitu tingkat pengetahuan Busana Melayu Riau. Hasil analisis deskriptif persentase menunjukkan persentase tingkat pengetahuan 18% responden menyatakan termasuk dalam kriteria cukup. 82% responden menyatakan termasuk dalam kriteria kurang dan 0% atau tidak ada responden yang termasuk dalam kriteria baik. Secara rata-rata tingkat pengetahuan busana Melayu Riau diperoleh skor 44%, sehingga menunjukkan sebagian besar tingkat pengetahuan busana Melayu Riau dalam kriteria kurang. Saran, mengembangkan pelestarian Busana Melayu Riau dalam Upacara Pernikahan di Lingkungan Adat Riau sehingga generasi penerus semakin paham dan mengetahui kekayaan nasional dan warisan budaya sehingga tidak punah dan terus terjaga serta berkembang.
Eksistensi Tenun Troso Jepara Di Antara Berdirinya Perusahaan-perusahaan Garmen Anisah, Muh Fakhrihun Na’am, Novia Nur
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v9i2.27221

Abstract

Tenun Troso adalah salah satu kekhasan yang dimiliki oleh Kabupaten Jepara berupa kain yang terbuat dari benang yang ditenun dengan cara memasukkan pakan secara melintang dengan lungsi. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui eksistensi tenun Troso Jepara di antara berdirinya perusahaan-perusahaan garmen. Metode penelitian yaitu metode kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah  pengusaha Troso, perajin tenun Troso, perajin tenun Troso yang keluar dari tenun Troso dan menjadi karyawan garmen dan warga Desa Troso yang bekerja di perusahaan garmen sekitar Desa Troso serta karyawan PT. Hwaseung Indonesia dan PT. Parkland World Indonesia. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin dan mendapat responden sebesar 100 responden. Analisis data menggunakan analisis deskripstif presentase menggunakan SPSS versi 20. Hasil menunjukan bahwa rata-rata dari semua indikator menunjukan nilai indeks cukup tinggi yaitu 70.5. Mempunyai nilai mean sebesar 105.12, nilai median 105, nilai mode sebesar 105, nilai variasi sebesar 3.660546, nilai skewness sebesar -0.59337, nilai kurtosis sebesar 0.27886, nilai range sebesar 19. Nilai minimum sebesar 94 dan nilai maksimum 113. Serta nilai sum sebesar 10512.
Strategy for Increasing The Skilled Human Resources Through Training in Creating The Bridal Delivery Setyowati, Erna; Maghfiroh, Anik; Naam, Muh Fakhrihun
Jurnal Abdimas Vol 27, No 2 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v27i2.47173

Abstract

The objective of implementing this community service is to increase the knowledge and skills of the PKK women in the community sub-district of Karanganyar Gunung , Semarang in making the bridal delivery. The methods chosen to carry out this community service are as follows: 1) lectures and questions-answers are used when giving material about the bridal delivery . The practice method is used when the trainer or the presenter practices the steps for making the bridal delivery, then the training participants are asked to practice making the bridal delivery which has already been practiced, with the guidance of the trainer and the community service team. 3) monitoring and evaluation. The community service activities that have been carried out run smoothly and successfully without any obstacles. This can be seen from the enthusiasm of the participants who feel that they have increased their knowledge and skills in making the bridal deliveries. Besides that, the bridal delivery training also received a positive response from all the training participants. This can be seen from the seriousness, earnestness and activeness of the participants when participating in the bridal delivery training.