Claim Missing Document
Check
Articles

Inovasi Pembelajaran Seni Musik Pada Jenjang Pendidikan Dasar Dalam Perspektif Budaya Dan Karakter Peserta Didik Purbawati, Sih Yunika; Naam, Muh Fakhrihun; Sugiarto, Eko
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 2 No. 5 (2024): Maret - April
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jishs.v2i5.1751

Abstract

This research examines music learning innovations at the primary education level from the perspective of students' culture and character. Schools play an important role in developing students' character through a curriculum that includes Cultural Arts and Crafts subjects, especially music education. Music education contributes to the formation of a cultured national character, love for the country, creativity, co-operation, discipline and responsibility. This research highlights the importance of integrating Indonesian traditional music in the curriculum, with the aim of introducing and preserving the nation's cultural heritage. In addition, music learning innovations also include developing musical skills, self-expression, improving cognitive abilities, and instilling positive values through various creative methods and approaches. The research method used is content analysis to evaluate learning materials, curriculum, and related documents. The results show that innovation in music learning not only enhances art appreciation but also plays a significant role in students' character building. Technology integration and collaboration with local artists enrich the learning experience, increase student engagement, and build a strong foundation for future art and music appreciation. In conclusion, learning music at the primary education level can nurture a sense of pride in cultural identity, develop creativity, and shape students' strong and positive character.
Implementasi Pelaksanaan Konservasi Seni Melalui Dunia Pendidikan: Lomba Pekan Seni SD Cabang Tembang Macapat antar SD Se-Kota Tegal sebagai Upaya Pelestarian Lagu Tradisi Saefudin, Muhammad; Sugiarto, Eko; Naam, Muh Fakhrihun
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 2 No. 5 (2024): Maret - April
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jishs.v2i5.1766

Abstract

Tembang macapat, warisan budaya takbenda Indonesia, kian terancam punah di era kontemporer. Faktor utama adalah kemajuan zaman dan kekurangan guru yang berpengalaman. Ini adalah studi tentang upaya untuk melestarikan Tembang Macapat, yang dilakukan melalui Lomba Pekan Seni SD Cabang Tembang Macapat antar SD Se-Kota Tegal. Studi pustaka digunakan dalam penelitian kualitatif ini untuk menilai seberapa efektif lomba nembang macapat dalam pelestarian lagu tradisional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lomba ini dianggap sebagai metode yang efektif untuk mempertahankan Tembang Macapat. Beberapa faktor menentukan efektivitas ini, termasuk: Keteraturan: Lomba diadakan setiap tahun dan memberi siswa kesempatan rutin untuk mempelajari dan menampilkan Tembang Macapat. Pengalaman Langsung: Lomba memungkinkan siswa memahami dan menghargai Tembang Macapat dalam dunia nyata. Dengan demikian, Lomba Pekan Seni SD Cabang Tembang Macapat menunjukkan bahwa melestarikan Tembang Macapat dapat dilakukan.
Pesona Tari Retno Tanjung, Eksplorasi Budaya Lokal yang Mengispirasi dan Berkarakter Andriani, Lisa; Naam, Muh Fakhrihun; Sugiarto, Eko
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 2 No. 5 (2024): Maret - April
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jishs.v2i5.1767

Abstract

Tari Retno Tanjung merupakan tari yang ditarikan oleh gadis berasal dari daerah pesisir Jawa Tengah. Tari ini menceritakan tentang kegairahan dan rasa syukur perempuan pesisir atas kelimpahannya. Anugerah Tuhan berupa makanan laut. Hal ini juga merupakan cerminan pemikiran masyarakat Tegal. betapa pentingnya rasa kebersamaan dan rasa mensyukuri anugerah Tuhan. Salah satu karya tari yang diciptakan oleh Endang Supadmi. Beliau seorang guru SMA yang sudah hampir 37 tahun menggeluti bidang seni tari. Tari Retno Tanjung sendiri sebagai salah satu dari warisan budaya lokal yaitu Kota Tegal. Tari ini menginspirasi generasi saat ini dan mendatang. Untuk mendalaminya, menemukan berbagai aspek yang mengagumkan dari Tari Retno Tanjung. Gerakan tari yang anggun hingga makna simbolis yang tersembunyi di balik setiap langkahnya. Mengeksplorasi budaya lokal Kota Tegal yang berada di daerah pesisir pantai dengan kekhasannya serta kehidupan sosial budaya masyarakatnya melahirkan tari yang mempesona dan memberikan wawasan yang mendalam tentang keberagaman budaya Indonesia. Eksplorasi ini juga memperkuat pemahaman kita tentang pentingnya melestarikan budaya lokal dalam menghadapi arus globalisasi yang terus berkembang. Penelitian dilakukan untuk menganalisis mengenai budaya lokal Masyarakat Kota Tegal yang terangkai dalam suatu bentuk karya seni tari. Proses pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan menggali lebih dalam ke dalam pesona Tari Retno Tanjung dan eksplorasi budaya lokal yang menginspirasi, kita dapat menghargai keindahan warisan budaya kita sendiri serta memperkuat rasa kebanggaan akan identitas budaya Indonesia. Melalui pemahaman yang mendalam tentang Tari Retno Tanjung, kita dapat memastikan bahwa warisan budaya ini tetap hidup dan terus menginspirasi generasi mendatang.
Ethno-Eco-Design for ‘Literapreneurship’ in Screen Printing in Semarang Eko Sugiarto; Kemal Budi Mulyono; Bangkit Sanjaya; Muh Fakhrihun Naam; Retnoningrum Hidayah; Arif Fiyanto
Catharsis Vol. 14 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/catharsis.v14i1.26421

Abstract

This study explores the concept of Ethno-Eco-Design as a strategic approach to empower literapreneur start-ups in the screen printing and apparel industry in Semarang. Based on preliminary surveys and related studies, these start-ups face two major challenges in 21st-century entrepreneurship: low ecological awareness in their production and business practices, and limited market segmentation, particularly in reaching millennial consumers. Using a participatory action research method, this study examines how the integration of local cultural elements (ethno-design) with environmentally friendly design practices (eco-design) can enhance the sustainability and market relevance of these start-ups. As a result, a design framework was developed that not only supports green entrepreneurship (ecopreneurship) but also expands the literacy and creative capacity of young business actors in a competitive and environmentally conscious market.
Penguatan Desain Pola Motif Batik sebagai Strategi Inovasi Produk Fungsional di UMKM Batik Linggo Fakhrihun Na'am, Muh; Prasetyaningtyas, Wulansari; Syarif, Muh Ibnan; Athian, Muhammad Rahman; Aulia Pambajeng Miftahunnajah, Nimas
Room of Civil Society Development Vol. 4 No. 4 (2025): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.692

Abstract

Program pengabdian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan perajin Batik Linggo di Kendal dalam merancang desain pola motif batik yang aplikatif pada produk fungsional seperti busana dan pelengkapnya. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas perajin dalam mengembangkan desain motif batik serta keterampilan produksi dan pemasaran berbasis digital. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan partisipatif yang mencakup penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan intensif. Kegiatan ini menghasilkan 19 produk fungsional, satu di antaranya berhasil didaftarkan hak cipta, serta peningkatan signifikan dalam keterampilan desain, pemanfaatan limbah kain perca, dan penguasaan pemasaran digital. Temuan menunjukkan bahwa pelatihan desain pola berbasis motif lokal mampu memperkuat inovasi produk, mendukung prinsip keberlanjutan, serta mendorong kemandirian ekonomi perajin. Kegiatan ini sekaligus memperkuat pelestarian batik sebagai warisan budaya melalui pendekatan kreatif dan kolaboratif berbasis potensi lokal.
Fostering creativity and cultural bonds: revitalizing kasab crafts through arts education and community engagement in West Aceh, Indonesia Lindawati, Lindawati; Naam, Muh Fakhrihun; Ismawan, Ismawan; Supadmi, Tri
Gelar: Jurnal Seni Budaya Vol. 21 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/glr.v21i1.5108

Abstract

This study aims to examine the school's efforts in introducing and preserving Kasab in West Aceh through art education and community collaboration. Kasab is gold thread embroidery on velvet cloth which is widely used in Acehnese weddings as a cultural product. Kasab was introduced to art education at the West Aceh High School through arts and culture subjects. This study used a qualitative approach. The research was conducted in five high schools in West Aceh District, Indonesia. Data collection techniques were carried out through interviews with students, teachers who teach arts and culture, and Kasab craftsmen. In addition, observations were also conducted to observe the collaborative learning process of the community and teachers, as well as literature studies on community collaboration and art education in the field of crafts. The results of the study show that collaborative art education in schools and communities regarding the introduction and process of making Kasab crafts is taught in the fine arts course, which begins with making decorative motifs. Next, the Kasab crafts were embroidered with gold thread. Students and teachers performed field studies at the Kasab craftsmen's place to observe the process of making Kasab. Later on, the students practice making Kasab at school, guided by the teacher and Kasab craftsmen. This activity is very important to be performed in every high school as an effort to preserve the Kasab craft in the West Aceh district.
EDUKASI DIGITAL MUSEUM R.A.KARTINI REMBANG “Rekonstruksi Keadilan Gender Melalui Animasi Genealogi R.A.Kartini” Saputro, Godham Eko; Muhammad Wildan Khunaefi; Muhammad Fakhrihun Na’am; Siti Nurrohmah
Desain Komunikasi Visual, Manajemen Desain dan Periklanan (Demandia) Vol 9 No 2 (2024): demandia - Jurnal Desain Komunikasi Visual, Manajemen Desain dan Periklanan
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/demandia.v9i2.7639

Abstract

Studi tentang museum sering kali kurang populer, padahal merekamenawarkan manfaat edukasi yang signifikan. Dengan fokus pada animasi genealogiperjuangan gender R.A. Kartini di Museum R.A. Kartini Rembang, studi inimengeksplorasi penggunaan media digital untuk menyampaikan pesan keadilangender. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengevaluasi efektivitas desain interaktifdan animasi dalam edukasi sejarah; (2) mengidentifikasi tantangan dan peluangteknologi digital; dan (3) memberikan rekomendasi untuk pengembangan desainkomunikasi visual. Metode kualitatif dengan analisis teori desain komunikasi visualdari Paul Rand dan Zona Perkembangan Proksimal (ZPD) Lev Vygotsky menjadi dasarstudi ini. Temuan menunjukkan bahwa animasi tersebut efektif dalam menarikperhatian dan memotivasi penonton untuk terlibat lebih dalam, termasuk dalamdiskusi, pencarian informasi tambahan, dan partisipasi dalam aktivitas sosial. Dari 30pengunjung, 60% melaporkan peningkatan pemahaman tentang perjuangan Kartinisetelah menonton animasi. Namun, tantangan terkait aksesibilitas dan relevansihistoris tetap ada, dengan 71% pengelola museum mencatat masalah dalam hal ini.Kesimpulannya, desain komunikasi visual yang baik dapat meningkatkanpembelajaran digital, sementara inovasi berkelanjutan diperlukan untukmemaksimalkan potensi pendidikan digital. Studi ini menawarkan wawasan pentinguntuk pengembangan konten edukasi digital yang lebih efektif dan inklusif.
EKSPLORASI PERILAKU CYBERBULLYING REMAJA DI MEDIA WHATSAPP: PERAN POLA KOMUNIKASI DALAM KELUARGA Nurmasitah, Sita; Bella, Shafina Axa; Na’am, Muh Fakhrihun; Musdalifah
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 12 No. 1 (2025): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.121.02

Abstract

Perundungan dunia maya atau cyberbullying masih menjadi permasalahan yang marak terjadi di kalangan remaja. Fenomena ini menggambarkan bentuk intimidasi yang dilakukan secara sengaja dan berulang menggunakan teknologi digital untuk menyakiti individu atau kelompok tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor penyebab munculnya perilaku cyberbullying di kalangan remaja serta menganalisis peran pola komunikasi keluarga dalam membentuk perilaku tersebut, khususnya pada media WhatsApp. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus dan dilaksanakan di SMKN 2 Purwodadi pada bulan Mei–Juli 2024. Informan penelitian terdiri atas tiga siswa kelas XI Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) 2 yang pernah terlibat dalam kasus cyberbullying serta tiga orang tua (ayah atau ibu) dari masing-masing siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi teknik dan member check kepada informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku cyberbullying remaja dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu perilaku suka meniru, intensitas penggunaan handphone yang tinggi, kurangnya pengawasan orang tua, pola asuh yang tidak tepat, pengaruh lingkungan sebaya, serta rendahnya pemahaman mengenai dampak cyberbullying. Selain itu, ditemukan tiga pola komunikasi keluarga (otoriter, permisif, dan demokratis) yang memiliki pengaruh berbeda terhadap perilaku remaja dalam berinteraksi di dunia digital. Pola komunikasi demokratis cenderung mendorong terbentuknya perilaku positif dan empatik, sedangkan pola otoriter dan permisif berpotensi meningkatkan risiko keterlibatan remaja dalam cyberbullying. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya komunikasi terbuka dan positif antara orang tua dan anak sebagai upaya pencegahan serta penanganan cyberbullying secara efektif.   Abstract Cyberbullying remains a prevalent issue among adolescents, representing a form of intentional and repeated intimidation through digital technology aimed at harming individuals or groups. This study aims to explore the factors contributing to adolescent cyberbullying behavior and to analyze the role of family communication patterns in shaping such behavior, particularly on the WhatsApp platform. Employing a qualitative descriptive approach with a case study design, the research was conducted at SMKN 2 Purwodadi from May to July 2024. The informants consisted of three students from Class XI of the Building Design and Information Modeling (DPIB) 2 program who had been involved in cyberbullying cases, along with one parent (father or mother) of each student, selected using purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, and analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was ensured through technique triangulation and member checking. The findings reveal that adolescent cyberbullying behavior is influenced by several factors, including imitation tendencies, high mobile-phone usage intensity, lack of parental supervision, inappropriate parenting styles, peer influence, and limited understanding of the impact of cyberbullying. Furthermore, three family communication patterns (authoritarian, permissive, and authoritative) were identified, each exerting a different influence on adolescents’ digital behavior. Democratic communication patterns tend to foster positive and empathetic behavior, while authoritarian and permissive patterns may increase the risk of adolescents engaging in cyberbullying. The study concludes that open and positive communication between parents and children plays a crucial role in preventing and addressing cyberbullying effectively.
Pendidikan Keluarga sebagai Fondasi Regenerasi Pengukir Muda di Desa Mulyoharjo, Jepara Aghnia, Innaz Muthia; Eko Haryanto; Muh Fakhrihun Naam
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 4 No. 4 (2024): Desember: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v4i4.8096

Abstract

Family education is the main foundation in shaping the next generation to have strong character, high morality, and creativity to become accomplished young achievers. Through guidance and example from parents, noble values, ethics, and a fighting spirit are instilled from an early age, making them individuals ready to face the challenges of the times. Thus, the role of the family is not limited to education but also to fostering the regeneration of young carvers. The study was conducted to examine the role of family education in preserving and regenerating woodcarving art in Mulyoharjo Village, Jepara. The research used a qualitative approach, with data presented descriptively through interviews, observations, and documentation. The results of the research indicate that informal education within the family environment serves as the primary foundation for shaping the character, work ethic, and technical skills of young woodcarvers. From a young age, children are directly exposed to woodcarving activities, learning indirectly from their parents or other family members. The learning process not only involves the transfer of techniques but also instills noble values such as perseverance, precision, and a love for tradition. The role of parents as mentors and facilitators is crucial in nurturing children's interests and talents. It can be concluded that family education is the key to the sustainability of woodcarving art in Mulyoharjo Village. As such, support from various parties, including village governments and communities, is needed to strengthen the role of families as centers of cultural inheritance.
Musical Accompaniment in Dolalak Dance: The Perspective of Beauty Philosophy Cita Hapsari, Maria Magdalena; Naam, Muh Fakhrihun
Jurnal Seni Musik Vol 12 No 2 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsm.v12i2.77460

Abstract

Dolalak is an art form that encompasses the integration of dance and music components. Dolalak, a widely known folk art form, continues to thrive in the local community of Purworejo Regency, located in the province of Central Java. This form of Dolalak art is classified within the collective folk art genre, serving as a distinctive representation of the artistic tradition found in Purworejo Regency. This research is of the qualitative descriptive type. The data collection technique employed in this research is document study. The data analysis technique in this research involves data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The authenticity of the data is ensured through the technique of theoretical triangulation. The aesthetics of the music in Tari Dolalak reflect deep-seated cultural, religious, and creative values. Through harmony, rhythm, and emotional expression, the music in Tari Dolalak offers a captivating and profound artistic experience for its enthusiasts, solidifying this dance as an inseparable part of Indonesia's rich and valuable cultural heritage.
Co-Authors Abas Karend, Khanza Azizah Abdul Aziz Abdul Rahman Farras Adimas Akma Danish Azfar Aghnia, Innaz Muthia Agus Cahyono Agus Cahyono Agus Cahyono Aimar, Khairina Alfi Rifai Wahab Alfina, Zulfah Amaliyah, Millatun Anik Maghfiroh Anisih, Endang Tri Apranadyanti, Nitya Arif Fiyanto Athian, Muhammad Rahman Aulia Pambajeng Miftahunnajah, Nimas Bangkit Sanjaya Bariroh, Bariroh Bella, Shafina Axa Budiharti Budiharti Cita Hapsari, Maria Magdalena Desi Utami Dwina Mada Kamila Eko Haryanto Eko Haryanto Eko Sugiarto Erna Setyowati Etty Soesilowati Fadlilah, Eftiyati Naila Faridah Nur Amalina Fauzia, Afifah Nur Godham Eko Saputro Godham Eko Saputro Hadi Alhail Ifa Nurhayati Imron Rosyadi Innaz Muthia Aghnia Ismawan Ismawan Ismawan Ismawan, Ismawan Ismia, Ufik Nur Jatikusuma, Amellia Kasanah, Usfatun Kemal Budi Mulyono Kingkin Prasetyo Wati Krisnawatai, Maria Lilis Anggraini Lindawati Lindawati Lindawati Lindawati Lisa Andriani Maghfiroh, Anik MARIA BINTANG Maria Krisnawati Mega Fatimah Rosana Muh. Ibnan Syarif, Muh. Ibnan Muhammad Sahal Muhammad Wildan Khunaefi Muhammad Wildan Khunaefi Nana Kariada Trimartuti Nanda Delva Fitriyah Nazwan, Atikah Putri Nur Hamidah, Nur Nur Rizki Amalia Nurdiyanti, Andini Nurmasitah, Sita Nurul Kemala Dewi Oktaviana, ina Purbawati, Sih Yunika Rachmawati, Rina Rafelina, Gauri Retnoningrum Hidayah Saefudin, Muhammad Samsudin Anis Sicilia Sawitri Siti Nurrohmah Soesilowaty, Etty Sri Endah Wahyuningsih Sri Endah Wahyuningsih Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sugiarto , Eko Supadmi, Tri Syahrul Syah Sinaga Syakir Syakir - syakir syakir Tri Supadmi Wadio, Wadio Wulansari Prasetyaningtyas, Wulansari Zairina, Nurul Farisah