Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Melestarikan Tradisi Melalui Inovasi : Eksplorasi Sarung Goyor Pemalang Sebagai Tren Fashion Modern Anisih, Endang Tri; Sugiarto, Eko; Naam, Muh Fakhrihun
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 2 No. 5 (2024): Maret - April
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jishs.v2i5.1733

Abstract

Perkembangan dunia semakin canggih. Untuk bisa bersaing menghadapi tantangan globalisasi, maka kreativitas sangat diperlukan. Kreativitas dapat menjadi menjadi alat untuk menaklukan tantangan hidup di zaman modern. Mengembangkan ekonomi kreatif tidak terlepas dari budaya khas daerah setempat. Dalam budaya lokal terdapat istilah “kearifan lokal” yaitu bentuk kearifan lingkungan dalam kehidupan bermasyarakat di suatu daerah. (Laeli & Rusyida, 2021). Salah satu kearifan lokal yang ada di Pemalang adalah Kain Sarung Goyor Toldem. Penelitian dilatarbelakangi oleh maraknya penggunaan mesin dalam pembuatan kain membuat beberapa pengrajin kain tenun ATBM di Pemalang banyak yang gulung tikar hal ini disebabkan karena harga dari kain tenun yang lebih terjangkau dipasaran. Artikel ini bertujuan untuk membahas tentang upaya pelestarian tradisi melalui inovasi eksplorasi Sarung Goyor Pemalang sebagai tren fashion modern .Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode etnografi. Teknik pengumpulan data melalui studi literarur, wawancara, dan observasi. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data dan analisis data serta pemaparan data. Sarung Goyor, kain tradisional khas Pemalang, Jawa Tengah, memiliki potensi besar untuk diintegrasikan ke dalam tren fashion modern. Melalui inovasi dan eksplorasi kreatif, Sarung Goyor dapat diubah menjadi berbagai macam pakaian dan aksesoris modern yang menarik dan stylish. Hal ini dapat membantu meningkatkan nilai dan minat masyarakat terhadap Sarung Goyor, sehingga dapat membantu melestarikan tradisi dan budaya lokal. Artikel ini membahas tentang beberapa contoh desain dan kreasi fashion modern yang menggunakan Sarung Goyor. Selain itu, artikel ini juga membahas tentang manfaat dan dampak positif dari pelestarian tradisi melalui inovasi eksplorasi Sarung Goyor Pemalang sebagai tren fashion modern.
Batik Jlamprang Wujud Dari Warisan Budaya Kota Pekalongan Bariroh, Bariroh; Naam, Muh Fakhrihun; Sugiarto, Eko
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 2 No. 5 (2024): Maret - April
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jishs.v2i5.1739

Abstract

Jlamprang batik is a form of cultural heritage originating from the city of Pekalongan, Central Java. Known for its distinctive geometric motifs and use of bright colours, this batik not only displays visual beauty but also contains deep philosophical meanings. This article discusses the history, uniqueness of the motif, and values contained in Jlamprang batik. Jlamprang batik serves not only as an artistic and economic product but also as a guardian of the cultural and historical identity of Pekalongan city, as well as a reflection of the richness and diversity of Indonesian culture. This research aims to explore Jlamprang batik as a form of Pekalongan's cultural heritage using qualitative research methods. Through interviews with an employee of the Pekalongan Batik Museum and literature studies through literature searches in the form of journals related to Jlamprang batik. This research reveals the history, uses, and philosophical meanings contained in Jlamprang batik. The results show that Jlamprang batik, with its geometric motifs and bright colours, reflects not only artistic beauty but also the cultural and spiritual values of the Pekalongan people.
Eksistensi Kesenian Balo-Balo Untuk Semua Kalangan Masyarakat Di Kota Tegal Oktaviana, Ina; Naam, Muh Fakhrihun; Sugiarto , Eko
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 2 No. 5 (2024): Maret - April
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jishs.v2i5.1743

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui eksistensi kesenian balo-balo sebagai ciri khas kebudayaan di kota tegal.kesenian ini di kenalkan oleh bapak Hj.suryat dan bapak Ponaji Darso pada tahun 1970an tepatnya di kelurahan slrok kecamatan tegal timur kota tegal.balo-balo merupakan seni tradisional Seni rakyat ini memadukan musik, tari, dan lakon dalam pementasan. Istilah balo-balo berasal dari kata “bala-bala”, yang berarti kawan-kawan. Teknik pengumpulan data dalam kasus ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data yang dijadikan fokus penulis adalah ketua paguyuban balo-balo di slerok kecamatan tegal timur kota tegal dan sumber dari dinas kebudayaan kota tegal. yang kemudian data-data tersebut dianalisa dengan menggunakan teknik analisis sesuai kerangka dasar yang telah disusun.Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi kesenian balo-balo masih terus ada memang tidak seramai dahulu akan tetapi kesenian balo-balo terus dimodifikasi agar pencinta musik balo-balo yang ciri khusus musiknya tetap ada walaupun di modifikasi dengan band akan tetati alat-alat pokok pada musik balo-balo masih tetap ada.
Batik Tegalan Sebagai Aset Pendidikan Dan Budaya Masyarakat Tegal Rosyadi, Imron; Naam, Muh Fakhrihun; Sugiarto, Eko
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 2 No. 5 (2024): Maret - April
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jishs.v2i5.1745

Abstract

Tegal is a coastal region on the north coast of Java. This small region on the west side of Central Java Province has unique characteristics. Like other regions in Java, Tegal has its own distinctive batik-making centers. Almost every region in Indonesia has batik with its own characteristics, such as Solo batik, Pekalongan batik, Banyumas batik, Cirebon batik, Ponorogo batik, Tulungagung batik, Gresik batik, Surabaya batik, Madura batik, and many more with different names. In addition to the batik that has been mentioned, there is also batik that is the pride of the Tegal people, namely Tegalan batik. Batik Tegalan is actually a great potential that Tegal regency has, apart from its tourism sector. Because Tegal batik has a strong competitiveness with other batik. Bright motifs and patterns characterize this batik, which is called coastal batik. But despite its enormous potential, moor batik has not been well known by the people of Tegal in particular, and the people of Indonesia in general. This is due to the lack of promotion, as well as the lack of capital for batik craftsmen who are mostly home industry businesses. In Bengle village, which is known as the batik town of Tegal, almost all of its residents earn a living as batik craftsmen, almost all of them are in the category of SME entrepreneurs.
Inovasi Pembelajaran Seni Musik Pada Jenjang Pendidikan Dasar Dalam Perspektif Budaya Dan Karakter Peserta Didik Purbawati, Sih Yunika; Naam, Muh Fakhrihun; Sugiarto, Eko
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 2 No. 5 (2024): Maret - April
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jishs.v2i5.1751

Abstract

This research examines music learning innovations at the primary education level from the perspective of students' culture and character. Schools play an important role in developing students' character through a curriculum that includes Cultural Arts and Crafts subjects, especially music education. Music education contributes to the formation of a cultured national character, love for the country, creativity, co-operation, discipline and responsibility. This research highlights the importance of integrating Indonesian traditional music in the curriculum, with the aim of introducing and preserving the nation's cultural heritage. In addition, music learning innovations also include developing musical skills, self-expression, improving cognitive abilities, and instilling positive values through various creative methods and approaches. The research method used is content analysis to evaluate learning materials, curriculum, and related documents. The results show that innovation in music learning not only enhances art appreciation but also plays a significant role in students' character building. Technology integration and collaboration with local artists enrich the learning experience, increase student engagement, and build a strong foundation for future art and music appreciation. In conclusion, learning music at the primary education level can nurture a sense of pride in cultural identity, develop creativity, and shape students' strong and positive character.
Implementasi Pelaksanaan Konservasi Seni Melalui Dunia Pendidikan: Lomba Pekan Seni SD Cabang Tembang Macapat antar SD Se-Kota Tegal sebagai Upaya Pelestarian Lagu Tradisi Saefudin, Muhammad; Sugiarto, Eko; Naam, Muh Fakhrihun
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 2 No. 5 (2024): Maret - April
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jishs.v2i5.1766

Abstract

Tembang macapat, warisan budaya takbenda Indonesia, kian terancam punah di era kontemporer. Faktor utama adalah kemajuan zaman dan kekurangan guru yang berpengalaman. Ini adalah studi tentang upaya untuk melestarikan Tembang Macapat, yang dilakukan melalui Lomba Pekan Seni SD Cabang Tembang Macapat antar SD Se-Kota Tegal. Studi pustaka digunakan dalam penelitian kualitatif ini untuk menilai seberapa efektif lomba nembang macapat dalam pelestarian lagu tradisional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lomba ini dianggap sebagai metode yang efektif untuk mempertahankan Tembang Macapat. Beberapa faktor menentukan efektivitas ini, termasuk: Keteraturan: Lomba diadakan setiap tahun dan memberi siswa kesempatan rutin untuk mempelajari dan menampilkan Tembang Macapat. Pengalaman Langsung: Lomba memungkinkan siswa memahami dan menghargai Tembang Macapat dalam dunia nyata. Dengan demikian, Lomba Pekan Seni SD Cabang Tembang Macapat menunjukkan bahwa melestarikan Tembang Macapat dapat dilakukan.
Pesona Tari Retno Tanjung, Eksplorasi Budaya Lokal yang Mengispirasi dan Berkarakter Andriani, Lisa; Naam, Muh Fakhrihun; Sugiarto, Eko
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 2 No. 5 (2024): Maret - April
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jishs.v2i5.1767

Abstract

Tari Retno Tanjung merupakan tari yang ditarikan oleh gadis berasal dari daerah pesisir Jawa Tengah. Tari ini menceritakan tentang kegairahan dan rasa syukur perempuan pesisir atas kelimpahannya. Anugerah Tuhan berupa makanan laut. Hal ini juga merupakan cerminan pemikiran masyarakat Tegal. betapa pentingnya rasa kebersamaan dan rasa mensyukuri anugerah Tuhan. Salah satu karya tari yang diciptakan oleh Endang Supadmi. Beliau seorang guru SMA yang sudah hampir 37 tahun menggeluti bidang seni tari. Tari Retno Tanjung sendiri sebagai salah satu dari warisan budaya lokal yaitu Kota Tegal. Tari ini menginspirasi generasi saat ini dan mendatang. Untuk mendalaminya, menemukan berbagai aspek yang mengagumkan dari Tari Retno Tanjung. Gerakan tari yang anggun hingga makna simbolis yang tersembunyi di balik setiap langkahnya. Mengeksplorasi budaya lokal Kota Tegal yang berada di daerah pesisir pantai dengan kekhasannya serta kehidupan sosial budaya masyarakatnya melahirkan tari yang mempesona dan memberikan wawasan yang mendalam tentang keberagaman budaya Indonesia. Eksplorasi ini juga memperkuat pemahaman kita tentang pentingnya melestarikan budaya lokal dalam menghadapi arus globalisasi yang terus berkembang. Penelitian dilakukan untuk menganalisis mengenai budaya lokal Masyarakat Kota Tegal yang terangkai dalam suatu bentuk karya seni tari. Proses pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan menggali lebih dalam ke dalam pesona Tari Retno Tanjung dan eksplorasi budaya lokal yang menginspirasi, kita dapat menghargai keindahan warisan budaya kita sendiri serta memperkuat rasa kebanggaan akan identitas budaya Indonesia. Melalui pemahaman yang mendalam tentang Tari Retno Tanjung, kita dapat memastikan bahwa warisan budaya ini tetap hidup dan terus menginspirasi generasi mendatang.
Fostering creativity and cultural bonds: revitalizing kasab crafts through arts education and community engagement in West Aceh, Indonesia Lindawati, Lindawati; Naam, Muh Fakhrihun; Ismawan, Ismawan; Supadmi, Tri
Gelar: Jurnal Seni Budaya Vol. 21 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/glr.v21i1.5108

Abstract

This study aims to examine the school's efforts in introducing and preserving Kasab in West Aceh through art education and community collaboration. Kasab is gold thread embroidery on velvet cloth which is widely used in Acehnese weddings as a cultural product. Kasab was introduced to art education at the West Aceh High School through arts and culture subjects. This study used a qualitative approach. The research was conducted in five high schools in West Aceh District, Indonesia. Data collection techniques were carried out through interviews with students, teachers who teach arts and culture, and Kasab craftsmen. In addition, observations were also conducted to observe the collaborative learning process of the community and teachers, as well as literature studies on community collaboration and art education in the field of crafts. The results of the study show that collaborative art education in schools and communities regarding the introduction and process of making Kasab crafts is taught in the fine arts course, which begins with making decorative motifs. Next, the Kasab crafts were embroidered with gold thread. Students and teachers performed field studies at the Kasab craftsmen's place to observe the process of making Kasab. Later on, the students practice making Kasab at school, guided by the teacher and Kasab craftsmen. This activity is very important to be performed in every high school as an effort to preserve the Kasab craft in the West Aceh district.
Musical Accompaniment in Dolalak Dance: The Perspective of Beauty Philosophy Cita Hapsari, Maria Magdalena; Naam, Muh Fakhrihun
Jurnal Seni Musik Vol 12 No 2 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsm.v12i2.77460

Abstract

Dolalak is an art form that encompasses the integration of dance and music components. Dolalak, a widely known folk art form, continues to thrive in the local community of Purworejo Regency, located in the province of Central Java. This form of Dolalak art is classified within the collective folk art genre, serving as a distinctive representation of the artistic tradition found in Purworejo Regency. This research is of the qualitative descriptive type. The data collection technique employed in this research is document study. The data analysis technique in this research involves data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The authenticity of the data is ensured through the technique of theoretical triangulation. The aesthetics of the music in Tari Dolalak reflect deep-seated cultural, religious, and creative values. Through harmony, rhythm, and emotional expression, the music in Tari Dolalak offers a captivating and profound artistic experience for its enthusiasts, solidifying this dance as an inseparable part of Indonesia's rich and valuable cultural heritage.
IKAN ARWANA SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN KRIYA Kasanah, Usfatun; Naam, Muh Fakhrihun
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 13 No. 2 (2024): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduarts.v13i2.165

Abstract

Carving motifs are one of the most important factors in creating a carving work, by taking sources of ideas from motifs of flora, fauna, and so on. The existence of various sources of ideas makes researchers interested in the shape of arowana fish and lotus flowers. Apart from being an ornamental fish which is almost extinct, no business people in Grobogan Regency yet use carved arowana fish motifs, most still use floral and tiger motifs. This research aims to understand the process of creating carvings and describe the results of the carving work with the source of ideas being arowana fish and lotus flowers. The method used in this research is a qualitative descriptive research method. The procedure for carrying out the research is to create a carving motif that takes the source of the idea from the arowana fish and its habitat, then realizing it in a carved work. Data collection techniques using field observations, interviews with carving craftsmen and artists, documentation. The results of the research by describing the carving work in the creation process on teak wood using carving techniques, as well as using spray paint coloring techniques using brown melamine paint, the resulting work shows that it is suitable to be used as a carving motif and needs to be developed in various attractive colors and shapes. If a product is marketed, it is best if there is a motif that can be highlighted, if the motif is left like that, the motif will seem monotonous