Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : specta journal of technology

Kriteria-Kriteria Pemancangan yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan pada Pemilihan Jenis Driven Pile dan Metode Pemancangan Oryza Lhara Sari; Andina Prima Putri; Christianto Credidi Septino Khala
SPECTA Journal of Technology Vol. 5 No. 1 (2021): SPECTA Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (842.178 KB) | DOI: 10.35718/specta.v4i3.227

Abstract

Pengambilan keputusan membuat praktisi berhadapan dengan berbagai kondisi yang mempengaruhi pemilihan jenis tiang dan metode pemancangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kriteria-kriteria pemancangan yang mempengaruhi pemilihan jenis driven pile dan metode pemancangan yang optimal. Konseptual model disajikan sebagai model teoritis dari literature review yang dilakukan. Survei pendahuluan dilaksanakan dengan mengidentifikasi kriteria dengan wawancara kepada empat expert yang berpengalaman melakukan pekerjaan pemancangan pondasi. Kriteria yang telah diidentifikasi oleh expert digunakan untuk survei kuesioner. Survei kuesioner dilakukan kepada 45 responden praktisi yang pernah melakukan pekerjaan pemancangan pondasi di Balikpapan. Analisis yang digunakan untuk mengetahui kriteria yang berpengaruh adalah analisis deskriptif, uji nonparametrik (Kruskal-Wallis), uji validitas dan reliabilitas. Hasil mendapatkan tiga variabel utama yang meliputi kriteria pemancangan, jenis driven pile dan metode pemancangan. Enam kriteria pemancangan penentu yang didapatkan yaitu karakteristik tanah, kondisi lapangan, karakteristik bangunan, biaya, waktu dan pengalaman sebelumnya.
Comparative Study of Open Frame Structure Modeling with Diagonal Bracing at the Integrated Laboratory of Institut Teknologi Kalimantan Christianto Credidi Septino Khala; Andina Prima Putri; Oryza Lhara Sari
SPECTA Journal of Technology Vol. 5 No. 1 (2021): SPECTA Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1188.077 KB) | DOI: 10.35718/specta.v4i3.229

Abstract

Generally, brick wall (hebel) is considered as non-structural element, which never be counted to bear structural load. But, if carefully calculated, brick walls take part in structure load bearing. In the purpose of reducing the main structural element properties, the brick wall needs to be considered in bearing structural load. In this article, the brick walls modelled as compressive bracings. Using the structure analysis program, the model showed some significant differences in terms of internal force. From the analysis, the differences of moment, shear, axial and torsional force between open frame model (usual model, OF) and compressive bracing (CB) model were 38.17 kN.m; 58.03 kN; 181.75 kN dan 44.18 kN.m, respectively, where the first model had the bigger numbers than the latter model. Displacement of OF model was quite larger than CB model, with the value of difference was up to 85.35% for the X direction structures, and 70.83% for the Y direction. Final properties used for the design are smaller compared than original design, 30/60 to 40/60 for the beams, 50/50 for the columns with the different reinforcements 16-D22 for the second model compared to 20-D22 for the first one. The depth of slab on the second model was 180 mm, slightly smaller than the first model, 190 mm. It can be concluded that using compressive bracing model, structural properties of ITK Integrated Laboratory Building may greatly be reduced, compared to OF model.
Penilaian Penerapan Green Building Pada Gedung Terpadu Politeknik Negeri Balikpapan: 237 - 245 Oktavia Melati Putri; Oryza Lhara Sari
SPECTA Journal of Technology Vol. 10 No. 2 (2026): Specta Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/specta.v10i2.899

Abstract

Penilaian bangunan hijau pada gedung pendidikan yang telah beroperasi penting karena kegiatan operasional bangunan berkaitan dengan penggunaan energi, air, material, timbulan limbah, serta kualitas lingkungan dalam ruang. Penelitian ini mengevaluasi penerapan konsep green building pada Gedung Terpadu Politeknik Negeri Balikpapan menggunakan GREENSHIP Existing Building versi 1.1 dan mengidentifikasi faktor prioritas menurut pengguna gedung. Metode penelitian menggabungkan penilaian lapangan dan verifikasi ahli dengan survei kuesioner terhadap 100 dosen dan mahasiswa. Data kuesioner dianalisis melalui uji validitas, reliabilitas Cronbach's alpha, statistik deskriptif, dan analisis kumulatif berbasis Pareto. Kondisi eksisting memperoleh 21,97 poin dari maksimum 117 poin atau 18,78%, sehingga belum mencapai batas minimum Bronze. Sebanyak 17 indikator yang dilaporkan memenuhi kriteria validitas (r > 0,165), sedangkan nilai Cronbach's alpha sebesar 0,957 menunjukkan instrumen yang reliabel. Mean tertinggi terdapat pada pengelolaan limbah melalui 3R dan pengelolaan sampah lebih lanjut (mean = 4,10). Meskipun demikian, perhitungan kumulatif menunjukkan bahwa sekitar 80% kontribusi total mean baru tercapai oleh 14 indikator, sehingga dua indikator tersebut diposisikan sebagai prioritas tertinggi, bukan sebagai satu-satunya faktor yang mewakili keseluruhan. Berdasarkan skor skenario perbaikan per kategori yang tersedia pada naskah, hasil perhitungan ulang mencapai 42,08 poin atau 35,97% dan berpotensi memasuki peringkat Bronze dengan syarat seluruh ketentuan prasyarat yang berlaku dipenuhi. Prioritas perbaikan diarahkan pada pengelolaan limbah operasional, efisiensi energi dan air, serta penguatan manajemen green building di tingkat institusi.