Sasputra, I Nyoman
Unknown Affiliation

Published : 27 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS EKSTRAK PEGAGAN (Centella asiatica (L.) URBAN) DENGAN SALEP GENTAMISIN TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA INSISI TIKUS PUTIH Sprague dawley Anu, Helena Vaustina; Amat, Anita Lidesna Shinta; Sasputra, I Nyoman
Cendana Medical Journal Vol 8 No 1 (2020): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.566 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v8i1.2654

Abstract

Luka merupakan permasalahan medis yang sering kita temui. Masih sering didapatkan penggunaan obat tradisional untuk luka. Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) atau yang sering dikenal dengan tanaman tapak kuda adalah satu dari beberapa tanaman di Indonesia yang digunakan dalam pengobatan tradisional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan efektivitas ekstrak pegagan dengan salep gentamisin terhadap penyembuhan luka insisi tikus putih Sprague dawley. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimental. Hewan percobaan dibagi dalam 3 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (P1) diberi perawatan aquades, kelompok kontrol positif (P2) diberi perawatan salep gentamisin dan kelompok perlakuan (P3) diberi perawatan dengan ekstrak pegagan. Pengamatan proses penyembuhan luka secara makroskopis menggunakan kriteria Nagaoka. Analisis data mengunakan uji Anova dan Kruskall Wallis. Hasil penelitian menunjukan bahwa efek penyembuhan luka secara makroskopis oleh esktrak pegagan dengan salep gentamisin tidak menunjukan perbedaan yang signifikan dengan nilai signifikan p > 0,05. Kesimpulan hasil penelitian menunjukan ekstrak pegagan memberikan efek penyembuhan luka yang sama dengan salep gentamisin.
EFEK PEMBERIAN MINUMAN SOPI DIBANDINGKAN ALKOHOL JENIS LAINNYA TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI PANKREAS TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) GALUR Sprague dawley Edo, Jefryson Udju; Artawan, I Made; Sasputra, I Nyoman
Cendana Medical Journal Vol 8 No 1 (2020): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.069 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v8i1.2658

Abstract

Sopi merupakan minuman alkohol hasil fermentasi dari nira atau (sadapan lontar). Alkohol adalah salah satu faktor penyebab pankreatitis kronik, yang sering ditemukan pada laki-laki usia dewasa muda (30-40 tahun). Penelitianmenunjukan jika setelah serangan pankreatitis pertama, pasien mengonsumsi alkohol dengan dosis sama seperti sebelumnya, memiliki resiko 41% menjadi kronis, jika konsumsi alkohol diturunkan resiko menjadi 23%. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan dan menganalisis gambaran mikroskopis pankreas antara Sopi dibandingkan dengan Vodka dan Bir. Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorikpost-test controlled group design menggunakan 28 tikus dibagi menjadi 4 kelompok. K merupakan kelompok kontrol diberi aquades. P1,P2 dan P3 merupakan kelompok eksperimental yang diberi Bir (4,7%), Vodka (40%) dan Sopi (53%) dengan dosis 8 ml/kgBB selama 10 hari. Perubahan diamati secara mikroskopis menggunakan kriteria Schmidt dibagi menjadi 4 kriteria : edema, infiltrat leukosit, nekrosis sel asinar, perdarahan. Data hasil penelitian diuji menggunakan uji statistik yaitu ANOVA dan Post Hoc LSD. Hasil kelompok P1 didapatkan edema dan perdarahan,kelompok P2 dan P3selain edema dan perdarahan didapatkan infiltrat leukosit dan nekrosis sel asinar. Hasiluji ANOVA didapatkan perbedaan bermakna (p=0,000). Hasiluji LSD didapatkan perbedaan bermakna antara K-P1(p=0,001) K-P2(p=0,000) K-P3(p=0,000) P1-P2(p=0,000) P1-P3(p=0,000). Kesimpulan perubahan histopatologi paling buruk terjadi pada pemberian sopi dan vodka, antara sopi dan vodka tidak ada perbedaan perubahan histologi yang bermakna, sedangkan pada pemberian sopi dan bir terdapat perbedaan bermakna
STUDI KOMPARATIF EFEKTIVITAS PEMBERIAN EKSTRAK DAUN LAMTORO(LEUCAENA LEUCOCEPHALA) DAN SALEP GENTAMISINTERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT KULIT MENCIT (MUS MUSCULUS) Wulan Bunganaen, Maria Chrisdianne; Sasputra, I Nyoman; Artawan, I Made
Cendana Medical Journal Vol 8 No 1 (2020): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.308 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v8i1.2660

Abstract

Luka sayat merupakan trauma yang terjadi. Salah satu tanaman yang digunakan sebagai obat topikal luka sayat adalah daun lamtoro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas pemberian ekstrak daun lamtoro (Leucaena leucocephala) dan salep gentamisin terhadap penyembuhan luka sayat kulit mencit (Mus musculus). Metodologi penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan desain “true experimental design post test only control group design”. Data diuji secara statistik menggunakan uji nonparametrik yaitu Kruskal-Wallis. Hewan uji diberi perlakuan luka sayat dengan panjang luka 2 cm dan kedalaman mencapai dermis. Sampel dibagi 3 kelompok yakni kelompok kontrol diberikan aquades, kelompok perlakuan 1 diberikan ekstrak daun lamtoro dan kelompok perlakuan 2 diberikan salep gentamisin. Setiap kelompok terdiri atas 5 ekor mencit (Mus musculus) sehingga total sampel adalah 15 ekor. Penyembuhan luka sayat diamati selama 14 hari secara makroskopis menggunakan kriteria Nagaoka. Hasil penelitian diperoleh p=0,052(p>0,05). Tidak ada perbedaan bermakna antara 3 kelompok pada penilaian makroskopik. Kesimpulan penelitiaan ini adalah penyembuhan luka antara kelompok kontrol, perlakuan 1 dan perlakuan 2 tidak memiliki perbedaan yang signifikan
UJI PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) DAN SALEP GENTAMISIN TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA INSISI KULIT MENCIT (MUS MUSCULUS) Nafi, Rezki May; Sasputra, I Nyoman; Rante, Su Djie To
Cendana Medical Journal Vol 8 No 2 (2020): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.952 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v8i2.3354

Abstract

Luka sayat atau insisi merupakan salah satu trauma akibat benda tajam yang sering terjadi dalam kehidupan sehari - hari. Salah satu tanaman yang digunakan sebagai obat luka sayat atau insisi adalah daun kelor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas pemberian ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) dan salep gentamisin terhadap penyembuhan luka insisi kulit mencit (Mus musculus). Metodologi penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan desain “true experimental design post-test only control group design”. Hewan uji akan diberi perlakuan berupa luka insisi dengan panjang luka 2 cm dan kedalaman hingga mencapai dermis. Hewan uji dibagi dalam 3 kelompok yakni kelompok kontrol, kelompok perlakuan 1 yang diberikan ekstrak daun kelor dan kelompok perlakuan 2 yang diberikan salep gentamisin. Setiap kelompok terdir iatas 5 ekor mencit sehingga total sampel yang digunakan adalah 15 ekor. Proses penyembuhan luka sayat diamati selama 14 hari secara makroskopis kriteria Nagaoka. Data diuji secara statistic menggunakan uji non parametric yaitu Kruskal-Wallis. Hasil uji Kruskal-Wallis untuk penilaian penyembuhan luka secara makroskopik diperoleh p=0,007(p<0,05), sedangkan dari uji komparasi Post-Hoc Mann-Whitney perbandingan antara ekstrak daun kelor dan salep gentamisin diperoleh p=0,050. Kesimpulan penyembuhan luka secara makroskopis antara ketiga kelompok terdapat perbedaan yang signifikan, sedangkan hasil uji komparasi antara kelompok perlakuan 1 (ekstrak daun kelor) dan perlakuan 2 (salep gentamisin) tidak memiliki perbedaan yang signifikan
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PEMBERIAN EKSTRAK RIMPANG KUNYIT(CURCUMA DOMESTICA VAL) DAN SALEP GENTAMISIN TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT KULIT MENCIT (MUS MUSCULUS) Maan, Josef Satrida Yustino; Sasputra, I Nyoman; Wungouw, Herman P L
Cendana Medical Journal Vol 8 No 2 (2020): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.12 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v8i2.3359

Abstract

Luka adalah rusaknya struktur dan fungsi anatomis normal akibat keadaan patologis. Dalam penanganan luka, pengobatan tradisional yang sering digunakan adalah menggunakan kunyit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas pemberian ekstrak rimpang kunyit(Curcuma domestica Val) dan salep gentamisin terhadap penyembuhan luka sayat kulit mencit (Mus musculus). Metodologi penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan desain “true experimental design post test only control group design”. Hewan uji yang digunakan berupa mencit yang diberi perlakuan berupa luka sayat pada punggung dengan panjang luka 2 cm dan kedalaman hingga mencapai dermis. Setelah itu, hewan uji akan diberikan perawatan yang dibagi dalam 3 kelompok yakni kelompok kontrol yang diberikan aquades, kelompok perlakuan 1 yang diberikan ekstrak rimpang kunyit dan kelompok perlakuan 2 yang diberikan salep gentamisin. Setiap kelompok terdiri atas 5 ekor mencit (Mus musculus) sehingga total sampel yang digunakan adalah 15 ekor yang dipilih secara acak. Setelah itu, proses penyembuhan luka sayat diamati selama 14 hari secara makroskopis kriteria Nagaoka. Data yang diperoleh kemudian diuji secara statistik menggunakan uji nonparametrik yaitu Kruskal-Wallis. Hasil pada penelitian ini diperoleh hasil p=0,061(p>0,05) untuk penilaian makroskopik dengan uji Kruskal-Wallis. Kesimpulan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penyembuhan luka secara makroskopik antara kelompok kontrol, kelompok perlakuan 1 dan kelompok perlakuan 2 tidak memiliki perbedaan yang signifikan.
UJI EFEK EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA TIKUS PUTIH GALUR WISTAR YANG DIINDUKSI ALUMINIUM KLORIDA Dadi, Alvin Kiha; Lidia, Kartini; Setianingrum, Elisabeth Levina Sari; Sasputra, I Nyoman
Cendana Medical Journal Vol 8 No 3 (2020): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.654 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v8i3.3488

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan yang mempengaruhi masyarakat di seluruh dunia. Kontributor yang paling signifikan terhadap timbulnya anemia adalah defisiensi besi. Anemia defisiensi besi menyebabkan gangguan perkembangan kognitif dan fisikanak. Pada kehamilan menyebabkan peningkatan risiko bayi dengan berat lahir rendah, keguguran, prematuritas, dan risiko perdarahan sebelum atau saa tpersalinan. Salah satu potensi makanan lokal yang kaya zatbesi dan tersedia secara luas tetapi belum dimanfaatkan sepenuhnya adalah daun kelor (Moringa oleifera). Daun kelor kaya akan zat besi dibandingkan bayam, kacang almond dan lebih banyak diserap kedalam darah. Hal ini menarik peneliti untuk melakukan penelitian mengenai “Uji Efek Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa Oleifera) terhadap Kadar Hemoglobin pada Tikus Putih Galur Wistar yang Diinduksi Aluminium Klorida.” Tujuan penelitian ini untuk menguji efek ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) terhadap kadar hemoglobin pada tikus putih galur Wistar yang diinduksi aluminium klorida. Metodologi penelitian true experimenta - randomized pretest and posttest with control group dengan30 sampelyang dibagidalam 6 kelompok dengan teknik randomisasi probability sampling. Data diuji secara parametrik menggunakan Paired T Test. Hasil uji statistik parametrik Paired T Test memiliki signifikansi 0,012 (p< 0,05) yang menunjukan adanya pengaruh pemberian ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) terhadap peningkatan kadar hemoglobin tikus. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat pengaruh pemberian ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada tikus strain wistar yang diinduksi aluminium klorida
PENGARUH PAPARAN ASAP BAKARAN SAMPAH PLASTIK TERHADAP GAMBARAN SEL-SEL INFLAMASI DAN GAMBARAN HISTOPATOLOGI PARU MENCIT Sasputra, I Nyoman; Koamesah, Sangguana M J; Rante, Su Djie To
Cendana Medical Journal Vol 8 No 3 (2020): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.671 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v8i3.3495

Abstract

Plastik merupakan bahan yang sering digunakan sebagai alat rumah tangga. Produksi dan penggunaan plastik (bahan polimer) pada tahun 2016 di seluruh dunia mencapai 245 juta ton dan terus meningkat setiap tahunnya. Sampah plastik merupakan masalah lingkungan berskala global. Proses pembakaran sampah plastik memiliki efek terhadap sistem pernapasan. Pengelolaan sampah dengan cara dibakar dapat menghasilkan berbagai zat yang memiliki efek pada sistem pernapasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh paparan asap bakaran sampah plastik terhadap gambaran sel-sel inflamasi dan gambaran histopatologi paru mencit. Metodologi penelitian merupakan jenis eksperimental laboratorium dengan true experimental design dan post-test controlled group design. Sampel dalam penelitian ini menggunakan 12 ekor mencit ditambah 2 ekor mencit sebagai cadangan. Sampel penelitian dibagi kedalam 2 kelompok yaitu 1 kelompok kontrol dan 1 kelompok perlakuan yang dipapari asap bakaran sampah plastik jenis polypropylene sebesar 120 ml/30 menit selama 14 hari. Perubahan histopatologi paru diamati secara mikroskopis setelah 14 hari masa intervensi dan dinilai menggunakan skor kerusakan paru oleh Marianti. Semua data pada penelitian ini diuji secara statistik menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan dianalisis menggunakan Uji Independen T-Test apabila data penelitian bersifat parametrik atau Uji Mann-Whitney apabila data penelitian bersifat non-parametrik. Dari penelitian ini diperoleh hasil p=0,003 (p<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan paparan asap bakaran sampah plastik terhadap gambaran sel-sel inflamasi dan gambaran histopatologi paru mencit
HUBUNGAN INSOMNIA TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN DI KUPANG Gue, Ronaldo Osario Lau; Amat, Anita Lidesna Shinta; Sasputra, I Nyoman
Cendana Medical Journal Vol 9 No 1 (2021): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.172 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v9i1.4939

Abstract

Seseorang yang mengalami insomnia akan mengantuk pada siang hari, sehingga dapat menurunkan konsentrasi dan akan mengganggu aktivitas. Konsentrasi diperlukan agar dapat berpikir dan bertindak untuk memiliki perhatian terhadap objek yang dipelajari dengan mengesampingkan hal-hal lain yang tidak ada hubungannya dengan pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan insomnia terhadap konsentrasi belajar mahasiswa Fakultas Kedokteran di Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini jenis penelitian kuntitatif. Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah proportional stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 76 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner KSPBJ-IRS untuk mengukur insomnia dan kuesioner Konsentrasi Belajar untuk mengukur kemampuan konsentrasi belajar. Analisis data yang digunakan adalah uji spearman rank. Hasil analisis bivariat pada 76 orang mahasiswa menunjukkan adanya hubungan signifikan (p=0,000) antara insomnia dengan konsentrasi belajar. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan antara insomnia dengan konsentrasi belajar pada mahasiswa Fakultas Kedokteran di Kupang.
FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KANKER KOLOREKTAL DI RSUD PROF.DR.W.Z. JOHANNES KUPANG Bouk, Laura Archangela Evangelista; Sasputra, I Nyoman; Wungouw, Herman Pieter Louis; Rante, Su Djie To
Cendana Medical Journal Vol 9 No 1 (2021): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.154 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v9i1.4947

Abstract

Kanker kolorektal merupakan suatu keganasan yang berasal dari jaringan usus besar yang terdiri atas kolon dan rektum. Kejadian kanker kolorektal berhubungan dengan faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi seperti usia dan jenis kelamin dan faktor risiko yang dapat dimodifikasi yaitu merokok dan konsumsi alkohol. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kanker kolorektal seperti usia, jenis kelamin, merokok dan alkohol di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang pada tahun 2016-2020. Metodologi penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 19 orang dengan cara total sampling. Hasil penelitian ini tidak terdapat hubungan usia dan kejadian kanker kolorektal didapatkan hasil p = 0,990 (p<0,05), tidak terdapat hubungan jenis kelamin dengan kejadian kanker kolorektal didapatkan p = 1,000 (p<0,05), tidak terdapat hubungan merokok dengan kejadian kanker kolorektal didapatkan p = 1,000 (p<0,05), tidak terdapat hubungan alkohol dengan kejadian kanker kolorektal didapatkan p = 1,000 (p<0,05) dengan menggunakan uji alternatif Chi-Square yaitu Kolmogorov-Smirnov. Kesimpulan dari penelitian ini tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia, jenis kelamin, merokok, alkohol dengan kejadian kanker kolorektal di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang.
Faktor Risiko Kanker Ovarium Jenis Epitelial Di RSUD Prof. Dr.W.Z Johannes Kota Kupang Nusa Tenggara Timur Tahun 2016-2019 Nababan, Ezra Harun Florentino; Sihotang, Jojor; Sasputra, I Nyoman; Damanik, Efrisca M. Br.
Cendana Medical Journal Vol 9 No 2 (2021): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.416 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v9i2.5966

Abstract

Penyakit kanker ovarium ini tidak menimbulkan gejala, itulah sebabnya tumor ini dikenal sebagai penyakit yang tumbuh diam-diam tapi mematikan . Peningkatan insidensi kanker ovarium erat hubungannya dengan semakin meningkatnya usia, jumlah paritas, penggunaan kontrasepsi dan faktor keturunan pada negara berkembang. Tujuan penelitian ini utnuk mengetahui karakteristik faktor risiko yang mempengaruhi terjadinya angka insiden kanker ovarium jenis epithelial. Mengetahui hubungan antara usia, paritas kontrasepsi dan faktor keturunan dengan risiko kejadian kanker ovarium jenis epitelial, di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang. Metodologi penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional menggunakan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian adalah penderita kanker ovarium di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kota Kupang berjumlah 42 responden dengan cara total sampling. Hasil penelitian ini tidak terdapat hubungan usia dan kejadian kanker ovarium jenis epitelial didapatkan hasil p = 0,784 (p<0,05) menggunakan uji chi square test, tidak terdapat hubungan paritas dan kejadian kanker ovarium jenis epitelial didapatkan hasil p = 0,355 (p<0,05) menggunakan uji chi square test, tidak terdapat hubungan kontrasepsi dan kejadian kanker ovarium jenis epitelial didapatkan hasil p = 0,728 (p<0,05) menggunakan uji kolmogorov-smirnov test dan tidak terdapat hubungan faktor keturunan dan kejadian kanker ovarium jenis epitelial didapatkan hasil p = 0,974 (p<0,05) menggunakan uji kolmogorov-smirnov test. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Usia, Paritas, Kontrasepsi, Faktor Keturunan terhadap Faktor Risiko Kanker Ovarium Jenis Epitelial di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang tahun 2016-2019.