Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENETAPAN KADAR VITAMIN C PADA BUAH MELON BIASA, MELON MADU (Cucumis melo L.) SECARA TITRASI IODIMETRI DAN TITRASI 2,6-DIKLOROPHENOL INDOPHENOL Insan, hafni nur; Ayus Diningsih
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v9i2.1788

Abstract

Melon merupakan salah satu komoditas pertanian unggulan yang dianggap memiliki prospek yang baik dalam pemasaran. Daya tarik melon mempunyai kharisma tersendiri di kalangan masyarakat. Selain itu, buah melon juga sangat bermanfaat bagi kesehatan karena zat-zat gizi yang dikandung seperti kalium, kalsium, fospor, serat, vitamin A, B, dan C. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar vitamin C dari buah melon. Penetapan kadar vitamin C dalam pangan dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain dengan titrasi iodin, titrasi 2,6-diklorophenol indophenol, kromatografi cair kinerja tinggi dan spektrofotometri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode titrasi iodimetri dan metode titrasi 2,6-diklorophenol indophenol. Kedua metode ini dilakukan untuk dapat mengetahui metode mana yang paling baik digunakan dalam penetapan kadar vitamin C. Dari hasil penelitian diperoleh kadar vitamin C pada buah melon biasa dengan menggunakan metode titrasi iodimetri adalah 19,70 mg / 100 g sedangkan dengan metode titrasi 2,6-diklorophenol indophenol adalah18,12 mg / 100 g. Pada buah melon madu diperoleh kadar vitamin C dengan menggunakan titrasi iodimetri adalah 17,45 mg / 100 g dan menggunakan metode titrasi 2,6-diklorophenol indophenol adalah 16,00 mg / 100 g.
UJI STABILITAS EKSTRAK TERPILIH RAMUAN JAMU SAINTIFIK PENURUN KADAR GULA DARAH Sasmita, Sasmita; Puspitasari, Adinda; Insan, Hafni Nur
Jurnal Spektrum Kesehatan Vol 1 No 4 (2025): Vol. 1 No. 4 Desember 2025
Publisher : PT. Media Ilmiah Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/rum-kes.v1i4.64

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi stabilitas ekstrak terpilih ramuan jamu saintifik penurun kadar gula darah melalui uji degradasi paksa. Sampel diekstraksi menggunakan beberapa metode, yaitu infusa, dekokta, seduhan, hidrotrop, dan maserasi, kemudian dilakukan pengujian stabilitas terhadap berbagai kondisi stres. Uji degradasi meliputi kondisi asam menggunakan HCl 0,1 N, kondisi basa dengan NaOH 0,1 N, kondisi oksidatif menggunakan H₂O₂ 3%, kondisi termal pada suhu 60 °C, serta uji fotostabilitas. Parameter yang diamati adalah perubahan kadar flavonoid total menggunakan metode spektrofotometri UV–Vis pada hari ke-1, ke-3, dan ke-7. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh metode ekstraksi mengalami penurunan kadar flavonoid total seiring waktu penyimpanan pada semua kondisi perlakuan. Degradasi paling signifikan terjadi pada perlakuan suhu tinggi dan paparan cahaya, sedangkan kondisi asam, basa, dan oksidatif juga menyebabkan penurunan kadar yang bermakna. Hal ini menunjukkan bahwa senyawa aktif dalam ekstrak bersifat labil terhadap panas, cahaya, serta kondisi lingkungan ekstrem. Kesimpulannya, ekstrak terpilih ramuan jamu saintifik memiliki potensi sebagai bahan antidiabetik herbal, namun memerlukan pengendalian kondisi penyimpanan yang tepat untuk menjaga stabilitas senyawa aktifnya.