Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Peran Orang Tua dalam Membentuk Regulasi Emosi dan Kemandirian Anak Usia Dini Lubis, Suaidah; Situmeang, Sintong Ekapriasi; Nurhandayani, Ika; Manurung, Irma; Ningsih, Dwi Ayu; Hafnizar, Hafnizar; Syam, Tengku Nuranasyah; Simbolon, Lenny Marlina; Manurung, Dohar Mauli
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran orang tua dalam membentuk regulasi emosi dan kemandirian anak usia dini di TK Bhineka Tunggal Ika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas lima orang tua yang memiliki anak usia 4–6 tahun dan terlibat langsung dalam pengasuhan sehari-hari, serta didukung oleh informasi dari guru kelas. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap subjek menerapkan pola pendampingan yang berbeda dalam membentuk regulasi emosi dan kemandirian anak. Regulasi emosi anak terbentuk melalui respon emosional orang tua yang hangat, keteladanan dalam mengelola emosi, serta komunikasi yang membantu anak mengenali dan mengekspresikan perasaannya. Sementara itu, kemandirian anak berkembang melalui pembiasaan aktivitas sehari-hari, pemberian kesempatan untuk mencoba secara mandiri, serta penguatan positif dari orang tua. Faktor pendukung dalam pendampingan meliputi kesabaran dan kesadaran orang tua, sedangkan faktor penghambat berupa keterbatasan waktu dan kelelahan. Penelitian ini menegaskan bahwa kualitas pendampingan orang tua berperan penting dalam mendukung perkembangan regulasi emosi dan kemandirian anak usia dini. This study aims to describe the role of parents in shaping emotional regulation and independence in early childhood at TK Bhineka Tunggal Ika. This research employed a qualitative descriptive approach. The research subjects consisted of five parents of children aged 4–6 years who were directly involved in daily caregiving, supported by information from classroom teachers. Data were collected through in-depth interviews and participant observation. The findings indicate that each subject applied different parenting practices in supporting children’s emotional regulation and independence. Emotional regulation was developed through warm emotional responses, parental role modeling, and communication that helped children recognize and express their emotions. Children’s independence was fostered through daily habituation, opportunities for autonomous practice, and positive reinforcement. Supporting factors included parental patience and awareness, while inhibiting factors involved time constraints and parental fatigue. This study highlights that the quality of parental involvement plays a crucial role in promoting emotional regulation and independence in early childhood.
Pengaruh Kepemimpinan Otoriter terhadap Burnout dengan Psychological Capital sebagai Mediasi pada Karyawan Lubis, Suaidah; Oktavely, Anggita Dwi; Damanik, Anggi Hayani; Sitorus, Dinda Fernando; Sinaga, Herna Juniar; Tarihoran, Mia Solistika; Panjaitan, Naomi Anggriani; Wikayatuddini
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.4261

Abstract

Burnout adalah kondisi kelelahan psikologis yang dialami karyawan akibat tekanan kerja yang berkepanjangan serta gaya kepemimpinan yang maladaptif, salah satunya kepemimpinan otoriter. Kepemimpinan otoriter ditandai dengan kontrol yang ketat, minimnya partisipasi bawahan, dan komunikasi satu arah, yang berpotensi meningkatkan tingkat burnout pada karyawan. Di sisi lain, modal psikologis (psychological capital) yang terdiri dari harapan (hope), keyakinan diri (self-efficacy), ketangguhan (resilience), dan optimisme (optimism), diyakini berperan sebagai sumber daya psikologis yang mampu melindungi karyawan dari dampak negatif lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan otoriter terhadap burnout, dengan modal psikologis sebagai variabel mediasi pada karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode survei dengan teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan otoriter berpengaruh positif terhadap burnout, modal psikologis berpengaruh negatif terhadap burnout, serta kepemimpinan otoriter berpengaruh negatif terhadap modal psikologis. Selain itu, modal psikologis terbukti memediasi hubungan antara kepemimpinan otoriter dan burnout. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan modal psikologis sebagai upaya untuk meminimalkan burnout pada karyawan yang dipicu oleh gaya kepemimpinan otoriter.