Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Berorientasi Kearifan Lokal terhadap Prestasi Belajar Matematika Kelas VIII di SMP Kecamatan Kuta Ditinjau dari Motivasi Belajar Siswa ., I KETUT GEDE BIRAWA ANURAGA; ., Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si; ., Prof. Dr. Phill.I Gst. Putu Sudiarta, M.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.252 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v2i2.898

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe student teams achievement divisions (STAD) berorientasi kearifan lokal terhadap prestasi belajar matematika ditinjau dari motivasi belajar matematika kelas VIII di SMP Kecamatan Kuta ditinjau dari motivasi belajar. Penelitian eksperimen ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Kuta Badung dan SMPK Soverdi Tuban Badung semester 1 tahun pelajaran 2012/2013, dengan rancangan randomized subjects posttest only control group design dan faktorial 2x3 sebagai desain analisisnya. Kelas yang digunakan sebagai sampel ditentukandengan teknik random sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini, model pembelajaran kooperatif tipe stad berorientasi kearifan lokal yang dikenakan pada kelompok eksperimen dan model pembelajaran kooperatif tipe stad yang dikenakan pada kelompok kontrol. Sedangkan motivasi belajar berperan sebagai variabel moderator, yang dipilah menjadi tiga tingkatan, yaitu motivasi belajar tinggi, sedang dan rendah. Sebagai variabel terikat adalah prestasi belajar matematika. Data motivasi belajar siswa dikumpulkandengan kuisioner motivasi belajar dan data prestasi belajar matematika dikumpulkan dengan menggunakan tes prestasi belajar matematika. Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan varians (ANAVA ) dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut. (1) Secara keseluruhan, prestasi belajar matematika siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe stad berorientasi kearifan lokal lebih tinggi daripada dengan model pembelajaran kooperatif tipe stad ( Fh = 17,297 lebih besar dari Ft = 3,912), (2) Pada kelompok siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi, prestasi belajar matematika siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe stad berorientasi kearifan lokal lebih tinggi daripada siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe stad (t Dunnet hitung adalah 3,567 lebih besar dari t Dunnet tabel sama dengan 2,260), (3) Pada kelompok siswa yang memiliki motivasi belajar sedang, prestasi belajar matematika siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe stad berorientasi kearifan lokal lebih tinggi daripada siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe stad (t Dunnet hitung adalah 2,284 lebih tinggi daripada dari t Dunnet tabel sama dengan 2,260, (4) Pada kelompok siswa yang memiliki motivasi belajar rendah, prestasi belajar matematika siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe stad berorientasi kearifan lokal lebih tinggi daripada siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe stad (t Dunnet hitung adalah 2,371 lebih tinggi daripada dari t Dunnet tabel sama dengan 2,260, (5) Terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara model pembelajaran dengan motivasi belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa (FAB = 3,134 lebih besar dari Ft = 3,064) Berdasarkan temuan hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa model pembelajaran dan motivasi belajar mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar matematika. Selanjutnya disarankan kepada guru matematika untuk menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe stad berorientasi kearifan lokal sebagai salah satu alternatif dalam pembelajaran matematika. Kata Kunci : Model Pembelajaran, Motivasi Belajar, dan Prestasi Belajar Matematika. This research has to determine the effect of the application of cooperative learning model student teams achievement divisions (STAD) local -wisdom oriented towards mathematics achievement in terms of motivation to learn mathematics in the junior class VIII Kuta district in terms of motivation to learn. This experimental study conducted at SMP Negeri 2 Kuta Badung and SMPK soverdi Tuban 1st semester of academic year 2012/2013, with randomized subjects posttest only control group design and as a 2x3 factorial design analysis. The classes which were used as a sample were determined by random sampling technic. The independent variable in this study, cooperative learning model stad oriented local wisdom imposed in the experimental group and cooperative learning model stad imposed in the control group. Motivation to learn while acting as a moderator variable, which is divided into three levels, namely motivation high, medium and low. The dependent variable was mathematics achievement. The data of students motivation to learn were gathered by using motivation to learn quisioners. The data of students mathematics achievement were collected by using a math achievement test. The collected data were analyzed by variance (ANOVA) two paths. . The results showed as follows. (1) Overall, the mathematics achievement of students with cooperative learning model stad oriented local knowledge is higher than the cooperative learning model stad (Fb = 17.297 is greater than Ft = 3.912), (2) In the group of students who have the motivation to learn high mathematics achievement of students with cooperative learning model stad oriented local wisdom higher than students with cooperative learning model stad (Dunnet t count is larger than the 3.567 t Dunnet same table with 2,260), (3) In the group of students who have moderate learning motivation, learning mathematics achievement of students with cooperative learning model stad oriented local wisdom higher than students with cooperative learning model stad (Dunnet t count was 2,284 higher than that of the same table with the Dunnet t 2.260, (4) In the group of students which has a low learning motivation, learning mathematics achievement of students with cooperative learning model stad oriented local wisdom higher than students with cooperative learning model stad (Dunnet t count was 2,371 higher than that of the same table with the Dunnet t 2.260, (5) There is significant interaction effect between the model of learning and motivation to learn the mathematics achievement of students (FAB = 3.134 greater than Ft = 3.064). Based on these research findings, it was concluded that the model of learning and motivation has a significant effect on mathematics achievement. Suggested to math teachers to use cooperative learning model stad oriented local knowledge as an alternative in learning mathematics. keyword : Learning Method, Motivation of Learning, and Mathematical Learning Achievement.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH BERBANTUAN PERTANYAAN METAKOGNITIF TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA DITINJAU DARI MOTIVASI BERPRESTASI. ., Evi Dwi Krisna; ., I Gst Putu Sudiarta; ., Gede Suweken
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.981 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v2i2.780

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis masalah berbantuan pertanyaan metakognitif terhadap prestasi belajar matematika ditinjau dari motivasi berprestasi siswa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu dengan rancangan faktorial yang dilaksanakan di SMP Negeri 2 Sukawati  dengan melibatkan sampel sebanyak 90 siswa. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik random sampling. Intrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner motivasi berprestasi dan tes prestasi belajar matematika. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan ANAVA dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1)Prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis masalah berbantuan pertanyaan metakognitif lebih baik dari  prestasi belajar siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis masalah. 2)Pada siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi maupun motivasi berprestasi rendah, prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis masalah berbantuan pertanyaan metakognitif lebih baik daripada  prestasi belajar siswa yang mengikuti dengan model pembelajaran berbasis masalah. 3)Tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dengan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar siswa.   Kata kunci: pembelajaran berbasis masalah, pertanyaan metakognitif, motivasi berprestasi, prestasi belajar   Abstract The aim of this research is to know the influence of the problem based learning model aided by metacognitive question on mathematics achievement of students in terms of achievement motivation. This research is a quasi experimental research with 2 x 2 factorial designs conducted at SMP Negeri 2 Sukawati and involved a sample of 90 students. The sample of this research was determined by random sampling technique. The instrument use in this research was achievement motivation questionnaire and mathematics achievement tests. The data Collected were analyzed using two way ANAVA. The results showed that: 1) mathematics learning achievement of student who follow learning using problem based learning model aided by  metacognitive questions  is better than students who follow the model of problem-based learning. 2) At students with is a achievement motivation high or the motivation low achievers, mathematics learning achievement of student who follow  the learning with learning model problem based learning aided by the question metacognitive better than students which follow the with model of problem-based learning. 3) There is no interaction between the model of learning in terms of achievement motivation.   Keywords :problem based learning, metacognitive question, achievement motivation, mathematics achievement.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ARIAS BERBANTUAN VIDEO PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN DAN AKTIVITAS PEMECAHAN MASALAH SISWA KELAS X-1 SMA LABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA ., Ni Luh Sinta Suryanti; ., Prof. Dr. Phill.I Gst. Putu Sudiarta, M.; ., Prof. Dr. I Made Ardana, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v8i2.13088

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) peningkatan kemampuan dan aktivitas pemecahan masalah matematika siswa melalui penerapan model pembelajaran ARIAS berbantuan video pembelajaran serta (2) tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran ARIAS berbantuan video pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X-1 SMA Laboratorium Undiksha Singaraja semester genap tahun ajaran 2016/2017, yaitu sebanyak 26 orang. Data kemampuan pemecahan masalah matematika siswa diperoleh dengan cara memberikan tes berupa soal uraian, sedangkan data aktivitas pemecahan masalah matematika siswa dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi yang dilengkapi dengan temuan-temuan selama pembelajaran berlangsung, dan tanggapan siswa dikumpulkan dengan menggunakan angket semi open ended dan komentar siswa. Selanjutnya data dianalisis secara deskriptif yang dipaparkan dalam bentuk uraian singkat, persentase, diagram, dan bukti fisik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada siklus III telah memenuhi indikator keberhasilan yaitu sebesar 77,85 yang artinya berada dalam kategori tuntas. Sedangkan rata-rata skor aktivitas pemecahan masalah matematika siswa pada siklus III adalah 7,78 yang artinya berada dalam kategori aktif. Rata-rata skor tanggapan siswa berada dalam kategori positif sebesar 63,19.Terdapat pula temuan-temuan mengenai siswa sudah mampu untuk: (1) memahami masalah yang diberikan, (2) merencanakan strategi penyelesaian, (3) menyelesaikan permasalahan, dan (4) memeriksa kembali solusi yang diperolehnya.Kata Kunci : ARIAS, video, pemecahan masalah This research was aimed to know: (1) The improvement of students' mathematical problem solving ability and activity through the implementation of ARIAS learning model assisted by learning's video, (2) the students’ response towards the implementation of ARIAS learning model assisted by learning's video. This research was classroom action research which was conducted in three cycles. The subjects of this research were all students of X-1 SMA Laboratorium Undiksha Singaraja in the second semester of the Academic Year 2016/2017, which consists of 26 students. The data of students' mathematical problem solving ability were collected by using mathematical problem solving tests, while the data of students' mathematical problem solving activity were collected by using observation sheet which was completed with the findings during the learning process, and the data of students’ responses were collected by using semi open ended questionnaire and student comments. Furthermore, the data were analyzed descriptively described in the form of brief descriptions, percentages, diagrams, and physical proof. The results showed that the average score of students' mathematical problem solving ability in cycle III has met the success indicator that is equal to 77.85 which means to be in complete category. While the average score of students' mathematical problem solving activity in cycle III is 7.78 which means to be in active category. The average score of students’ responses is in the positive category. There are also findings about students already able to: (1) understand the problem, (2) planning to solve the problem, (3) solve the problem, and (4) ) Look back on the results obtainedkeyword : ARIAS, video, problem solving
PENINGKATAN HASIL DAN AKTIVITAS BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ARCS BERBANTUAN KARTU SOAL ., Ni Luh Sri Junantari; ., Dra. Gst. Ayu Mahayukti,M.Si; ., Prof. Dr. Phill.I Gst. Putu Sudiarta, M.
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v8i2.13094

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan menerapkan model pembelajaran ARCS berbantuan kartu soal, dengan subyek penelitian 32 orang siswa kelas XI IPS 2 SMA Laboratorium Undiksha Singaraja. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui (1) bagaimanakah model pembelajaran ARCS berbantuan kartu soal dapat meningkatkan hasil dan aktivitas belajar matematika siswa di kelas penelitian, (2) bagaimana tanggapan siswa dengan penerapan model pembelajaran ARCS berbantuan kartu soal. Penelitian ini dilaksanakan dalam 3 siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terjadi peningkatan ketuntasan hasil belajar matematika siswa dari 46,89% dengan rata-rata nilai 65,38 menjadi 78,13% dengan rata-rata nilai 80,63 dari nilai KKM matematika 77 dan nilai maksimum 100. Rata-rata skor aktivitas belajar matematika meningkat dari 23,31 menjadi 34,1 dengan skor maksimum 45. Pembelajaran dengan ARCS berbantuan kartu soal meningkatkan ketertarikan siswa terhadap pembelajaran sehingga meningkatkan indikator pemahaman pada hasil belajar dan indikator visual dan writing activities pada aktivitas belajar matematika, kepercayaan diri dan kepuasaan siswa terhadap pembelajaran meningkatkan indikator pemahaman dan analisis pada hasil belajar serta oral activities pada aktivitas belajar serta menghubungkan materi dengan kebutuhan dan situasi siswa meningkatkan indikator penerapan pada hasil belajar dan visual dan listening activities pada aktivitas belajar matematika siswa, (2) tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran ARCS berbantuan kartu soal berada dalam kategori positif dengan rata-rata skor tanggapan siswa adalah 39,03 dari skor maksimum 50. Hasil ini menunjukkan model pembelajaran ARCS berbantuan kartu soal dapat meningkatkan hasil dan aktivitas belajar matematika siswa kelas penelitian.Kata Kunci : Aktivitas, ARCS, hasil, kartu soal This research was classroom action research is done by applying the ARCS learning model with excersice card with research subjects of 32 students of class XI IPS 2 Laboratorium Undiksha Singaraja high school. This research aimed at examining (1) how ARCS model with problem cards can improve student's mathematics learning achievement and activities in the research class, (2) how students respond with the application of ARCS learning model with problem card. This study was conducted in 3 cycles. The results showed that: (1) there was an increase in the completeness of the students' mathematics learning outcomes from 46.89% with an average score of 65.38 to 78.13% with an average score of 80.63 from the value of mathematics KKM 77 and a maximum value of 100. Average score of learning activity of mathematics increased from 23,31 to 34,1 with maximum score is 45. Learning with ARCS assisted by problem card about increasing student's interest toward learning so as to improve understanding indicator on learning result and visual indicator and writing activity on learning activity of mathematics , Self-confidence and student's satisfaction on learning improve indicator of understanding and analysis on learning outcomes and oral activities on learning activities as well as linking materials to the needs and situations of students improving indicators of implementation on learning outcomes and visuals and listening activities on student learning activities in mathematics, (2) Students' responses to the application of the learner model An ARCS card-assisted card problem was in the positive category with the average score of students' responses was 39.03 from the maximum score of 50. This result shows the ARCS model assisted by the problem card can improve the learning outcomes and learning activities of the students in the research class.keyword : achievement, activity, ARCS, problem card
STUDI KUANTITATIF DAN KUALITATIF TENTANG PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF MURDER BERBANTUAN TES ONLINE TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 GIANYAR TAHUN AJARAN 2015/2016 ., I Dewa Putu Putra Wira Dharma; ., Drs.Djoko Waluyo,M.Sc; ., Prof. Dr. Phill.I Gst. Putu Sudiarta, M.
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v8i2.13084

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kombinasi (Mixed Methods) dengan strategi embedded concurrent yang bertujuan untuk mengetahui apakah prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti model pembelajaran MURDER berbantuan latihan tes online lebih tinggi daripada prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional serta untuk mengetahui bagaimana model pembelajaran MURDER berbantuan tes online dapat mempengaruhi prestasi belajar matematika. Penelitian kuantitatif menggunakan eksperimen semu dengan desain penelitian Post Test Only Control Group Design sedangkan penelitian kualitatif menggunakan rancangan penelitian deskriptif untuk mengetahui fenomena belajar matematika siswa serta kontribusi dari model pembelajaran terhadap prestasi belajar matematika. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Gianyar tahun ajaran 2015/2016. Sampel penelitian diperoleh dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Data kuantitatif berupa prestasi belajar matematika dikumpulkan melalui tes objektif yang telah valid dan reliabel. Data kualitatif dikumpulkan melalui observasi, angket, dan wawancara. Data hasil penelitian kuantitatif dianalisis dengan menggunakan uji-t. Data hasil penelitian kualitatif disajikan dalam bentuk uraian singkat, persentase, diagram, serta bukti fisik berupa dokumentasi tentang fenomena belajar matematika yang ditemukan selama penelitian berlangsung. Pada hasil analisis data penelitian kuantitatif, diperoleh thit = 2,346 sementara ttabel = 1,994. Karena thit > ttabel, dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran MURDER berbantuan latihan tes online lebih baik dari prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Hal tersebut didukung dengan hasil analisis data penelitian kualitatif yaitu siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran MURDER berbantuan tes online menjadi lebih antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, mampu memahami permasalahan yang diberikan, terlatih mengkomunikasikan pemahamannya tentang suatu konsep, memiliki kesempatan untuk memecahkan berbagai permasalahan matematika, lebih mudah dalam mengingat konsep dari materi pembelajaran, semua anggota pasangan dyad pada kelompok turut aktif dalam kegiatan diskusi kelompok, mampu menerapakan pemahaman matematika dengan memecahkan permasalahan pada latihan tes online, serta pembahasan latihan tes online memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar mandiri.Kata Kunci : model pembelajaran MURDER berbantuan tes online, prestasi belajar matematika This study is a mixed methods research with embedded concurrent strategy aims to determine whether the mathematics learning achievement of students who studied with MURDER learning model aided by online test exercises is better than the mathematics learning achievement of students who studied with conventional learning and to determine how the MURDER learning model aided by online test exercises can affect mathematics learning achievement. The population of this study is all the eighth grade students of SMP Negeri 1 Gianyar in the academic year 2015/2016. The quantitative study is a quasi-experiment using post test only control group research design. The qualitative study using descriptive analysis to determine the phenomena of mathematics learning and the contribution of learning model towards mathematics learning achievement. Samples selected by cluster random sampling technique. The quantitative data is mathematics learning achievement gathered by objective test that have been valid and reliable. The qualitative data obtained by observation, questionnair, and interviews. The mathematics learning achievement data was analyzed using t-test. The qualitative data presented in the form of a brief description, percentages, diagrams, and documentation of the mathematics learning phenomena that found during the study. From the data analysis of quantitative study obtained thit = 2.346 while t table = 1.994. Because thit > ttable, it can be concluded that the mathematics learning achievement of students who learned with MURDER learning model aided by online test exercises is better than the mathematics learning achievement of students who learned with conventional learning model. This is supported by the data results of qualitative research, that the students who learned with MURDER learning model aided by online test exercises become more enthusiastic to participating in learning activities, students able to understand the problems given, trained to communicate their understanding about the concept, students has the opportunity to solve various mathematical problems, easier in considering the concept of learning material, all members of the couple dyad groups participate actively in group discussions, able to apply an understanding of mathematics to solve the problems in the online test exercises, and the review of online test exercises provide opportunities for the students to learn independently.keyword : MURDER learning model aided by online test exercises, mathematics learning achievement
PENGARUH PENERAPAN BLENDED LEARNING BERBASIS WHITEBOARD ANIMATION VIDEO TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS X MIA NON UNGGULAN SMA NEGERI 1 SINGARAJA ., Dewi Astuti; ., Prof. Dr. Phill.I Gst. Putu Sudiarta,; ., Dr.Gede Suweken,M.Sc
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5577

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti blended learning berbasis whiteboard animation video lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian adalah Post Test Only Control Group Design . Adapun populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIA Non Unggulan SMA Negeri 1 Singaraja tahun ajaran 2014/2015. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa Kelas X MIA6 dan X MIA7 yang diambil menggunakan teknik sampel random rumpun. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah matematika yang diberikan kepada siswa dalam bentuk tes uraian dan diberikan di akhir penelitian. Data hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematika dianalisis menggunaan Uji-t satu ekor dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa t_hitung=7,598914 > t_tabel=1,6716. Hal ini menyebabkan bahwa H_0 harus ditolak yang artinya bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti blended learning berbasis whiteboard animation video lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Hal ini terjadi karena adanya fakta-fakta empiris bahwa siswa yang mengikuti blended learning berbasis whiteboard animation video lebih aktif bertanya, lebih bersemangat dalam memecahkan masalah matematika, dan lebih memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Blended Learning, Whiteboard Animation Video, pemecahan masalah matematika This study is aimed at finding out whether the mathematical problem solving ability of students who took the blended learning based on whiteboard animation video is better than those who took the conventional learning. This study was a quasi experiment and used a Post Test Only Control Group Research Design. The population of this research was the non seed of grade X MIA of SMA N 1 in Singaraja. The selected sample was the class XMIA6 and XMIA7, which were taken by using cluster random sampling technique. The data of this research was the mathematical problem solving ability, which was gathered by essay test and analyzed using one tail independent t-test with the 5% of significance level. The study result showed that the t_score = 7,598914 and t_table = 1,6716. It can be concluded that the nul hypothesis must be rejected. This indicated that the mathematical problem solving ability who of students took the blended learning based on whiteboard animation video is better than those who took the conventional learning. This result was supported by the findings that the students who took the blended learning based on whiteboard animation video were more active, more enthusiastic, and more curious than those who took the conventional leraning.keyword : Blended Learning, Whiteboard Animation Video, Problem Solving ability
PENGARUH PENERAPAN BLENDED LEARNING BERBASIS WHITEBOARD ANIMATION VIDEO TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD LAB UNDIKSHA ., Putu Gina Anindyas; ., Prof. Dr. Phill.I Gst. Putu Sudiarta,; ., Dra.Ni Made Sri Mertasari, M.Pd
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5771

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dan menggunakan rancangan penelitian Post-test Only Control Group Design. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran blended learning berbasis whiteboard animation video lebih baik dari pada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Populasi penelitian ini adalah siswa Kelas V SD LAB UNDIKSHA Singaraja tahun ajaran 2014/2015. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik sampling jenuh, yaitu seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Data mengenai prestasi belajar matematika siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes prestasi belajar matematika. Selanjutnya, data hasil tes prestasi belajar matematika dianalisis dengan menggunakan uji-Z pada taraf signifikansi 5%. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa Zhitung = 2,03592 > Ztabel = 1,64. Akibatnya H0 harus ditolak. Ini berarti bahwa prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran blended learning berbasis whiteboard animation video lebih baik dari pada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Dengan kata lain terdapat pengaruh positif antara pembelajaran blended learnig berbasis whiteboard animation video terhadap prestasi belajar matematika siswa. Hal ini juga terlihat dari fakta bahwa siswa yang mengikuti pembelajaran blended learning berbasis whiteboard animation video lebih mudah memahami konsep matematika dan juga lebih termotivasi untuk belajar matematika dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Kata Kunci : Blended learning, whiteboard animation video, prestasi belajar matematika The research was a quasi-experiment and using a posttest only control group design. The research aimed to determine whether the mathematical achievement of students who took the blended learning based on whiteboard animation video is better than those who took the conventional learning. The population of this research was the 5th grade students of LAB UNDIKSHA elementary school on academic year 2014/2015 in Singaraja. The sample of this research was determined using total sampling, in which all members of the population were taken as sample. The data of this research were the students’ mathematical achievement. These were collected using an objectif test and then analyzed using Z-test with with 5% significant level. The results showed that Zscore=2,03592 is greater than than Ztable= 1,64. It consequently means that the null hypothesis must be rejected. It is concluded that the mathematical achievement of students who took blended learning based on whiteboard animation video was better than those who took the the conventional learning. In other words, there is a positive effect of blended learning based on whiteboard animation video toward the mathematical student’s achievement. This could be explained from the fact that students who took the blended learning based on whiteboard animation video were easier to comprehend mathematical concept and more motivated to learn than those who took the conventional learning.keyword : Blended learning, whiteboard animation video, mathematical learning achievement
PENGARUH PENERAPAN BLENDED LEARNING BERBASIS WHITEBOARD ANIMATION VIDEO TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII NON UNGGULAN SMP NEGERI 1 SINGARAJA ., Ni Putu Ika Astri Utami; ., Prof. Dr. Phill.I Gst. Putu Sudiarta,; ., Drs.Djoko Waluyo,M.Sc
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5578

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti blended learning berbasis whiteboard animation video lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian Post Test Only Control Group Design. Adapun populasi penelitian ini adalah siswa Kelas VIII Non Unggulan SMP Negeri 1 Singaraja Tahun Ajaran 2014/2015. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VIII A.6 dan VIII A.4 yang diambil menggunakan teknik pemilihan sampel rumpun secara random. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah matematika yang diberikan kepada siswa dalam bentuk tes uraian dan diberikan di akhir penelitian. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji-t satu ekor dengan taraf signifikansi 5%. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa t_hitung=4,669 > ttabel = 2,0048. Akibatnya H_0 harus ditolak. Hal ini berarti bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti blended learning berbasis whiteboard animation video lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Lebih lanjut didapatkan bahwa rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti blended learning berbasis whiteboard animation video lebih dari rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Hal ini beralasan karena dukung oleh fakta-fakta empiris bahwa siswa yang mengikuti blended learning berbasis whiteboard animation video lebih aktif, memiliki rasa ingin tahu lebih tinggi, dan lebih bersemangat dalam memecahkan masalah matematika dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Blended Learning, Whiteboard Animation Video, Pemecahan Masalah Mate This study aimed at finding out whether the mathematical problem solving ability of students who took the blended learning based on whiteboard animation video is better than those who took the conventional learning. This study was a quasi experiment and used a Post Test Only Control Group Research Design. The population of this research was the non seed of grade 8 of SMP N 1 in Singaraja. The selected sample was the class VIII A.6 and VIII A.4, which were taken by using cluster random sampling technique. The data of this research was the mathematical problem solving ability, which was gathered by essay test and analyzed using one tail independent t-test with the 5% of significance level. The result indicated that the tscore = 4,669 is greater than ttable = 2,0048. It can be concluded that the null hypothesis must be rejected. It consequently means that the mathematical problem solving ability of students who took the blended learning based on whiteboard animation video is better than those who took the conventional learning. Furthermore, it is shown that the average score of the mathematical problem solving ability of students who took the blended learning based on whiteboard animation video is better than those who took the conventional learning. This result was strengthen by the fact that the students who took the blended learning based on whiteboard animation video were more active, more curious, and more enthusiastic in solving mathematical problems than those who took the conventional learning.keyword : Blended Learning, WhiteboardAnimation Video, Mathematical Problem Solving
PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA-IPA BERPENDEKATAN TEMATIK BERWAWASAN KEARIFAN LOKAL TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA ., I Putu Agus Wisnu Wardana; ., Prof. Dr. Phill.I Gst. Putu Sudiarta,; ., Dr.I Wayan Sadra,M.Ed
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.2588

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penerapan pembelajaran matematika-IPA berpendekatan tematik berwawasan kearifan lokal terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mendapatkan pembelajaran matematika-IPA berpendekatan tematik berwawasan kearifan lokal dibandingkan dengan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain post-test only. Populasi pada penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas VII SMP Negeri 2 Singaraja Tahun Ajaran 2012 / 2013 yang berjumlah 577 orang yang tersebar ke dalam 14 kelas. Dari 14 kelas yang ada diambil empat kelas yang digunakan sebagai sampel penelitian dimana empat kelas tersebut dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen terdiri dari satu kelas unggulan dan satu kelas non-unggulan dan tidak berbeda pula dengan kelompok kontrol. Pemilihan sampel kelas yang menjadi kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol dipilih secara acak menggunakan teknik simple random sampling. Setelah diberikan post-test, data hasil kemampuan pemecahan masalah matematika siswa di uji menggunakan t-test. Hasil pemberian post-test didapat rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada kelompok eksperimen adalah 22,79 sedangkan pada kelompok kontrol adalah 19,3. Hasil uji hipotesis menggunakan uji-t pada taraf signifikansi 5% untuk skor kemampuan pemecahan masalah matematika siswa diperoleh nilai statistik thitung = 2,715 lebih daripada t0,05 = 1,645 dengan derajat kebebasan 160. Nilai statistik ini memiliki makna bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mendapatkan pembelajaran Matematika-IPA berpendekatan tematik berwawasan kearifan lokal lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mendapat pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Pendekatan Tematik, Kearifan Lokal, Pembelajaran Konvensional, Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika. This research aims at discovering effect of the thematic and local wisdom oriented learning model for the integrated mathematics and science (TLWLM) on student’s mathematical problem solving ability. The problem solving ability of students who had been taught in TLWLM classroom is compared with those of conventional classroom. This research is a quasi-experiment with post-test only design. The population of this research is the whole students of 7th grader of SMP Negeri 2 Singaraja in the academic year of 2012/2013, with the amount of 577 students who are divided into 14 classes. Four classes out of those are taken as the sample of the research, which are divided into two groups; experiment group and controlled group. The experiment group consists of one leading class and one regular class, and so does the controlled group. Those sample classes are chosen using simple-random-sampling technique. After being given the post test, the result data of the students’ mathematical problem solving ability are tested by t-test. The result shows that the mathematical problem solving ability of the experiment group is 22.79, while controlled group’s is 19.3. Hypothesis test result using t-test with significance rate of 5% for students’ mathematical problem solving ability shows statistic value of tcalculation = 2.715 more than t0.05 = 1.645 with degree of freedom of 160. This statistic value means that the mathematical problem solving of the students who learned in TLWLM classroom is much better those of student’s who learned in conventional classroom.keyword : Thematic approach, Local Wisdom, Conventional Learning, Mathematical Problem Solving Ability
PENGARUH PENERAPAN BLENDED LEARNING BERBASIS WHITEBOARD ANIMATION VIDEO TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD NEGERI 3 BANJAR JAWA SINGARAJA ., Deviana; ., Prof. Dr. Phill.I Gst. Putu Sudiarta,; ., Drs.I Made Sugiarta,M.Si
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5773

Abstract

PPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti blended learning berbasis whiteboard animation video lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Pada penelitian ini jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan desain penelitian adalah Post Test Only Control Group. Adapun populasi penelitian ini adalah siswa Kelas IV SD Negeri 3 Banjar Jawa Singaraja tahun ajaran 2014/2015. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas IVB dan IVC yang diambil menggunakan teknik sampel rumpun secara acak. Data dalam penelitian ini adalah kemampuan pemecahan masalah matematika yang dikumpulkan dengan menggunakan tes uraian. Data penelitian kemudian dianalisis menggunakan uji-t satu ekor dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa t_hitung=4,007 dan ttabel = 1,6730 sehingga diperoleh nilai t_hitung>t_tabel maka berdasarkan hal tersebut H_0 ditolak. Hal ini berarti bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti blended learning berbasis whiteboard animation video lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Hal ini diperkuat oleh fakta-fakta empiris bahwa siswa yang mengikuti blended learning berbasis whiteboard animation video mendapatkan pengalaman lebih banyak dalam menjawab permasalahan sehingga dapat meningkatkan pengetahuannya. Kata Kunci : Blended Learning, Whiteboard Animation Video, Pemecahan Masalah Matematika This study aimed to determine whether the mathematical problem solving ability of students who took the blended learning based on whiteboard animation video is better than those who took the conventional learning. The study was a quasi experiment and used a Post Test Only Control Group Research Design. The population of this research was the 4th grade students of SD Negeri 3 Banjar Jawa on the academic year 2014/2015 in Singaraja. The selected sample was the class IVB and IVC, which were taken by using cluster random sampling technique. The data of this research was the mathematical problem solving ability, which was collected by essay test and analyzed using one tail independent t-test with 5% significance level. The results showed that tscore = 4.007 is greater than ttable = 1.6730. It consequently means that the Null Hypothesis must be rejected. It is concluded that the mathematical problem solving ability of students who took blended learning based on whiteboard animation video is better than those who take conventional learning. This conclusion is supported by the empirical finding that students who took blended learning based on whiteboard animation videos had more experience in problem solving activity. This is why those student performed better than their counterpart.keyword : Blended Learning, Whiteboard Animation Video, Mathematical Problem Solving