Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Strategy and Impact of Educational Videos on the Dangers of Smoking on Instagram by the Makassar’s Health Department Through Collaboration with Local Influencers Ismaniar, Nur Inayah; Samsiana
Asian Journal of Environmental Research Vol. 2 No. 3 (2025): September-December
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/ajer.v2i3.561

Abstract

Indonesia faces a persistently high prevalence of smoking, particularly among adolescents, necessitating innovative communication strategies to promote tobacco control. This study aims to analyze the strategy and impact of the Makassar Health Department’s collaboration with local influencers in disseminating anti-smoking educational videos on Instagram. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through in-depth interviews with program managers at the Makassar Health Department and observation of seven uploaded videos. Engagement Rate (ER) was calculated based on likes, comments, and shares to assess audience interaction. Results indicate that Instagram serves as an effective medium for health behavior change communication, reaching younger demographics through culturally resonant and emotionally engaging content. The collaboration with local influencers enhanced message relatability and expanded audience reach beyond official government channels. The highest ER was achieved by influencer Uyha Yasashaky with 296%, suggesting exceptionally high engagement and viral diffusion. The findings reveal that this partnership exemplifies the two-step flow of communication model, where trusted public figures act as intermediaries between health authorities and the public. Moreover, institutional leadership and resource support from the Makassar Health Department ensured message consistency and alignment with broader public health objectives. In conclusion, the strategic use of local influencers on social media proved to be a highly effective approach for amplifying tobacco control messages, increasing public engagement, and reinforcing healthy behavioral norms within the sociocultural context of Makassar.
Analisis Kepatuhan Minum Obat pada Penderita Diabetes Mellitus Berdasarkan Instrumen MMAS-8 di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar: Analysis of Medication Adherence Among Patients with Diabetes Mellitus Based on the MMAS-8 Instrument at Dr. Wahidin Sudirohusodo Hospital, Makassar Jasmin Ambas; Andi Atssam Mappanyukki; Dian Anggraeni Rachman; Samsiana
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 11: November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i11.9292

Abstract

Peningkatan beban penyakit Diabetes Melitus (DM) di Indonesia ditunjukkan oleh hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang melaporkan prevalensi DM sebesar 11,7% pada penduduk usia ?15 tahun. Tren ini menandakan urgensi penguatan manajemen kepatuhan pengobatan di fasilitas layanan kesehatan, termasuk rumah sakit rujukan nasional seperti RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Tujuan penelitian untuk memberikan gambaran kepatuhan minum obat pasien DM. Penelitian ini merupakan studi deskriptif observasional yang bertujuan menggambarkan tingkat kepatuhan minum obat pasien DM tipe 2 dan karakteristik demografisnya. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) terhadap 84 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data dianalisis secara deskriptif untuk menilai distribusi kepatuhan berdasarkan usia, jenis kelamin, pendidikan, dan pekerjaan. Sebagian besar pasien menunjukkan kepatuhan rendah (58,33%), sedangkan kepatuhan sedang sebesar 22,62% dan kepatuhan tinggi 19,05%. Kepatuhan lebih tinggi ditemukan pada responden berusia <60 tahun, berpendidikan tinggi, dan berstatus bekerja. Tingkat kepatuhan minum obat pada pasien DM di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar masih rendah. Diperlukan intervensi edukatif dan konseling rutin berbasis literasi kesehatan, terutama bagi pasien usia lanjut dan tidak bekerja, untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan dan hasil klinis jangka panjang.
Perencanaan SIMKES dalam Transformasi Pelayanan Kesehatan: Studi Kasus Dinas Kesehatan Kota Makassar: SIMKES Planning in Health Service Transformation: A Case Study of the Makassar City Health Office Samsiana; Mujtahidah; Irwandi Rachman
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 11: November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i11.9294

Abstract

Perencanaan dan implementasi Sistem Informasi Manajemen Kesehatan (SIMKES) di Dinas Kesehatan Kota Makassar menunjukkan dinamika adaptif terhadap kebutuhan pelayanan kesehatan dan kebijakan yang berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses perencanaan SIMKES sebagai upaya peningkatan transformasi pelayanan Kesehatan. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan studi kasus menggunakan teknik wawancara mendalam dan telaah dokumen terhadap tiga informan kunci yang telah memenuhi kriteria inklusi. Analisis data dilakukan secara tematik, dan penelitian dilaksanakan pada April 2025. Pengembangan SIMKES diawali dengan kolaborasi bersama Universitas Gadjah Mada melalui sistem SISFOMAS serta dukungan GLOBAL FUND dalam penyusunan roadmap. Perubahan sistem berlangsung dari SIGDA generik menuju SIMPUS, hingga akhirnya puskesmas memperoleh otonomi memilih sistem akibat keterbatasan model terpusat. Saat ini, pengembangan diarahkan pada SIMKES berbasis klaster melalui kerjasama dengan vendor dan pelatihan pengguna. Evaluasi perencanaan tercermin dalam kebijakan edaran pemilihan vendor yang menekankan aspek keamanan data. Meskipun terdapat upaya adaptasi dalam perencanaan SIMKES, ketergantungan pada vendor dan risiko keamanan data masih menjadi hambatan utama. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas SDM, standarisasi sistem antar-puskesmas, serta penetapan indikator evaluasi dan perjanjian pengelolaan data yang lebih jelas untuk mewujudkan SIMKES yang optimal dan berkelanjutan.
Implementasi dan Evaluasi SIK Berbasis PRISM: Studi Kasus Puskesmas X Makassar Mujtahidah, Mujtahidah; Samsiana, Samsiana; Rachman, Irwandi
Wiraraja Medika : Jurnal Kesehatan Vol 15 No 2 (2025): Wiraraja Medika : Jurnal Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fik.v15i2.4541

Abstract

A reliable Health Information System (SIK) is a key component in supporting the quality of health services, especially at the primary level, where the availability of accurate and timely data is the basis for planning, monitoring, and decision-making. This study aims to evaluate the implementation of SIK at Puskesmas X, Makassar City, using the Performance of Routine Information System Management (PRISM) framework to assess system performance from input, process, and output aspects. The research method used is a case study through semi-structured interviews, observations, and document review. Three informants were selected purposively with the criteria of informants who are directly involved in the management of the Health Information System at Puskesmas X, Makassar City. Data were analyzed thematically to evaluate the implementation of SIK based on the PRISM framework. The results of the study showed that in the input aspect, adequate hardware and internet connection were available, as well as training support from vendors. In terms of processes, the system has been run according to procedures, but there are still obstacles in the form of connectivity disruptions and limitations of reporting features that only present basic reports, so they do not support more in-depth analysis. In the output aspect, the system simplifies the workflow of officers and speeds up reporting, but the use of data for decision-making is not optimal because it is only used to produce routine reports, without further analysis that can support strategic decision-making. This study concludes that the implementation of SIK at Puskesmas X is going quite well where the available hardware and internet connection show adequate performance and reporting speed that meets the set operational standards. However, strengthening internal policies and sustainable system development is needed to be able to meet the needs of health services as a whole. The novelty of this research lies in the comprehensive application of the PRISM framework in the evaluation of SIK in primary health services.
UPAYA PENCEGAHAN OBESITAS DAN PERILAKU SEDENTARY PADA ANAK SEKOLAH DASAR MELALUI PERMAINAN DAN AKTIVITAS FISIK DI SD IT AR-RAHMAN MAKASSAR Wahyudin; Amin, Andi Nurzakiah; Samsiana; Nur Inayah Ismaniar; Muhammadong
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.5867

Abstract

Obesitas dan perilaku sedentary pada anak telah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, terutama di sekolah dasar, karena meningkatnya waktu layar dan berkurangnya aktivitas fisik. Makalah ini bertujuan untuk menggambarkan implementasi dan dampak permainan terstruktur dan aktivitas fisik yang berorientasi pada kerja tim sebagai tindakan pencegahan terhadap obesitas dan perilaku sedentary di SD IT AR-Rahman Makassar. Program keterlibatan masyarakat dilakukan selama enam minggu, dengan tiga sesi 60 menit per minggu, menggabungkan kegiatan berbasis kelas dan luar ruangan. Data kuantitatif dan kualitatif dikumpulkan untuk mengevaluasi tingkat aktivitas fisik, waktu sedentary, indeks massa tubuh (IMT), lingkar pinggang, dan keterlibatan siswa. Hasil menunjukkan pengurangan rata-rata waktu sedentary harian sebesar 1,4 jam dan peningkatan langkah harian sebesar 1.700 langkah. Perbaikan sederhana diamati pada IMT (?0,2 kg/m²) dan lingkar pinggang (?1 cm). Siswa menunjukkan motivasi tinggi, kerja sama tim, dan kesenangan selama program. Temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas fisik yang terstruktur, relevan secara budaya, dan partisipatif dapat secara efektif mendorong gaya hidup aktif dan menumbuhkan perilaku sehat di kalangan anak-anak sekolah dasar. Sekolah disarankan untuk mengadopsi pendekatan serupa guna mengintegrasikan aktivitas fisik yang menyenangkan ke dalam rutinitas sehari-hari, yang akan meningkatkan kesehatan fisik dan keterampilan sosial. Program ini menyediakan model praktis dan dapat direplikasi untuk mengatasi obesitas dan perilaku sedentari pada anak di lingkungan sekolah..