Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

FORMULASI DAN UJI STABILITAS FISIK SEDIAAN SCRUB DARI AMPAS KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) CANDIROTO Widiyaningrum, Dania Dewi; Soegiantoro, Didiek Hardiyanto; Rawar, Ellsya Angeline
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.7204

Abstract

ABSTRACT Candiroto Robusta coffee grounds, an underutilized waste product, hold potential as a base material for body scrub formulations, aligning with efforts to enhance the economic value of local commodities and reduce waste. This study aimed to formulate these coffee grounds into a scrub and evaluate its physical stability and consumer hedonic acceptance. An experimental method was employed, creating four scrub formulas (F0, F1, F2, F3) with varying concentrations of coffee grounds (0, 2.5, 5, and 7.5 grams). Physical stability was tested through organoleptic evaluation, homogeneity, pH, spreadability, and accelerated stability testing (3 cycles), while hedonic acceptance was assessed by 10 panelists. The results demonstrated that all formulations were physically stable throughout testing, evidenced by a constant pH of 6 (suitable for skin), homogeneous condition, and spreadability values meeting the standards for semisolid preparations. Organoleptic characteristics (color, aroma, texture) remained consistent, with higher coffee ground concentrations resulting in darker colors and coarser textures. Hedonic test results for color, aroma, and texture indicated that all scrub formulations were liked by the panelists. Formula F3, with a 7.5-gram concentration of coffee grounds, was the most preferred (average score of 43.22). In conclusion, Candiroto Robusta coffee grounds can be formulated into a scrub that is physically stable and sensorially acceptable, with F3 being the optimal formula. ABSTRAK Limbah ampas kopi robusta Candiroto berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku sediaan scrub, sejalan dengan upaya peningkatan nilai ekonomis komoditas lokal dan pengurangan limbah. Penelitian ini bertujuan memformulasi ampas kopi tersebut menjadi sediaan scrub dan menguji stabilitas fisik serta tingkat penerimaan konsumennya secara hedonik. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan membuat empat formula (F0, F1, F2, F3) yang berbeda konsentrasi ampas kopi (0; 2,5; 5; dan 7,5 gram). Stabilitas fisik diuji melalui organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, dan stabilitas dipercepat (3 siklus), sedangkan uji hedonik melibatkan 10 panelis. Hasil uji stabilitas fisik menunjukkan semua formula stabil selama pengujian, dengan pH konstan 6 yang sesuai untuk kulit, kondisi homogen, serta daya sebar yang memenuhi standar sediaan semisolid. Karakteristik organoleptik (warna, aroma, tekstur) juga konsisten, dimana semakin tinggi konsentrasi ampas kopi, warna semakin tua dan tekstur semakin kasar. Hasil uji hedonik terhadap warna, aroma, dan tekstur menunjukkan bahwa semua formula scrub disukai panelis. Formula F3 dengan konsentrasi ampas kopi 7,5 gram merupakan formula yang paling disukai (nilai rata-rata 43,22). Disimpulkan bahwa ampas kopi robusta Candiroto dapat diformulasi menjadi scrub yang stabil secara fisik dan diterima secara sensori, dengan formula F3 sebagai formula terpilih.
Strategi Pengembangan Apotek X Menggunakan Media Sosial Tiktok Mayi, Anggriana Rambu Gadi; Yuhara, Novena Adi; Soegiantoro, Didiek Hardiyanto
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19375

Abstract

Penggunaan media sosial TikTok sebagai alat pemasaran berkembang pesat seiring dengan meningkatnya jumlah penggunanya, menjadikannya salah satu platform paling populer saat ini. Apotek X pun memanfaatkan TikTok sebagai bagian dari strategi pengembangan untuk memperkuat interaksi dengan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan TikTok oleh Apotek X dalam mengembangkan bisnis dan menjangkau audiens yang lebih luas. Permasalahan yang diteliti meliputi jenis konten yang diposting, interaksi yang diperoleh, dan preferensi audiens terhadap konten yang ditampilkan. Metode penelitian digunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menganalisis data jumlah postingan, jenis konten, serta jumlah interaksi berupa suka dan komentar dari bulan Februari hingga Desember 2024. Hasil penelitian menunjukkan Apotek X berhasil meningkatkan interaksi dalam jumlah yang besar pada bulan November 2024, dengan total mencapai 299.973 interaksi. Berdasarkan data keseluruhan, kategori konten dengan interaksi tertinggi berasal dari informasi obat, yang memperoleh 374.387 suka dan 10.267 komentar. Diikuti oleh informasi kesehatan, dengan jumlah interaksi mencapai 41.413 suka dan 2015 komentar. Sementara itu, kategori iklan dan hiburan menunjukkan tingkat interaksi yang relatif lebih rendah. Konten iklan memperoleh 5.616 suka dan 132 komentar, sedangkan konten hiburan hanya mendapatkan 4.131 suka dan 97 komentar. Analisis ini menyoroti pentingnya penyesuaian strategi pemasaran dengan karakteristik audiens TikTok yang cenderung lebih tertarik pada konten yang informatif dan menghibur. TikTok dapat menjadi platform yang efektif untuk pengembangan bisnis apotek dengan pendekatan yang tepat dalam penyajian konten yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan audiens.
Penjualan Obat Antidiabetes Kombinasi (Jardiance Duo®) Pada Platform E-Commerce Tokopedia Nata, Ririsiana; Soegiantoro, Didiek Hardiyanto; Kurniawati, Aloysia Yossy; Kristiyani, Ani
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.20011

Abstract

Type 2 diabetes mellitus (T2DM) is a major health problem in Indonesia with increasing prevalence, driven by lifestyle changes and urbanization. The combination of Metformin and Empagliflozin in the Jardiance Duo® product is one of the effective therapies of choice in managing T2DM. Along with the development of e-commerce in the pharmaceutical sector, the Tokopedia platform has begun to provide access to purchase this drug online. This study aims to analyze the effect of selling price and seller's domicile on the sales volume of Jardiance Duo® on Tokopedia. The problems studied include the extent to which selling price influences purchasing decisions and how the geographic distribution of sellers contributes to sales levels. The study used a quantitative-descriptive approach, with data collected through direct observation on the Tokopedia platform on May 23, 2025. The data studied included price, seller location, and sales volume for each Jardiance Duo® variant. The results showed that the selling price in the range of IDR 443,000–IDR 485,000 had the highest sales volume, reflecting high price sensitivity among consumers. The 12.5/500 mg variant was the best-selling, with the highest sales recorded in West Java and East Java. D.I. Yogyakarta recorded no sales at all, indicating an imbalance in geographical distribution. In addition, the uneven pricing between sellers creates uncertainty for consumers regarding the authenticity of the product. The conclusion of this study emphasizes the importance of a competitive pricing strategy and equitable distribution between regions, as well as the need for price regulation and consumer education to increase trust in online drug purchases. These results are expected to be the basis for consideration for digital pharmaceutical industry players and e-commerce platforms in developing more effective distribution and marketing strategies.
Potensi Teh Herbal Bajakah (Spatholobus Littoralis Hassk.) Sebagai Proyek Kewirausahaan Mahasiswa Farmasi Soegiantoro, Didiek Hardiyanto; Widhiarso, Ari; Widaningsih, Elsa; Meirentia, Milkha; Deslania, Jessi; Rose, Immellya La; Aprilia, Ribka Dotris
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v9i2.1745

Abstract

Pergeseran global yang berkembang menuju alternatif minuman yang lebih sehat, dengan teh herbal yang semakin populer karena manfaatnya bagi kesehatan. Pasar teh herbal, termasuk teh bajakah, diproyeksikan tumbuh secara signifikan, didorong oleh kesadaran konsumen dan preferensi untuk solusi alami. Tujuan penelitian untuk melihat potensi teh herbal bajakah (Spatholobus littoralis Hassk.) sebagai proyek kewirausahaan mahasiswa. Penelitian ini menggabungkan metode kualitatif dan kuantitatif, termasuk uji hedonik konsumen dan tren penjualan untuk menilai kelayakan produk. Hasilnya menunjukkan respon positif dari konsumen, dengan mayoritas menyatakan kepuasan terhadap kualitas teh. Produk Hakai Tea dengan komposisi herbal bajakah memiliki potensi pertumbuhan yang besar, proyek ini tidak hanya menumbuhkan kewirausahaan di kalangan mahasiswa farmasi tetapi juga mempromosikan penggunaan obat herbal tradisional dalam konteks bisnis modern. Saran pengembangan produk lebih lanjut, strategi pemasaran yang lebih baik, dan rasa tambahan untuk menarik audiens yang lebih luas.
Pengembangan Produk dan Uji Hedonik Madu Hutan dari Apis sp. Dengan Penambahan Ekstrak Strawberry dan Melati Soegiantoro, Didiek Hardiyanto; Widhiarso, Ari; Damayanti, Sindi; Maharani, Cintia; Prameswari, Laura Dyah; Tudang, Cesy; Abigael, Eltri
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v9i2.1762

Abstract

The use of honey as a traditional medicine has been known by the community. Forest honey is considered better and more efficacious than cultivated honey because it has a higher content of efficacious compounds with a lower water content. The development of forest honey products with the addition of natural ingredient extracts is considered to be able to increase market potential because it increases health benefits. The problem studied is the market response to forest honey products with the addition of natural ingredient extracts using hedonic test parameters. The aim is to see the market potential for the acceptance of this product. The method used for forest honey production through the honey processing stage to minimize the enzymatic process, the addition of natural ingredient extracts, packaging with primary single-drinking sachet packaging and secondary packaging, and marketing. The results of the study showed that the hedonic test of forest honey products with the addition of natural ingredient extracts received a very good response, where most respondents stated that their responses were really liked and liked. The strawberry extract variant is preferred over jasmine extract, while the packaging can still be improved to attract more consumers. Marketing strategies need to be developed more variedly by utilizing the existing marketing mix. The conclusion is that forest honey products with the addition of natural ingredient extracts packaged in single-drinking sachet packaging have great potential to be developed with several modifications to the packaging and marketing strategies.
Riset pasar farmasi penjualan produk minyak aromaterapi Soegiantoro, Didiek Hardiyanto
JURNAL KESEHATAN PRIMER Vol 9 No 1 (2024): JKP (Jurnal Kesehatan Primer)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/jkp.v9i1.1583

Abstract

Aromatherapy medicated oil products have been used as complementary therapy in the treatment of disease. Currently, the number of aromatherapy medicated oil products is very diverse in terms of brands, sizes and packaging. To get an idea of ​​the influence of brand and packaging on the number of sales of this aromatherapy medicated oil product, market research was conducted at the ES Yogyakarta Pharmacy. This research is quantitative descriptive exploratory research using retrospective data. Population and sample of all aromatherapies medicated oil products available in pharmacies during 2023. The research results show that the best-selling medicated oil products are not determined by the first brand produced but are sold more by the brand that sells the most innovation and development of new products in aroma variants and packaging forms. Meanwhile, the packaging that people like most is roll-on packaging because it is more "personal" packaging and is not shared with other people.
MELAWAN NYERI SENDI GOUT: UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KESADARAN MASYARAKAT Soegiantoro, Didiek Hardiyanto; Clarina, Ariela Nadine; Helene; Anggun; Gita, Flora; Agustinus, Yosua
Masyarakat: Jurnal Pengabdian Vol. 2 No. 4 (2026)
Publisher : Yayasan Pendidikan Dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/m-jp.v2i4.667

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan secara spesifik untuk memitigasi dampak peningkatan prevalensi penyakit gout melalui optimalisasi pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai deteksi dini serta manajemen pencegahan yang tepat. Program intervensi kesehatan strategis ini dilaksanakan secara langsung di lingkungan masyarakat Kalurahan Purwomartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode pelaksanaan menerapkan alur kerja sistematis yang meliputi identifikasi masalah kesehatan, perancangan media komunikasi visual, dan distribusi flyer edukatif, yang disempurnakan dengan penyuluhan interaktif guna mendiskusikan tata laksana non-farmakologis seperti pengaturan diet rendah purin dan aktivitas fisik. Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan keberhasilan substansial, ditandai dengan lonjakan drastis tingkat literasi kesehatan peserta dari skor rata-rata pre-test di bawah 50% menjadi di atas 80% pada mayoritas responden, serta adanya perubahan nyata dalam intensi perilaku menuju gaya hidup sehat. Implikasi krusial dari kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan edukasi berbasis komunitas sangat efektif memberdayakan masyarakat untuk melakukan pencegahan penyakit secara mandiri. Selain meningkatkan pemahaman medis, program ini berhasil membangun kesadaran kolektif untuk meminimalkan faktor risiko, mengurangi kesalahpahaman terkait penyakit sendi, serta berkontribusi signifikan pada peningkatan kualitas hidup masyarakat jangka panjang.
Co-Authors Abigael, Eltri Agustinus, Yosua Alvitri, Maria Anadjawa, Angel Kartinisari Anggriana Rambu Gadi Mayi Anggun Aprilia, Ribka Dotris Ari Widhiarso Beria, Tervie Tio Brouch, Gracya Anjani Chrisno Yono Cindy Samosir Clarina, Ariela Nadine Damayanti, Sindi Deslania, Jessi Ebemy, Gadiza Septhania Eklesia Putri Genggang Elisa Stanley Giara Ellsya Angeline Rawar Elsa Widaningsih Elsa, Widaningsih Enggelita, Nova Dinda Eri Kristanti Eut, Greysda Rambu Lemba Farasi, Priska Ica Sari Fidya Felicia Adelheid Tataung Gita, Flora Gregory Hope Soegiantoro Gregory Hope Soegiantoro Gregory Hope Soegiantoro Gregory Hope Soegiantoro Gregory Hope Soegiantoro Helene Holy Rhema Soegiantor Holy Rhema Soegiantoro Holy Rhema Soegiantoro Holy Rhema Soegiantoro Holy Rhema Soegiantoro Hulu, Fransiscus Perdamaian Jacques Jericho Joschka Jose Juniyanti, Cicilia Fajar Kaban, Mika Adira Kehek, Marlina Agustina Kristiyani, Ani Kulla, Angelina Eclesia Zangga Kurniawati, Aloysia Yossy Laka, Lusiana Cindy Putri Ling, Emelya Kristin Luon, Magdalena Ohe Maharani, Cintia Manise, Chyntia Clarisa Marna Kusumiati Mayi, Anggriana Rambu Gadi Meirentia, Milkha Milkha Meirentia Nata, Ririsiana Nazna, Christy Novena Adi Yuhara Pilar Tesalonika Wahyukurnia Pinem, Elsa Nansari Febyola BR. Piter, Sarah Jesika Prameswari, Laura Dyah Rezeki, Leani Sri Rose, Immellya La Sarah Puspita Atmaja Sasda, Veviani Sepiany, Sepiany Soegiantoro, Gregory Hope Soegiantoro, Holy Rhema Tesalonika Anindya Erna Theressia, Yanti Octavia Tudang, Cesy Vanessa Sasmytha Djera Pay Waruwu, Intan Selvyanti Widaningsih, Elsa Widiyaningrum, Dania Dewi Wirany Djangga Uma Wirany Djangga Uma Yosua Adi Kristariyanto