Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Analisis Karakteristik dan Kepribadian Ideal Guru Bimbingan dan Konseling dalam Meningkatkan Kualitas Bimbingan dan Konseling di Kota Palu Fitriani, Dian; Arifyadi, Azam; Hasan, Hasan
Ghaidan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam dan Kemasyarakatan Vol. 7 No. 2 (2023): Ghaidan Jurnal Bimbingan Konseling Islam & Kemasyarakatan
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/ghaidan.v7i2.19834

Abstract

The research aims to determine the personality of the ideal guidance and counseling teacher according to students so students feel enthusiastic about receiving guidance and counseling services at school. The research method used by the author is a qualitative method with a descriptive approach, namely by collecting data as it is from a symptom of a phenomenon that existed when the research was carried out. The data and data sources in this research are 300 State High School students in Palu City, using survey techniques. The research instrument used in this research was the ideal guidance and counseling teacher personality questionnaire. Data analysis techniques are carried out by collecting, analyzing, and interpreting data, which will be concluded as research results. This research concludes that the personality tendency of the ideal guidance and counseling teacher for high school students in Palu City is in the ideal category of (53.67%). The research found that of the 11 indicators considered to determine whether a guidance and counseling teacher is ideal, three indicators are the most chosen by students: warmth, patience, and honesty. The highest indicator of students' assessment of the guidance and counseling teacher's personality lies in the warm indicator, with an average value of 10.84.
Sosialisasi Prosedur Pelaksanaan Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Self-Control untuk Mengurangi Loneliness Siswa Pada Musyawarah Guru BK SMP Kota Palu Lestari, Mardi; Ratu, Bau; Syahran, Ridwan; Arifyadi, Azam; Felayati Silalahi, Micha; Fitriani, Dian
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal PkM PATIKALA
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia/Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/patikala.v5i2.3760

Abstract

The implementation of guidance services for students at junior high schools under the auspices of MGBK Palu has been observed to be suboptimal, with the forms of service and innovation implemented by guidance counsellors proving ineffective. The main problems with the service partners include: the optimisation of processes and innovations in guidance services for students is not yet optimal; guidance counsellors at junior high schools under the auspices of MGBK Palu are not yet fully aware of the procedures for implementing self-control group guidance in overcoming loneliness. This service aims to provide guidance counsellors with the understanding, skills and abilities to carry out their services at school. The participants of this community service activity were 20 junior high school guidance counsellors who are members of the Palu City Junior High School MGBK. The core activities were carried out over 1 day of socialisation and 3 months of mentoring. The stages of implementation of this community service were through socialisation and mentoring. The results of community service showed that the level of competence of teachers at the community service partner location increased in the implementation of guidance services. The implications of community service were seen in the implementation of socialisation, the utilisation of services by guidance counsellors, innovations in implementing guidance counselling services, and the evaluation of activities after the implementation of community service by partners.
Profil Tingkat Bullying Pada Siswa SMA Se-Kecamatan Pamona Selatan Mowemba, Gretza Eurika; Munifah, Munifah; Rasido, Ikhlas; Arifyadi, Azam
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil tingkat Bullying pada siswa SMA se-Kecamatan Pamona Selatan. Profil Bullying verbal dalam penelitian ini merujuk pada gambaran bentuk perilaku Bullying verbal yang dialami siswa di lingkungan sekolah. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode observasi dan wawancara. Informan terdiri dari lima siswa, yaitu tiga siswa dari SMA Negeri 1 Pamona Selatan dan dua siswa dari SMA Negeri 2 Pamona Selatan, yang pernah mengalami Bullying verbal. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa gambaran Bullying verbal yang dialami para korban seperti dipanggil dengan sebutan yang merendahkan (5 informan), diejek karena kondisi fisik seperti kulit gelap atau tubuh pendek (4 informan), dihina dengan kata-kata kasar atau kotor (4 informan), serta dipermalukan di depan umum (3 informan). Beberapa korban juga menyatakan tidak mampu melawan atau hanya memilih diam saat mengalami perlakuan tersebut. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penanganan Bullying di sekolah secara berkelanjutan dan melibatkan seluruh elemen sekolah serta keluarga.
Analisis Pemahaman Guru Bimbingan dan Konseling Terhadap Kurikulum Merdeka Pada SMA Negeri Se-Kota Palu Arifyadi, Azam; Fitriani, Dian; Wahyuningsih, Nur Eka
Guidance : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 21 No 02 (2024): Guidance: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan | Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/guidance.v21i02.4275

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengkaji dan mendeskripsikan pemahaman guru bimbingan dan konseling dalam kurikulum merdeka dan implementasi pelayanan BK dalam kurikulum merdeka di SMA Negeri Se-Kota Palu. Menjembatani kesenjangan antara visi Kurikulum Merdeka dan praktik pendidikan sehari-hari di lapangan. Pemahaman kurikulum Merdeka dalam layanan konseling yang efektif dan inovatif dapat menjadi langkah penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tuntutan masa depan yang semakin kompleks dan beragam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. dimana data akan dipaparkan secara deskriptif. Informan dalam penelitian ini yaitu guru bimbingan dan konseling. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh informasi bahwa, pemahaman.Guru Bimbingan dan Konseling terhadap kurikulum Merdeka di SMA se- Kota Palu sebagian besar guru BK telah memahami tentang kurikulum Merdeka, hal ini dapat terlihat dari pemahaman perbedaan kurikulum medeka dan kurikulum sebelumnya serta adanya perangkat yang sesuai dengan kurikulum Merdeka. Implementasi pelayanan Bimbingan dan Konseling terhadap kurikulum Merdeka di SMA se- Kota Palu Sebagian besar telah terlaksana, meskipun ada beberapa sekolah yang baru melaksanakan di beberapa semester terakhir Luaran yang dihasil pada penelitian ini berupa publikasi jurnal nasional terakreditasi 2024.
From Reflection to Action: Empowering Students’ Multicultural Self-Efficacy through Youth Participatory Action Research (YPAR) Group Counseling Ratu, Bau; Puswiartika, Dhevy; Nurwahyuni, Nurwahyuni; Arifyadi, Azam; Fitriani, Dian; Hasan, Hasan; Lakadjo, Mohamad Awal
Jurnal Kependidikan : Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol. 11 No. 4 (2025): December
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v11i4.17638

Abstract

This study investigates the effectiveness of multicultural group counseling integrated with the Youth Participatory Action Research (YPAR) approach in enhancing multicultural self-efficacy among Indonesian high school students. Using a mixed-methods method, nine students were selected through purposive sampling based on their willingness to participate, representation of cultural diversity, and absence of serious psychological concerns. They completed an eight-session YPAR-based group counseling intervention. Quantitative data were collected using the Multicultural Self-Efficacy Scale–High School Version (MSES–HS) and analyzed using descriptive statistics, the Wilcoxon signed-rank test, and effect size calculations. The results revealed a substantial increase in multicultural self-efficacy (ΔM = 88.78), representing approximately 49.8% of the total scale range, with all five dimensions—cultural knowledge, cultural values, cultural awareness, communication, and flexibility—showing significant improvement (p < .01; r = .89). Qualitative data derived from reflection journals, focus group discussions, and facilitator observations indicated enhanced intercultural empathy, increased communication confidence, and a shift from passive tolerance to proactive engagement. These findings align with Bandura’s self-efficacy and social learning theories and Corey’s group counseling framework, which emphasize experiential learning, peer modeling, and reflective dialogue. The integration of YPAR into multicultural counseling not only demonstrated statistical effectiveness but also fostered agency, cultural identity development, and a more participatory school climate. This study offers a culturally responsive and scalable intervention model for inclusive education, particularly in multicultural contexts such as Indonesia.
Pemahaman Bahaya Seks Bebas Pada Siswa SMA : Understanding The Dangers Of Free Sex Among High School Students Azzahrah, Anbarah; Lestari, Mardi; Puswiartika, Dhevy; Arifyadi, Azam
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9559

Abstract

Kurangnya kesadaran terhadap bahaya seks bebas merupakan masalah utama siswa di sekolah saat ini. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitaf dengan sampel 120 orang siswa. Adapun teknik pengumpulan datanya untuk mengetahui tentang pemahaman siswa terhadap bahaya seks bebas melalui angket/kuisioner. Penelitian deskriptif yaitu, penelitian yang dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui nilai dari variabel mandiri yang berjumlah minimal satu variabel tanpa membuat komparasi atau mengkorelasikan dengan variabel yang lain. Berdasarkan hasil penelitian, teknik analisis yang digunakan untuk mengetahui pemahaman siswa terkait bahaya seks bebas, dapat di lihat dari klasifikasi pemahaman seks bebas dari 120 siswa menunjukkan dari presentase 89% dengan klasifikasi sangat tinggi dan presentase 11% tinggi memiliki pemahaman bahaya seks bebas. Sedangkan presentase 0% dengan klasifikasi kurang tinggi dan rendah tidak menunjukkan pemahaman bahaya seks bebas. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata siswa sangat memahami bahaya seks bebas yang artinya sejahtera secara psikologis. Ini menunjukkan bahwa tercapainya potensi psikologis pada siswa atau sebuah perasaan dimana siswa dapat memahami bahaya seks bebas, mengetahui dampak dan penyebab bahaya seks bebas serta mengetahui cara mengatasi seks bebas.
Hubungan Antara Body Image Dengan Kepercayaan Diri Mahasiswi Bimbingan Dan Konseling Angkatan 2024 Universitas Tadulako: The Relationship Between Body Image And Self-Confidence Of Guidance And Counseling Students Of The 2024 Cohort At Tadulako University Alfhatir, Muh. Nur; Munifah; Arifyadi, Azam; Fitriani, Dian
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9560

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara body image dengan kepercayaan diri pada mahasiswi Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Tadulako angkatan 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswi Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2024 yang berjumlah 117 orang, dan karena jumlah populasi relatif kecil, maka digunakan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket (kuesioner) yang terdiri atas dua instrumen, yaitu angket body image dan angket kepercayaan diri. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara body image dengan kepercayaan diri mahasiswi Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Tadulako (r = 0,69; p < 0,01). Hal ini berarti semakin positif pandangan mahasiswi terhadap citra tubuhnya, maka semakin tinggi pula tingkat kepercayaan dirinya. Sebaliknya, mahasiswi dengan citra tubuh negatif cenderung memiliki tingkat kepercayaan diri yang rendah.
Integrasi Nilai Padungku dalam Konseling Analisis Transaksional untuk Meningkatkan Keterampilan Interaksi Sosial Siswa Sirumpa, Yuyun Lestari; Ratu, Bau; Nurwahyuni, Nurwahyuni; Fitirani, Dian; Arifyadi, Azam; Puswiartika, Dhevy; Lakadjo, Mohamad Awal
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v16i1.15559

Abstract

This study explores the meaningfulness of group counseling based on Transactional Analysis (TA) integrated with Padungku cultural values in enhancing students' social interaction skills. The research employed a Classroom Action Research (CAR) design using the Hopkins model over two cycles. Participants were 10 tenth-grade students selected through purposive sampling. Data were collected through a social interaction skills instrument, process observations, and student evaluations of counseling services. Results indicated significant improvement, with students progressively shifting from "Low" to "Very High" categories of social interaction. Observations supported the quantitative data, showing increased participation, communication, and self-control, while student evaluations revealed positive perceptions of the intervention's meaningfulness. The discussion links these changes to the ego state mechanism in TA and reinforcement of local cultural values. The study concludes that this integrative approach is meaningful in developing culturally responsive school counseling practices.