Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Ketidaksantunan Berbahasa Mahasiswa dalam Proses Perkuliahan (Studi pada Program Studi Tadris Bahasa Indonesia UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu) Randi, Randi; Sari, Wenny Aulia
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v6i1.5689

Abstract

This study aims to describe the form of impoliteness in student language in the lecture process. The study was conducted on students of the Indonesian Language Tadris Departement at Fatmawati Sukarno Bengkulu State Islamic University (UIN). The data analysis method used is descriptive-qualitative. This study found violations or impoliteness in: 1) maxims of wisdom in 3 utterances; 2) modesty maxim of 4 utterances; 3) sympathy maxim of 2 utterances; 4) the maxim of appreciation is 4 utterances; 5) the maxim of agreement is 1 utterance; 6) the maxim of agreement is not found. This research concludes that the impoliteness in the language of Indonesian Tadris Departement students at UIN Fatmawati Sukarno is found in the maxims of impoliteness, tact, humility, sympathy, appreciation, and agreement
Interferensi Bahasa Jawa dalam Penggunaan Bahasa Indonesia Lisan pada Kalangan Remaja di Desa Sukasari Kecamatan Air Priukan Kabupaten Seluma Agustina, Rahma Ayu; Suradi, Ahmad; Sari, Wenny Aulia
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i2.501

Abstract

Penelitian ini berjudul interferensi bahasa Jawa dalam penggunaan bahasa Indonesia bentuk-bentuk interferensi yang terjadi ketika remaja menggunakan bahasa Indonesia, yang dipengaruhi oleh bahasa Jawa sebagai bahasa ibu mereka.metode yang digunakan dalam lisan pada kalangan remaja di desa Sukasari kecamatan air priukan kabupaten Seluma tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis penelitian ini mengunakan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi di lapangan.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa interferensi bahasa Jawa dalam bahasa Indonesia terjadi dalam Lima aspek kebahasaan yaitu interferensi fonologi, interferensi semantik, interferensi leksikal, interferensi sintaksis dan interferensi morfologi. Interferensi fonologi terjadi terlihat dari perubahan bunyi vokal dan konsonan sedangkan interferensi semantik muncul dari pergeseran makna kata dan interferensi listrik yang ditunjukkan dengan penggunaan kosakata bahasa Jawa dalam kalimat bahasa Indonesia dan interferensi sintesis terjadi akibat pengaruh pola susunan kalimat bahasa Jawa dan terakhir interferensi morfologi dilihat dari penyisipan atau perubahan imbuhan dari bahasa Jawa dalam kata-kata bahasa Indonesia.
Eksplorasi Bentuk dan Makna dalam Syair Meringit Masyarakat Suku Pasemah di Desa Tanjung Kemuning 1 Padang Guci Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu: Perspektif Pendidikan Bahasa Indonesia Putri, Verti Emilia; Suradi, Ahmad; Sari, Wenny Aulia
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i2.502

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, makna, dan implikasi eksplorasi Syair Meringit dalam perspektif pendidikan Bahasa Indonesia. Syair Meringit merupakan salah satu bentuk sastra lisan khas masyarakat Desa Tanjung Kemuning 1, Kecamatan Padang Guci Hulu, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, yang mengandung nilai-nilai budaya, spiritual, dan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk Syair Meringit terdiri atas bait empat baris dengan pola rima dominan a-a-a-a dan variasi rima silang, diksi khas bahasa daerah Pasemah yang sarat makna simbolik dan reflektif, serta imaji kuat yang melibatkan unsur visual, auditif, dan emosional. Makna dalam Syair Meringit terbagi menjadi makna denotatif, yaitu makna literal terkait kondisi sosial dan alam sekitar, serta makna konotatif yang mencerminkan nilai moral, spiritualitas, dan pengalaman batin masyarakat. Eksplorasi terhadap syair ini menunjukkan potensi besar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya dalam penguatan literasi sastra, pelestarian budaya lokal, dan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. Syair Meringit dapat digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran puisi lama, pengembangan apresiasi sastra, serta refleksi nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari.
Implikatur Percakapan dalam Acara Adat Puka Purih di Kecamatan Enggano Kabupaten Bengkulu Utara Meliyana, Meliyana; Suradi, Ahmad; Sari, Wenny Aulia
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i2.503

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi implikatur percakapan yang terdapat dalam acara adat Puka Purih di Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara. Tradisi Puka Purih merupakan upacara adat masyarakat Enggano yang dilaksanakan setelah masa berkabung, dan mengandung tuturan yang sarat makna budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap tokoh adat. Analisis dilakukan berdasarkan teori implikatur Grice, yang membedakan antara implikatur konvensional dan nonkonvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 15 data tuturan yang dianalisis, sebanyak 11 tuturan merupakan implikatur konvensional yang maknanya dapat dipahami secara eksplisit oleh masyarakat berdasarkan kesepakatan budaya, sedangkan 4 tuturan merupakan implikatur nonkonvensional yang maknanya bersifat tersirat dan bergantung pada konteks budaya lokal. Fungsi implikatur dalam tuturan tersebut meliputi fungsi representatif, ekspresif, direktif, dan isbati yang menunjukkan bahwa bahasa dalam tradisi adat Enggano bukan hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana pelestarian nilai sosial dan spiritual. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian pragmatik serta pelestarian budaya lokal.
Strategi Pemertahanan Bahasa Jawa pada Generasi Muda di Era Globalisasi Desa Talang Sebaris Kecamatan Air Periukan Kabupaten Seluma Yani, Neni Putri; Suradi, Ahmad; Sari, Wenny Aulia
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i2.504

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pemertahanan bahasa Jawa di kalangan generasi muda pada era globalisasi, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi masyarakat Desa Talang Sebaris, Kecamatan Air Periukan, Kabupaten Seluma. Bahasa Jawa sebagai warisan budaya lokal mengalami penurunan penggunaan di tengah arus globalisasi dan dominasi bahasa Indonesia maupun bahasa asing dalam kehidupan sehari-hari generasi muda. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap berbagai informan, seperti generasi muda, tokoh masyarakat, dan perangkat desa. Hasil penelitian menunjukkan lima strategi utama dalam pemertahanan bahasa Jawa, yaitu pendekatan keluarga, pementasan seni dan festival budaya, pembentukan tim pelestarian budaya, pemanfaatan teknologi dan media sosial, serta integrasi dalam pendidikan formal dan informal. Strategi-strategi ini sesuai dengan teori pemertahanan bahasa Meko Mbete (2010), yang menekankan pentingnya kolaborasi antar-lembaga, peran keluarga, serta pemanfaatan media dan pendidikan. Namun demikian, ditemukan sejumlah kendala seperti rendahnya minat generasi muda, kurangnya dukungan institusional dari pemerintah dan sekolah, terbatasnya kesempatan praktik berbahasa Jawa, serta pernikahan antar suku yang menggeser penggunaan bahasa daerah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun terdapat berbagai hambatan, masyarakat Desa Talang Sebaris memiliki kesadaran yang tinggi akan pentingnya mempertahankan bahasa Jawa sebagai identitas budaya. Diperlukan upaya sinergis lintas sektor untuk memastikan bahasa Jawa tetap lestari dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Analisis Makna Pendidikan Yang Terkandung Dalam Naskah Petatah Petitih Mengantar Uang Antaran Adat Melayu Bengkulu Di Balai Adat Rajo Penghulu Kota Bengkulu Sebuah Analisis Semiotik Muharani, Diah Anisa; Suradi, Ahmad; Sari, Wenny Aulia
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i2.505

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis Makna Pendidikan Yang terkandung dalam Naskah Petatah Petitih Mengantar Uang Antaran Adat Melayu di Balai Adat Rajo Penghulu Bengkulu. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan metode simak, cekam, Catat. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam Naskah Petatah Petitih Mengantar Uang Antaran Adat Melayu Bengkulu bukan hanya sekedar adat istiadat saja tapi memiliki makna pendidikan yang sangat bernilai bagi masyarakat yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pertama, Makna Nilai Pendidikan Religius. Jika dilihat dari Naskah petatah petitihnya Nilai Religius menyampaikan bahwa dalam kehidupan masyarakat, adat istiadat harus berdasarkan hukum yang berlaku, dan hukum itu sendiri harus bersumber dari ajaran agama, khususnya Islam (Kitabullah = Al-Qur'an). Ini merupakan prinsip penting dalam budaya Melayu Bengkulu. Kedua, Nilai Fungsional menyampaikan bahwa fungsi lembaga adat sebagai sistem yang mengatur penerimaan tamu, penghormatan, dan tata hubungan sosial. Naskah petatah petitih tersebut penuh dengan simbol adat dan tata krama dalam menyambut kedatangan tamu dari pihak laki-laki. Ketiga, Nilai Sosiologi menyampaikan bahwa adat sebagai pengatur dan penjaga tatanan kehidupan sosial dan norma serta nilai solidaritas, gotong royong, dan kebersamaan dalam masyarakat.
Penggunaan Media Audio Visual Untuk Meningkatkan Pembelajaran Menyimak Informasi Dalam Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Di SMPN 18 Kota Bengkulu Yuseva, Putri; Adisel, Adisel; Sari, Wenny Aulia
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i3.555

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media audio visual dalam meningkatkan keterampilan menyimak informasi siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMPN 18 Kota Bengkulu. Keterampilan menyimak merupakan aspek fundamental dalam pembelajaran bahasa yang mendukung perkembangan kemampuan berbahasa lainnya, seperti berbicara, membaca, dan menulis. Berdasarkan hasil observasi awal, ditemukan bahwa proses pembelajaran menyimak di sekolah tersebut masih kurang optimal akibat rendahnya perhatian siswa, suasana kelas yang kurang kondusif, serta minimnya penggunaan media pembelajaran yang menarik. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media audio visual, khususnya video pembelajaran yang menampilkan unsur suara dan gambar gerak, mampu meningkatkan minat, fokus, serta daya serap siswa dalam memahami informasi yang disampaikan guru. Pembelajaran menjadi lebih interaktif dan menyenangkan, sehingga siswa lebih termotivasi dan aktif berpartisipasi dalam proses menyimak. Media audio visual juga mempermudah siswa dalam mengingat informasi karena melibatkan dua indera sekaligus, yaitu pendengaran dan penglihatan. Temuan ini sejalan dengan kebijakan pendidikan nasional yang menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Penelitian ini merekomendasikan agar guru secara aktif mengintegrasikan media audio visual dalam kegiatan belajar mengajar, serta pihak sekolah menyediakan fasilitas pendukung guna menunjang efektivitas pembelajaran menyimak di kelas.
Analisis Representasi Gender dalam Sastra Novel Sisi Tergelap Surga Karya Brian Khrisna Purwanti, Okti Rere; Sari, Wenny Aulia; Zasianita, Fera
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.30461

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi gender dalam novel Sisi Tergelap Surga karya Brian Khrisna dengan menggunakan teori representasi Stuart Hall, yang mencakup pendekatan reflektif, intensional, dan konstruksi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi terhadap karakter, narasi, dan konteks sosial yang membentuk identitas gender dalam novel. Temuan penelitian menunjukkan bahwa representasi gender dalam novel ini merefleksikan realitas sosial masyarakat marjinal, menunjukkan intensi pengarang dalam mengkritik norma patriarkal, serta membongkar konstruksi budaya terhadap identitas laki-laki dan perempuan. Analisis juga menggunakan pendekatan interseksionalitas untuk memahami keterkaitan antara gender, kelas, dan stigma sosial. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa karya sastra dapat menjadi medium kritik sosial yang kuat terhadap ketidaksetaraan gender..
Fungsi Sintaksis Frasa Nomina Dalam Cerita Pendek “Gincu Arang” Karya Made Diva Cerpen Kompas Muda Liandara, Nidia; Khermarinah, Khermarinah; Sari, Wenny Aulia
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i3.597

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi sintaksis frasa nomina dalam cerita pendek “Gincu Arang” karya Made Diva yang diterbitkan di Kompas Muda. Cerpen ini dipilih karena memuat pesan moral mendalam tentang penyesalan hidup seorang perempuan yang terjerumus ke dunia malam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data dikumpulkan melalui teknik baca dan catat dengan menelaah frasa nomina yang muncul dalam teks cerpen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frasa nomina dalam cerpen “Gincu Arang” memiliki fungsi sintaksis sebagai subjek, objek, pelengkap, dan keterangan. Frasa nomina yang ditemukan membentuk pola sintaksis yang konsisten, mendukung penggambaran tokoh “Aku”, konflik batin, dan suasana cerita. Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian linguistik, khususnya sintaksis, serta dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar analisis bahasa dalam karya sastra. Selain itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi peneliti selanjutnya yang tertarik meneliti unsur kebahasaan serupa pada genre sastra lain. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya pemahaman struktur sintaksis dalam mengungkap makna mendalam sebuah karya sastra.
Analisis Bahasa Figuratif Dan Makna Pada Lirik Lagu Album “Markers and Such Pensflashdisks” Karya Sal Priadi Septika, Vivia; Sari, Wenny Aulia; Zasianita, Fera
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.30783

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan bahasa figuratif dan makna konotatif dalam lirik lagu album Markers and Such Pens Flashdisks karya Sal Priadi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan stilistika. Fokus analisis terletak pada identifikasi gaya bahasa seperti metafora, simile, personifikasi, hiperbola, dan simbolisme, serta penafsiran makna konotatif, baik positif maupun negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik-lirik dalam album ini tidak hanya memperkaya aspek musikal, tetapi juga mengandung kekuatan estetik dan ekspresif yang mencerminkan pengalaman emosional dan refleksi kehidupan. Bahasa figuratif dalam lirik berfungsi sebagai media untuk menyampaikan pesan-pesan mendalam secara simbolik dan puitis. Dengan demikian, lirik lagu dapat dikaji sebagai teks sastra yang bermakna, sekaligus membuka ruang apresiasi terhadap karya musik populer dalam ranah akademik.