Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PEMEROLEHAN BAHASA PADA ANAK USIA 3-4 TAHUN (DITINJAU DARI PEMEROLEHAN SEMANTIK YANG DIKUASAI ANAK USIA 3-4 TAHUN) DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR Sari, Wenny Aulia
Al Fitrah: Journal Of Early Childhood Islamic Education Vol 1, No 1 (2018): Early Childhood Islamic Education
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ja.v1i2.1334

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mendeskripsikan pemerolehan bahasa anak usia 3-4 tahun ditinjau dari pemerolehan semantik ketika media gambar diperlihatkan dan saat menggeneralisasikan gambar-gambar (terhadap respon).Subjek pada penelitian ini adalah seorang anak perempuan yang berusia 3 tahun yang bernama Faradila Diwanta yang biasa dipanggil dengan “Fara”. Analisis data dalam penelitian ini dilaksanakan dengan membandingkan setiap data atau respon yang didapat terhadap anak usia 3;0-4;0 tahun, menginterpretasikannya sesuai data yang ada dan memberi kesimpulan berdasarkan analisi data tersebut.Pemerolehan bahasa ditinjau dari fitur-fitur semantik dengan media gambar ini dapat membuat anak memperoleh bahasa dan dengan adanya stimulus-respon dapat membuat perkembangan psikologi anak menjadi berkembang serta Respon pada saat menggeneralisasikan gambar-gambar dapat membuat pemahaman anak terhadap gambar-gambar yang diperlihatkan.Kata kunci: Pemerolehan Bahasa, Semantik dan Media Gambar
Toponimi Desa-Desa Di Kabupaten Bengkulu Tengah: Kaitannya Dengan Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Smp Negeri 22 Kota Bengkulu Paulina , Aprilia Salsa; Satria, Irwan; Sari, Wenny Aulia
GHAITSA : Islamic Education Journal Vol. 2 No. 2 (2021): Juni
Publisher : Yayasan Darusssalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/ghaitsa.v2i2.933

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan toponimi 3 (tiga) desa di Kabupaten Bengkulu Tengah dan kaitannya dengan pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 22 Kota Bengkulu. Penelitian pun dirancang sebagai studi kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis toponimi Desa Kembang Seri, Air Sebakul, dan Karang Tinggi dilakukan berdasarkan sudut pandang Muhyidin (2017) yang membahas asal usul penamaan dari 3 (tiga) aspek, yaitu perwujudan, kemasyarakatan, dan kebudayaan. Hasil analisis dihubungkan dengan pembelajaran di sekolah dengan mempertimbangkan intisari dan tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia. Instrumen yang digunakan adalah tabel pedoman wawancara untuk setiap narasumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penamaaan Kembang Seri diambil dari tumbuhan rumput-rumputan, yaitu sereh yang memiliki bunga. Desa Air Sebakul didasari atas keberadaan genangan air dengan ukuran sebakul. Sementara itu, penamaan Desa Karang Tinggi dipengaruhi oleh adanya bentuk wilayah yang didominasi oleh bukit-bukit berkarang dengan ukuran tinggi. Toponimi ini tidak menjadi salah satu materi pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 22 Kota Bengkulu karena pembelajaran tentang nama-nama tempat tidak dibahas hingga asal-usul atau bahkan sejarahnya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah toponimi ketiga desa sangat dipengaruhi oleh aspek perwujudan. Meskipun toponimi tidak dipelajari di satuan pendidikan tingkat menengah pertama, namun adanya penelitian ini toponimi sangat direkomendasikan bagi para siswa untuk memperluas wawasan sejarah tentang asal-usul nama-nama tempat di dunia.
Implementasi Nilai Pendidikan Karakter Dalam Tradisi Adat Kusi Besanding Napa Suku Lembak Delapan Di Desa Pelajau Bengkulu Tengah Wulandari, Fitri; Khermarinah, Khermarinah; Sari, Wenny Aulia
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini mengenai implementasi nilai pendidikan karakter dalam adat kusi besanding napa di desa pelajau Bengkulu tengah. Nilai-nilai pada suatu tradisi akan memberikan dampak positif bagi masyarakat apabila diterapkan dengan baik didalam kehidupan masyarakat. Dalam pelaksanaan tradisi tentu  mengandung makna serta nilai-nilai pendidikan karakter yang sampai sekarang masih dipatuhi dan dijalani oleh masyarakat tertentu. Salah satunya pada tradisi Kusi Besanding Napa Suku Lembak Delapan di Desa Pelajau Bengkulu Tengah. Metodologi dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode deskriptif kualitatif berupa pengamatan (observasi), wawancara, dan dokumentasi dengan teknik analisis data yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan  kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Tradisi Kusi Besanding Napa wajib dilakukan ketika adanya acara pernikahan  dengan berbagai rangkaian upacara adat yang ada, yaitu: Menindai, Betanye, Malam betunang, Makan ketan, Pembentukan panitia kerja, Hari mufakat, Bekonai, Belarak, Kusi besanding napa/Malam napa, aria kerje. Nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam tradisi kusi besanding napa berupa, religious, gotong royong, kejujuran, tanggung jawab, kesabaran, kerukunan, keadilan.
Language Acquisition (Types of Sentence) of Three to Four Years Old Children Sari, Wenny Aulia; Ariyanti, Tri Dina
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 4, No 1 (2022): JANUARI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v4i1.3168

Abstract

This study discussed the language acquisition of children aged 3-4 years. In general, children aged three to four years are able to produce various types of sentences to communicate their goals to others. This study aimed to describe what types of sentences are acquired by children aged three to four years. This type of research was qualitative research using the descriptive method. The collection of data in this research utilized recording and note-taking techniques. The data analysis technique used in this study consisted of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study indicated that all types of sentences in the form of declarative sentences, interrogative sentences, imperative, and exclamatory sentences can be said by children aged three to four years. Sentences that are often said by children aged three to four years are news sentences (declarative).
Analisis Nilai Moral Dan Nilai Sosial Dalam Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar Karya Tere Liye Dan Pemanfaataanya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Purnama, Etria; Khermarinah, Khermarinah; Sari, Wenny Aulia
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i4.839

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai moral dan sosial dalam novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye serta mengeksplorasi pemanfaatannya sebagai bahan ajar Bahasa Indonesia di tingkat SMP. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis sosiologi sastra, menekankan keterkaitan antara teks, pengarang, dan konteks sosial budaya. Data penelitian berupa kutipan frasa, kalimat, dan paragraf yang mengandung nilai moral dan sosial, dikumpulkan melalui teknik baca dan catat, kemudian dianalisis secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan novel ini mengandung 35 data yang terbagi menjadi 17 nilai moral dan 18 nilai sosial. Nilai moral mencakup hubungan manusia dengan diri sendiri (kesabaran, keikhlasan, tanggung jawab), dengan orang lain (nasehat, kasih sayang, empati), dan dengan Tuhan (iman, doa, ritual keagamaan). Nilai sosial meliputi kasih sayang, tanggung jawab, dan keserasian hidup. Novel ini memiliki potensi tinggi sebagai bahan ajar karena mendukung pengembangan literasi, kemampuan analisis, dan karakter peserta didik melalui kegiatan analisis unsur intrinsik, diskusi, penulisan resensi, serta refleksi nilai kehidupan. Penelitian ini menegaskan bahwa novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar efektif digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis Kurikulum Merdeka, mengintegrasikan sastra, literasi, dan pendidikan karakter.
Analisis Penggunaan Gaya Bahasa Kiasan dalam “Podcast Warung Kopi (PWK)” Praz Teguh Media Sosial di Youtube Nabilla, Bella Herlin; Yumarni, Asmara; Sari, Wenny Aulia
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i4.855

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, jenis, dan penggunaan gaya bahasa kiasan yang muncul dalam Podcast Warung Kopi (PWK) Praz Teguh di media sosial YouTube. Latar belakang penelitian ini berfokus pada fenomena penggunaan bahasa kreatif dalam konten digital, di mana gaya bahasa kiasan menjadi bagian penting dalam membangun humor, memperkuat pesan, serta menciptakan efek komunikatif tertentu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa metode simak dan catat terhadap 11 episode podcast yang diteliti. Data dianalisis melalui proses klasifikasi, deskripsi, dan interpretasi makna sesuai konteks tuturan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 16 jenis gaya bahasa kiasan yang ditemukan dalam tuturan host dan bintang tamu PWK, antara lain: simile, metafora, alegori, personifikasi, alusi, eponim, epitet, sinekdoke, metonimia, antonomasia, hipalase, ironi, satire, inuendo, antifrasis, dan paronomasia. Gaya bahasa metafora merupakan jenis yang paling dominan, sedangkan gaya bahasa alegori, personifikasi, dan beberapa bentuk lainnya muncul dalam jumlah yang lebih sedikit. Penggunaan gaya bahasa kiasan dalam podcast ini berfungsi untuk memperkuat efek humor, memberikan penegasan makna, menyampaikan kritik sosial secara halus, menggambarkan pengalaman personal, serta memperkaya kreativitas bahasa dalam komunikasi informal. Penelitian ini menunjukkan bahwa Podcast Warung Kopi PWK tidak hanya menjadi media hiburan, tetapi juga ruang yang merefleksikan dinamika perkembangan bahasa Indonesia di era digital melalui penggunaan gaya bahasa yang variatif dan kreatif. Temuan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam kajian stilistika, pragmatik, dan pembelajaran bahasa Indonesia pada konteks media digital.
Efektivitas Pemanfaatan Media Digital dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Putri, Agnes Sonia; Khermarinah, Khermarinah; Sari, Wenny Aulia
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i1.892

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi digital telah membuka peluang sekaligus tantangan baru dalam dunia pendidikan, tak terkecuali dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Kajian literatur sistematis ini bertujuan untuk memetakan dan menganalisis secara kritis efektivitas pemanfaatan media digital sebagai sarana pembelajaran Bahasa Indonesia di berbagai jenjang pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada protokol PRISMA, menganalisis 35 artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2025 dari berbagai basis data bereputasi, antara lain DOAJ, SINTA, Google Scholar, dan Scopus. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan media digital yang mencakup platform e-learning, aplikasi berbasis gamifikasi, video pembelajaran, podcast, hingga media sosial edukatif secara konsisten berkorelasi positif terhadap peningkatan motivasi belajar, penguasaan keterampilan berbahasa, dan keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran. Secara khusus, keterampilan menulis dan membaca menunjukkan peningkatan yang paling signifikan, sementara keterampilan berbicara masih menghadapi tantangan implementasi yang lebih kompleks. Di sisi lain, kajian ini juga mengidentifikasi sejumlah hambatan nyata, di antaranya ketimpangan infrastruktur teknologi antardaerah, minimnya kompetensi digital sebagian pendidik, serta persoalan literasi digital peserta didik. Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas media digital bukan sekadar fungsi ketersediaan teknologi, melainkan sangat bergantung pada kualitas desain pembelajaran, pendampingan pedagogis yang terencana, dan ekosistem pendukung yang memadai. Artikel ini menutup dengan sejumlah rekomendasi konkret bagi para pemangku kepentingan pendidikan.
Komparasi Model Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Meningkatkan Keterampilan Berbahasa Juliantari, Daniati; Khermarinah, Khermarinah; Sari, Wenny Aulia
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i1.893

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif berbagai model pembelajaran Bahasa Indonesia yang telah diterapkan dalam konteks pendidikan formal di Indonesia, serta mengkaji peran media digital sebagai pendukung proses pembelajaran bahasa. Dengan menggunakan metode studi pustaka (systematic literature review), kajian ini menelaah 45 artikel ilmiah yang dipublikasikan antara tahun 2020 hingga 2025 dari berbagai jurnal nasional dan internasional terakreditasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning/PjBL), pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning), dan pendekatan komunikatif terbukti paling efektif dalam meningkatkan keterampilan berbahasa peserta didik secara holistik. Sementara itu, pemanfaatan media digital seperti platform e-learning, aplikasi berbasis gim, serta video interaktif menunjukkan dampak positif yang signifikan terhadap motivasi dan hasil belajar. Kajian ini juga mengidentifikasi adanya kesenjangan antara potensi model dan media pembelajaran dengan realitas implementasinya di lapangan, terutama terkait kesiapan guru, infrastruktur digital, dan kesesuaian karakteristik peserta didik. Artikel ini diakhiri dengan rekomendasi praktis bagi para pengajar, perancang kurikulum, serta pengambil kebijakan pendidikan bahasa di Indonesia.
Transformasi Pembelajaran Bahasa Indonesia di Era Digital: Analisis Literatur Terhadap Inovasi dan Tantangan Pendidikan Rahmawati, Yuwana; Khermarinah, Khermarinah; Sari, Wenny Aulia
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i1.895

Abstract

Era digital telah membawa perubahan mendasar dalam hampir seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk di ranah pendidikan. Pembelajaran Bahasa Indonesia sebagai mata pelajaran inti di jenjang pendidikan dasar hingga menengah tidak luput dari transformasi yang dipicu oleh kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Artikel ini bertujuan mengkaji secara kritis dinamika transformasi pembelajaran Bahasa Indonesia di era digital melalui pendekatan analisis literatur sistematis. Kajian mencakup enam dimensi utama: (1) konsep transformasi pembelajaran di era digital, (2) inovasi metode dan media berbasis teknologi, (3) tantangan implementasi pembelajaran digital, (4) implikasi terhadap kompetensi guru dan peserta didik, (5) efektivitas media digital berdasarkan hasil penelitian empiris, serta (6) dampak penggunaan teknologi terhadap proses dan hasil belajar. Dengan menganalisis 20 sumber ilmiah dari tahun 2020 hingga 2025, artikel ini menemukan bahwa pemanfaatan platform digital, aplikasi pembelajaran interaktif, dan pendekatan blended learning terbukti mampu meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik secara signifikan. Namun demikian, kesenjangan infrastruktur, keterbatasan kompetensi digital guru, serta minimnya konten digital berbahasa Indonesia yang berkualitas masih menjadi hambatan serius. Artikel ini menegaskan pentingnya kebijakan pendidikan yang komprehensif, pengembangan profesionalisme guru secara berkelanjutan, serta kolaborasi multipihak sebagai prasyarat keberhasilan transformasi digital pembelajaran Bahasa Indonesia.
Analisis Konseptual Pembelajaran Menulis dalam Kurikulum Merdeka pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Renita, Liza; Khermarinah, Khermarinah; Sari, Wenny Aulia
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i1.894

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual pembelajaran menulis dalam Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Bahasa Indonesia serta mengkaji dampak penggunaan media digital terhadap proses dan hasil pembelajaran menulis. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan kualitatif-analitis. Sumber data diperoleh dari artikel jurnal nasional dan internasional, buku akademik, laporan resmi, tesis, dan disertasi yang relevan dengan topik penelitian. Proses analisis meliputi seleksi sumber, pengodean data, kategorisasi tema, dan analisis isi tematik untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai konsep pembelajaran menulis dalam Kurikulum Merdeka. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka memperkenalkan rekonstruksi paradigma pembelajaran menulis yang lebih fleksibel, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik. Pembelajaran menulis diarahkan pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan literasi digital peserta didik. Penggunaan media digital memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar, kreativitas, kolaborasi, serta kualitas hasil tulisan peserta didik. Media digital juga mendukung pengembangan literasi digital dan proses pembelajaran yang lebih interaktif serta relevan dengan tuntutan abad ke-21. Tantangan dalam implementasi pembelajaran menulis berbasis digital meliputi keterbatasan fasilitas, perbedaan kemampuan literasi digital, dan kesiapan guru dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam kegiatan pembelajaran.