Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PEMEROLEHAN BAHASA PADA ANAK USIA 3-4 TAHUN (DITINJAU DARI PEMEROLEHAN SEMANTIK YANG DIKUASAI ANAK USIA 3-4 TAHUN) DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR Sari, Wenny Aulia
Al Fitrah: Journal Of Early Childhood Islamic Education Vol 1, No 1 (2018): Early Childhood Islamic Education
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ja.v1i2.1334

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mendeskripsikan pemerolehan bahasa anak usia 3-4 tahun ditinjau dari pemerolehan semantik ketika media gambar diperlihatkan dan saat menggeneralisasikan gambar-gambar (terhadap respon).Subjek pada penelitian ini adalah seorang anak perempuan yang berusia 3 tahun yang bernama Faradila Diwanta yang biasa dipanggil dengan “Fara”. Analisis data dalam penelitian ini dilaksanakan dengan membandingkan setiap data atau respon yang didapat terhadap anak usia 3;0-4;0 tahun, menginterpretasikannya sesuai data yang ada dan memberi kesimpulan berdasarkan analisi data tersebut.Pemerolehan bahasa ditinjau dari fitur-fitur semantik dengan media gambar ini dapat membuat anak memperoleh bahasa dan dengan adanya stimulus-respon dapat membuat perkembangan psikologi anak menjadi berkembang serta Respon pada saat menggeneralisasikan gambar-gambar dapat membuat pemahaman anak terhadap gambar-gambar yang diperlihatkan.Kata kunci: Pemerolehan Bahasa, Semantik dan Media Gambar
Toponimi Desa-Desa Di Kabupaten Bengkulu Tengah: Kaitannya Dengan Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Smp Negeri 22 Kota Bengkulu Paulina , Aprilia Salsa; Satria, Irwan; Sari, Wenny Aulia
GHAITSA : Islamic Education Journal Vol. 2 No. 2 (2021): Juni
Publisher : Yayasan Darusssalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/ghaitsa.v2i2.933

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan toponimi 3 (tiga) desa di Kabupaten Bengkulu Tengah dan kaitannya dengan pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 22 Kota Bengkulu. Penelitian pun dirancang sebagai studi kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis toponimi Desa Kembang Seri, Air Sebakul, dan Karang Tinggi dilakukan berdasarkan sudut pandang Muhyidin (2017) yang membahas asal usul penamaan dari 3 (tiga) aspek, yaitu perwujudan, kemasyarakatan, dan kebudayaan. Hasil analisis dihubungkan dengan pembelajaran di sekolah dengan mempertimbangkan intisari dan tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia. Instrumen yang digunakan adalah tabel pedoman wawancara untuk setiap narasumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penamaaan Kembang Seri diambil dari tumbuhan rumput-rumputan, yaitu sereh yang memiliki bunga. Desa Air Sebakul didasari atas keberadaan genangan air dengan ukuran sebakul. Sementara itu, penamaan Desa Karang Tinggi dipengaruhi oleh adanya bentuk wilayah yang didominasi oleh bukit-bukit berkarang dengan ukuran tinggi. Toponimi ini tidak menjadi salah satu materi pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 22 Kota Bengkulu karena pembelajaran tentang nama-nama tempat tidak dibahas hingga asal-usul atau bahkan sejarahnya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah toponimi ketiga desa sangat dipengaruhi oleh aspek perwujudan. Meskipun toponimi tidak dipelajari di satuan pendidikan tingkat menengah pertama, namun adanya penelitian ini toponimi sangat direkomendasikan bagi para siswa untuk memperluas wawasan sejarah tentang asal-usul nama-nama tempat di dunia.
Implementasi Nilai Pendidikan Karakter Dalam Tradisi Adat Kusi Besanding Napa Suku Lembak Delapan Di Desa Pelajau Bengkulu Tengah Wulandari, Fitri; Khermarinah, Khermarinah; Sari, Wenny Aulia
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini mengenai implementasi nilai pendidikan karakter dalam adat kusi besanding napa di desa pelajau Bengkulu tengah. Nilai-nilai pada suatu tradisi akan memberikan dampak positif bagi masyarakat apabila diterapkan dengan baik didalam kehidupan masyarakat. Dalam pelaksanaan tradisi tentu  mengandung makna serta nilai-nilai pendidikan karakter yang sampai sekarang masih dipatuhi dan dijalani oleh masyarakat tertentu. Salah satunya pada tradisi Kusi Besanding Napa Suku Lembak Delapan di Desa Pelajau Bengkulu Tengah. Metodologi dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode deskriptif kualitatif berupa pengamatan (observasi), wawancara, dan dokumentasi dengan teknik analisis data yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan  kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Tradisi Kusi Besanding Napa wajib dilakukan ketika adanya acara pernikahan  dengan berbagai rangkaian upacara adat yang ada, yaitu: Menindai, Betanye, Malam betunang, Makan ketan, Pembentukan panitia kerja, Hari mufakat, Bekonai, Belarak, Kusi besanding napa/Malam napa, aria kerje. Nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam tradisi kusi besanding napa berupa, religious, gotong royong, kejujuran, tanggung jawab, kesabaran, kerukunan, keadilan.
Language Acquisition (Types of Sentence) of Three to Four Years Old Children Sari, Wenny Aulia; Ariyanti, Tri Dina
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 4, No 1 (2022): JANUARI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v4i1.3168

Abstract

This study discussed the language acquisition of children aged 3-4 years. In general, children aged three to four years are able to produce various types of sentences to communicate their goals to others. This study aimed to describe what types of sentences are acquired by children aged three to four years. This type of research was qualitative research using the descriptive method. The collection of data in this research utilized recording and note-taking techniques. The data analysis technique used in this study consisted of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study indicated that all types of sentences in the form of declarative sentences, interrogative sentences, imperative, and exclamatory sentences can be said by children aged three to four years. Sentences that are often said by children aged three to four years are news sentences (declarative).
Analisis Nilai Moral Dan Nilai Sosial Dalam Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar Karya Tere Liye Dan Pemanfaataanya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Purnama, Etria; Khermarinah, Khermarinah; Sari, Wenny Aulia
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i4.839

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai moral dan sosial dalam novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye serta mengeksplorasi pemanfaatannya sebagai bahan ajar Bahasa Indonesia di tingkat SMP. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis sosiologi sastra, menekankan keterkaitan antara teks, pengarang, dan konteks sosial budaya. Data penelitian berupa kutipan frasa, kalimat, dan paragraf yang mengandung nilai moral dan sosial, dikumpulkan melalui teknik baca dan catat, kemudian dianalisis secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan novel ini mengandung 35 data yang terbagi menjadi 17 nilai moral dan 18 nilai sosial. Nilai moral mencakup hubungan manusia dengan diri sendiri (kesabaran, keikhlasan, tanggung jawab), dengan orang lain (nasehat, kasih sayang, empati), dan dengan Tuhan (iman, doa, ritual keagamaan). Nilai sosial meliputi kasih sayang, tanggung jawab, dan keserasian hidup. Novel ini memiliki potensi tinggi sebagai bahan ajar karena mendukung pengembangan literasi, kemampuan analisis, dan karakter peserta didik melalui kegiatan analisis unsur intrinsik, diskusi, penulisan resensi, serta refleksi nilai kehidupan. Penelitian ini menegaskan bahwa novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar efektif digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis Kurikulum Merdeka, mengintegrasikan sastra, literasi, dan pendidikan karakter.
Analisis Penggunaan Gaya Bahasa Kiasan dalam “Podcast Warung Kopi (PWK)” Praz Teguh Media Sosial di Youtube Nabilla, Bella Herlin; Yumarni, Asmara; Sari, Wenny Aulia
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i4.855

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, jenis, dan penggunaan gaya bahasa kiasan yang muncul dalam Podcast Warung Kopi (PWK) Praz Teguh di media sosial YouTube. Latar belakang penelitian ini berfokus pada fenomena penggunaan bahasa kreatif dalam konten digital, di mana gaya bahasa kiasan menjadi bagian penting dalam membangun humor, memperkuat pesan, serta menciptakan efek komunikatif tertentu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa metode simak dan catat terhadap 11 episode podcast yang diteliti. Data dianalisis melalui proses klasifikasi, deskripsi, dan interpretasi makna sesuai konteks tuturan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 16 jenis gaya bahasa kiasan yang ditemukan dalam tuturan host dan bintang tamu PWK, antara lain: simile, metafora, alegori, personifikasi, alusi, eponim, epitet, sinekdoke, metonimia, antonomasia, hipalase, ironi, satire, inuendo, antifrasis, dan paronomasia. Gaya bahasa metafora merupakan jenis yang paling dominan, sedangkan gaya bahasa alegori, personifikasi, dan beberapa bentuk lainnya muncul dalam jumlah yang lebih sedikit. Penggunaan gaya bahasa kiasan dalam podcast ini berfungsi untuk memperkuat efek humor, memberikan penegasan makna, menyampaikan kritik sosial secara halus, menggambarkan pengalaman personal, serta memperkaya kreativitas bahasa dalam komunikasi informal. Penelitian ini menunjukkan bahwa Podcast Warung Kopi PWK tidak hanya menjadi media hiburan, tetapi juga ruang yang merefleksikan dinamika perkembangan bahasa Indonesia di era digital melalui penggunaan gaya bahasa yang variatif dan kreatif. Temuan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam kajian stilistika, pragmatik, dan pembelajaran bahasa Indonesia pada konteks media digital.