Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Tindak Pelecehan Dalam Drama Mondai No Aru Resutoran Malika Kamal Abud; Helen Susanti; Yelni Rahmawati
IDEA : Jurnal Studi Jepang Vol 4, No 2 (2022): Idea : Jurnal Studi Jepang
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/idea.v4i2.6526

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai tindak pelecehan yang terdapat dalam drama Mondai no Aru Resutoran. Skripsi ini menggunakan metode deskripsi analisis dan pendekatan visual, yaitu mendeskripsikan suatu hal yang kemudian dianalisis dengan menggunakan gambar untuk menunjukkan adegan-adegan yang memperlihatkan tindak pelecehan. Teori yang digunakan dalam skripsi ini adalah teori feminisme eksistensialis oleh Simone de Beauvoir sebagai bentuk pembuktian eksistensi perempuan dalam drama Mondai no Aru Resutoran. Hasil dari penelitian ini ditemukan enam tindak pelecehan yang terdapat dalam drama Mondai no Aru Resutoran, yaitu sekuhara, pawahara, jenhara, morahara, eihara, dan aruhara.
Analisis Tindak Tutur Yang Mengandung Implikatur Dalam Drama Ansangu Shinderera Byouin Yakuzaishi No Shohousen Saepul Abdul Ajis; Sudjianto Sudjianto; Helen Susanti
IDEA : Jurnal Studi Jepang Vol 5, No 1 (2023): Idea : Jurnal Studi Jepang
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/idea.v5i1.7893

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai jenis-jenis tindak tutur yang mengandung implikatur yang terdapat dalam drama Ansangu Shinderera Byouin Yakuzaishi No Shohousen. Fokus utama dari skripsi ini yaitu mengidentifikasi dialog pada drama yang masuk ke dalam lima kualifikasi tindak tutur menurut Searle yang terdapat maksud tersirat (implisit). Teori yang digunakan dalam skripsi ini adalah teori pragmatik yang mengkaji mengenai apa yang dimaksudkan oleh seseorang dalam tuturannya ketika berkomunikasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Simpulannya adalah dalam drama Ansangu Shinderera Byouin Yakuzaishi No Shohousen ditemukan lima jenis tindak tutur ilokusi yang diklasifikasikan oleh Searle dan mengandung implikatur dengan maksud melarang, menolak, menyatakan kemampuan, keinginan, permintaan, permohonan, menyindir, dan perintah.
Feminisme Liberal Dalam Gerakan Perubahan Sistem Nama Keluarga Berbeda Bagi Pasangan Menikah Di Jepang Desty Ramadhanty; Helen Susanti; Paramita Winny Hapsari
IDEA : Jurnal Studi Jepang Vol 5, No 1 (2023): Idea : Jurnal Studi Jepang
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/idea.v5i1.7895

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami awal mula terjadinya sistem nama keluarga yang sama di Jepang dan pergerakan feminisme terkait isu nama keluarga di Jepang. dengan menggunakan metode deskripsi analisis dan library research, yaitu dengan cara dilihat dari berbagai sumber yang diperoleh, peneliti akan mengolah kembali data yang telah dikumpulkan, kemudian, dianalisis dan disesuaikan dengan penelitian yang akan dibahas. Penelitian ini menggunakan teori feminisme liberal oleh J.S. Mills dan Harriet Taylor Mills Dari penelitian ini dapat diketahui terbentuknya sistem nama keluarga yang sama di Jepang dan alasan kebebasan hak sistem nama keluarga berbeda di Jepang harus diperjuangkan
Kandoushi dalam Anime Boruto: Naruto Next Generations Salsadila Hairulnisa Sumpena; Rina Fitriana; Helen Susanti
IDEA : Jurnal Studi Jepang Vol 5, No 1 (2023): Idea : Jurnal Studi Jepang
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/idea.v5i1.8838

Abstract

Penelitian ini membahas pemakaian kandoushi yang terdapat dalam anime Boruto: Naruto Next Generations. Fokus utama penelitian ini adalah Jenis kandoushi, makna dan fungsi kandoushi dan juga gambaran situasi ketika kandoushi tersebut digunakan. Objek kajian dalam penelitian ini berupa anime dengan judul Boruto: Naruto Next Generations dari episode 1 sampai 6. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan tujuan untuk mendepenelitiankan jenis kandoushi yang ada dalam anime Boruto:Naruto Next Generations, mendepenelitiankan makna dan fungsi dari kandoushi yang ada dalam anime Boruto:Naruto Next Generations dan gambaran situasi pemakaian kandoushi dalam anime Boruto:Naruto Next Generations. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah pragmatik oleh Yuliantoro, kata oleh Fradana, kelas kata bahasa Jepang oleh Sudjianto dan Dahidi dan kandoushi oleh Sudjianto.
Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru dalam Mendesain Instrumen Penilaian Berbasis Proyek Sani Safitri; Helen Susanti; Taofik Kurohman; Sri Safrina; Dahler, Alfiandra
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2026): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v9i1.10552

Abstract

Paradigma pembelajaran abad 21 menekankan pada pengembangan kompetensi peserta didik secara holistik melalui pendekatan berbasis proyek. Untuk mengukur hasil pembelajaran berbasis proyek tugas guru adalah mendesain instrument penilaian yang berbasis proyek sebagai salah satu wujud kompetensi pedagogik. Tujuan dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah: mengembangkan kompetensi pedagogik guru dalam mendesain instrument penilaian berbasis  proyek dan meningkatkan pelayanan guru dalam  pelaksanaan pembelajaran melalui implementasi desain instrument penilaian berbasis projek. Metode dan bentuk kegiatan adalah pelatihan dan pendampingan.  Pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari 5 tahapan yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan,  evaluasi, serta  keberlanjutan program. Mitra kegiatan ini adalah guru SMPN 1  Kabupaten Ogan Ilir. Tahapan sosialisasi berisi  kegiatan mendiskusikan masalah yang diangkat dalam  kegiatan pengabdian. Tahapan pelatihan berisi  kegiatan  pemaparan materi, simulasi, observasi dan evaluasi.  Tahap penerapan terdiri  kegiatan pendampingan implementasi, observasi, diskusi. Tahap evaluasi berupa evaluasi kegiatan. Tahap keberlanjutan program berisi monitoring keberlanjutan program. Hasil kegiatan menyimpulkan bahwa  kegiatan pengabdian ini  telah berhasil  meningkatkan  kompetensi pedagogik guru dalam mendesain instrument penilaian berbasis proyek. Kegiatan ini telah memunculkan budaya baru, kepedulian, dan paradigma positif  guru dalam mendesain instrument penilaian yang fokus pada proses tidak hanya hasil serta  memfasilitasi  terjadinya  kolaborasi peserta didik dalam pemecahan masalah dan  berfikir kritis.