Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Tindak Pelecehan Dalam Drama Mondai No Aru Resutoran Malika Kamal Abud; Helen Susanti; Yelni Rahmawati
IDEA : Jurnal Studi Jepang Vol 4, No 2 (2022): Idea : Jurnal Studi Jepang
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/idea.v4i2.6526

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai tindak pelecehan yang terdapat dalam drama Mondai no Aru Resutoran. Skripsi ini menggunakan metode deskripsi analisis dan pendekatan visual, yaitu mendeskripsikan suatu hal yang kemudian dianalisis dengan menggunakan gambar untuk menunjukkan adegan-adegan yang memperlihatkan tindak pelecehan. Teori yang digunakan dalam skripsi ini adalah teori feminisme eksistensialis oleh Simone de Beauvoir sebagai bentuk pembuktian eksistensi perempuan dalam drama Mondai no Aru Resutoran. Hasil dari penelitian ini ditemukan enam tindak pelecehan yang terdapat dalam drama Mondai no Aru Resutoran, yaitu sekuhara, pawahara, jenhara, morahara, eihara, dan aruhara.
Analisis Tindak Tutur Yang Mengandung Implikatur Dalam Drama Ansangu Shinderera Byouin Yakuzaishi No Shohousen Saepul Abdul Ajis; Sudjianto Sudjianto; Helen Susanti
IDEA : Jurnal Studi Jepang Vol 5, No 1 (2023): Idea : Jurnal Studi Jepang
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/idea.v5i1.7893

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai jenis-jenis tindak tutur yang mengandung implikatur yang terdapat dalam drama Ansangu Shinderera Byouin Yakuzaishi No Shohousen. Fokus utama dari skripsi ini yaitu mengidentifikasi dialog pada drama yang masuk ke dalam lima kualifikasi tindak tutur menurut Searle yang terdapat maksud tersirat (implisit). Teori yang digunakan dalam skripsi ini adalah teori pragmatik yang mengkaji mengenai apa yang dimaksudkan oleh seseorang dalam tuturannya ketika berkomunikasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Simpulannya adalah dalam drama Ansangu Shinderera Byouin Yakuzaishi No Shohousen ditemukan lima jenis tindak tutur ilokusi yang diklasifikasikan oleh Searle dan mengandung implikatur dengan maksud melarang, menolak, menyatakan kemampuan, keinginan, permintaan, permohonan, menyindir, dan perintah.
Feminisme Liberal Dalam Gerakan Perubahan Sistem Nama Keluarga Berbeda Bagi Pasangan Menikah Di Jepang Desty Ramadhanty; Helen Susanti; Paramita Winny Hapsari
IDEA : Jurnal Studi Jepang Vol 5, No 1 (2023): Idea : Jurnal Studi Jepang
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/idea.v5i1.7895

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami awal mula terjadinya sistem nama keluarga yang sama di Jepang dan pergerakan feminisme terkait isu nama keluarga di Jepang. dengan menggunakan metode deskripsi analisis dan library research, yaitu dengan cara dilihat dari berbagai sumber yang diperoleh, peneliti akan mengolah kembali data yang telah dikumpulkan, kemudian, dianalisis dan disesuaikan dengan penelitian yang akan dibahas. Penelitian ini menggunakan teori feminisme liberal oleh J.S. Mills dan Harriet Taylor Mills Dari penelitian ini dapat diketahui terbentuknya sistem nama keluarga yang sama di Jepang dan alasan kebebasan hak sistem nama keluarga berbeda di Jepang harus diperjuangkan
Kandoushi dalam Anime Boruto: Naruto Next Generations Salsadila Hairulnisa Sumpena; Rina Fitriana; Helen Susanti
IDEA : Jurnal Studi Jepang Vol 5, No 1 (2023): Idea : Jurnal Studi Jepang
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/idea.v5i1.8838

Abstract

Penelitian ini membahas pemakaian kandoushi yang terdapat dalam anime Boruto: Naruto Next Generations. Fokus utama penelitian ini adalah Jenis kandoushi, makna dan fungsi kandoushi dan juga gambaran situasi ketika kandoushi tersebut digunakan. Objek kajian dalam penelitian ini berupa anime dengan judul Boruto: Naruto Next Generations dari episode 1 sampai 6. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan tujuan untuk mendepenelitiankan jenis kandoushi yang ada dalam anime Boruto:Naruto Next Generations, mendepenelitiankan makna dan fungsi dari kandoushi yang ada dalam anime Boruto:Naruto Next Generations dan gambaran situasi pemakaian kandoushi dalam anime Boruto:Naruto Next Generations. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah pragmatik oleh Yuliantoro, kata oleh Fradana, kelas kata bahasa Jepang oleh Sudjianto dan Dahidi dan kandoushi oleh Sudjianto.
Analisis Keputusasaan Dalam Lagu Toumin, Mukoku, dan Shindeshimaitai Susanti, Helen
IDEA : Jurnal Studi Jepang Vol 7, No 1 (2025): Vol 7, No 1 (2025): Idea: Jurnal Studi Jepang
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/idea.v7i1.12211

Abstract

Lagu menggambarkan berbagai curahan hati antara lain bisa berupa percintaan, persahabatan, perjuangan, termasuk keputusasaan. Keputusasaan menggambarkan individu yang tidak melihat adanya peluang atau kemungkinan untuk memperbaiki hidupnya dan bersikeras mengatakan bahwa tidak ada orang lain yang dapat membantunya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis gejala dan bentuk keputusasaan dalam lirik lagu. Dalam tulisan ini data berupa tiga lagu yaitu Toumin karya Yorushika, Mukoku karya My First Story, dan Shindeshimaitai karya Centimillimental dianalisis menggunakan teori keputusasaan Abramson. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dan pengumpulan data melalui studi kepustakaan. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa dalam ketiga lagu tersebut terdapat gejala dan bentuk keputusasaan. Gejala yang sering ditemui pada ketiga lagu tersebut adalah gejala motivasional dan gejala emosional. Bentuk keputusasaan yang sering ditemui adalah kekurangan energi atau tidak punya semangat, apatis atau sifat masa bodoh pada berbagai hal, dan ketergantungan.
AKULTURASI BUDAYA DALAM ANIME DEAIMON Nurapipah, Siti; Susanti, Helen
IDEA : Jurnal Studi Jepang Vol 6, No 1 (2024): Idea : Jurnal Studi Jepang
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/idea.v6i1.10084

Abstract

This research discusses about the Akulturasi Budaya alam Anime Deaimon. This research used a qualitative descriptive method and a visual approach analysis by describing something to be analyzed using imager that show cultural acculturation in Wagashi and celebration. The theory used in this thesis is cultural elements by Koentjaraningrat and the acculturation strategy by Berry. The results of this thesis can be seen that there is cultural acculturation in the Deaimon anime in Halloween wagashi, Christmas wagashi, Birthday wagashi, Valentine's wagashi, and taiyaki which are included in the integration acculturation strategy. Apart from that, it is known that there are Halloween, Christmas, New Year and Valentine's celebrations which are included in the acculturation strategy of assimilation and separation.
TEATER DULMULUK: SEJARAH PERKEMBANGAN DAN PERANANNYA DALAM IDENTITAS BUDAYA PALEMBANG Tiara Salsabila; Farida R Wargadalem; Helen Susanti
CARITA: Jurnal Sejarah dan Budaya Vol. 3 No. 2 (2025): CARITA : Jurnal Sejarah dan Budaya
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/carita.v3i2.13376

Abstract

This article explores in detail the existence and significance of Dulmuluk Theater as a unique cultural heritage of Palembang, carrying important historical, social, and cultural meanings. Using a literature review method, the author traces the origins of Dulmuluk, its evolution from traditional poetry recitations into a complete folk theater performance enriched with artistic and cultural symbols. The article also discusses the main elements of Dulmuluk performances, such as plot structure, characterization, and themes, as well as how this art form functions as a means to communicate moral messages, social critique, and preserve local values passed down through generations. The findings highlight that Dulmuluk is more than just a traditional entertainment; it is a cultural identity that strengthens the pride of Palembang society. The recognition from the government and international institutions like UNESCO underscores the importance of ongoing efforts to preserve and develop this art form so that it remains relevant in the modern era. The article emphasizes that continuous support from the community and government is essential to ensure that Dulmuluk remains a living heritage, passed on to future generations as part of Indonesia’s rich cultural patrimony.