Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Gambaran Kadar Alkali Phospatase Pada Petani Kelapa Sawit Yang Menggunakan Pestisida Sulistiawati, Retri Yaumil; Aina, Ganea Qorry; Kusumawati, Nursalinda
Jurnal Analis Farmasi Vol 9, No 2 (2024): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v9i2.11580

Abstract

Pestisida merupakan golongan bahan kimia yang umum digunakan petani untuk membasmi hama dan gulma atau tanaman penganggu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kadar alkali phosphatase pada petani kelapa sawit yang menggunakan pestisida Populasi dalam penelitian ini adalah semua petani kelapa sawit di Kebun Pribadi Kelapa Sawit Milik Tn. D dan Kebun Milik Tn. H di Desa Kedang Ipil Kalimantan Timur sejumlah 20 petani. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Klinik Kumala Samarinda. Hasil penelitian dengan jumlah 20 responden memiliki kadar alkali phospatase normal 16 responden responden (80%) dan sisanya memilki kadar alkali phosphatase abnormal 4 responden (20%). Peningkatan aktivitas enzim alkali phosphatase tidak spesifik akibat kerusakan hati karena enzim ini juga di produksi di sel-sel lain dengan demikian mendiagnosa gangguan pada hati tidak dapat dilihat dari satu parameter pemeriksaan saja tetapi perlu dilakukan pemeriksaan lainnya seperti alanin transaminase (ALT), aspartate aminotransferase (AST), gamma glutamyl transferase (GGT) atau bilirubin.
Effectiveness of Apple Cider Vinegar Immersion with and Without Mother as a Decrease in Lead (Pb) Levels in Green Mussels (Perna viridis) Muhibbatul Jannah, Siti Nur; Farpina, Eka; Aina, Ganea Qorry
Journal of Food and Pharmaceutical Sciences Vol 12, No 3 (2024): J.Food.Pharm.Sci
Publisher : Integrated Research and Testing Laboratory (LPPT) Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfps.15528

Abstract

Lead is a heavy metal that often pollutes aquatic biota such as green mussels. Green mussels that contain lead if consumed in humans can pose health risks such as long-term assumptions or in high levels can cause poisoning. To reduce the lead level, we can use apple cider vinegar with and without mother which contains acetic acid and citric acid. The purpose of this study is to observe lead levels of green mussels after soaking with apple cider vinegar with and without mother, percentage decrease in green mussels lead content and the effectiveness of apple cider vinegar with and without mother in reducing lead levels. This study was a quasi-experiment by soaking green mussels using apple cider vinegar with and without mother for 5, 10, 15 minutes. The sample is prepared by drying the sample in the oven and extracting the sample using wet destruction so that a clear liquid is obtained that can be measured using an atomic absorption spectrophotometer. The results showed that the average lead levels sample soaked by apple cider vinegar with mothers were 0.219 mg/L, 0.103 mg/L, 0.088 mg/L, without mothers were 0.205 mg/L, 0.173 mg/L, 0.125 mg/L. The percentage of lead decrease was 2.6%, 49%, 51% used apple cider vinegar with mother while without mother is 8%, 15%, 30%. After the one-way ANOVA test, a p-value of > 0.05 was obtained with no effect of lead reduction. Based on research apple cider vinegar with and without mother can reduce lead levels, but statistically, the decrease is not significant.
PERBEDAAN EDUKASI GIZI MENGGUNAKAN FLASH CARD DAN POWERPOINT TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP KONSUMSI SAYUR DAN BUAH ANAK USIA 10-12 TAHUN DI SDN 001 SAMBUTAN KOTA SAMARINDA Arryani, Athiyya; Toaha, Aminah; Aina, Ganea Qorry; Mardiana, Nina
Jurnal Dunia Gizi Vol 6, No 2 (2023): Edisi Desember
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdg.v6i2.6224

Abstract

Overweight pada anak sekolah dasar (SD) dapat timbul karena kurangnya kegiatan fisik, pola makan yang tidak seimbang, faktor genetik, dan kurangnya pengetahuan tentang pentingnya mengonsumsi sayur dan buah-buahan. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui perbedaan edukasi gizi dengan flash card dan powerpoint terhadap pengetahuan dan sikap konsumsi sayur dan buah anak usia 10-12 tahun di SDN 001 Sambutan Kota Samarinda. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif quasy experimental dengan desain two group pre test-post test, dilakukan pada Februari 2024 dengan responden berjumlah 36 siswa/i kelas V. Uji statistik dilaksanakan melalui uji T-Test Paired untuk menguji perbedaan antara kelompok perlakuan dan kontrol. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasanya edukasi dengan flash card dan powerpoint berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan dan sikap. Pada kelompok flash card terdapat peningkatan skor pengetahuan (∆Mean = 17,91) dan skor sikap (∆Mean = 9,72). Sedangkan, pada kelompok PowerPoint terdapat peningkatan skor pengetahuan (∆Mean = 9,26) dan skor sikap (∆Mean = 2,73). Terdapat perbedaan signifikan antara kedua metode pada pengetahuan (p = 0,045) dan sikap (p = 0,042). Edukasi gizi mempergunakan flash card dan powerpoint efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap konsumsi sayur dan buah, dengan flash card menunjukkan peningkatan yang lebih signifikan dibanding powerpoint.Kata Kunci: Overweight Anak, Edukasi Gizi, Konsumsi Sayur dan Buah, Flash Card, Powerpoint 
IDENTIFIKASI KANDUNGAN PARASETAMOL PADA JAMU PEGAL LINU YANG DIJUAL DI DEPOT JAMU KOTA SAMARINDA Aina, Ganea Qorry; Bilqis, Dhea Marshanda; Farpina, Eka
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45843

Abstract

Jamu adalah sebuah obat tradisional yang sudah dipergunakan secara turun-temurun diolah dari bahan alam seperti tanaman. Jamu dilarang mengandung bahan kimia obat salah satunya parasetamol karena dapat berdampak buruk bagi kesehatan, dari hasil temuan BPOM produk jamu yang masih sering ditemukan bahan kimia obat parasetamol adalah jamu dengan khasiat pegal linu. Parasetamol berkhasiat sebagai analgesik dan antipiretik, apabila ditambahkan dalam dosis yang tidak terukur mengakibatkan seperti kerusakan hati dan ginjal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya kandungan parasetamol pada jamu pegal linu. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain penelitian studi cross sectional menganalisis kandungan parsetamol pada jamu pegal linu dan teknik pengambilan total sampling mengambil seluruh sampel jamu pegal linu yang ada di depot jamu Kota Samarinda. Penelitian menggunakan spektofotometer UV-Vis dengan jumlah sampel sebanyak 28 sampel jamu pegal linu dengan jenis sediaan serbuk sebanyak 9 sampel, kapsul sebanyak 8 sampel, pil sebanyak 1 sampel, dan cair sebanyak 8 sampel. Pengujian kadar parasetamol menggunakan etanol 96% sebagai bahan pelarut. Hasil penelitian didapatkan nilai kadar parasetamol tertinggi pada jamu pegal linu 47,54 mg dan nilai kadar terendah 0 mg atau tidak terkandung parasetamol pada jamu pegal linu. Dari hasil kadar parasetamol yang ditemukan didalam sampel jamu pegal linu yang memenuhi satndar BPOM sebanyak 15% dan jamu pegal linu yang tidak memenuhi sebanyak 85%. Dapat disimpulkan bahwa jamu pegal linu masih banyak yang mengandung bahan kimia obat parasetamol yang dengan sengaja ditambahkan oleh beberapa produsen jamu.
The Antibacterial Activity of Dayak Onion Ethanol Extract (Eleutherine Palmifolia (L.) Merr) and Red Ginger (Zingiber Officinale Rosc Var. Rubrum) on Growth Gi Tract Pathogen Bacteria Harlita, Tiara Dini; Aina, Ganea Qorry
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 10, No 1 (2023): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v10i1.299

Abstract

Antibiotic resistance in gastrointestinal bacterial infections can be overcome by alternatives using medicinal plants such as Dayak bulbs (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) and red ginger rhizome (Zingiber officinale Rosc. Var. Rubrum). This study aims to examine the antibacterial activity of a combination of ethanol extracts of Dayak bulbs with red ginger rhizomes and the effectiveness of the extract combinations in inhibiting the growth of Pseudomonas sp. and Bacillus sp. This research is an experimental study with a completely randomized design (CRD) of one factor, namely a combination of ethanol extract of Dayak onion tubers and red ginger rhizomes with 4 variations of concentration 25, 50, 75, and 100 mg/mL at 2 ratios of the combination of 2:1 and 3:1 for 48 experimental units. Tests were carried out on bacteria Pseudomonas sp. and Bacillus sp. in vitro with agar diffusion technique (Kirby Bauer test), while the positive control was Chloramphenicol 30 μg / mL and the negative controls were sterile aquadest. Data analysis in this study used the ANOVA test. The results showed ethanol extract of dayak onion bulbs, red ginger rhizomes, and a combination of the two extracts have antibacterial activity so which can be inhibiting the growth of Pseudomonas sp. and Bacillus sp. The combination of ethanol extract from dayak onion bulbs and has the greatest antibacterial activity at a 3:1 combination of 56.95% against the growth of Pseudomonas sp. and 109.72% against the growth of Bacillus sp.
Gambaran Kadar Vitamin C Pada Minuman Sari Lemon (Citrus limon) Dengan Metode Spektrofotometri UV – VIS Di Kota Samarinda Lestari, Indriani Novita; Aina, Ganea Qorry; Rica, Fitri Nur
Borneo Journal of Science and Mathematics Education Vol 3 No 1 (2023): Borneo Journal of Science and Mathematics Education, Februari 2023
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/bjsme.v3i1.6097

Abstract

Lemon (Citrus limon L.) is more popular in the culinary industry because it has a fresh citrus aroma and parts used with juice. Some of the benefits of lemon can be used as a garnish for food and drinks. One example of a drink made from lemons is lemon juice. The level of vitamin C that the body needs is only around 90 mg, while one lemon (Citrus limon L.) contains 60-100 mg of vitamin C, so one lemon (Citrus limon L.) can meet the body's vitamin C needs (Kristanto, 2013). The purpose of this study was to describe the levels of vitamin C in lemon juice (Citrus limon L.) using UV-Vis spectrophotometry method in Samarinda City. The type of research conducted was descriptive research with random sampling technique. In this study there were 20 samples taken from different traders. The maximum wavelength in the study was 265 nm. The linear regression equation obtained is y=0,0621001x + 0,0132047. The lowest vitamin C levels were found in sample G, which was 18.30 mg/ml and samples with the highest levels of vitamin C were found in sample Q, which was 98.00 mg/ml. There is only 1 (5%) sample that meets the daily intake of vitamin C, namely the Q code sample.
Profil Kadar Cholinesterase Darah pada Petani Kelapa Sawit Akibat Paparan Pestisida Sarafina, Nur Nabilah; Aina, Ganea Qorry; Rica, Fitri Nur
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 11 (2023): Volume 3 Nomor 11 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i11.11426

Abstract

ABSTRACT Excessive use of pesticides may be an indicator that cholinesterase activity has decreased. Cholinesterase is an enzyme in body tissues that plays a role so that muscles, glands and nerve cells work regularly. Based on the results of blood cholinesterase monitoring of 347 agricultural workers in Central Java found 23.64% of workers with moderate poisoning and 35.73 with severe poisoning. This study aims to determine the blood cholinesterase levels of oil palm farmers exposed to pesticides and determine the mean, median and range of the examination of cholinesterase levels. This research was conducted in the oil palm plantation in Kedang Ipil village and for the examination of cholinesterase levels was carried out at the Kumala Clinic in Samarinda City. This research uses descriptive method. The samples used in this study were blood specimens from oil palm farmers exposed to pesticides. The results of the study obtained cholinesterase levels that meet normal values as many as 19 farmers and for abnormal cholinesterase levels as many as 1 farmer and obtained the value of the cholinesterase examination with an average of 7524 U / L, the median value of 7275 U / L and the range of 4859-9882 U / L. The conclusion of the research conducted on 20 samples is the value of cholinesterase levels in farmers exposed to pesticides 1-3 times / week with an age range of 21-70 years and a working period of 2-15 years in Kedang Ipil village is almost entirely normal there is only 1 farmer with abnormal cholinesterase levels. Keywords: Farmers, Pesticides, Cholinesterase  ABSTRAK Penggunaan pestisida yang berlebihan dapat menjadi indikator penyebab turunnya aktivitas cholinesterase. Cholinesterase adalah enzim yang ditemukan dalam jaringan hewan yang membantu menjaga fungsi normal otot rangka, kelenjar, dan sel saraf tubuh. Ada 347 buruh tani di Jawa Tengah dimonitor kadar cholinesterase darahnya, dan didapatkan 23,64% keracunan ringan dan 35,73 keracunan berat. Riset ini bertujuan untuk menghitung rerata, median, dan rentang kadar cholinesterase darah pada petani kelapa sawit yang terpapar pestisida. Riset ini dilakukan di perkebunan kelapa sawit di kota Kedang Ipil dan dianalisis kadar cholinesterase di Klinik Kumala di kota Samarinda. Pendekatan deskriptif digunakan dalam riset ini. Sampel darah dikumpulkan dari produsen kelapa sawit yang terpapar pestisida untuk penyelidikan ini. Hasil penelitian didapatkan kadar cholinesterase yang memenuhi nilai normal ada 19 petani dan untuk kadar cholinesterase tidak normal ada 1 petani dan diperoleh nilai dari pemeriksaan cholinesterase dengan rata-rata yaitu 7524 U/L, nilai tengah 7275 U/L dan rentang yaitu 4859-9882 U/L. Kesimpulan dari penelitian yang dilakukan pada 20 sampel adalah nilai kadar cholinesterase pada petani yang terpapar pestisida 1-3 kali/minggu dengan rentang usia 21-70 tahun dan masa kerja 2-15 tahun didesa Kedang Ipil adalah hampir seluruhnya normal hanya terdapat 1 petani dengan kadar cholinesterase tidak normal. Kata Kunci: Petani, Pestisida, Cholinesterase
Gambaran Kadar Klorida Pada Air Sumur Bor Di Desa Sumber Sari Kecamatan Loa Kulu Kutai Kartanegara: Overview of Chloride Levels in Farmers' Well Water in Sumber Sari Village, Loa Kulu Subdistrict, Kutai Kartanegara Regency Oktaviana, Fayza Prastia; Aina, Ganea Qorry; Yusran, Dini Indriaty
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 6 No. 2 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v6i2.5813

Abstract

Air adalah salah satu kebutuhan pokok makhluk hidup di dunia yang tak terpisahkan. Pemanfaatkan air sebagai air bersih dan minum diperlukan proses pengolahan. Air minum di banyak tempat dihasilkan dari sumber air tanah seperti sumur. Pengujian fisik dan kimia dilakukan pada air sumur untuk memastikan bahwa parameter fisik dan kimia berada dalam batas yang aman bagi kesehatan manusia. Salah satu parameter kimia yang harus diawasi adalah kadar ion klorida, yang harus tetap berada di bawah kadar maksimum yang diperbolehkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar klorida pada air sumur petani di Desa Sumber Sari Kecamatan Loa Kulu Kutai Kartanegara. Jenis penelitian ini adalah deskriptif yang menggambarkan kadar klorida pada air sumur apakah memenuhi standar batas maksimum air minum yaitu 250 mg/L dan untuk air bersih yaitu 600 mg/L sesuai standar Peraturan Menteri Kesehatan tahun 2010, dengan menggunakan 10 sampel sumur. Berdasarkan penelitian ini menggunakan metode titrasi argentometri dapat disimpulkan bahwa kadar klorida pada Hasil penelitian kadar klorida pada air sumur bor didapatkan hasil rata rata 158,61 mg/L dengan hasil terbesar ada pada sampel 9 (351,0mg/L) dan hasil terkecil ada pada sampel 4 (48,0 mg/L).
Efektivitas Antimikroba Ekstrak Biji Manjakani (Quercus Infectoria) Terhadap Penghambatan Candida sp.: Antimicrobial Effectiveness of Manjakani Seed Extract (Quercus infectoria) Against Inhibition of Candida sp. Djailani, Armivia Puteri; Aina, Ganea Qorry; Harlita, Tiara Dini
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 6 No. 2 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v6i2.5848

Abstract

Biji manjakani secara empiris digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit sebagai antiinflamasi, antibakteri dan antijamur. Tujuan penelitian ini Menganalisis efektivitas antimikroba ekstrak biji manjakani (Q. infectoria) terhadap penghambatan Candida sp. Penelitian ini merupakan adalah penelitian eksperimental dengan acak lengkap (RAL) dua faktor. Faktor 1 yaitu jenis pelarut (n­-heksan, etil asetat dan etanol 96%) dan faktor 2 yaitu konsentrasi (50%, 75% dan 100%). Sampel yang digunakan adalah ekstrak biji manjakani yang diperoleh dengan maserasi bertingkat menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat dan etanol 96%. Pada penelitian ini mikroba uji yang digunakan adalah Candida sp. uji antimikroba menggunakan metode difusi agar (Kirby Bauer), dengan kontrol positif flukonazol 150 mg dan kontrol negatif aquadest.Analisis data yang digunakan adalah One Way Anova dan uji lanjutan metode Duncan dengan taraf signifikasi 0,05. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini terdapat pengaruh diameter zona hambat ekstrak biji manjakani terhadap penghambatan Candida sp. Konsentrasi yang paling efektif pada etanol 96% konsentrasi 100% sebesar 14,80 mm dan efektivitas sebesar 47,31% dengan kontrol positif flukonazol 150 mg sebesar 31,28 mm. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak biji manjakani (Q. infectoria) memiliki efektivitas antimikroba terhadap penghambatan Candida sp., namun potensinya masih dibawah flukonazol.
Skrining Fitokimia dan Formulasi Serbuk Effervescent Kombinasi Ekstrak Bawang Dayak dan Jahe Merah sebagai Minuman Kesehatan Saluran Cerna Aina, Ganea Qorry; Harlita, Tiara Dini
Sinteza Vol. 2 No. 2 (2022): August
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.295 KB) | DOI: 10.29408/sinteza.v2i2.7308

Abstract

Infeksi saluran cerna merupakan salah satu penyakit yang menjadi masalah kesehatan masyarakat.  Pengendalian suatu penyakit akibat infeksi bakteri dapat juga dilakukan dengan cara tradisional yaitu dengan memanfaatkan tanaman-tanaman obat. Bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) dan jahe merah (Zingiber officinale Rosc.  Var.  Rubrum) merupakan tanaman obat yang populer digunakan sebagai obat tradisional untuk saluran cerna. Formulasi herbal kombinasi bawang dayak dan jahe merah dalam bentuk sediaan effervescent sangat menguntungkan. Bentuk sediaan ini mudah diabsorbsi dalam tubuh serta praktis dan menarik untuk dikonsumsi dengan warna, bau, rasa yang enak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan senyawa fitokimia dan mendapatkan formulasi yang tepat untuk sediaan serbuk effervescent kombinasi ekstrak bawang dayak dan jahe merah sebagai minuman kesehatan untuk saluran cerna. Skrining fitokimia dilakukan menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT). Sedangkan formulasi serbuk effervescent dibuat dalam 3 kelompok dengan formulasi komposisi effervescent mix (asam tartrat, asam sitrat, dan Na bikarbonat) yang berbeda yaitu 50%, 55%, dan 60%. Tahapan penelitian yang dilaksanakan meliputi pembuatan ekstrak, skrining fitokimia, pembuatan serbuk effervescent, pengamatan organoleptis, dan pengujian sifat fisika kimia serbuk (uji kadar air, kecepatan alir, kompresibilitas, waktu larut, dan pH larutan). Dari hasil skrining fitokimia yang telah dilakukan maka dapat diambil kesimpulan ekstrak bawang dayak dan jahe merah mengandung golongan senyawa terpenoid, polifenol (fenolik), dan flavonoid yang bersifat antibakteri. Sedangkan dari uji sifat fisik sediaan serbuk effervescent yang menggunakan effervescent mix sebanyak 50% (formula A) menjadi formula terbaik di antara ketiga formula yang dirancang.