Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pentingnya Pola Konsumsi Makanan Bergizi Pada Remaja Untuk Menjaga Indeks Masa Tubuh (IMT) Dalam Rentang Normal Sukanty, Ni Made Wiasty; Solehah, Novia Zuriatun; Jauhari, M. Thonthowi; Ardian, Junendri; Santika, I Gede Panji
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 5 No 1 (2024): Edisi Mei 2024
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jaltn.v5i1.2193

Abstract

Kualitas kesehatan remaja memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Pada saat ini remaja sangat menyukai pola konsumsi makanan cepat saji. Hal ini dipengaruhi oleh faktor pengetahuan dan lingkungan. Meskipun lebih praktis, makanan cepat saji dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Pemantauan status gizi melalui pengukuran indeks masa tubuh (IMT) menjadi salah satu cara mencegah timbulnya masalah kesehatan. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai pola konsumsi makanan bergizi untuk menjaga IMT dalam rentang normal. Kegiatan pengabdian berupa pengukuran IMT dan penyuluhan pola konsumsi makanan bergizi yang diberikan kepada 23 siswa SMAN 1 Gerung. Hasil pengukuran menunjukkan 10 orang termasuk dalam kategori underweight, 12 orang normal, dan 1 orang overweight. Setelah diberikan penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan yang ditandai dengan kemampuan siswa menjawab pertanyaan dengan tepat. Melalui kegiatan penyuluhan ini diharapkan siswa lebih memerhatikan makanan yang dikonsumsi untuk menjaga agar nilai IMT tetap berada pada rentang nilai normal.
Pengaruh Pemberian Edukasi Gizi dan Stunting Terhadap Pengetahuan Ibu dan Penentuan Status Gizi Murid Paud Az-Zahra Anisah, Anisah; Sukanty, Ni Made Wiasty; DarmaIsasih, Widani; Santika, I Gede Panji; Yunita, Lina
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 5 No 3 (2024): Edisi Desember 2024
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jaltn.v5i3.2311

Abstract

Abstrak: : Stunting merupakan salah satu bentuk kekurangan gizi yang paling umum terjadi. Stunting menyebabkan berat badan lahir rendah, perkembangan kognitif terhambat, dan prestasi akademik menurun. Tujuan dari Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk mengetahui status gizi 37 siswa PAUD Az-Zahra dan menganalisis pengaruh pemberian edukasi gizi dan stunting kepada 25 orang tua siswa. Metode yang digunakan adalah dengan mengukur tinggi badan dan berat badan siswa serta memberikan penyuluhan kepada orang tua siswa. Desain penelitian quasi eksperimen dengan one group pre-posttest design. Hasil pretest dan posttest diuji menggunakan uji Wilcoxon (α = 0,05). Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki status gizi baik. Terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretes (70 (50-90)) dan posttes (90 (50-90)) pada median (minimum-maksimum) dengan nilai p = 0,000. Kesimpulannya adalah siswa memiliki status gizi yang baik dan pendidikan gizi dapat meningkatkan pengetahuan orang tua.
Penerapan Lima Pilar Strategi Penanganan Stunting Melalui Program DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting) Dengan Pemanfaatan Sumber Daya Pangan Lokal Sukanty, Ni Made Wiasty; Jauhari, M. Thonthowi; Ardian, Junendri; Rahmiati, Baiq Fitria; Anwariah, Jukhairiatun; Sari, Erna; Putri, Baiq Amelia Eka Helvyana
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v8i3.5193

Abstract

Angka kejadian stunting di Kabupaten Lombok Tengah masih di atas batas yang ditetapkan WHO. Salah satu cara untuk mencegah stunting yaitu dengan memenuhi kebutuhan gizi balita, salah satunya melalui asupan protein. Keong sawah merupakan sumber pangan lokal tinggi protein yang mudah ditemui di Kabupaten Lombok Tengah, namun masyarakat belum memanfaatkannya dengan maksimal. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai stunting, meningkatkan keterampilan masyarakat dalam membuat olahan pangan berbahan dasar sumber pangan lokal yaitu nuget keong sawah, dan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai cara pengemasan produk. Kegiatan diadakan di Desa Jelantik dengan jumlah peserta 18 orang. Tingkat pengetahuan ibu mengenai stunting diukur menggunakan kuesioner pre test dan post test yang diuji menggunakan uji Wilcoxon dengan nilai α = 0,05. Hasilnya yaitu 11 orang mengalami peningkatan pengetahuan. Hasil ini secara statistik memiliki nilai p = 0,005. Dengan kata lain, terjadi peningkatan pengetahuan ibu setelah diberikan penyuluhan. Selama kegiatan berlangsung peserta terlihat sangat antusias yang ditandai dengan peserta dapat menjawab pertanyaan pemateri dengan baik dan adanya umpan balik berupa beberapa pertanyaan dari peserta. Pada sesi demo masak nuget keong sawah, peserta diminta untuk memberi penilaian mengenai warna, aroma, tekstur, dan rasa nuget keong sawah. Rata-rata masyarakat suka terhadap warna, tekstur, dan rasa nuget keong sawah, namun agak suka pada bagian rasa. Dari kegiatan tersebut, dapat disimpulkan bahwa kegiatan penyuluhan dan demonstrasi dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai stunting dan pengemasan produk, dan pemanfaatan sumber pangan lokal untuk mengatasi stunting.
Analisis GC-MS dari Senyawa Bioaktif Ekstrak Etanol Daun Tanaman Sirsak (Annona muricata L.) sebagai Obat Tradisional Saputra, I Putu Bayu Agus; Sukanty, Ni Made Wiasty
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 12 No. 1 (2024): June
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v12i1.10330

Abstract

Soursop leaves (Annona muricata L.), have long been recognized in various parts of the world, especially in tropical regions, as a plant with various health benefits and traditional uses. The rich history of its use has been intertwined in various cultures, where the leaves are used not only as a food ingredient, but also as a herbal medicine. The phytochemical content in soursop leaves, such as acetogenin, alkaloids, and flavonoids has been the subject of intensive research in the last decade, highlighting their potential in treating a variety of health conditions, from inflammation to anti-cancer potential. The chemical structure and biological activity of these compounds have attracted the attention of researchers, especially in the search for alternative therapies for difficult-to-treat diseases. Soursop leaf extract has antioxidant, antimicrobial, antiparasitic, and antitumor properties that offer new insights into its therapeutic potential. This research method uses the maceration method, where soursop leaves will be extracted using ethanol solvent and then the compounds contained in the extract will be analyzed using Gas-Mass Spectrometry (GC-MS). The results of GC-MS analysis show that soursop leaves contain the compounds 2,3-Dihydro-3,5-dihydroxy-6-methyl-4H-pyran-4-one, Trans-Caryophyllene, Hexadecanoic acid (CAS) Palmitic acid, 2-Hexadecen- 1-ol, 3,7,11,15-tetramethyl (Phytol), 9,12-Octadecadienoic acid (Z,Z) - (CAS) Linoleic acid, 9,12,15-Octadecadienoic acid methyl ester, Octadecanoic acid (CAS ) Stearic acid. The results of the analysis of compounds in soursop leaves can be a reference for further research to develop the potential of soursop fruit which leads to traditional medicine.
Impact Of Fragrant Pandan Leaves Ethanol Extract (Fplee) On Alt And Ast Levels In High-Fat Diet-Induced Rat Sukanty, Ni Made Wiasty; Ariani, Farida; Yunita, Lina
Jurnal Riset Kesehatan Vol 13 No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrk.v13i2.12112

Abstract

Energy-dense, low-nutrient, and ultra-processed diets rich in fat can be a risk factor for fatty liver disease. Fragrant pandan is a plant that grows widely in Indonesia and is widely used as a herbal plant. This study aimed to determine the potential of fragrant pandan leaf ethanol extract (FPLEE) to reduce ALT and AST levels. It is a posttest control group design experiment. A total of 24 Rattus norvegicus specimens. All groups were given high-fat food for two weeks, except for NC. In the next two weeks, S was induced by simvastatin and FPLEE; T1, T2, and T3 were induced by 8, 16, and 32 mg/200 g BW/day, respectively. The One-Way ANOVA test results showed α=0.000 for ALT and α=0.029 for AST. Post-hoc LSD showed that NC was significantly different from T1, T2, and T3 (p<0.05); therefore, FPLEE was unable to reduce ALT levels. For AST levels, NC was significantly different from C+, T1, and T2 (P<0.05). Thus, T3 (32 mg/200 g BW/day of FPLEE) yielded the best results in reducing AST levels (p>0.05). Based on these results, FPLEE has side effects on liver function, as seen in increased blood ALT levels, but it can reduce blood AST levels.
Analisis Kesenjangan Antara Harapan Dengan Kenyataan Yang Dirasakan Peserta Posbindu Isasih, Widani Darma; Ardian, Junendri; Astawan, Wanda Januar; Solehah, Novia Zuriatun; Sukanty, Ni Made Wiasty
Nutriology : Jurnal Pangan, Gizi, Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Program Studi Gizi, Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/nutriology.v3i2.2460

Abstract

Rasio pemanfaatan peserta POSBINDU FKM UNAIR yang masih rendah dan hasil penelitain berupa gap menunjukkan adanya ketidak puasan yang dirasakan peserta. Gap berdasarkan perhitungan persentase harapan (H) dikurangi dengan persentase kenyataan yang dirasakan oleh peserta (K). Jika H – K > 0 (nilai postif) maka dikatakan hal tersebut bermasalah. Jika nilai GAP diperoleh = atau > 20% maka dapat dikatakan bahwa hal tersebut merupakan hal yang penting untuk diperhatikan sesuai dengan analisis pareto, karena peresentasi = atau > 20% ketidak puasan dapat menjadi pemicu timbulnya masalah. Hasil penelitian menunjukkan persentase harapan lebih tinggi di bandingkan persentase kenyataan yang lemudian menyebabkan terjadinya rasa ketidak puasan pada peserta. Jika kenyataan sesuai harapan, konsumen puas. Jika kenyataan melebihi harapan, konsumen sangat puas. Tetapi jika kenyataan tidak sesuai dengan harapan, maka konsumen akan kecewa. Semakin besar kesenjangan (gap) antara harapan dan kenyataan, semaakin besar kekecewaan konsumen.
Ekstraksi Alginat dari Rumput Laut Coklat (Phaeophyceae) dan Pemanfaatannya Sebagai Pengemulsi (Emulsifier) pada Produk Pangan Ariani, Farida; Yunita, Lina; Dewi, Novianti Tysmala; Sukanty, Ni Made Wiasty; Isasih, Widani Darma
Nutriology : Jurnal Pangan, Gizi, Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Program Studi Gizi, Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/nutriology.v4i1.2859

Abstract

Alginate is used as an emulsifier in food production. Its non-toxic, biocompatible, biodegradable, and hydrophilic properties are very promising for industrial use. Alginate can be obtained from brown seaweed because the alginate content in brown seaweed reaches 40% of its dry weight. The alginate extraction process can be carried out in 5 main stages, 1) extraction process using mineral acids, 2) filtering or centrifugation process, 3) re-soaking of the residue using an alkaline solution, 4) precipitation process, and 5) purification. Emulsifiers are molecules that adsorb on the surface of the droplets formed during the homogenization process and form a protective membrane that keeps the droplets from agglomerating. The use of alginate as an emulsifier in food has been carried out by several researchers. The results indicate that alginate substitution in food products has a significant effect on emulsion stability, where the stability of emulsions using alginate is higher than that of emulsions without alginate substitution. In addition, there was a positive interaction between alginate-substituted food products and food products without alginate substitution (control) on storage time. This research aims to provide an overview of the method or process of extracting alginate from brown seaweed (Phaeophyceae) and utilizing alginate as an emulsifier for food.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Asupan Protein dengan Kejadian Stunting pada Balita Azani, Anggun Sukma; Naktiany, Wayan Canny; Sukanty, Ni Made Wiasty
Nutriology : Jurnal Pangan, Gizi, Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Gizi, Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/nutriology.v4i2.3253

Abstract

ABSTRACT HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG ASUPAN PROTEIN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LINGSAR Anggun Sukma Azani Background: Toddlers are one of the age groups that are prone to nutritional problems. One of the nutritional problems that often occurs in toddlers is stunting. Stunting is a chronic malnutriyion in toddlers that causes children to be too short of children of the same age. Objective: The purpose of this study was to determine the relationship between the level of maternal knowledge about protein intake with the incidence of stunting in toddlers in the Lingsar Health Center work area. Method: The method used in this study is a type descriptive analytic observational research with a cross sectional approach. The population in this study was all stunted toddlers aged 24-59 months in Batu Mekar village, totaling 153 children. The sampling technique in this study was simple random sampling technique with a sample of 65 respondents based on the calculation results using the Lemeshow formula. Data analysis using spearman correlation test. Research Results: The results showed that there was a relationship between the mother’s level of knowledge about protein intake (p = 0.001), there was no relationship between maternal education (p = 0.671), there was no relationship between maternal work (p = 0.060), there was no relationship between maternal age (p = 0.509) and the incidence of stunting in the Lingsar Health Center work area. Conclusion: The conclusion in this study is that there is a significant relationship between the level of mother’s knowledge about protein intake and the incidence of stunting in toddlers in the Lingsar Health Center work area. Keywords: Protein Intake, Toddlers, Mother Knowledge, Stunting
Status Gizi dan Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe serta Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Utami, Syintia; Naktiany, Wayan Canny; Sukanty, Ni Made Wiasty
Nutriology : Jurnal Pangan, Gizi, Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Program Studi Gizi, Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/nutriology.v5i1.3513

Abstract

Faktor penyebab anemia pada ibu hamil diantaranya sosial ekonomi, pengetahuan, pendidikan, dan budaya. Ketidakpatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi tablet Fe juga dapat meningkatkan risiko terkena anemia. Ibu hamil berstatus gizi kurang cenderung lebih berisiko mengalami anemia Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan status gizi dan kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia. Rancangan penelitian ini berupa studi analitik dengan metode cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah 88 ibu hamil. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner karakteristik responden dan kuesioner kepatuhan konsumsi tablet Fe. Analisis data yang digunakan adalah uji korelasi Spearman dengan nilai = 0.05. Hasil penelitian menunjukkan nilai p value 0.535 > 0.05 pada status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil dan nilai p value 0.034 < 0.05 pada kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Kesimpulannya tidak ada hubungan antara status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil dan ada hubungan antara kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil.
Pengaruh Media Ular Tangga terhadap Tingkat Pengetahuan Anemia, Asupan Sumber Zat Besi, dan Kadar Hemoglobin Siswi Menengah Atas Falindri, Jumania; Rahmiati, Baiq Fitria; Sukanty, Ni Made Wiasty
Nutriology : Jurnal Pangan, Gizi, Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Program Studi Gizi, Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/nutriology.v5i1.3781

Abstract

Anemia merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang dapat dialami oleh balita, remaja, ibu hamil, dan usia lanjut. Data Riskesdas 2018 menunjukkan sebanyak 32% anemia terjadi pada usia 15-24 tahun. Remaja putri yang mengalami anemia berisiko lebih besar mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada saat kehamilan dan berisiko melahirkan dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dan stunting. Peningkatan asupan zat besi pada remaja putri dapat dilakukan dengan program suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD) yang mengandung zat besi (Fe), fortifikasi makanan, dan pendidikan gizi. Pemberian pendidikan kesehatan akan memengaruhi sikap remaja putri terhadap pencegahan anemia. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental dengan rancangan pretest-posttest with control group. Populasi penelitian ini adalah siswi SMAN 9 Mataram yang mengalami anemia dengan jumlah sampel sebanyak 62 siswi yang terbagi dalam kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Penelitian dilakukan dengan pemberian kuisioner pengetahuan tentang anemia, kuisioner SQ-FFQ asupan sumber zat besi, dan pengecekan kadar Hb. Data hasil penelitian diolah menggunakan uji paired t-test dengan nilai α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh pembelajaran dengan media permainan ular tangga terhadap pengetahuan anemia kelompok intervensi (p = 0.000), asupan sumber zat besi kelompok intervensi (p = 0.000), dan kadar hemoglobin kelompok intervensi (p = 0.000) dan kelompok kontrol (p = 0,006). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pembelajaran dengan media ular tangga terhadap pengetahun, asupan sumber zat besi, dan kadar hemoglobin siswi di SMAN 9 Mataram. Kata Kunci: Anemia, hemoglobin, ular tangga, siswi, tingkat pengetahuan.