Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : Elektrika Borneo

SISTEM PENGATURAN BEBAN GENERATOR TIGA FASA SECARA OTOMATIS BERBASIS INTERNALLY TRIGGERED TRIAC Muhammad Deval Efendi; Abdul Muis Prasetia; Linda Sartika
Elektrika Borneo Vol 8, No 2 (2022): Elektrika Borneo Edisi Oktober
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jeb.v8i2.2971

Abstract

A generator is an electrical machine that converts mechanical/motion energi into electrical energi. The performance of the generator is strongly influenced by the load, so when the load exceeds the generator limit, it is called overload disturbance. In this study, the author makes a generator load regulation sistem based on Internally Triggered TRIAC which functions to reduce the voltage value to the load automatically so that the current value can always be at the set point, which is 0.50 A. In this study, a resistive load in the form of an incandescent lamp with specifications of 100 W is used. As many as two and one 5 W incandescent lamp. For one 100 W incandescent lamp, the current value is 0.40 A and for one 5 W incandescent lamp, the current value is 0.06 A. When all loads are on, the current value ready by the sensor is 0.86 A so that the sistem responds to a load. More because the current value exceeds the set point. The sistem lowers the voltage value to 17.67 V so that the current value can always be at the set point of 0.50 A.
ANALISA DAYA MOTOR INDUKSI 3 FASA SEBAGAI PENGGERAK CONVEYOR DI PT. PESONA KHATULISTIWA NUSANTARA Rizky Ramadhan; Linda Sartika
Elektrika Borneo Vol 9, No 1 (2023): Elektrika Borneo Edisi April
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/eb.v9i1.3084

Abstract

Induction motor has become one of the tools that are needed for companies especially in the industrial world, which has used as a driving tool to deliver finished raw materials or raw materials such as coal. In PT. Pesona Khatulistiwa Nusantara, the use of an induction motor was applied to the conveyor of BC-01 and BC-03 conditions where the coal mine was operating. The motor continues to move the conveyor in order to move the coal to the place that had been provided for up to 24 full hours. Thus, it was necessary to analyse the power of consumption and the level of efficiency of the motor on the conveyor of BC-01 and BC-03, because if there was damage, the production process would be hampered. Motor efficiency was obtained by calculating in advance the value of input power and output power. The primary data was obtained by direct measurements to the field directed by the company’s electrical employees by varying the condition of the coal load on the conveyor of 0%, 50% and 100% and the results of the calculation from the input power and the output power of BC-01 and BC-03 motors whose values were not much different, thus the efficiency of BC-01 and BC-03 conveyor motors ranges from 99% to 100%. Therefore, the use of an induction motor as a conveyor BC-01 and BC-03 in PT. Pesona Khatulistiwa Nusantara was very good. The efficiency of an induction motor was obtained from the value of the input power and output power, so the condition where the efficiency was declared good if the input power value was close to the value of output power.
MONITORING DAN KENDALI KECEPATAN MOTOR UNIVERSAL MENGGUNKAN HUMAN MACHINE INTERFACE (HMI) Abdul Muis Prasetia; Totok Hariyanto; Abil Huda; Linda Sartika; Fitriani Fitriani
Elektrika Borneo Vol 9, No 1 (2023): Elektrika Borneo Edisi April
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/eb.v9i1.3502

Abstract

Along with the development of increasingly advanced technology, many tools are created that can facilitate human work. For example, in the industrial world, tools are needed that can increase the efficiency of the production process. Electrical equipment with universal motor propulsion is generally equipped with a speed regulation that is limited to several choices of certain levels. The purpose of the Human Machine Interface (HMI) is to increase the interaction between the machine and the operator through a computer screen display so that the user's need for the system information provided makes physical work easier. The motor speed value (rpm) is read by the microcontroller and then instructs the mosfet driver to change the pwm (duty cycle) value that is read and responds to the universal motor. The encoder sensor reads the universal motor speed and then displays the speed value (rpm) with a graph on the Labview monitor. HMI in industry has a very important role in the monitoring and control system of a production system so that with this system it can save time and labor for observing and controlling each production work station. For the final stage in testing the monitoring and speed control tools the system works well, and has also obtained the gain determination of Kp = 0.25, Ki = 0.2 and Kd = 0 to get the desired set point and response. Then the last experiment was carried out by operating a universal motor from a speed of 1500 rpm, a speed of 2000 rpm and a speed of 2500 rpm. After that the rpm is returned to the point of 2000 rpm.
PENGGUNAAN PID PADA AUTOMATIC VOLTAGE REGULATOR (AVR) UNTUK KESTABILAN TEGANGAN TERMINAL GENERATOR SINKRON 3 FASA Abdul Muis Prasetia; Linda Sartika; Al Ma'ruf
Elektrika Borneo Vol 9, No 2 (2023): Elektrika Borneo Edisi Oktober
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/eb.v9i2.4372

Abstract

Pada masa sekarang ini listrik sudah menjadi kebutuhan utama bagi kita, dan untuk memenuhi kebutuhan tersebut diperlukan sistem pembangkit listrik, salah satunya dapat menggunakan generator sinkron 3 fasa yang berfungsi untuk mengubah energi gerak menjadi energi listrik. Besarnya permintaan energi listrik dengan kebutuhan yang beragam menyebabkan listrik yang dihasilkan generator sering kali tidak stabil, maka dari itu diperlukan Automatic Voltage Regulator (AVR) yang berkerja secara kontinyu untuk membaca error tegangan pada terminal generator lalu memperbaikinya. Pada penelitian ini sistem eksitasi AVR telah dirancang menggunakan kendali Proportional Integral Derivative (PID) dengan gain yang digunakan yaitu Kp = 0.25; Ki = 15; dan Kd = 0. Parameter PID ditanamkan pada mikrokontroler dengan bahasa pemrograman, dengan adanya AVR pada generator sinkron 3 fasa sistem pembangkit listrik mampu menghasilkan tegangan yang stabil dan sesuai dengan setandar PLN yaitu 220V baik ketika diberi beban ataupun tidak diberi beban.
PERANCANGAN SENSOR COS φ UNTUK MONITORING SEGITIGA DAYA PADA JARINGAN 1 FASA Abdul Muis Prasetia; Sugeng Riyanto; Linda Sartika; suriadi suriadi
Elektrika Borneo Vol 9, No 2 (2023): Elektrika Borneo Edisi Oktober
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/eb.v9i2.4381

Abstract

Energi listrik merupakan salah satu kebutuhan yang sangat diperlukan dan berperan penting di lingkungan masyarakat. Banyak peralatan yang membutuhkan energi listrik untuk mengoperasikannya, baik dalam skala rumah tangga maupun industri. Dengan demikian, kualitas pasokan energi listrik sangat penting untuk diketahui. Pada segitiga daya, faktor yang mempengaruhi kualitas energi listrik itu adalah tegangan, arus dan faktor daya (cos phi). Segitiga daya merupakan segitiga yang menggambarkan hubungan matematik antara tipe-tipe daya yang berbeda yaitu daya aktif (Watt), daya reaktif (Var) dan daya semu (VA). Pada segitiga daya perbandingan antara daya aktif dan daya semu adalah faktor daya, disini faktor daya berpengaruh untuk mengetahui nilai segitiga daya. Untuk itu, diperlukan sebuah sistem yang dapat melakukan pengukuran nilai faktor daya. Dalam penelitian ini penulis merancang sebuah sistem yang dapat digunakan untuk memonitoring cos phi dan segitiga daya pada jaringan 1 fasa. Adapun metode yang dilakukan ialah melakukan perancangan program sensor cos phi dan melakukan perancangan sistem monitoring segitiga daya. Beban yang digunakan yakni beban induktif 1.7 H dengan variasi penambahan hingga 6 buah beban resistif 920 Ohm yang dihubung paralel. Sehingga pada rancangan sistem monitoring ini berhasil melakukan pengukuran dengan hasil error rata-rata daya semu 2.08%, daya aktif 2.44%, daya reaktif 0.64%  dan cos  0.43%.
PERBANDINGAN KENDALI LOGIKA FUZZY DAN JARINGAN SARAF TIRUAN PADA SISTEM EKSITASI AUTOMATIC VOLTAGE REGULATOR UNTUK GENERATOR SINKRON Prasetia, Abdul Muis; Sartika, Linda; Satria, Adjie
Elektrika Borneo Vol 10, No 2 (2024): Elektrika Borneo Edisi Oktober
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/eb.v10i2.5744

Abstract

Generator sinkron memerlukan alat yang berfungsi untuk mengatur tegangan terminal tetap terjaga, alat tersebut dikenal sebagai Automatic Voltage Regulator (AVR) atau alat yang dapat arus eksitasi yang disuplai ke generator sehingga tegangan terminal generator tetap stabil. Penelitian ini membandingkan dua kendali yang berbeda yaitu logika fuzzy dan jaringan saraf tiruan pada AVR yang diharapkan dapat mengatur tegangan terminal generator pada nominal 220V. Data penelitian jaringan saraf tiruan diambil dari input dan output kendali PID sedangkan desain rules logika fuzzy menggunakan metode trial and error pada AVR yang sama. Hasil penelitian menunjukkan respon transient kinerja generator dengan hasil yaitu logika fuzzy menghasilkan respon delay Time (td) 1.058s, rise Time (tr) 2.576s, peak Time (tp) 20s, settling Time (ts) 5.354s, maximum overshoot (Mp) 0%, error steady state (ess) 0%. Jaringan saraf tiruan menghasilkan respon delay Time (td) 1.031s, rise Time (tr) 1.518s, peak Time (tp) 3.128s, settling Time (ts) 2.3286s, maximum overshoot (Mp) 1.345%, error steady state (ess) 0.045%. Berdasarkan nilai respon transient logika fuzzy memiliki respon lebih lambat dibandingkan jaringan saraf tiruan, akan tetapi logika fuzzy dapat meminimalisir overshoot.
DESAIN OSILATOR SINUSOIDAL PULSE WIDTH MODULATION (SPWM) PADA INVERTER PURE SINE WAVE SECARA DIGITAL MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER Yunus, Muhammad; Sartika, Linda; Prasetia, Abdul Muis; Temu, Natalis Laga Suban; Noviyansyah, Tri
Elektrika Borneo Vol 10, No 2 (2024): Elektrika Borneo Edisi Oktober
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/eb.v10i2.5673

Abstract

Energi listrik menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi kehidupan, terutama energi listrik arus bolak-balik atau AC (Alternating Current). Pembangkit listrik yang menghasilkan tegangan AC masih banyak menggunakan bahan bakar fosil yang ketersediaannya semakin menipis. Untuk mengatasi hal tersebut sumber listrik alternatif berupa energi DC (Direct Current) dari baterai dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik pengganti bahan bakar fosil. Peralatan yang bisa digunakan untuk memanfaatkan energi alternatif tersebut adalah inverter. pure sine wave menggunakan teknik SPWM (Sinusoidal Pulse Width Modulation). Pada inverter ini diperlukan sebuah osilator. Osilator yang digunakan pada penelitian ini adalah mikrokontroler yang didesain dengan cara memasukan program perintah, sehingga menghasilkan sinyal Pulse Width Modulation (PWM) yang akan mengendalikan MOSFET. Pada inverter ini menggunakan sumber DC 27 Volt dari battery lalu dikonversi menjadi tegangan AC ±220 Volt, memiliki frekuensi ±50 Hz, dan output gelombang yang berbentuk sinus. Tujuan dari perancangan alat ini adalah merubah energi DC menjadi AC dan memiliki output gelombang yang berbentuk sinus. sehingga energi alternatif tegangan DC dapat dimanfaatkan.
MENGATUR KECEPATAN MOTOR INDUKSI 3 FASA MENGGUNAKAN SLIDING MODE CONTROL (SMC) DENGAN FIELD ORIENTED CONTROL (FOC) Prasetia, Abdul Muis; Sartika, Linda; Nur, Mukhlis
Elektrika Borneo Vol 10, No 2 (2024): Elektrika Borneo Edisi Oktober
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/eb.v10i2.5771

Abstract

Industri di Indonesia sedang berkembang pesat baik di sektor besar maupun kecil. Seiring dengan pertumbuhan ini diperlukan peralatan produksi yang efektif guna meningkatkan efisiensi waktu dan biaya. Motor induksi tiga fasa sering digunakan dalam industri karena harganya yang relatif terjangkau dan memiliki keandalan yang tinggi. Namun, disisi lain kelemahannya adalah kecepatan motor induksi tiga fasa yang menurun seiring dengan adanya peningkatan beban. Hal tersebut berdampak pada hilangnya kecepatan konstan motor saat kondisi beban yang bervariasi. Maka, diperlukan suatu pengontrol guna menjaga kecepatan tetap stabil dan meningkatkan performa sistem dalam menghadapi perubahan beban. Untuk mengatasi masalah tersebut Sliding Mode Control (SMC) digunakan guna mengatasi perubahan parameter akibat beban yang fluktuatif. Field Oriented Control (FOC) digunakan guna mengendalikan secara terpisah arus beban motor dan arus penguatan, sehingga fluks dan torsi dapat diatur secara independen. Berdasarkan hasil simulasi dan analisa didapatkan bahwa SMC dengan field oriented control baik digunakan untuk pengaturan kecepatan motor induksi tiga fasa.
ANALISA PENGARUH PERUBAHAN BEBAN TERHADAP KARAKTERISTIK GENERATOR SINKRON PLTMG DI TANJUNG SELOR Sartika, Linda; Prasetia, Abdul Muis; Sejati, joko; Vebryan, Ebiet; Ramadhani, Alfian; Ferdiayansyah, Ferdiayansyah; Setiawan, Ahmad
Elektrika Borneo Vol 11, No 2 (2025): Elektrika Borneo Edisi Oktober
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/eb.v11i2.7001

Abstract

Energi listrik merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat untuk mendukung berbagai aktivitas, dan permintaannya terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk serta perkembangan pembangunan. Variasi konsumsi listrik setiap hari menyebabkan perubahan beban pada generator pembangkit, yang kemudian memengaruhi kinerja sistem ketenagalistrikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik generator sinkron pada PLTMG di Tanjung Selor saat terjadi perubahan beban. Analisis dilakukan melalui perhitungan daya aktif, tegangan terminal, dan arus armatur berdasarkan data operasional selama satu minggu.Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya aktif rata-rata mencapai nilai puncak sebesar 5.390 kW pada pukul 20.00 WITA, disertai penurunan tegangan terminal ketika daya aktif meningkat. Selain itu, arus armatur juga mengalami kenaikan signifikan, dengan rata-rata mencapai 2.150 A pada jam yang sama saat beban puncak terjadi. Temuan ini menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara perubahan beban dengan parameter kelistrikan generator. Oleh karena itu, pengaturan arus medan yang tepat diperlukan untuk menjaga kestabilan tegangan terminal dan kualitas daya listrik.
RANCANG BANGUN SISTEM KONTROL KECEPATAN MOTOR INDUKSI 3 FASA JENIS DAHLENDER MENGGUNKAN PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER Prasetia, Abdul Muis; Sartika, Linda; Selama, Selama; Vebryan, Ebiet
Elektrika Borneo Vol 11, No 2 (2025): Elektrika Borneo Edisi Oktober
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/eb.v11i2.6945

Abstract

Motor Dahlander adalah jenis motor AC asinkron dengan 2 atau lebih putaran. Hal ini dapat dilihat ketika dibandingkan dengan motor 3 fasa yang hanya memiliki 1 putaran dengan daya yang sama. Motor Dahlander sendiri merupakan motor dengan rotor kandang tupai. PLC sendiri memiliki beberapa keunggulan, termasuk memudahkan perubahan sistem kabel tanpa perlu mengganti sistem kabel dan dapat menggantikan kinerja beberapa relay hanya dengan menggunakan PLC. Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif, yang merupakan pengembangan menggunakan desain. Dari hasil desain sistem kontrol motor Dahlander, sistem kontrol berfungsi sesuai harapan, ketika motor berputar lambat, kontak 1 bekerja, dan ketika berputar cepat, kontak 2 dan 3 bekerja. Untuk melakukan instalasi sistem kontrol motor induksi tipe Dahlander, diperlukan gambar diagram kontrol, gambar diagram daya, dan gambar diagram tangga. Pada sistem kontrol kecepatan motor induksi 3 fasa tipe Dahlander, kecepatan rotor yang lambat adalah 1456 rpm, dan pada kecepatan cepat, rotor berputar pada 2917 rpm.