Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaturan Kecepatan Motor Brushlless Direct Current (BLDC) Menggunakan Cuk Converter Berbasis Fuzzy Logic Controller abdul muis prasetia; Dody Asmara; Linda Sartika
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 17 No. 3 (2023)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v17n3.2478

Abstract

Keuntungan seperti efisiensi tinggi, rasio inersia/torsi tinggi, jangkauan pengaturan kecepatan yang besar dan rendahnya electro magnetic interference (EMI) menjadi alasan motor brushless direct current (BLDC) menjadi pilihan yang tepat dalam banyak aplikasi di kehidupan sehari-hari. Motor BLDC terdiri dari 3 belitan fasa pada stator dan magnet permanen pada rotornya. Beberapa sistem penggerak yang menggunakan motor BLDC membutuhkan kecepatan motor yang konstan. Akan tetapi pada sistem penggerak tersebut ketika akan diberikan beban yang lebih maka kecepatan akan menurun. Oleh sebab itu dibutuhkan suatu pengaturan kecepatan motor agar kecepatan menjadi konstan walaupun diberi beban lebih. Banyak cara untuk mengatur kecepatan motor BLDC salah satunya adalah menggunakan cuk converter berbasis fuzzy logic controller. Pada tugas akhir ini pengaturan kecepatan motor BLDC menggunakan cuk converter berbasis fuzzy logic controller karena dapat menaikan dan menurunkan tegangan. Hasil keluaran tegangan output mempunyai polaritas berkebalikan dengan tegangan input. Cuk converter terdiri dari sumber tegangan arus searah atau direct current (DC). Perancangan struktur Fuzzy pada Matlab Simulink, dilakukan dengan melakukan perubahan nilai rentang dan bentuk dari fungsi keanggotaan yang di gunakan, baik masukan maupun keluaran. Pada simulasi yang telah dilakukan didapatkan kecepatan motor Brushless Direct Current ( BLDC) menggunakan cuk converter berbasis fuzzy logic controller pada kondisi tidak berbeban, menunjukkan respon dengan menghasilkan steady state yaitu 2000 rpm, rise time 0.01 s, settling time 0.011 s sedangkan saat diberi beban tidak ada perubahan yang signifikan dengan steady state sebesar 2000 rpm dan , rise time sebesar 0,01 s dan settling time sebesar 0,011s
Power Analysis of 3 Phase Induction Motor Drive Conveyor 06 at PT. Mitrabara Adiperdana: Analisis Daya Motor Induksi 3 Fasa Penggerak Conveyor 06 di PT. Mitrabara Adiperdana abdul muis prasetia; Linda Sartika; Hironimus
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v18n2.2587

Abstract

Conveyor belt is a material handling tool that is widely used in minning industry. The tool consists of belts or tires made of various types of materials that are resistant to the transportation of solid objects or coal. In order to drive the conveyor, a 3-phase induction motor is needed. PT. Mitrabara Adiperdana used induction motors on each conveyor including conveyor 06. With consumer demand, motors continue to operate to drive conveyors in transporting coal on stockpiles filling barges. The number of berges filled makes the motor continue to operate to move the conveyor for up to one full day. Therefor, it is necessary to analyze the power of consumption and performance level of the motor on conveyor 06, because if there is demage to the motor, the production process on conveyor will be hampered. From the primary data obtained in the field by making direct measurements and obtained the calculation results, the power value is 35.058 Kw when the conveyor is not loaded and 81.80 kw when the conveyor is loaded. With the result of power used when loaded, the calculation of efficiency is 69,45%. Whith this value, the conveyor motor 06 operates less effectively. It is stated be effective when the efficiency value is between 80% and 100% of the effeciency value on motor rating rate.
Analisis perbandingan arus starting motor induksi 3 fasa Sartika, Linda; Prasetia, Abdul Muis; Akbar, Muhammad Allriz
JURNAL ELTEK Vol. 23 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/eltek.v23i2.6461

Abstract

Motor induksi tiga fasa merupakan motor yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik dan banyak digunakan pada industri kecil maupun besar sebagai penggerak. Dalam pengoperasiannya, motor induksi tiga fasa memiliki tantangan berupa lonjakan arus yang tinggi saat starting, yang dapat menyebabkan penurunan tegangan pada sistem distribusi dan mengganggu peralatan lain yang terhubung. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbandingan arus starting motor induksi tiga fasa menggunakan empat metode berbeda: DOL, Wye Delta, VSD, dan tahanan dalam. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental dengan pengujian langsung pada motor induksi tiga fasa rotor belitan. Parameter yang diukur meliputi arus, tegangan, dan faktor daya saat starting dan saat motor beroperasi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat metode menghasilkan karakteristik arus starting yang berbeda: DOL sebesar 1,5 A, Wye Delta 0,9 hingga 1,9 A, VSD 1,2 A, dan tahanan dalam sebesar 2 A. Metode Wye Delta terbukti paling efektif dalam mengendalikan lonjakan arus saat starting karena menggunakan dua konfigurasi yang memungkinkan pengurangan arus secara bertahap. Penelitian ini memberikan rekomendasi pemilihan metode starting yang sesuai untuk aplikasi industri dengan mempertimbangkan kebutuhan pengendalian arus awal.   ABSTRACTThree-phase induction motors convert electrical energy into mechanical energy and are widely used as prime movers in both small and large industrial applications. During operation, three-phase induction motors face challenges related to high current surges during starting, which can cause voltage drops in distribution systems and disrupt connected equipment. This research aims to analyze and compare the starting current of three-phase induction motors using four different methods: DOL, Wye Delta, VSD, and internal resistance. The research methodology was conducted experimentally with direct testing on a wound rotor three-phase induction motor. Parameters measured included current, voltage, and power factor during starting and normal operation. The results show that the four methods produce different starting current characteristics: DOL at 1.5 A, Wye Delta at 0.9 to 1.9 A, VSD at 1.2 A, and internal resistance at 2 A. The Wye Delta method proved most effective in controlling current surges during starting because it uses two configurations that allow for gradual current reduction. This research provides recommendations for selecting appropriate starting methods for industrial applications by considering initial current control requirements.
Smart Automation of Salinity and Turbidity for Sustainable Aquaculture of Harpodon nehereus Prasetia, Abdul Muis; Gazali Salim; Linda Sartika; Mujiyanto Mujiyanto; Julian Ransangan; Ariel E San Jose; Sitti Hartinah; Retno Hartati; Rozi
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan 2025: IN PRESS ISSUE (JUST ACCEPTED MANUSCRIPT, 2025)
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Graphical Abstract   Highlight Research 1. Model of growth and mortality of otek fish (Netuma thalassina (Rüppell, 1837)) in Tarakan waters, North Kalimantan. 2. Growth, mortality, and reproductive model of Bombay duck (Harpodon nehereus, Hamilton 1822) in Juata Laut waters, North Kalimantan. 3. Growth pattern and the condition index of nomei fish Harpodon nehereus captured with mini trawl in Tarakan Waters. 4. Characteristics of Model Growth and Mortality of White Shrimp (Penaeus merguiensis de Man 1888) in The Estuaria of Bengara, Regency Bulungan. 5. Preliminary study on the domestication of giant freshwater prawn, Macrobrachium rosenbergii (De Man, 1879) from North Kalimantan, Indonesia.   Abstract Automated water quality monitoring systems are urgently needed to ensure fish health and maintain aquaculture product quality. This study develops an adaptive microcontroller-based control system that automatically regulates salinity and turbidity to support the sustainable aquaculture of Harpodon nehereus. This study developed and evaluated a microcontroller-based system for automated regulation of salinity and turbidity in H. nehereus aquaculture ponds. Methods involved environmental observation, sensor calibration, system design, and field validation of a digital sensor-based water quality controller, tested in a pilot estuarine pond to keep salinity (~17‰) and turbidity (20-30 NTU) within optimal ranges. Calibration results obtained through linear regression analysis showed strong correlation with standard instruments (R² = 0.94 for salinity and R² = 0.93 for turbidity). Field trials demonstrated effective maintenance of turbidity within 22-27 NTU for 24 hours, and stepwise tests confirmed the system’s ability to track real-time salinity shifts. These results indicate that the microcontroller-based system effectively stabilises key water parameters for H. nehereus aquaculture and performs more efficiently than open systems. As one of the first integrated systems designed for automated salinity and turbidity regulation in estuarine aquaculture, it offers a practical and scalable approach to improve sustainability and ensure the food security of coastal fisheries. Future work should extend control to pH, DO, and temperature, refine calibration with predictive algorithms and wireless connectivity so that it can be used more widely in precision aquaculture with fish stocks.      
ANALISA PENGARUH PERUBAHAN BEBAN TERHADAP KARAKTERISTIK GENERATOR SINKRON PLTMG DI TANJUNG SELOR Sartika, Linda; Prasetia, Abdul Muis; Sejati, joko; Vebryan, Ebiet; Ramadhani, Alfian; Ferdiayansyah, Ferdiayansyah; Setiawan, Ahmad
Elektrika Borneo Vol 11, No 2 (2025): Elektrika Borneo Edisi Oktober
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/eb.v11i2.7001

Abstract

Energi listrik merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat untuk mendukung berbagai aktivitas, dan permintaannya terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk serta perkembangan pembangunan. Variasi konsumsi listrik setiap hari menyebabkan perubahan beban pada generator pembangkit, yang kemudian memengaruhi kinerja sistem ketenagalistrikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik generator sinkron pada PLTMG di Tanjung Selor saat terjadi perubahan beban. Analisis dilakukan melalui perhitungan daya aktif, tegangan terminal, dan arus armatur berdasarkan data operasional selama satu minggu.Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya aktif rata-rata mencapai nilai puncak sebesar 5.390 kW pada pukul 20.00 WITA, disertai penurunan tegangan terminal ketika daya aktif meningkat. Selain itu, arus armatur juga mengalami kenaikan signifikan, dengan rata-rata mencapai 2.150 A pada jam yang sama saat beban puncak terjadi. Temuan ini menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara perubahan beban dengan parameter kelistrikan generator. Oleh karena itu, pengaturan arus medan yang tepat diperlukan untuk menjaga kestabilan tegangan terminal dan kualitas daya listrik.
RANCANG BANGUN SISTEM KONTROL KECEPATAN MOTOR INDUKSI 3 FASA JENIS DAHLENDER MENGGUNKAN PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER Prasetia, Abdul Muis; Sartika, Linda; Selama, Selama; Vebryan, Ebiet
Elektrika Borneo Vol 11, No 2 (2025): Elektrika Borneo Edisi Oktober
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/eb.v11i2.6945

Abstract

Motor Dahlander adalah jenis motor AC asinkron dengan 2 atau lebih putaran. Hal ini dapat dilihat ketika dibandingkan dengan motor 3 fasa yang hanya memiliki 1 putaran dengan daya yang sama. Motor Dahlander sendiri merupakan motor dengan rotor kandang tupai. PLC sendiri memiliki beberapa keunggulan, termasuk memudahkan perubahan sistem kabel tanpa perlu mengganti sistem kabel dan dapat menggantikan kinerja beberapa relay hanya dengan menggunakan PLC. Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif, yang merupakan pengembangan menggunakan desain. Dari hasil desain sistem kontrol motor Dahlander, sistem kontrol berfungsi sesuai harapan, ketika motor berputar lambat, kontak 1 bekerja, dan ketika berputar cepat, kontak 2 dan 3 bekerja. Untuk melakukan instalasi sistem kontrol motor induksi tipe Dahlander, diperlukan gambar diagram kontrol, gambar diagram daya, dan gambar diagram tangga. Pada sistem kontrol kecepatan motor induksi 3 fasa tipe Dahlander, kecepatan rotor yang lambat adalah 1456 rpm, dan pada kecepatan cepat, rotor berputar pada 2917 rpm.