Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STRES KERJA KARYAWAN Maghfirah, Nurul
Jurnal Doktor Manajemen (JDM) Vol 6, No 2 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jdm.v6i2.22307

Abstract

Stres kerja merupakan faktor penting bagi bisnis, terutama karena hubungannya dengan kinerja pekerja. Sebuah perusahaan harus berkinerja baik untuk menghasilkan keuntungan. Tingkat kinerja yang tinggi adalah ideal. Sebaliknya, kinerja yang menurun dapat merugikan bisnis. Tidak diragukan lagi, setiap karyawan akan mengalami stres yang berhubungan dengan pekerjaan.Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan dokumentasi untuk penelitian ini. Uji validitas, reliabilitas, dan uji Asumi tradisional digunakan dalam pengujian variabel. Sebanyak 83 responden menjadi sampel penelitian, dan SPSS 20 for Windows digunakan untuk menganalisis data menggunakan regresi linier berganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor lingkungan, faktor organisasi, dan faktor individu memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap stres kerja yang dikategorikan sangat kuat. PT Bank Rakyat Indonesia (PERSERO) Tbk. berupaya untuk menurunkan stres kerja karyawan agar tingkat stres yang dialami berada pada titik ideal yang dapat memaksimalkan kinerja karyawan dengan cara meningkatkan kesejahteraan karyawan, baik kesejahteraan finansial maupun non finansial.
KOMPETENSI DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN (STUDI KASUS PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK (KPP) PRATAMA MAKASSAR UTARA) Maghfirah, Nurul
Jurnal Doktor Manajemen (JDM) Vol 7, No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jdm.v7i1.24846

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk menentukan faktor-faktor yang memiliki dampak paling signifikan pada kinerja karyawan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Makassar Utara. Selain itu, penelitian ini juga akan mengevaluasi pengaruh disiplin kerja dan kompetensi secara bersamaan maupun terpisah terhadap kinerja pegawai.  Purposive sampling digunakan untuk memilih sampel, dan 77 karyawan dipilih secara acak. Karyawan yang dianggap sesuai dengan penelitian yang dilakukan diberikan kuesioner sebagai bagian dari metode pengumpulan data. Dengan bantuan perangkat lunak SPSS 20, data dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan enam rumus: analisis regresi linier berganda, analisis korelasi, uji t, uji F, uji dominan, dan uji koefisien determinasi (R2).               Hasil penelitian menunjukkan bahwa, di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Makassar Utara, kompetensi dan disiplin kerja secara bersamaan maupun terpisah memiliki dampak yang signifikan pada kinerja pegawai. Disiplin kerja dan kompetensi menunjukkan koefisien regresi positif (+), menandakan hubungan yang positif. Dengan kata lain, kedua variabel tersebut akan meningkatkan kinerja pegawai di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Makassar Utara. Terdapat korelasi kuat (r = 0,867) dan koefisien determinasi (0,752) antara disiplin kerja, kompetensi, dan kinerja pegawai di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Makassar Utara. Selanjutnya, disiplin kerja merupakan variabel yang memiliki pengaruh signifikan paling besar terhadap kinerja pegawai.
MEMBANGUN JIWA WIRAUSAHA DI KALANGAN MAHASISWA FAKULTAS TEKNIK UNIVESITAS PATTIMURA Christianty, Restia; Leasiwal, Teddy C.; Latuconsina, Zainuddin; Maghfirah, Nurul; Faisal, Muhammad
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i2.27563

Abstract

Minat para mahasiswa untuk menjadi seorang pengusaha terlihat semakin besar dengan semakin banyak lahirnya bisnis-bisnis baru yang ada sekarang. Salah satu tantangan Perguruan tinggi adalah tidak saja menghasilkan lulusan sarjana yang memiliki kompetensi secara akademik namun juga menghasilkan lulusan yang mempunyai kemampuan soft skills.Untuk menumbuhkan minat usaha pada generasi muda, diperlukan ajakan yang bersifat pendidikan dan pengalaman melalui pelatihan kewirausahaan. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah presentasi dan diskusi. Berdasarkan hasil monitoring selama proses pelatihan, maka diketahui bahwa peserta/mahasiswa sudah memiliki niat dan semangat dalam berwirausaha. Setelah melalui wawancara secara singkat, maka peserta mengatakan bahwa kegiatan pelatihan kewirausahaan ini memberikan pengetahuan baru dan menambah kesadaran pentingnya berwirausaha.
The Influence Of Work Discipline And Emotional Intelligence On The Employees Performance Of J&T Express Kebun Cengkeh Ambon Chandra, Felix; Maghfirah, Nurul
Jurnal Ekonomi Vol. 13 No. 02 (2024): Jurnal Ekonomi, Edition April - June 2024
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to reveal the influence and how big an impact work discipline and emotional intelligence have on the level of performance produced by employees of J&T Express Kebun Cengkeh Ambon, a company that provides goods delivery services. A descriptive approach was used to test hypotheses or answer questions about the research subject, with the research focus on J&T Express Kebun Cengkeh employees, totaling 36 people.Using a saturated sampling method, this approach involves the entire population of J&T Express Kebun Cengkeh employees as the main sample. The likert scale is the main measuring tool used by distributing questionnaires to respondents. In processing the collected data, multiple regression analysis was driven by SPSS statistical software as the main tool. Interesting research results show that work discipline has a positive and significant influence on performance, while emotional intelligence makes a positive but not significant contribution to employee performance. This research not only presents findings but also brings an in-depth understanding of the interaction between work discipline, emotional intelligence, and performance in the context of human resource management.
Model Komunikasi Persuasif Sosialisasi Program BLK untuk Meningkatkan Partisipasi Pelatihan di Ternate Maghfirah, Nurul
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i2.2353

Abstract

Unemployment is a significant social problem in Ternate City, North Maluku, with a high unemployment rate. One of the government's efforts to address this is through job training programs organized by the Vocational Training Center (BLK). However, the effectiveness of this program depends on the socialization strategy that can attract potential participants. This study aims to identify the persuasive communication model used in the socialization of the BLK program with a qualitative approach through in-depth interviews with trainees, teachers, and BLK staff, as well as direct observation of the socialization and training process. The results show that persuasive communication is carried out through direct delivery of materials, training practices, and the utilization of social media. The main factors inhibiting participation are limited access to information, mismatch of skills with labor market needs, and economic constraints. The SMCR (Source, Message, Channel, Receiver) communication model is applied in the socialization of the program, where BLK is the source of information, the message contains the benefits of training, the communication channel includes social media and direct meetings, and the receiver is the prospective participant. The application of more effective persuasive communication is expected to increase community participation in the BLK program, improve workforce skills, and reduce unemployment in Ternate City. Abstrak Pengangguran menjadi permasalahan sosial signifikan di Kota Ternate, Maluku Utara, dengan tingkat pengangguran yang cukup tinggi. Salah satu upaya pemerintah dalam mengatasinya adalah melalui program pelatihan kerja yang diselenggarakan oleh Balai Latihan Kerja (BLK). Namun, efektivitas program ini bergantung pada strategi sosialisasi yang mampu menarik minat calon peserta. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi model komunikasi persuasif yang digunakan dalam sosialisasi program BLK penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan calon peserta pelatihan, Masyarakat umum. pengajar, dan staf BLK, serta observasi langsung terhadap proses sosialisasi dan pelatihan. Analisis data dilakukan secara tematik dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi persuasif dilakukan melalui penyampaian materi secara langsung, praktik pelatihan, serta pemanfaatan media sosial. Faktor utama penghambat partisipasi adalah keterbatasan akses informasi, ketidaksesuaian keterampilan dengan kebutuhan pasar kerja, dan kendala ekonomi. Model komunikasi SMCR (Source, Message, Channel, Receiver) diterapkan dalam sosialisasi program, di mana BLK sebagai sumber informasi, pesan berisi manfaat pelatihan, saluran komunikasi mencakup media sosial dan pertemuan langsung, serta penerima adalah calon peserta. Penerapan komunikasi persuasif yang lebih efektif diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program BLK, meningkatkan keterampilan tenaga kerja, serta menurunkan angka pengangguran di Kota Ternate.
Model Komunikasi Persuasif Sosialisasi Program BLK untuk Meningkatkan Partisipasi Pelatihan di Ternate Maghfirah, Nurul
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i2.2353

Abstract

Unemployment is a significant social problem in Ternate City, North Maluku, with a high unemployment rate. One of the government's efforts to address this is through job training programs organized by the Vocational Training Center (BLK). However, the effectiveness of this program depends on the socialization strategy that can attract potential participants. This study aims to identify the persuasive communication model used in the socialization of the BLK program with a qualitative approach through in-depth interviews with trainees, teachers, and BLK staff, as well as direct observation of the socialization and training process. The results show that persuasive communication is carried out through direct delivery of materials, training practices, and the utilization of social media. The main factors inhibiting participation are limited access to information, mismatch of skills with labor market needs, and economic constraints. The SMCR (Source, Message, Channel, Receiver) communication model is applied in the socialization of the program, where BLK is the source of information, the message contains the benefits of training, the communication channel includes social media and direct meetings, and the receiver is the prospective participant. The application of more effective persuasive communication is expected to increase community participation in the BLK program, improve workforce skills, and reduce unemployment in Ternate City. Abstrak Pengangguran menjadi permasalahan sosial signifikan di Kota Ternate, Maluku Utara, dengan tingkat pengangguran yang cukup tinggi. Salah satu upaya pemerintah dalam mengatasinya adalah melalui program pelatihan kerja yang diselenggarakan oleh Balai Latihan Kerja (BLK). Namun, efektivitas program ini bergantung pada strategi sosialisasi yang mampu menarik minat calon peserta. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi model komunikasi persuasif yang digunakan dalam sosialisasi program BLK penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan calon peserta pelatihan, Masyarakat umum. pengajar, dan staf BLK, serta observasi langsung terhadap proses sosialisasi dan pelatihan. Analisis data dilakukan secara tematik dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi persuasif dilakukan melalui penyampaian materi secara langsung, praktik pelatihan, serta pemanfaatan media sosial. Faktor utama penghambat partisipasi adalah keterbatasan akses informasi, ketidaksesuaian keterampilan dengan kebutuhan pasar kerja, dan kendala ekonomi. Model komunikasi SMCR (Source, Message, Channel, Receiver) diterapkan dalam sosialisasi program, di mana BLK sebagai sumber informasi, pesan berisi manfaat pelatihan, saluran komunikasi mencakup media sosial dan pertemuan langsung, serta penerima adalah calon peserta. Penerapan komunikasi persuasif yang lebih efektif diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program BLK, meningkatkan keterampilan tenaga kerja, serta menurunkan angka pengangguran di Kota Ternate.
Human Resource Capacity Development Based on Financial Literacy in Realizing the SDGs: A Study of MSMEs in Central Maluku Maghfirah, Nurul; Simanjuntak, Pranatalindo; Christianto Leasiwal, Teddy; Manuhutu, Yerimias
Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol 14 No 3 (2025): Volume 14 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jep.v14i3.4113

Abstract

This study aims to examine the development of human resource capacity of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Central Maluku Regency through a financial literacy approach as a strategy to support the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs). This study uses a quantitative approach with a survey method, with a stratified random sampling technique.This study maps the financial literacy status of MSMEs and analyzes its relationship to improving management capacity and business sustainability to support the achievement of the SDGs. The results show that low levels of financial literacy in human resources are a major obstacle to efficient business management and delay the achievement of national sustainable development goals. Therefore, strengthening human resource capacity based on financial literacy is essential as a strategic intervention that not only increases the competitiveness of MSMEs but also directly contributes to the achievement of SDGs indicators, particularly in the areas of financial inclusion, poverty reduction, and sustainable local economic growth