Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Nilai Estetik dan Nilai Filosofis pada Qiu Qian di Kelenteng Perempuan Vihara Buddhi Bandung Tjutju Widjaja; Ira Adriati; Setiawan Sabana
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 35 No 2 (2020): Mei
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/mudra.v35i2.805

Abstract

Vihara Buddhi, atau yang populer dengan sebutan Kelenteng Perempuan adalah tempat ibadah masyarakat Tionghoa yang unik yang menganut ajaran Sanjiao atau Tridharma (tiga ajaran). Sanjiao atau Tridharma (Tiga Ajaran) adalah perwujudan sinkretisme dari tiga aliran utama kepercayaan masyarakat Tionghoa yakni: Buddhisme, Konfusianisme dan Taoisme. Vihara Buddhi berlokasi berlokasi di Jl. Cibadak 281 Bandung dan dikelola oleh sekelompok pendeta perempuan yang dikenal dengan sebutan Zhai Ji. Qiu Qian adalah salah satu artefak yang terdapat di Kelenteng Perempuan yang digunakan sebagai benda ritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai estetik dan nilai filosofis pada Qiu Qian di Vihara Buddhi Bandung. Teori yang digunakan adalah teori nilai seni dan estetika mitis dari Jakob Sumardjo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif: Studi pustaka, observasi, wawancara, dokumentasi dan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai estetik Qiu qian terletak pada teknik pembuatan dekorasi yang diaplikasikan pada Qian Tong atau wadah penyimpanan batang Qiu Qian. Dekorasi dibuat secara manual dengan tangan menggunakan teknik ukiran berjenis ukiran cembung dan ukiran sedang. Nilai filosofis pada Qiu Qian terletak pada simbol-simbol yang menjadi objek dekorasi pada Qian Tong. Simbol-simbol yang diukir pada Qian Tong merepresentasikan nilai-nilai yang merupakan prinsip dalam Buddhisme.
Economic Empowerment of PKK Women in Improving Community Welfare in Pasir Endah Village, Ujungberung City District Rohayati, Yeti; Sarihati, Tati; Adriati, Ira; Dzauharoh, Shinta
TGO Journal of Community Development Vol. 2 No. 1 (2024): January - June
Publisher : Trescode Green Organization

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56070/jcd.2024.004

Abstract

This Community Service activity aims to help PKK mothers in Pasir Endah Village, Ujungberung District, Bandung City in making Jumputan batik with the aim of providing understanding in improving family welfare. The activity was carried out in the form of direct practice in making jumputan batik which was attended by approximately 30 residents of Pasir Endah sub-district, Ujung Berung District, Bandung City. Through this activity, it is hoped that it will provide benefits in that the women of PKK Pasir Endah, Ujung Berung District, Bandung City will have the skills to make jumputan batik so that they can improve the welfare of their families. Apart from that, it is hoped that PKK women will get an idea of how to form an MSME business which can be done after identifying and inventorying the potential of the artistic works owned by PKK women so that they can be developed to be more economically productive and they can also understand alternatives in carrying out efforts to find sources of funding by the aim of improving family welfare.
Perspektif Female Gaze Dalam Karya Seniman Modern Indonesia, Emiria Soenassa Apriyulia, Apriyulia; Adriati, Ira; Damayanti, Nuning Yanti
DIVAGATRA - Jurnal Penelitian Mahasiswa Desain Vol 4 No 2 (2024): DIVAGATRA #08
Publisher : Fakultas Desain Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/divagatra.v4i2.13783

Abstract

The search for national identity in the development of modern Indonesian art has given birth to many artists with their characteristics. Emiria Soenassa, one of the pioneering female artists, plays a vital role in creating a vision of diversity that unites modern Indonesia today. Soenassa's works reflect her complex life experiences through the perspective of the female gaze, making her an important example of contemporary Indonesian art. This research explores how Soenassa's works position their subjects with a female gaze approach and how this contributes to gender struggles in the fine arts. The methodology used is a qualitative approach with descriptive analysis through archival research. The work was analyzed by applying the female gaze theory by Laura Mulvey and the Ways of Seeing concept by John Berger to understand women's perspectives and feminist art in the Indonesian context. This research will provide new insight into the contribution of female artists to the development of modern art in Indonesia.
Dampak Perkembangan Teknologi Digital terhadat Karya Perempuan Ilustrator Indonesia Cempaka, Gilang; Damjanti, Irma; Adriati, Ira
Semnas Ristek (Seminar Nasional Riset dan Inovasi Teknologi) Vol 9, No 1 (2025): SEMNAS RISTEK 2025
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/semnasristek.v9i1.7868

Abstract

Seiring perkembangan teknologi digital dan internet, ilustrasi pun mengalami perkembangan yang tidak hanya bersifat konvesional melalui mandatori klien dan  pelengkap teks.  Saat ini bermunculan ilustrator yang memiliki otonomi sendiri dalam berkarya, sekaligus berjiwa entepreuneur Mereka berkarya atas dorongan pribadi, memproduksi dan menjual sendiri karyanya baik secara online melalui media sosial maupun secara langsung. Umumnya mereka memiliki akun Instagram untuk membagikan portfolio sekaligus mempromosikan karyanya. Penelitian ini mengambil subjek tiga orang perempuan yang berprofesi sebagai ilustrator lepas yang banyak bekerjasama dengan klien, namun juga memproduksi ilustrasi otonom, yaitu Kathrin Honesta, Anindya Anugrah dan Martcellia Liunic.  Ketiganya memiliki ciri khas visual masing-masing yang secara kreatif dituangkan melalui perangkat ilustrasi digital. Produk ilustrasi otonom yang dihasilkan antara lain art print, aksesoris, buku, fashion, mainan, pernak-pernik dan lain-lain. Pentingnya penelitian ini karena masih minimnya pembahasan mengenai perempuan ilustrator Indonesia dan dampak perkembangan teknologi digital terhadap perkembangan karya ilustrasi mereka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, data didapatkan dari kaji pustaka, dokumentasi dan observasi. Sample yang digunakan adalah purposive sampling dengan memilih tiga orang perempuan ilustrator dan luaran ilustrasinya.  Hasil dari penelitian yaitu bahwa teknologi digital membawa dampak positif bagi perempuan ilustrator, mereka dapat bekerja lebih efektif, efisien dan lebih kreatif karena adanya otonomi.
Analisis Visual Citra Kota dan Proses Kreasi Motif Batik Marunda Jakarta Dyah Woelandhary, Ayoeningsih; Damayanti, Nuning Yanti; Sunarya, Yan Yan; Adriati, Ira
PANGGUNG Vol 35 No 1 (2025): Wacana Seni dalam Identitas, Simbol, Pendidikan Karakter, Moral Spiritual dan Pr
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v35i1.3757

Abstract

Penelitian ini mengangkat Batik Marunda sebagai representasi produsen batik yang mengusung identitas Jakarta masa kini melalui motif bertema urban. Sebelumnya, kajian mengenai batik cenderung berfokus pada budaya Betawi, sementara objek kota Jakarta, dengan segala kompleksitas visual dan narasinya, jarang menjadi perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana elemen visual direpresentasikan dan diintegrasikan ke dalam motif batik, menggunakan teori Kevin Lynch sebagai kerangka analisis. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengurai proses kreasi motif yang melibatkan lima elemen path, edge, district, node, dan landmark, untuk memastikan setiap elemen visual ditempatkan secara strategis dan bermakna. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan pemahaman baru bagi perancang batik mengenai pentingnya mengangkat citra kota secara holistik dalam proses kreatif, sehingga mampu menghadirkan karya yang tidak hanya estetis, tetapi juga relevan dengan identitas budaya dan visual dengan tema kota.
SOFT POWER ANALYSIS THROUGH KPOP IDOL IN PRESEVATION AND CULTURAL PROMOTION Apriyulia, Apriyulia; Adriati, Ira; Damayanti, Nuning Yanti
Journal Albion : Journal of English Literature, Language, and Culture Vol 6, No 2 (2024): Issue 2
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/albion.v6i2.10529

Abstract

Pop culture is a phenomenon that emerged as a result of globalization. This phenomenon is very diverse and often changes over time. It is influenced by rapid advances in technology and mass media, which facilitate its spread in society. One prime example of the spread of popular culture through soft power is Korean Pop (K-pop), which has attracted global attention and spread to various countries worldwide, creating the Korean Wave phenomenon. This research uses qualitative methods with a descriptive approach to analyze literature data from multiple online and offline sources, including articles, journals, photos, and videos related to the Korean Wave through K-pop. The theory used in this analysis uses the soft power theory proposed by Joseph S. Nye Jr. and the visual image theory by Walter Lippmann. The analysis results show that in its efforts to preserve and promote its culture, South Korea implements an imaging strategy involving various levels of society. K-pop idols play an essential role by integrating traditional Korean elements into their music videos (MV). These conventional elements include backgrounds in the form of royal buildings, the use of Hanbok, and aspects of traditional South Korean music. This strategy succeeded in packaging conventional elements in an attractive and modern context without losing their essence, strengthening the image of Korean culture and increasing K-pop's global appeal.
DISCOURSE ON THE IMAGE OF VIRTUAL REALITY GRAFFITI ART: FROM PUBLIC SPACE TO VIRTUAL SPACE Zuhdi, Helmi; Damajanti, Irma; Adriati, Ira
Journal Albion : Journal of English Literature, Language, and Culture Vol 6, No 2 (2024): Issue 2
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/albion.v6i2.10525

Abstract

Abstract. Current technological developments are characterized by various innovations, ranging from network speeds to artificial intelligence. These advancements have propelled the existence of modern technology, initially emerging as tools to assist humans in their daily lives. The use of Virtual Reality (VR) helps to display elements that do not exist in the real world, presenting them through digital media as if they were real. VR Graffiti has become a solution for artists who wish to create works without getting their hands dirty or disturbing public spaces. VR offers various conveniences by transcending physical and virtual realities. However, how do practitioners and the public view these developments? This research aims to understand the perspectives of both practitioners and the public towards VR graffiti using an imagological approach. The scope of graffiti objects analyzed in this study is limited to those that are legally present. By understanding various viewpoints of practitioners towards VR graffiti, this research can provide an overview of the discourse on how VR graffiti is perceived by the general public and practitioners alike.
Dinamika Pertunjukan Lukah Gilo Di Kabupaten Tebo Apriyulia, Apriyulia; Adriati, ira; Damayanti, Nuning Yanti
PANGGUNG Vol 35 No 2 (2025): Representasi, Transformasi, dan Negosiasi Budaya dalam Media, Seni, dan Ruang So
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v35i2.3299

Abstract

Lukah Gilo dance from Tebo Regency, Jambi,  originated as a ritual to honour ancestral spirits before planting and harvest seasons. Over time, as socio-cultural dynamics shifted, the dance transformed from a sacred ritual into a secular form of artistic expression performed at public and communal events. This study describes the transformation of Lukah Gilo’s function and meaning in response to social change. The research adopts a qualitative approach using contemporary ethnography by Hammersley & Atkinson, combined with historical methods through the stages of heuristics, verification, interpretation, and historiography. The findings reveal three developmental phases: a ritual-based pre-independence era, an innovation phase in the early 2000s with two stylistic variations (Semabu Village and the Tebo Regency arts team), and an ongoing preservation phase. These changes are shaped by government support, artistic reinterpretation, community participation, and environmental factors. The study underscores how traditional performances can adapt to modern contexts while maintaining cultural identity.
IDENTITAS BUDAYA MANDAR PADA KOMPONEN PERAHU SANDEQ Nusantara, Satria; Adriati, Ira
JURNAL IMAJINASI Vol 9, No 1 (2025): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v9i1.61677

Abstract

Penelitian ini mengkaji identitas budaya mandar yang tercermin dalam komponen desain perahu Sandeq , sebuah warisan budaya khas dari masyarakat Mandar di Indonesia. Identitas budaya dianggap sebagai elemen yang mencerminkan nilai-nilai, tradisi, dan cerita budaya Mandar.  Dalam kerangka teori, penelitian ini merujuk pada konsep identitas budaya, teori identitas sosial, dan peran seni dan desain dalam merefleksikan budaya. Penelitian juga mengintegrasikan perspektif menurut George Kubler (1962) untuk mendalami konsep bagaimana objek budaya mengungkapkan perubahan waktu dan perkembangan budaya. Metode penelitian melibatkan analisis visual terhadap komponen desain perahu Sandeq Mandar, serta wawancara dengan para ahli budaya dan pembuat perahu.  Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana identitas budaya Mandar tercermin dalam bentuk dan ornamen-ornamen desain perahu Sandeq. Penelitian ini dapat memberikan wawasan yang berharga tentang peran desain dalam membentuk dan memperkuat identitas budaya lokal di Indonesia, sambil juga memberikan pandangan tentang upaya pelestarian identitas budaya dalam menghadapi perubahan budaya modern. Hasil penelitian ini diharapkan akan memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana desain perahu Sandeq Mandar mencerminkan identitas budaya Mandar, serta bagaimana komponen desain tersebut telah mengalami perubahan seiring waktu.