Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

PKM Ubi Jalar (Ipomme Batatas) Dalam Upaya Pertumbuhan Tulang dan Gigi pada Anak-Anak di Indragiri Hilir Afiah, Afiah; Syafriani, Syafriani; Aprilla, Nia
Jurnal Medika: Medika Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/26zc1606

Abstract

Produksi ubi jalar di Provinsi Riau mengalami peningkatan dari tahun ke tahun disertai dengan jumlah penanaman yang juga meningkat. Tahun 2016 dengan produktivitas 4.904 ton, sedangkan pada tahun 2017 dengan produktifitas 4.802 ton, dan pada tahun 2018 dengan produktifitas 3.780 ton. Dengan penghasil ubi jalar di Provinsi Riau meliputi 10 kabupaten/ kota yaitu Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Pelalawan, Siak, Kampar, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Pekanbaru dan Dumai. (Provinsi Riau, 2019). Untuk mengatasi masalah limbah umbi-umbian horticultural seperti ubi jalar ini dapat kital akukan dengan membuat cemilan sehat seperti keripik Ubi jalar, dan Tepung ubi jalar ini dibuat sebagai bentuk upaya pertumbuhan tulang dan gigi pada anak-anak karena Ubi jalar merupakan sumber kalsium yang baik untuk pertumbuhan tulang dan gigi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menggali ide-ide inovatif, meningkatkan kreatifitas, menanamkan jiwa berwirausaha, melatih mental dan mengajarkan untuk bekerja keras dan bertanggung jawab. Selain itu, tujuan lainnya yaitu untuk upaya pertumbuhan tulang dan gigi pada anak-anak di indragiri hilir denganhadirnya varian olahan ubi jalar ini serta mengurangi limbah yang dihasilkan dengan mengolahnya menjadi keripik ubi jalar, dan tepung ubi jalar. Ada beberapa kendala yang dihadapi yaitu (1) keterbatasan modal. (2) Rendahnya motivasi wirausaha dengan bahan utama ubi jalar. (3) Tidak ada keragaman produk olahan ubi jalar. (4) Tidak adanya pengemasan dan pemasaran ubi jalar. Kegiatan yang akan dilakukan dalam program PKM ini antara lain upaya pengembangan
PKM Olahan Bayam dalam Upaya Peningkatan Imunologi pada Anak-Anak di Desa Muara Danau Afiah, Afiah; Syafriani, Syafriani; Viora, Dwi
Jurnal Medika: Medika Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/arz4qg48

Abstract

Terdapat beberapa varietas bayam, antara lain bayam hijau biasa, bayam merah, bayam kakap, bayam duri, dan bayam Kotok atau bayam Tanah. Jenis bayam yang sering dibudidayakan adalah Amaranthus tricolor dan Amaranthus hybridus. Tujuan untuk kegiatan ini adalah untuk membantu petani bayam untuk berinovasi dalam melestarikan kreasi makanan dalam berbahan bayam dalam upaya peningkatan imunologi pada anak-anak di desa muara danau. Kreasi pengolahan makanan berbahan utama bayam ini diharapkan bisa meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang membuat beberapa olahan makanan dari bayam menjadi makanan yang enak dan memilki nilai jual guna meningkatkan perekonomian petani bayam, meningkatkan pendampingan mitra produk-produk makanan olahan bayam dengan memperhatikan kualitas dan kuantitas olahan makanan. Kendala yang dihadapi petani bayam ini adalah minimnya partisipasi dan inovasi masyarakat serta pengetahuan masyarakat dalam cara melestarikan dan memelihara tanaman bayam, sehingga tanaman ini sulit dikembangkan di daerah kita.  Kegiatan yang akan dilakukan pada Program Kemitraan Masyarakat ini ada beberapa upaya pengembangan yaitu: 1. Memberikan motivasi kepada petani bayam untuk berwirausaha. 2. Pelatihan / praktek pengolahan makanan dari bayam karena banyak sekali produk makanan yang bisa dibuat dari bayam seperti keripik bayam, nugget bayam dan stik bayam. 3. Packing / pengemasan produk hingga siap di jual. 4. Strategi penjualan dengan menjual hasil pengolahan dari bayam yang berupa makanan ke masyarakat sekitar atau bisa langsung ke pasar tradisional di Kabupaten Kampar atau bisa membuka akun media sosial khusus menjual hasil makanan dari bayam tersebut.
PKM Olahan Kacang Kedelai Sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan dan Perbaikan Pencernaan pada Masyarakat  di  Desa Rumbai Jaya Tahun 2023 Syafriani, Syafriani; Afiah, Afiah; Aprilla, Nia
Jurnal Medika: Medika Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s6xks496

Abstract

Kedelai merupakan salah satu tanaman anggota kacang-kacangan yang memiliki kandungan protein nabati yang paling tinggi jika dibandingkan dengan jenis kacang-kacangan yang lainnya seperti kacang tolo, kacang merah, kacang hijau, kacang gude dan kacang tanah. Hal tersebut ditegaskan oleh Astawan (2004) bahwa kedelai utuh mengandung 35-40 % protein paling tinggi dari segala jenis kacang-kacangan. Tujuan untuk kegiatan ini adalah untuk membantu petani kedelai untuk berinovasi dalam melestarikan kreasi makanan dalam berbahan kedelai dalam terjadinya upaya peningkatan kesehatan dan perbaikan pencernaan pada masyarakat di desa rumbai jaya dan lebih menghasilkan lebih banyak lagi panen kedelai. Kendala yang dihadapi petani kedelai ini adalah minimnya partisipasi dan inovasi masyarakat serta pengetahuan masyarakat dalam cara melestarikan dan memelihara tanaman kedelai, sehingga tanaman ini sulit di kembangkan di daerah kita. Serta pada saat ini masyarakat lebih memilih membeli kedelai di pasar saja daripada menanamnya sendiri. Kegitan yang akan dilakukan pada Program Kemitraan Masyarakat ini ada beberapa upaya pengembangan yaitu: 1. Memberikan motivasi kepada petani kedelai untuk berwirausaha. 2. Pelatihan / praktek pengolahan makanan dari kedelai karena banyak sekali produk makanan yang bisa dibuat dari kedelai seperti keripik kedelai, nugget kedelai dan stik kedelai 3. Packing / pengemasan produk hingga siap di jual. 4. Strategi penjualan dengan menjual hasil pengolahan dari kedelai yang berupa makanan ke masyarakat sekitar atau bisa langsung ke pasar tradisional di Kabupaten Kampar. Atau bisa membuka akun media sosial khusus menjual hasil makanan dari kedelai tersebut.
PKM Penyuluhan tentang Kebersihan Diri dan Lingkungan di SD Negeri 006 Salo Aprilla, Nia; Afiah, Afiah; Syafriani, Syafriani
Jurnal Medika: Medika Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ransew83

Abstract

Kebersihan diri (Personal hygiene) adalah kebersihan dan kesehatan perorangan yang bertujuan untuk mencegah timbulnya penyakit pada diri sendiri dan orang lain, baik secara fisik maupun psikologis yang mencakup perawatan kebersihan kulit kepala, rambut, mata, hidung, telinga, kuku, kulit, tangan, kaki dan area genital. Kebersihan lingkungan adalah menciptakan sebuah lingkungan yang sehat sehingga tidak gampang terserang atau terkena berbagai macam penyakit yang kapan saja bisa menyerang kita seperti demam berdarah, muntaber dan lain-lain. Ini dapat dicapai dengan menciptakan suatu lingkungan yang bersih indah dan nyaman. Kebersihan lingkungan meliputi kebersihan tempat tinggal, tempat bersekolah, tempat bekerja, dan berbagai sarana umum lainnya Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai kebersihan diri dan lingkungan sehingga peserta didik mampu meningkatkan kebersihan diri dan lingkungan sehingga derajat kesehatan semakin meningkat. Pemberian penyuluhan mengenai kebersihan diri dan lingkungan pada siswa Sekolah Dasar Negeri 006 Salo menggunakan metode ceramah, presentasi dan video cukup efektif dibuktikan dengan saat tanya jawab setelah penjelasan, siswa-siswa mampu menjawab pertanyaan yang diberikan oleh penyaji. Meningkatnya pengetahuan mengenai kebersihan diri setelah kegiatan pengabdian masyarakat ini, diharapkan anak di Sekolah Dasar Negeri 006 Salo mampu meningkatkan penerapan kebersihan diri dan lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Efektivitas Penyuluhan Jajanan Sehat Upaya Penyehatan Kesehatan di Sekolah Dasar Syafriani, Syafriani; Afiah, Afiah; Lestari, Rizki Rahmawati; Febria, Dessyka
NuCSJo : Nusantara Community Service Journal Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/58cvd248

Abstract

Konsumsi jajanan merupakan hal yang sangat melekat pada anak. Anak-anak seringkali membeli makanan diluar dan tidak memperhatikan kebersihan serta kandungan yang ada pada makanan tersebut. Berdasarkan survei Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), lebih dari 99% anak mengkonsumsi jajanan saat di sekolah. Tingginya persentase anak yang mengkonsumsi jajanan memungkinkan risiko terjadinya masalah kesehatan pada anak menjadi lebih besar(Hijriani, Yulidar, and Luciana 2023). Kurangnya pengetahuan menjadi salah satu penyebab anak tetap mengkonsumsi jajanan tidak sehat. Padahal jajanan tersebut mengandung zat-zat aditif yang dapat bersifat karsiogenik bagi tubuh (Hijriani et al. 2023). Hal tentunya menjadi masalah serius yang memerlukan perhatian dari semua pihak. Zat-zat aditif yang terakumulasi dalam tubuh anak akan menimbulkan penyakit berbahaya salah satunya adalah kanker. Edukasi kepada anak perlu dilakukan agar anak memiliki pengetahuan untuk membedakan jajanan sehat dan jajanan tidak sehat. Karena kita ketahui bahwa pengetahuan dapat mempengaruhi perilaku dan sikap seseorang. Perilaku ditentukan oleh faktor pengetahuan. Tujuan penyuluhan ini ialah meningkatknya kesedaran dan pengetahuan siswa siswi dalam memilih jajanan sehat disekolah. Metode yang digunakan ceramah dan observasi langsung. Hasil menunjukkan bahwa sebagian bedar siswa -siswi sudah tahu bagaimana sebaiknya memilih jajanan yang sehat disekolah. Saran kepada siswa-siswa lebih diperhatikan lagi terkait pemilihan jajanan yanga akan dikonsumsi disekolah dan tidak luput adanya dukungan dari sekolah.
Edukasi Hipertensi dan Senam Sehat Upaya Penyehatan Kesehatan pada Lansia Desa Teluk Paman Afiah, Afiah; Syafriani, Syafriani; Febria, Dessyka; Leatari, Rizki Rahmawati
NuCSJo : Nusantara Community Service Journal Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/10qahk74

Abstract

Pada uisia lanjut merupakan usia rentan akan penyakit salah satunya hipertensi (Putra & Susilawati, 2022) Hipertensi menjadi masalah yang serius karena satu dari tiga orang dewasa diseluruh dunia menderita hipertensi. Hipertensi merupakan penyebab kematian ketiga di Indonesia pada semua umur dengan proporsi kematian 6,83%. Hubungan gaya hidup dengan kejadian hipertensi sangat mempengaruhi beberapa kondisi psikis maupun seseorang. Gaya hidup yang sehat menggambarkan pola perilaku sehari-hari yang mengarah pada upaya memelihara kondisi fisik, dan mental sosial berada dalam keadaan positf. Tujuan kegiatan untuk memberikan edukasi hipertensi dan senam sehat pada lansia upaya terjadinya penyehatan Kesehatan pada kelompok usila. Metode dalam penyuluhan ini dalam bentuk pelatihan berupa pemberian materi dan akan dilanjutkan praktek senam sehat bersama. Untuk penentuan daerah yang dipilih sebagai obyek pengabdian masyarakat itu Desa Teluk Paman pengabdian karena banyak lansia yang tidak tahu tentang hipertensi dan akan pentingnya senam sehat. Hasil setelah dilakukan peyuluhan lansia bisa menyadari dan meningkatkan pengetahuan tentang hipertensi dan manfaat senam sehat. Saran diharapkan lansia lebih berhati-hati dalam tekanan darahnya dengan pola hidup sehatnya sehari-hari
Sosialisasi Pengelolahan Sampah di SDN 017 Lipat Kain Selatan Lestari, Rizki Rahmawati; Syafriani, Syafriani; Afiah, Afiah; Febria, Dessyka
NuCSJo : Nusantara Community Service Journal Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/m2pqhx96

Abstract

Salah satunya dalam bentuk sampah, baik sampah organik maupun sampah anorganik. Sampah yang terus menumpuk dari hari kehari dapat menimbulkan polusi udara, polusi tanah, polusi air, merusak estetika suatu wilayah, bahkan menjadi  sumber  penyakit  bagi  warga  sekitar (Zurrahmi et al., 2024). Lokasi pengabdian ini diambil karena banyak Siswa/Siswi SDN 017 Desa Lipat Kain Selatan banyak yang belum mengerti cara pemilahan sampah sesuai dengan jenisnya, dimana sampah atau limbah yang muncul dari aktivitas seperti banyaknya botol kemasan minuman, kertas bekas maupun sampah organik. Tujuan penelitian ini adalah sosialisasi tentang pengelolaan sampah di SDN 017 Lipat Kain Selatan. Penyuluhan tentang pengelolaan dan pemilahan sampah dilakukan dalam bentuk penyuluhan berupa materi teori dan akan dilanjutkan praktek pada pengabdian selanjutnya. Materi disampaikan oleh tim pelaksana mengenai seputar definisi sampah, pengelompokannya, cara mengelola serta contoh produk-produk daur ulang sampah. Selain itu juga disampaikan hasil penelitian yang memanfaatkan sampah atau limbah dari lingkungan, seperti pembuatan hiasan dari botol bekas, pupuk kompos dari sampah organik dan lain-lain. Pada saat penyampaian materi ditunjukkan pula produk-produk olahan sampah/limbah yaitu botol bekas yang sudah di daur ulang menjadi hiasan di dalam kelas. Setelah dilakukan penyuluhan ini, sebagian besar pemahaman siswa meningkat tentang pentingnya pengolahan sampah. Diharapkan siswa bisa meningkatkan pengetahuan dan kesadarannya akan pentingnya pengolahan sampah di lingkungan sekolah.
Asuhan Kebidanan pada Ibu Nifas dengan Puting Susu Lecet di PMB Nikma. Z. SST Wilayah Kerja Puskesmas Air Tiris Putri, Rizka Elvira; Afiah, Afiah
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.161

Abstract

Puting susu lecet yaitu adanya rasa nyeri pada puting payudara pecah pecah bila menyusui yang disebabkan karena cara menyusui atau perawatan payudara yang kurang benar, kurang perawatan sejak dini, serta kurangnya pengetahuan ibu mengenai perawatan payudara. Tujuan penelitian adalah untuk memberikan asuhan kebidanan pada ibi nifas dengan puting susu lecet di PMB Nikma. Z. SST wilayah Kerja Puskesmas Air Tiris tahun 2024. Penelitian ini berbentuk studi kasus dengan metode penelitian deskriptif observasional yang dilakukan di praktik mandiri bidan (PMB) Nikma. Z. SST pada tanggal 10-20 Juni  tahun 2024. Hasil penelitian studi kasus yang diberikan kepada NY. H yakni, dilakukan 5 kali kunjungan rumah selama 10 hari. Asuhan kebidanan berupa memberi konseling kepada ibu mengenai puting susu lecet dengan menggunakan minyak zaitun, mengajarkan ibu teknik perawatan payudara. Berdasarkan asuhan nifas yang dilakukan pada NY. H umur 39 tahun P4A0 diperoleh bahwa kondisi puting yang lecet sudah tidak pecah-pecah lagi. Kesimpulannya bahwa asuhan yang diberikan terlaksana dengan baik dan membuah hasil yang positif. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi sebagai referensi, menambah wacana, dan dapat mengembangkan ilmu pengetahuan mengenai asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan puting susu lecet.
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III NY. H G2 P1 A0 H1 DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN (PMB) NELLY SURYANI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUOK Ridhatullah, Rahmi Yanda; Afiah, Afiah
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 1 No. 4 (2022): NOVEMBER
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.028 KB) | DOI: 10.31004/s-jkt.v1i4.7519

Abstract

Kehamilan trimester tiga merupakan trimester akhir kehamilan, pada periode ini pertumbuhan janin dalam rentang waktu 29-40 minggu dimana periode ini adalah waktu untuk mempersiapkan persalinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui asuhan kebidanan pada ibu hamil trimester tiga di PMB Nelly Suryani wilayah kerja puskesmas Kuok tahun 2022. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan studi kasus, subjek penelitian dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester tiga. Data dikumpulkan dengan cara melakukan wawancara langsung pada ibu hamil, keluarga responden dan pemeriksaan fisik. Pada hari pertama sampai hari keempat dilakukan penatalaksanaan sesuai dengan permasalahan yang dikeluhkan. Saran asuhan kebidanan yang dilakukan dapat terlaksana secara efektif dan dapat mengatasi masalah subjek penelitian serta diharapkan penelitian ini dapat meningkatkan pengetahuan yang lebih dan keterampilan dengan perkembangan zaman yang semakin maju serta meningkatkan mutu asuhan kebidanan yang diberikan kepada pasien langsung dalam asuhan kebidanan kehamilan trimester tiga secara komprehensif.
Hubungan Pemberian Susu Formula dengan Kejadian ISPA pada Bayi Usia 6-12 Bulan di Desa Tarai Bangun Wilayah Kerja Puskesmas Tambang Tahun 2022: Formula Milk, ISPA, Babies Aged 6-12 Months Nur Elza Syafira; Apriyanti, Fitri; Afiah, Afiah
Evidence Midwifery Journal Vol. 4 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/emj.v4i1.41819

Abstract

Infants who are given formula milk after 6 months are at lower risk of developing ISPA than infants who are given formula milk before the age of 6 months. This is because infants who are given formula milk from the start have weaker immunity than infants who are given breast milk because infants who are not given breast milk do not get complete nutrition so that infants are more susceptible to disease. The purpose of this study was to determine the relationship between giving formula milk and the incidence of ISPA in infants aged 6-12 months in Tarai Bangun village, Tambang Health Center working area in 2022. The population of this study was all mothers who had infants aged 6-12 months totaling 45 infants with a case sampling technique using total sampling. The measuring instrument used was a questionnaire. The analysis used was univariate and bivariate with the chi square test. Based on the results of the study, out of 45 mothers who had infants aged 6-12 months, most of them gave formula milk to their children, as many as 31 people (68.9%) and there was no ISPA as many as 26 people (57.8%). The statistical test results showed a p value = 0.002 (≤ 0.05), which means that there is a relationship between giving formula milk and the incidence of ISPA in infants aged 6-12 months in Tarai Bangun village, Tambang Health Center work area in 2022. It is hoped that the results of this study can be used as input for respondents to provide exclusive breastfeeding to infants aged 0-6 months without being influenced by the promotion of existing formula milk