Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III NY. H G2 P1 A0 H1 DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN (PMB) NELLY SURYANI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUOK Ridhatullah, Rahmi Yanda; Afiah, Afiah
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 1 No. 4 (2022): NOVEMBER
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.028 KB) | DOI: 10.31004/s-jkt.v1i4.7519

Abstract

Kehamilan trimester tiga merupakan trimester akhir kehamilan, pada periode ini pertumbuhan janin dalam rentang waktu 29-40 minggu dimana periode ini adalah waktu untuk mempersiapkan persalinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui asuhan kebidanan pada ibu hamil trimester tiga di PMB Nelly Suryani wilayah kerja puskesmas Kuok tahun 2022. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan studi kasus, subjek penelitian dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester tiga. Data dikumpulkan dengan cara melakukan wawancara langsung pada ibu hamil, keluarga responden dan pemeriksaan fisik. Pada hari pertama sampai hari keempat dilakukan penatalaksanaan sesuai dengan permasalahan yang dikeluhkan. Saran asuhan kebidanan yang dilakukan dapat terlaksana secara efektif dan dapat mengatasi masalah subjek penelitian serta diharapkan penelitian ini dapat meningkatkan pengetahuan yang lebih dan keterampilan dengan perkembangan zaman yang semakin maju serta meningkatkan mutu asuhan kebidanan yang diberikan kepada pasien langsung dalam asuhan kebidanan kehamilan trimester tiga secara komprehensif.
Hubungan Pemberian Susu Formula dengan Kejadian ISPA pada Bayi Usia 6-12 Bulan di Desa Tarai Bangun Wilayah Kerja Puskesmas Tambang Tahun 2022: Formula Milk, ISPA, Babies Aged 6-12 Months Nur Elza Syafira; Apriyanti, Fitri; Afiah, Afiah
Evidence Midwifery Journal Vol. 4 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/emj.v4i1.41819

Abstract

Infants who are given formula milk after 6 months are at lower risk of developing ISPA than infants who are given formula milk before the age of 6 months. This is because infants who are given formula milk from the start have weaker immunity than infants who are given breast milk because infants who are not given breast milk do not get complete nutrition so that infants are more susceptible to disease. The purpose of this study was to determine the relationship between giving formula milk and the incidence of ISPA in infants aged 6-12 months in Tarai Bangun village, Tambang Health Center working area in 2022. The population of this study was all mothers who had infants aged 6-12 months totaling 45 infants with a case sampling technique using total sampling. The measuring instrument used was a questionnaire. The analysis used was univariate and bivariate with the chi square test. Based on the results of the study, out of 45 mothers who had infants aged 6-12 months, most of them gave formula milk to their children, as many as 31 people (68.9%) and there was no ISPA as many as 26 people (57.8%). The statistical test results showed a p value = 0.002 (≤ 0.05), which means that there is a relationship between giving formula milk and the incidence of ISPA in infants aged 6-12 months in Tarai Bangun village, Tambang Health Center work area in 2022. It is hoped that the results of this study can be used as input for respondents to provide exclusive breastfeeding to infants aged 0-6 months without being influenced by the promotion of existing formula milk
Sosialisasi Keamanan Pangan: Mengenal Kandungan Zat Kimia Berbahaya pada Jajanan di Sekolah Dasar Pahlawan Tuanku Tambusai Febria, Dessyka; Syafriani, Syafriani; Afiah, Afiah; Lestari, Rizki Rahmawati; Hardianti, Sri; Ananda, Lusi Septia; Wulandari, Amelia
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dgm00m35

Abstract

Kebiasaan jajan pada anak sekolah dasar seperti dua sisi mata uang. Baik dan buruknya berjalan beriringan karena banyak kandungan zat kimia yang digunakan bertentangan dengan tubuh seperti boraks, formalin, MSG dan masih banyak zat-zat yang lain. Dilain sisi, jajanan ini diperlukan sebagai makanan tambahan anak. Keterampilan anak dalam memilih jajanan di sekolah merupakan faktor kritis untuk mendapatkan makanan yang sesuai kebutuhan dan memenuhi syarat Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa kelas 2,3 dan 4 di Sekolah Dasar Pahlawan Tuanku Tambusai mengenai kandungan zat kimia pada jajanan serta efektivitas edukasi dalam meningkatkan kesadaran mereka. Metode yang digunakan adalah observasi perilaku konsumsi jajanan dan penyuluhan edukasi keamanan pangan kepada siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum edukasi, pengetahuan siswa mengenai zat kimia berbahaya masih rendah. Setelah dilakukan penyuluhan, terjadi peningkatan kesadaran dan pemahaman siswa dalam memilih jajanan yang lebih sehat dan aman. Sekolah juga telah menerapkan kebijakan pembatasan jenis jajanan yang dijual untuk mengurangi risiko paparan zat kimia berbahaya. Kesimpulannya, edukasi keamanan pangan sangat diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa dalam memilih jajanan yang aman, serta mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang sehat dan bebas dari jajanan berbahayaKata kunci: edukasi, makanan jajanan, zat kimia
Hubungan Asupan Energi, Protein, Lemak dan Riwayat Penyakit Infeksi dengan Kejadian Underweight pada Balita Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Purnama Kumala, Hera; Afrinis, Nur; Afiah, Afiah
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah gizi yang terjadi pada anak balita adalah underweight. Underweight merupakan masalah gizi yang ditandai dengan indikator status gizi BB/U < - 2 SD. Penyebab langsung terjadinya underweight diakibatkan asupan gizi yang tidak adekuat serta adanya infeksi yang tidak diobati. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis hubungan asupan energi, protein, lemak dan riwayat penyakit infeksi dengan kejadian underweight pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Purnama. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan pada tanggal 15 Maret-29 April 2023 dengan jumlah sampel 279 ibu dan balita usia 24-59 bulan menggunakan teknik stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil analisa univariat diperoleh 68 responden mengalami underweight, 155 responden memiliki asupan energi kurang, 144 responden memiliki asupan protein kurang, 184 responden memiliki asupan lemak cukup dan 155 responden memiliki riwayat penyakit infeksi. Hasil uji Chi-square ada hubungan antara asupan energi dengan kejadian underweight (p value = 0,006), ada hubungan antara asupan protein dengan kejadian underweight (p value = 0,038), ada hubungan antara asupan lemak dengan kejadian underweight (p value = 0,000) dan ada hubungan antara riwayat penyakit infeksi dengan kejadian underweight (p value = 0,023). Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara asupan energi, protein, lemak dan riwayat penyakit infeksi dengan kejadian underweight pada Balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Purnama. Diharapkan agar Puskesmas Purnama terus mengupayakan pencegahan kejadian underweight dengan memberikan penyuluhan serta konseling bagi ibu balita tentang gizi dan kesehatan.
Hubungan Antara Stigma Masyarakat dengan Penerimaan Masyarakat Terhadap Pasien Skizofrenia di Kelurahan Air Tiris Kecamatan Kampar Aprilla, Nia; Alini, Alini; Syafriani, Syariani; Afiah, Afiah
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.18776

Abstract

Orang yang mengalami gangguan skizofrenia juga seringkali dicap sebagai orang gila. Tentunya stigma tersebut hanya akan membuat orang yang mengalami gangguan skizofrenia menghindari perawatan sehingga tidak ditangani dengan cepat dan hanya akan membuat kondisi orang yang mengalami gangguan skizofrenia semakin memburuk. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara stigma masyarakat dengan penerimaan masyarakat terhadap pasien skizofrenia di Kelurahan Air Tiris Kecamatan Kampar. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan rancangan crosssectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 24 – 29 Juli Tahun 2023 dengan jumlah sampel 98 responden. Sampel dalam penelitian ini yaitu masyarakat di Kelurahan Air Tiris Kecamatan Kampar dengan teknik pengambilan sampel purposif sampling. Pengolahan data menggunakan uji chi-square. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara stigma masyarakat dengan penerimaan masyarakat terhadap pasien skizofrenia di Kelurahan Air Tiris Kecamatan Kampar dengan nilai p = (0,032) ? (0,05). Diharapkan kepada pihak puskesmas memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang skizofrenia sehingga masyarakat bisa menerima dengan baik pasien skizofrenia.
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Antenatal Care (ANC) dengan Kepatuhan Kunjungan ANC Afiah, Afiah; Sitompul, Yuni Dovina; Apriyanti, Fitri
World Health Digital Journal Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/wolgitj.v1i2.9

Abstract

Ibu hamil perlu diberitahu setiap hal tentang kehamilan, terutama mengenai kondisi kehamilannya terkait kesehatan ibu dan janin di dalam kandungan melalui kegiatan Antenatal Care. Kunjunga ANC sedikitnya dilakukan 6 kali kunjungan yaitu dirincikan 2 kali pada Trimester I, sekali di Trimester II, serta 3 kali pada Trimester III. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang antenatal care (ANC) dengan kepatuhan kunjungan ANC di wilayah kerja Puskesmas Salo tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil dengan usia kehamilan 37-40 minggu yang berada di wilayah kerja Puskesmas Salo pada bulan Agustus yang berjumlah 45 orang yang diambil dengan teknik total sampling. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Penelitian ini menggunakan analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 25 responden (55,6%) berpengetahuan kurang tentang ANC dan 29 responden (64,4%) tidak patuh melakukan kunjungan ANC. Ada hubungan pengetahuan dengan kepatuhan kunjungan ANC pada ibu hamil di UPT Puskesmas Salo. Diharapkan kepada tenaga kesehatan khususnya bidan untuk meningkatkan upaya penjaringan ibu hamil agar dapat melakukan kunjungan ANC secara rutin. Penjaringan ini tidak hanya harus menunggu ibu hamil datang ke fasilitas kesehatan seperti puskesmas atau posyandu, tetapi juga dapat dilakukan melalui kunjungan ke rumah-rumah ibu hamil.
Asuhan Kebidanan pada Ibu Nifas dengan Anemia di PMB Husnel Hayati Didesa Siabu Wilayah Kerja Puskesmas Salo Amelia, Helen; Afiah, Afiah
World Health Digital Journal Vol. 1 No. 4 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v1i4.45

Abstract

Anemia merupakan salah satu kondisi gangguan kesehatan yang kerap terjadi pada masa nifas, ditandai dengan rendahnya kadar hemoglobin dalam darah yang dapat memengaruhi proses pemulihan pascapersalinan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran asuhan kebidanan yang diberikan kepada ibu nifas dengan anemia di PMB Husnel Hayati, Desa Siabu, wilayah kerja Puskesmas Salo. Penelitian ini dilakukan dengan metode studi kasus terhadap seorang ibu nifas, Ny. N, berusia 30 tahun, yang menjalani empat kali kunjungan asuhan kebidanan dalam kurun waktu dua minggu. Asuhan kebidanan yang diberikan mencakup konseling tentang anemia, pemberian tablet Fe, anjuran konsumsi makanan bergizi yang kaya zat besi dan vitamin C, serta evaluasi kadar hemoglobin. Hasil asuhan menunjukkan perbaikan kondisi ibu, dengan gejala pusing yang berkurang, tubuh terasa lebih bugar, dan kadar Hb yang kembali normal. Kesimpulannya, intervensi kebidanan yang tepat dan terarah dapat mempercepat pemulihan ibu nifas dengan anemia. Hasil studi ini diharapkan menjadi acuan praktis dalam pengelolaan kasus anemia pada masa nifas dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemenuhan gizi pascapersalinan.
Asuhan Kebidanan pada Balita dengan Masalah Diare DIPMB Azizah Kampa Wilayah Kerja Puskesmas Kampa Tahun 2024 Erli, Erli; Afiah, Afiah
World Health Digital Journal Vol. 1 No. 4 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v1i4.46

Abstract

Diare merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang sering dialami oleh balita dan dapat menimbulkan komplikasi serius seperti dehidrasi hingga kematian jika tidak ditangani dengan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan asuhan kebidanan yang diberikan kepada balita berusia 5 tahun yang mengalami diare di PMB Azizah, Desa Sawah Baru, wilayah kerja Puskesmas Kampa, pada tanggal 8–14 Juni 2024. Penanganan dilakukan melalui pendekatan studi kasus dengan metode SOAP yang melibatkan empat kali kunjungan. Asuhan yang diberikan meliputi edukasi kepada ibu mengenai pentingnya hidrasi, pemberian oralit, pengaturan nutrisi, penggunaan obat penurun demam, serta pemanfaatan seduhan daun jambu biji sebagai terapi herbal. Hasil akhir menunjukkan adanya perbaikan signifikan terhadap kondisi balita, ditandai dengan berhentinya diare, menurunnya demam, dan meningkatnya nafsu makan serta berat badan. Kesimpulan dari studi ini adalah bahwa asuhan kebidanan yang tepat, konsisten, dan melibatkan partisipasi aktif orang tua dapat mempercepat proses penyembuhan balita dengan masalah diare. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi praktik kebidanan dalam penanganan kasus serupa di masa depan.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Obesitas pada Siswa\I di SMAN 1 Bangkinang Kota Defry, Rahmad; Nurman, Muhammad; Afiah, Afiah
World Health Digital Journal Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v2i1.57

Abstract

Obesitas pada remaja penting untuk diperhatikan karena remaja yang mengalami obesitas 80% berpeluang untuk mengalami obesitas pada saat dewasa. Remaja yang mengalami obesitas sepanjang hidupnya berisiko lebih tinggi untuk menderita penyakit jantung, stroke, diabetes, asma, hipertensi dan penyakit tidak menular lainnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan kejadian obesitas pada siswa/i di SMAN 1 Bangkinang Kota. Metode penelitian yaitu metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 790 responden dengan sampel sebanyak 265 responden yang diambil dengan menggunakan teknik Startified random sampling. Alat pengumpulan data menggunakan penyebaran kuesioner, menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada  pola makan didapatkan nilai P-value 0,002 (p<0,05), maka terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan pola makan dengan kejadian obesitas pada siswa/i SMAN 1 Bangkinang Kota. Selanjutnya pada pola tidur didapatkan nilai P-value 0,378 (p>0,05), artinya tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola tidur dengan kejadian obesitas pada siswa/i SMAN 1 Bangkinang Kota. Selain itu pada aktivitas fisik diperoleh nilai P-value 0,000 (p<0,05), menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada siswa/i SMAN 1 Bangkinang Kota. Pelayanan kesehatan diharapkan meningkatkan pengetahuan terkait obesitas pada siswa/i, serta peneliti selanjutnya dianjurkan untuk meneliti faktor risiko lain guna mengembangkan penelitian lebih lanjut.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Melakukan Kontrol Rutin pada Penderita Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Bangkinang Kota Amelia, Amelia; Kusumawati, Nila; Afiah, Afiah
World Health Digital Journal Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v2i1.63

Abstract

Penderita diabetes mellitus (DM) memerlukan kontrol rutin untuk memantau kondisi kesehatannya dan mencegah komplikasi. Kepatuhan terhadap kontrol ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya dukungan keluarga. Dukungan keluarga berperan penting dalam memberikan motivasi, pengawasan, serta dorongan emosional, sehingga penderita lebih teratur dalam menjalani kontrol kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan kontrol rutin pada penderita DM di wilayah kerja UPT Puskesmas Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 7-8 September 2025. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional , sampel terdiri dari 82 responden yang dipilih menggunakan Purposive Sampling dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 51 responden (62,2%) memiliki dukungan keluarga yang baik, sementara 51 responden (62,2%) tercatat tidak patuh dalam melakukan kontrol rutin. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan kontrol rutin p-value = 0,048; Prevalence Odds Ratio (POR) = 3,048. Hal ini berarti responden dengan dukungan keluarga yang buruk memiliki risiko 3,0 kali lebih besar untuk tidak patuh melakukan kontrol rutin dibandingkan dengan responden yang memperoleh dukungan keluarga yang baik. Kesimpulan penelitian ini adalah dukungan keluarga berperan signifikan dalam meningkatkan kepatuhan penderita menjalani kontrol rutin. Diharapkan penderita DM dapat rutin melakukan kontrol kesehatan, sementara keluarga diharapkan terus memberi dukungan, baik secara emosional, informasi, maupun bantuan nyata, agar komplikasi dapat dicegah.