Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Hubungan Antara Stigma Masyarakat dengan Penerimaan Masyarakat Terhadap Pasien Skizofrenia di Kelurahan Air Tiris Kecamatan Kampar Aprilla, Nia; Alini, Alini; Syafriani, Syariani; Afiah, Afiah
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.18776

Abstract

Orang yang mengalami gangguan skizofrenia juga seringkali dicap sebagai orang gila. Tentunya stigma tersebut hanya akan membuat orang yang mengalami gangguan skizofrenia menghindari perawatan sehingga tidak ditangani dengan cepat dan hanya akan membuat kondisi orang yang mengalami gangguan skizofrenia semakin memburuk. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara stigma masyarakat dengan penerimaan masyarakat terhadap pasien skizofrenia di Kelurahan Air Tiris Kecamatan Kampar. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan rancangan crosssectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 24 – 29 Juli Tahun 2023 dengan jumlah sampel 98 responden. Sampel dalam penelitian ini yaitu masyarakat di Kelurahan Air Tiris Kecamatan Kampar dengan teknik pengambilan sampel purposif sampling. Pengolahan data menggunakan uji chi-square. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara stigma masyarakat dengan penerimaan masyarakat terhadap pasien skizofrenia di Kelurahan Air Tiris Kecamatan Kampar dengan nilai p = (0,032) ? (0,05). Diharapkan kepada pihak puskesmas memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang skizofrenia sehingga masyarakat bisa menerima dengan baik pasien skizofrenia.
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Antenatal Care (ANC) dengan Kepatuhan Kunjungan ANC Afiah, Afiah; Sitompul, Yuni Dovina; Apriyanti, Fitri
World Health Digital Journal Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/wolgitj.v1i2.9

Abstract

Ibu hamil perlu diberitahu setiap hal tentang kehamilan, terutama mengenai kondisi kehamilannya terkait kesehatan ibu dan janin di dalam kandungan melalui kegiatan Antenatal Care. Kunjunga ANC sedikitnya dilakukan 6 kali kunjungan yaitu dirincikan 2 kali pada Trimester I, sekali di Trimester II, serta 3 kali pada Trimester III. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang antenatal care (ANC) dengan kepatuhan kunjungan ANC di wilayah kerja Puskesmas Salo tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil dengan usia kehamilan 37-40 minggu yang berada di wilayah kerja Puskesmas Salo pada bulan Agustus yang berjumlah 45 orang yang diambil dengan teknik total sampling. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Penelitian ini menggunakan analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 25 responden (55,6%) berpengetahuan kurang tentang ANC dan 29 responden (64,4%) tidak patuh melakukan kunjungan ANC. Ada hubungan pengetahuan dengan kepatuhan kunjungan ANC pada ibu hamil di UPT Puskesmas Salo. Diharapkan kepada tenaga kesehatan khususnya bidan untuk meningkatkan upaya penjaringan ibu hamil agar dapat melakukan kunjungan ANC secara rutin. Penjaringan ini tidak hanya harus menunggu ibu hamil datang ke fasilitas kesehatan seperti puskesmas atau posyandu, tetapi juga dapat dilakukan melalui kunjungan ke rumah-rumah ibu hamil.
Hubungan SelfCare Dengan Kualitas Hidup Pasien DM Tipe II Di Desa Tarai Bangun Azzahra, Yunita Putri; Afiah, Afiah; Nurman, Muhammad; Ningsih, Neneng Fitria
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v2i2.318

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah kondisi yang ditandai oleh hiperglikemia akibat gangguan sekresi insulin dan efektivitas penggunaannya. Penyakit ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik tetapi juga mengurangi kualitas hidup pasien, dengan komplikasi seperti hipertensi, gangguan penglihatan, dan masalah kesehatan mental. Kualitas hidup pasien DM dapat terpengaruh oleh berbagai faktor, termasuk aspek fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan. Self-care merupakan tindakan yang dilakukan pasien untuk memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri, yang berperan penting dalam pengelolaan DM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-care dan kualitas hidup pasien DM Tipe II di Desa Tarai Bangun, dengan menggunakan desain penelitian cross-sectional dan melibatkan 92 responden. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self care dengan kualitas hidup pada pasien Diabetes Melitus Tipe II Di Desa Tarai Bangun Wilayah Kerja Upt Puskesmas Tambang. Penelitian ini menggunakan cross sectional dan dilakukan pada 26 Februari – 10 maret 2025 dengan jumlah sampel 92 orang. Data dikumpulkan menggunakan analisis univariat dan bivariate dengan uji chi square. Hasil univariat menunjukkan 47 (51,1 %) orang memiliki self care baik dan 48 (52,2%) memiliki kualitas hidup baik. Uji chi square menunjukkan adanya hubungan self care dengan kualitas hidup pada pasien DM Tipe II Di Desa Tarai Bangun Wilayah kerja Upt Puskesmas Tambang p value ( 0,004 ). Penelitian ini diharapkan responden dapat meningkatkan perawatan diri untuk memiliki kualitas hidup baik seperti rutin memantau kadar gula darah.
Asuhan Kebidanan pada Ibu Nifas dengan Anemia di PMB Husnel Hayati Didesa Siabu Wilayah Kerja Puskesmas Salo Amelia, Helen; Afiah, Afiah
World Health Digital Journal Vol. 1 No. 4 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v1i4.45

Abstract

Anemia merupakan salah satu kondisi gangguan kesehatan yang kerap terjadi pada masa nifas, ditandai dengan rendahnya kadar hemoglobin dalam darah yang dapat memengaruhi proses pemulihan pascapersalinan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran asuhan kebidanan yang diberikan kepada ibu nifas dengan anemia di PMB Husnel Hayati, Desa Siabu, wilayah kerja Puskesmas Salo. Penelitian ini dilakukan dengan metode studi kasus terhadap seorang ibu nifas, Ny. N, berusia 30 tahun, yang menjalani empat kali kunjungan asuhan kebidanan dalam kurun waktu dua minggu. Asuhan kebidanan yang diberikan mencakup konseling tentang anemia, pemberian tablet Fe, anjuran konsumsi makanan bergizi yang kaya zat besi dan vitamin C, serta evaluasi kadar hemoglobin. Hasil asuhan menunjukkan perbaikan kondisi ibu, dengan gejala pusing yang berkurang, tubuh terasa lebih bugar, dan kadar Hb yang kembali normal. Kesimpulannya, intervensi kebidanan yang tepat dan terarah dapat mempercepat pemulihan ibu nifas dengan anemia. Hasil studi ini diharapkan menjadi acuan praktis dalam pengelolaan kasus anemia pada masa nifas dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemenuhan gizi pascapersalinan.
Asuhan Kebidanan pada Balita dengan Masalah Diare DIPMB Azizah Kampa Wilayah Kerja Puskesmas Kampa Tahun 2024 Erli, Erli; Afiah, Afiah
World Health Digital Journal Vol. 1 No. 4 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v1i4.46

Abstract

Diare merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang sering dialami oleh balita dan dapat menimbulkan komplikasi serius seperti dehidrasi hingga kematian jika tidak ditangani dengan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan asuhan kebidanan yang diberikan kepada balita berusia 5 tahun yang mengalami diare di PMB Azizah, Desa Sawah Baru, wilayah kerja Puskesmas Kampa, pada tanggal 8–14 Juni 2024. Penanganan dilakukan melalui pendekatan studi kasus dengan metode SOAP yang melibatkan empat kali kunjungan. Asuhan yang diberikan meliputi edukasi kepada ibu mengenai pentingnya hidrasi, pemberian oralit, pengaturan nutrisi, penggunaan obat penurun demam, serta pemanfaatan seduhan daun jambu biji sebagai terapi herbal. Hasil akhir menunjukkan adanya perbaikan signifikan terhadap kondisi balita, ditandai dengan berhentinya diare, menurunnya demam, dan meningkatnya nafsu makan serta berat badan. Kesimpulan dari studi ini adalah bahwa asuhan kebidanan yang tepat, konsisten, dan melibatkan partisipasi aktif orang tua dapat mempercepat proses penyembuhan balita dengan masalah diare. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi praktik kebidanan dalam penanganan kasus serupa di masa depan.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Obesitas pada Siswa\I di SMAN 1 Bangkinang Kota Defry, Rahmad; Nurman, Muhammad; Afiah, Afiah
World Health Digital Journal Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v2i1.57

Abstract

Obesitas pada remaja penting untuk diperhatikan karena remaja yang mengalami obesitas 80% berpeluang untuk mengalami obesitas pada saat dewasa. Remaja yang mengalami obesitas sepanjang hidupnya berisiko lebih tinggi untuk menderita penyakit jantung, stroke, diabetes, asma, hipertensi dan penyakit tidak menular lainnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan kejadian obesitas pada siswa/i di SMAN 1 Bangkinang Kota. Metode penelitian yaitu metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 790 responden dengan sampel sebanyak 265 responden yang diambil dengan menggunakan teknik Startified random sampling. Alat pengumpulan data menggunakan penyebaran kuesioner, menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada  pola makan didapatkan nilai P-value 0,002 (p<0,05), maka terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan pola makan dengan kejadian obesitas pada siswa/i SMAN 1 Bangkinang Kota. Selanjutnya pada pola tidur didapatkan nilai P-value 0,378 (p>0,05), artinya tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola tidur dengan kejadian obesitas pada siswa/i SMAN 1 Bangkinang Kota. Selain itu pada aktivitas fisik diperoleh nilai P-value 0,000 (p<0,05), menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada siswa/i SMAN 1 Bangkinang Kota. Pelayanan kesehatan diharapkan meningkatkan pengetahuan terkait obesitas pada siswa/i, serta peneliti selanjutnya dianjurkan untuk meneliti faktor risiko lain guna mengembangkan penelitian lebih lanjut.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Melakukan Kontrol Rutin pada Penderita Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Bangkinang Kota Amelia, Amelia; Kusumawati, Nila; Afiah, Afiah
World Health Digital Journal Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v2i1.63

Abstract

Penderita diabetes mellitus (DM) memerlukan kontrol rutin untuk memantau kondisi kesehatannya dan mencegah komplikasi. Kepatuhan terhadap kontrol ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya dukungan keluarga. Dukungan keluarga berperan penting dalam memberikan motivasi, pengawasan, serta dorongan emosional, sehingga penderita lebih teratur dalam menjalani kontrol kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan kontrol rutin pada penderita DM di wilayah kerja UPT Puskesmas Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 7-8 September 2025. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional , sampel terdiri dari 82 responden yang dipilih menggunakan Purposive Sampling dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 51 responden (62,2%) memiliki dukungan keluarga yang baik, sementara 51 responden (62,2%) tercatat tidak patuh dalam melakukan kontrol rutin. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan kontrol rutin p-value = 0,048; Prevalence Odds Ratio (POR) = 3,048. Hal ini berarti responden dengan dukungan keluarga yang buruk memiliki risiko 3,0 kali lebih besar untuk tidak patuh melakukan kontrol rutin dibandingkan dengan responden yang memperoleh dukungan keluarga yang baik. Kesimpulan penelitian ini adalah dukungan keluarga berperan signifikan dalam meningkatkan kepatuhan penderita menjalani kontrol rutin. Diharapkan penderita DM dapat rutin melakukan kontrol kesehatan, sementara keluarga diharapkan terus memberi dukungan, baik secara emosional, informasi, maupun bantuan nyata, agar komplikasi dapat dicegah.
Asuhan Kebidanan pada Ibu Hamil dengan Kurang Energi Kronis (KEK) di PMB Betty Rofiqi Desa Silam Tahun 2025 Elisa, Elisa; Afiah, Afiah
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 4 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v2i4.373

Abstract

Seorang ibu hamil yang mengalamikurang energi kronis dapat mengakibatkan perdarahan, anemia, persalinan lama dan infesiksi. Kek juga dapat mengancam pertumbuhan janin yang berada didalam kandungan, resiko berat badan lahir rendah dan resiko cacat, jika terjadi maka dapat mengganggu keberlangsungan hidup. Tujuan penelitian adalah untuk memberikan asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan kondisi kurang energi kronis di PMB Betty Rofiqi Desa Silam tanggal 14 Mei-9 Juni 2025. Hasil penelitian studi kasus diberikan pada Ny. N dengan 5 kunjungan rumah dalam 3 minggu yaitu ibu mengatakan kurang nafsu makan, badan lemas dan merasa cemas dengan kehamilannya. Asuhan kebidanan yang diberikan berupa melakukan pemerisaan fisik dengan pemeriksaan head toe to termasuk penilaian BB dan LILA sesuai dengan lembar observasi. dilanjutkan memberikan konseling pada pasien mengenai kehamilan yang sehat dan pola asupan gizi yang dibutuhkan saat kehamilan, kemudian memberikan makanan tambahan (PMT). Berdasarkan asuhan kehamilan yang dilakukan pada Ny. N usia 30 tahun G3P2A0 diperoleh bahwa nafsu makan sudah kembali normal berat badan dan LILA sudah mengalami kenaikan. Kesimpulannya adalah asuhan kebidanan yang diberikan pada kunjungan kedua sampai kunjungan selanjutnya selalu mengalami perembangan yang signifian, asuhan pada pasien tersebut terlasana dengan baik. Diharapkan studi kasus ini dapat sebagai referensi, menambah wawasan, dan dapat mengembangkan ilmu pengetahuan mengenai asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan KEK.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI TENTANG PERUBAHAN FISIK PADA MASA PUBERTAS DENGAN TINGKAT STRES DI SMP NEGERI 2 TANAH PUTIH TAHUN 2022 Wulandari, Wahyu; Puteri, Ade Dita; Afiah, Afiah
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v4i3.26154

Abstract

Remaja yang sedang pubertas akan mengalam perubahan fisik maupun psikologis. Jika tidak mendapatkan pengetahuan tentang perubahan yang mereka alami saat pubertas kadang-kadang akan menimbulkan sikap cemas, takut, malu, merasa lain, dan bingung bahkan stres terhadap perubahan dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja puteri tentang perubahan fisik saat pubertas dengan tingkat stres menghadapi pubertas SMPN 2 Tanah Putih Tahun 2022. Jenis penelitian ini menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional., cara pengambilan sampel menggunakan sample random sampling dengan jumlah sampel sebesar 74 sampel. Teknik analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil uji statistik Ada Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Terhadap Perubahan Fisik Pubertas Dengan Tingkat Stres Menghadapi Pubertas Di SMPN 2 Tanah Putih Tahun 2022 Dengan Nilai 0,00 Dan 0,031< 0,005. Kesimpulan Ada Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Terhadap Perubahan Fisik Pubertas Dengan Tingkat Stres Menghadapi Pubertas Di SMPN 2 Tanah Putih Tahun 2022. Saran kepada SMPN 2 Tanah Putih agar dapat membuat program pendidikan kesehatan khususnya tentang kesehatan reproduksi remaja sehingga dapat mengurangi kecemasan dalam menghadapi masa pubertas pada remaja.