Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Sosialisasi Keamanan Pangan: Mengenal Kandungan Zat Kimia Berbahaya pada Jajanan di Sekolah Dasar Pahlawan Tuanku Tambusai Febria, Dessyka; Syafriani, Syafriani; Afiah, Afiah; Lestari, Rizki Rahmawati; Hardianti, Sri; Ananda, Lusi Septia; Wulandari, Amelia
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dgm00m35

Abstract

Kebiasaan jajan pada anak sekolah dasar seperti dua sisi mata uang. Baik dan buruknya berjalan beriringan karena banyak kandungan zat kimia yang digunakan bertentangan dengan tubuh seperti boraks, formalin, MSG dan masih banyak zat-zat yang lain. Dilain sisi, jajanan ini diperlukan sebagai makanan tambahan anak. Keterampilan anak dalam memilih jajanan di sekolah merupakan faktor kritis untuk mendapatkan makanan yang sesuai kebutuhan dan memenuhi syarat Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa kelas 2,3 dan 4 di Sekolah Dasar Pahlawan Tuanku Tambusai mengenai kandungan zat kimia pada jajanan serta efektivitas edukasi dalam meningkatkan kesadaran mereka. Metode yang digunakan adalah observasi perilaku konsumsi jajanan dan penyuluhan edukasi keamanan pangan kepada siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum edukasi, pengetahuan siswa mengenai zat kimia berbahaya masih rendah. Setelah dilakukan penyuluhan, terjadi peningkatan kesadaran dan pemahaman siswa dalam memilih jajanan yang lebih sehat dan aman. Sekolah juga telah menerapkan kebijakan pembatasan jenis jajanan yang dijual untuk mengurangi risiko paparan zat kimia berbahaya. Kesimpulannya, edukasi keamanan pangan sangat diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa dalam memilih jajanan yang aman, serta mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang sehat dan bebas dari jajanan berbahayaKata kunci: edukasi, makanan jajanan, zat kimia
Hubungan Asupan Energi, Protein, Lemak dan Riwayat Penyakit Infeksi dengan Kejadian Underweight pada Balita Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Purnama Kumala, Hera; Afrinis, Nur; Afiah, Afiah
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah gizi yang terjadi pada anak balita adalah underweight. Underweight merupakan masalah gizi yang ditandai dengan indikator status gizi BB/U < - 2 SD. Penyebab langsung terjadinya underweight diakibatkan asupan gizi yang tidak adekuat serta adanya infeksi yang tidak diobati. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis hubungan asupan energi, protein, lemak dan riwayat penyakit infeksi dengan kejadian underweight pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Purnama. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan pada tanggal 15 Maret-29 April 2023 dengan jumlah sampel 279 ibu dan balita usia 24-59 bulan menggunakan teknik stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil analisa univariat diperoleh 68 responden mengalami underweight, 155 responden memiliki asupan energi kurang, 144 responden memiliki asupan protein kurang, 184 responden memiliki asupan lemak cukup dan 155 responden memiliki riwayat penyakit infeksi. Hasil uji Chi-square ada hubungan antara asupan energi dengan kejadian underweight (p value = 0,006), ada hubungan antara asupan protein dengan kejadian underweight (p value = 0,038), ada hubungan antara asupan lemak dengan kejadian underweight (p value = 0,000) dan ada hubungan antara riwayat penyakit infeksi dengan kejadian underweight (p value = 0,023). Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara asupan energi, protein, lemak dan riwayat penyakit infeksi dengan kejadian underweight pada Balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Purnama. Diharapkan agar Puskesmas Purnama terus mengupayakan pencegahan kejadian underweight dengan memberikan penyuluhan serta konseling bagi ibu balita tentang gizi dan kesehatan.
Hubungan Antara Stigma Masyarakat dengan Penerimaan Masyarakat Terhadap Pasien Skizofrenia di Kelurahan Air Tiris Kecamatan Kampar Aprilla, Nia; Alini, Alini; Syafriani, Syariani; Afiah, Afiah
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.18776

Abstract

Orang yang mengalami gangguan skizofrenia juga seringkali dicap sebagai orang gila. Tentunya stigma tersebut hanya akan membuat orang yang mengalami gangguan skizofrenia menghindari perawatan sehingga tidak ditangani dengan cepat dan hanya akan membuat kondisi orang yang mengalami gangguan skizofrenia semakin memburuk. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara stigma masyarakat dengan penerimaan masyarakat terhadap pasien skizofrenia di Kelurahan Air Tiris Kecamatan Kampar. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan rancangan crosssectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 24 – 29 Juli Tahun 2023 dengan jumlah sampel 98 responden. Sampel dalam penelitian ini yaitu masyarakat di Kelurahan Air Tiris Kecamatan Kampar dengan teknik pengambilan sampel purposif sampling. Pengolahan data menggunakan uji chi-square. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara stigma masyarakat dengan penerimaan masyarakat terhadap pasien skizofrenia di Kelurahan Air Tiris Kecamatan Kampar dengan nilai p = (0,032) ? (0,05). Diharapkan kepada pihak puskesmas memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang skizofrenia sehingga masyarakat bisa menerima dengan baik pasien skizofrenia.
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Antenatal Care (ANC) dengan Kepatuhan Kunjungan ANC Afiah, Afiah; Sitompul, Yuni Dovina; Apriyanti, Fitri
World Health Digital Journal Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/wolgitj.v1i2.9

Abstract

Ibu hamil perlu diberitahu setiap hal tentang kehamilan, terutama mengenai kondisi kehamilannya terkait kesehatan ibu dan janin di dalam kandungan melalui kegiatan Antenatal Care. Kunjunga ANC sedikitnya dilakukan 6 kali kunjungan yaitu dirincikan 2 kali pada Trimester I, sekali di Trimester II, serta 3 kali pada Trimester III. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang antenatal care (ANC) dengan kepatuhan kunjungan ANC di wilayah kerja Puskesmas Salo tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil dengan usia kehamilan 37-40 minggu yang berada di wilayah kerja Puskesmas Salo pada bulan Agustus yang berjumlah 45 orang yang diambil dengan teknik total sampling. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Penelitian ini menggunakan analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 25 responden (55,6%) berpengetahuan kurang tentang ANC dan 29 responden (64,4%) tidak patuh melakukan kunjungan ANC. Ada hubungan pengetahuan dengan kepatuhan kunjungan ANC pada ibu hamil di UPT Puskesmas Salo. Diharapkan kepada tenaga kesehatan khususnya bidan untuk meningkatkan upaya penjaringan ibu hamil agar dapat melakukan kunjungan ANC secara rutin. Penjaringan ini tidak hanya harus menunggu ibu hamil datang ke fasilitas kesehatan seperti puskesmas atau posyandu, tetapi juga dapat dilakukan melalui kunjungan ke rumah-rumah ibu hamil.
Hubungan SelfCare Dengan Kualitas Hidup Pasien DM Tipe II Di Desa Tarai Bangun Azzahra, Yunita Putri; Afiah, Afiah; Nurman, Muhammad; Ningsih, Neneng Fitria
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v2i2.318

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah kondisi yang ditandai oleh hiperglikemia akibat gangguan sekresi insulin dan efektivitas penggunaannya. Penyakit ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik tetapi juga mengurangi kualitas hidup pasien, dengan komplikasi seperti hipertensi, gangguan penglihatan, dan masalah kesehatan mental. Kualitas hidup pasien DM dapat terpengaruh oleh berbagai faktor, termasuk aspek fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan. Self-care merupakan tindakan yang dilakukan pasien untuk memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri, yang berperan penting dalam pengelolaan DM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-care dan kualitas hidup pasien DM Tipe II di Desa Tarai Bangun, dengan menggunakan desain penelitian cross-sectional dan melibatkan 92 responden. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self care dengan kualitas hidup pada pasien Diabetes Melitus Tipe II Di Desa Tarai Bangun Wilayah Kerja Upt Puskesmas Tambang. Penelitian ini menggunakan cross sectional dan dilakukan pada 26 Februari – 10 maret 2025 dengan jumlah sampel 92 orang. Data dikumpulkan menggunakan analisis univariat dan bivariate dengan uji chi square. Hasil univariat menunjukkan 47 (51,1 %) orang memiliki self care baik dan 48 (52,2%) memiliki kualitas hidup baik. Uji chi square menunjukkan adanya hubungan self care dengan kualitas hidup pada pasien DM Tipe II Di Desa Tarai Bangun Wilayah kerja Upt Puskesmas Tambang p value ( 0,004 ). Penelitian ini diharapkan responden dapat meningkatkan perawatan diri untuk memiliki kualitas hidup baik seperti rutin memantau kadar gula darah.
Asuhan Kebidanan pada Ibu Nifas dengan Anemia di PMB Husnel Hayati Didesa Siabu Wilayah Kerja Puskesmas Salo Amelia, Helen; Afiah, Afiah
World Health Digital Journal Vol. 1 No. 4 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v1i4.45

Abstract

Anemia merupakan salah satu kondisi gangguan kesehatan yang kerap terjadi pada masa nifas, ditandai dengan rendahnya kadar hemoglobin dalam darah yang dapat memengaruhi proses pemulihan pascapersalinan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran asuhan kebidanan yang diberikan kepada ibu nifas dengan anemia di PMB Husnel Hayati, Desa Siabu, wilayah kerja Puskesmas Salo. Penelitian ini dilakukan dengan metode studi kasus terhadap seorang ibu nifas, Ny. N, berusia 30 tahun, yang menjalani empat kali kunjungan asuhan kebidanan dalam kurun waktu dua minggu. Asuhan kebidanan yang diberikan mencakup konseling tentang anemia, pemberian tablet Fe, anjuran konsumsi makanan bergizi yang kaya zat besi dan vitamin C, serta evaluasi kadar hemoglobin. Hasil asuhan menunjukkan perbaikan kondisi ibu, dengan gejala pusing yang berkurang, tubuh terasa lebih bugar, dan kadar Hb yang kembali normal. Kesimpulannya, intervensi kebidanan yang tepat dan terarah dapat mempercepat pemulihan ibu nifas dengan anemia. Hasil studi ini diharapkan menjadi acuan praktis dalam pengelolaan kasus anemia pada masa nifas dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemenuhan gizi pascapersalinan.
Asuhan Kebidanan pada Balita dengan Masalah Diare DIPMB Azizah Kampa Wilayah Kerja Puskesmas Kampa Tahun 2024 Erli, Erli; Afiah, Afiah
World Health Digital Journal Vol. 1 No. 4 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v1i4.46

Abstract

Diare merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang sering dialami oleh balita dan dapat menimbulkan komplikasi serius seperti dehidrasi hingga kematian jika tidak ditangani dengan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan asuhan kebidanan yang diberikan kepada balita berusia 5 tahun yang mengalami diare di PMB Azizah, Desa Sawah Baru, wilayah kerja Puskesmas Kampa, pada tanggal 8–14 Juni 2024. Penanganan dilakukan melalui pendekatan studi kasus dengan metode SOAP yang melibatkan empat kali kunjungan. Asuhan yang diberikan meliputi edukasi kepada ibu mengenai pentingnya hidrasi, pemberian oralit, pengaturan nutrisi, penggunaan obat penurun demam, serta pemanfaatan seduhan daun jambu biji sebagai terapi herbal. Hasil akhir menunjukkan adanya perbaikan signifikan terhadap kondisi balita, ditandai dengan berhentinya diare, menurunnya demam, dan meningkatnya nafsu makan serta berat badan. Kesimpulan dari studi ini adalah bahwa asuhan kebidanan yang tepat, konsisten, dan melibatkan partisipasi aktif orang tua dapat mempercepat proses penyembuhan balita dengan masalah diare. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi praktik kebidanan dalam penanganan kasus serupa di masa depan.