Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGARUH APLIKASI URIN SAPI SERTA JUMLAH RUAS TERHADAP PERTUMBUHAN STEK KOPI ROBUSTA (Coffea canepohora L.) Cinantya, Devina; Rosdiana, Eva; Setyoko, Ujang; Nugroho, Setyo Andi; Fadillah, Anggita Rizky; Agustin, Ayu
JURNAL BIOSENSE Vol 8 No 3 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v8i3.5509

Abstract

The cultivation of Coffea canephora (robusta coffee) in Indonesia has undergone substantial growth in recent years. Propagation of robusta coffee can be achieved through both vegetative and generative methods; however, vegetative propagation via stem cuttings is the most widely adopted technique among coffee farmers. The success of stem cutting propagation is influenced by various factors, including the number of nodes per cutting and the application of growth-stimulating substances such as cow urine. This study aimed to assess the effects of cow urine concentration and the number of stem nodes on the growth performance of robusta coffee cuttings. A factorial experiment was conducted using a Randomized Complete Block Design (RCBD) with two factors. The first factor was cow urine concentration at three levels: 30% (U1), 45% (U2), and 60% (U3). The second factor was the number of nodes per cutting: 3 nodes (R1), 4 nodes (R2), and 5 nodes (R3), with each treatment combination replicated three times. The results demonstrated that the combination of 30% cow urine and four-node cuttings significantly enhanced the percentage of successful establishment. Moreover, the 30% cow urine treatment significantly improved shoot emergence rate, shoot length, and stem diameter. In contrast, the 60% concentration only showed a significant effect on leaf length.
Optimalisasi Kesehatan dan Relaksasi Mahasiswa melalui Dreams Pillow Aromatherapy: Studi Simulasi di Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru Putri Sipayung, Malayka Agustina; Ningsih, Rena Afri; Gadis; Oktiana, Riza; Agustin, Ayu; Kamisah; Putri, Ramadhani Isya; Dalfia, Sonia; Hartati, Ratna Putri; Rahmanda, Gifa; Oktaviani, Nelly; Amanda, Thasya; Oktaviani, Fidia; Sitompul, Tania Margaretha
TOLIS MENGABDI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): Desember (In Proggres)
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/tm.v3i2.825

Abstract

Insomnia is a common sleep disorder. Symptoms include difficulty sleeping, frequent awakenings, or waking up too early. There are several ways to overcome insomnia, one of which is a complementary approach. Insomnia can be overcome by doing acupressure massage at several acupressure points. Aromatherapy is also a way to treat insomnia. by using essential oils from plants which have calming properties and help the body relax. so the aim of this project is to develop a prototype of an aromatherapy pillow that is effective for treating insomnia. The method used is the Expert System Development Life Cycle (ESDLC), which consists of several stages, namely: Planning, analysis, design, implementation, testing and maintenance. This project begins with planning, preparing the team, namely determining ideas and partners for cooperation. Next, conduct a survey to collect data. Based on the survey results, a prototype of an aromatherapy pillow was designed and made. The pillow is designed by placing acupressure points on the pillow and combining it with lavender and lemongrass aromatics. After being produced, the pillow was tested on 5 respondents to get feedback and improvements were made if necessary. In the trials carried out there was a decrease in insomnia scores from respondents. The final stage is the evaluation of the entire project and preparation of a report. This product can help reduce insomnia and provide a sense of relaxation regarding insomnia. For this reason, we also hope that this product can be accepted by the public and can help other people's health. Keywords: Insomnia, acupressure, aromatherapy, pillow
Membangun UMKM Tangguh dengan Tata Kelola Keuangan: Pembelajaran dari Desa Kertamukti Agustian, Aldy; Aulia, Putri Choerunnisa; Agustin, Ayu; Nurjanah, Ai Siti; Dwiyanti, Kartika
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2025): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v5i4.2743

Abstract

UMKM merupakan bagian penting dari ekonomi Indonesia, namun mereka masih menghadapi tantangan besar terutama dalam tata kelola keuangan. Di Desa Kertamukti, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, permasalahan serupa juga terjadi. Untuk menjawab hal ini, tim KKN-PM Universitas Cipasung melaksanakan serangkaian kegiatan berupa observasi lapangan, pemetaan UMKM, serta seminar dan pelatihan yang dilaksanakan pada 7 September 2025 di Aula Desa Kertamukti. Kegiatan ini diikuti oleh 25 pelaku UMKM dari 40 sasaran, dengan metode berupa seminar, diskusi interaktif, serta praktik pencatatan keuangan sederhana menggunakan aplikasi BukuWarung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku UMKM belum melakukan pencatatan keuangan secara memadai dan masih mengalami kesulitan dalam penggunaan aplikasi digital. Namun, peserta memperoleh pemahaman tentang tujuh prinsip tata kelola keuangan, termasuk pemisahan keuangan pribadi dan usaha, perencanaan anggaran, pencatatan transaksi, pengendalian arus kas, pengelolaan laba, pemanfaatan pembiayaan, dan evaluasi keuangan. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa pendampingan berkelanjutan dan penyediaan modul sederhana sangat penting bagi pelaku UMKM untuk menerapkan tata kelola keuangan secara konsisten, yang akan meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha mereka.
Dualisme Keadilan Retributif dan Restoratif dalam Sistem Peradilan Pidana Indonesia Agustin, Ayu; Sulchan, Achmad
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 5 No. 10 (2025): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v5i10.32448

Abstract

Indonesia's criminal justice system shows a dynamic between two paradigms of justice, namely retributive justice and restorative justice. Retributive justice is oriented towards punishing perpetrators with the aim of providing a deterrent effect, while restorative justice focuses on restoring the relationship between perpetrators, victims, and society. This study uses normative juridical methods with legislative, conceptual, and case approaches, to analyze the implementation and challenges of dualism of the two paradigms. The results of the study show that the Indonesian criminal justice system is still dominated by the retributive paradigm, as reflected in the Criminal Code and criminal practices. However, regulatory developments such as Law Number 11 of 2012 concerning the Juvenile Criminal Justice System, Police Regulation Number 8 of 2021, and the new Criminal Code of 2023 show the strengthening of the restorative paradigm. The main challenges faced are regulatory consistency, resistance of law enforcement officials, and public acceptance. In conclusion, although the retributive paradigm is still strong, Indonesia's criminal justice system is beginning to move towards balance by making room for a restorative approach.
Keputusan Diversifikasi Portofolio Investasi di Era Digital Fauziah, Iis; Millah, Duriyyatul; Rahma, Aisatu; Ananda, Bunga Puja; Agustin, Ayu; Dasman, Sunita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Era Digital telah mengubah cara investor dalam membuat keputusan investasi, khususnya dalam hal diversifikasi portofolio. Besarnya resiko dalam berinvestasi memungkinkan investor untuk mempertimbangkan dan memahami strategi dalam berinvestasi sebelum melakukan keputusan investasi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami faktor – faktor yang mempengaruhi keputusan diversifikasi portofolio investasi di era digital. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi pustaka. Metode ini melibatkan pengumpulan, pengkajian, dan analisis data yang bersumber dari literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diversifikasi portofolio tetap menjadi strategi utama untuk mengelola risiko, namun dinamika pasar digital, regulasi yang belum mapan, serta literasi keuangan menjadi tantangan utama bagi investor. Studi ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi praktisi keuangan dan regulator untuk mendukung keputusan investasi yang lebih terinformasi di era digital.
FAKTOR RISIKO TERHADAP TERJADINYA NIHL (NOISE INJURY HEARING LOSS) DI INDUSTRI Agustin, Ayu; Erwandi, Dadan
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v3i2.2056

Abstract

Kehilangan pendengaran merupakan salah satu penyebab kecacatan tertinggi di dunia, dengan dampak ekonomi yang signifikan. Permintaan akan perawatan pendengaran diperkirakan akan terus meningkat di masa depan. Gangguan pendengaran akibat kerja dapat disebabkan oleh paparan suara keras dan bahan kimia ototoksik. Paparan kebisingan di tempat kerja menjadi penyakit akibat kerja yang paling umum dilaporkan di Amerika Serikat. Beberapa faktor risiko yang terkait dengan gangguan pendengaran meliputi rubella, meningitis, kebisingan, ototoksik, infeksi telinga, usia, riwayat gangguan pendengaran sebelumnya, merokok, diabetes tipe 2, dan hipertensi. Tes audiometri digunakan untuk mengukur kemampuan pendengaran pekerja secara berkala. Penelitian dengan menggunakan metode literature review telah dilakukan untuk memahami faktor-faktor yang terkait dengan gangguan pendengaran akibat kerja. Dari hasil penelitian, usia, intensitas kebisingan, masa kerja, penggunaan alat pelindung pendengaran, lama pajanan, dan dosis paparan terbukti mempengaruhi terjadinya gangguan pendengaran. Paparan kebisingan yang berlebihan, usia lanjut, dan ketidaksempurnaan alat pelindung pendengaran merupakan beberapa faktor yang berkontribusi terhadap gangguan pendengaran akibat kerja. Pencegahan melalui program konservasi pendengaran di tempat kerja dapat mengurangi risiko terjadinya gangguan pendengaran.