Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Hubungan Frekuensi Pemberian ASI dengan Percepatan Penyembuhan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Bayi Usia 0-12 Bulan Wahyuni, Rita; Sari, Yessy Nur Endah; Suhartin, Suhartin
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 3 (2024): Juni 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i3.2614

Abstract

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian bayi dan balita. Pemberian ASI eksklusif merupakan faktor intrinsik yang mempengaruhi ISPA. Tujuan: Menganalisis hubungan frekuensi menyusui ASI eklusif dengan percepatan penyembuhan ISPA pada bayi usia 0-12 bulan. Metode: Penelitian korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi 0-12 bulan yang mengalami ISPA pada Agustus 2022 sejumlah 33 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan data diolah menggunakan uji Chi Square dengan nilai P value <0,05. Hasil: Analisis data menunjukkan frekuensi pemberian ASI kurang dari 8 kali sehari sebanyak 19 orang (57,6%), dan ISPA pada bayi usia 0-12 bulan berkurang sebanyak 21 orang (63,6%). Berdasarkan uji Chi Square nilai signifikansi (Asymp. Sig) adalah 0,009 < 0,05 artinya ho ditolak dan ha diterima, sehingga ada hubungan antara frekuensi pemberian ASI eksklusif dengan kejadian ISPA pada bayi usia 0- 12 bulan di Desa Jurangsapi.
Hubungan Pemberian Makan dengan Menu Seimbang dengan Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia 4-6 Tahun Idayanti, Rina Afrilia; Sari, Yessy Nur Endah; Suhartin, Suhartin
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 4 (2024): Agustus 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i4.2812

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan anak menjadi suatu kasus yang terjadi di negara maju dan berkembang. Indonesia adalah negara yang mempunyai masalah pada tumbuh kembang anak. angka kejadian gangguan perkembangan tahun 2016 pada anak usia di bawah 5 tahun di indonesia adalah 7.512 anak .gangguan status gizi anak di indonesia terdiri 3,9% balita gizi buruk, 13,8% balita gizi kurang, 79,2% balita gizi baik, dan 3,1% balita gizi lebih. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya hubungan pemberian makanan dengan menu seimbang dengan pertumbuhan dan perkembangan anak usia 4 – 6 tahun di TK Al Imtizaz Nangkaan Kabupaten Bondowoso. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan menggunakan metode pendekatan cross sectional dengan total sampel.pengumpulan data dilakukan dengan mengisi intsrumen penelitian berupa kuesioner. Analisis data yang digunakan ada unvariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian yaitu ada hubungan pemberian makan dengan menu seimbang terhadap pertumbuhan dan perkembangan anakusia 4-6 tahun.
Analisa Faktor-Faktor Penyebab Stunting : Tinjauan Terbaru untuk Pemahaman yang Lebih Baik di Desa Besuk Kecamatan Klabang Kabupaten Bondowoso Yudhayanti, Viqenina Desycapri; Zakiyyah, Mutamainnah; Suhartin, Suhartin
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i2.13709

Abstract

ABSTRACT Stunting (stunted children) is one of the nutritional problems experienced by toddlers, where toddlers experience failure to thrive due to chronic malnutrition which is influenced by poor maternal parenting since the womb, especially in the first 1,000 days of birth to children aged 2 years. The aim of this research is to find out the factors related to the incidence of stunting in Besuk Village, Klabang District.The target set is to reduce the stunting rate to 40% by 2025. The prevalence of stunting in Bondowoso is 32%, where there are 17 villages considered still unable to handle stunting, one of which is Besuk village, Klabang. This study was observational with a case control  design using secondary data from Maternal and Child Health  ( MCH ) handbook and primary data through interviews. The variables studied were maternal education level, family economic status, gender, weight at birth, exclusive breastfeeding, and sanitation. The sampling technique uses simple rundom sampling. The number of samples in this study was 116 samples including 58 case groups and 58 control groupsThe results in this study were a correlation  between sex history (p = 0.001), history of exclusive breastfeeding (p = 0.002), sanitation (p = 0.000), economic status (p = 0.000) and maternal education (p = 0.000) with the incidence of stunting in Besuk village, Klabang.Based on the results of the study, it can be concluded that the incidence of stunting in Besuk village is influenced by several factors, namely gender, history of breastfeeding, sanitation, economic status and maternal education. Keywords: Factor, Incident, Stunting, Toddlers.  ABSTRAK Stunting (anak kerdil) adalah salah satu masalah gizi yang dialami oleh balita, dimana balita mengalami kondisi gagal tumbuh akibat dari kekurangan gizi kronis yang dipengaruhi oleh pola asuh ibu yang tidak baik sejak dalam kandungan terutama pada 1.000 hari pertama kelahiran hingga anak usia 2 tahun. Tujuan dalam penelitian ini adalah Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting Desa Besuk Kecamatan Klabang. Target yang ditetapkan adalah menurunkan angka stunting hingga mencapai 40% pada tahun 2025. Prevalensi stunting di Kabupaten Bondowoso adalah 32 %, dimana ada 17 desa dinilai  kurang mampu menangani stunting salah satunya Desa besuk Kecamatan Klabang.  Penelitian ini bersifat observasional dengan desain case control dengan menggunakan data sekunder dari buku KIA  ibu dan data primer melalui wawancara. Variabel yang diteliti Tingkat pendidikan ibu, status ekonomi keluarga, jenis kelamin, berat badan saat lahir, pemberian Asi Eksklusif, dan sanitasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan simpel rundom sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 116 sampel  meliputi 58 kelompok kasus dan 58  kelompok control.Hasil dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara riwayat jenis kelamin (p=0,001), riwayat pemberian ASI Eksklusif (p=0,002), sanitasi (p =0,000), status ekomomi  (p=0,000) dan   pendidikan ibu (p=0,000) dengan kejadian stunting di Desa Besuk Kecamatan Klabang.Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kejadian stunting di Desa Besuk dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu jenis kelamin,Riwayat pemberian ASI, sanitasi, status ekonomi dan  pendidikan ibu. Kata Kunci: Faktor, Kejadian,  Stunting, Balita.
Hubungan Pengetahuan, Sikap dengan Keikutsertaan Kontrasepsi Pria di Desa Baratan Kec. Binakal Kabupaten Bondowoso Puspasari, Rise Dewi; Hikmawati, Nova; Suhartin, Suhartin
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i2.13857

Abstract

ABSTRACT Data from the Population and Family Planning Agency (BKKBN) shows the number of PUS in 2022 in Binakals as many as 2740 people, MOP participants (1%) and condoms (0.14%). The Community Empowerment and Family Planning Agency (2013) states that the low participation of men in contraception is caused by information about male contraception that is not yet understood by the community, and the view that contraception is specifically for women only. Various attempts have been made to increase the participation of men in contraception, such as counseling on contraception for men, advocating for relevant parties, and approaching religious and community leaders. This study aims to analyze the correlation between knowledge and attitudes with male contraception participation in Baratan village, Binakal Bondowoso. The type of research used is analytic observational with a cross-sectional approach. The population used is all married men in Baratan village, Binakal Bondowoso as many as 200 people, sampling using simple random sampling as many as 67 people. Using a questionnaire instrument, bivariate analysis using chi-square. The results of the study showed that there was a correlation between knowledge and participation in male contraception (p-value 0.000) and attitude with participation in male contraception (p-value 0.000). The results of this study can provide motivation to health workers in the work area of the Binakal health center UPTD in promoting male participation and participation in using contraception. And the results of this study, can be used as a medium of information about male contraception methods and give consideration to the public in choosing contraception to be used. Keywords: Knowledge, Attitude, Participation of Male Contraception.  ABSTRAK Data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana ( BKKBN ) menunjukkan jumlah PUS tahun 2022 di Kec. Binakal sebanyak 2740 jiwa, peserta MOP ( 1% ) dan kondom ( 0,14 % ). Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (2013) menyatakan bahwa rendahnya partisipasi pria dalam berkontrasepsi disebabkan oleh informasi tentang kontrasepsi pria yang belum dipahami oleh masyarakat, dan adanya pandangan bahwa kontrasepsi dikhususkan untuk wanita saja. Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan peran serta laki-laki dalam berkontrasepsi, seperti penyuluhan tentang kontrasepsi kepada pria, melakukan advokasi kepada pihak-pihak terkait, dan melakukan pendekatan kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi hubungan pengetahuan, sikap dengan keikutsertaan kontrasepsi pria di Desa Baratan Kec. Binakal Kabupaten Bondowoso. Jenis penelitian yang digunakal observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan yaitu seluruh pria yang sudah menikah yang ada di Desa Baratan Kec. Binakal Kabupaten  Bondowoso sebanyak 200 orang, pengambilan sampling menggunakan simpel random sampling sebanyak 67 orang. Menggunakan instrumen kuesioner, analisis bivariat menggunakan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan pengetahuan dengan keikutsertaan kontrasepsi pria ( p-value 0,000) dan sikap dengan keikutsertaan kontrasepsi pria (p-value 0,000). Hasil penelitian ini dapat memberikan motivasi kepada tenaga kesehatan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Binakal dalam menggalakkan peran serta dan partisipasi pria untuk memakai kontasepsi. Dan hasil penelitian ini, dapat digunakan sebagai media informasi mengenai metode kontrasepsi pria dan memberikan pertimbangan  kepada  masyarakat  untuk memilih kontrasepsi yang akan digunakan. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Keikutsertaan Kontrasepsi Pria.
HUBUNGAN POLA ASUH IBU DALAM PEMBERIAN GIZI SEIMBANG DENGAN STATUS GIZI (BB/TB) ANAK USIA 36-70 BULAN Aluf, Wilda Al; Zakiyah, Mutmainnah; Suhartin, Suhartin
CERMIN: Jurnal Penelitian Vol 8 No 1 (2024): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cermin_unars.v8i1.4540

Abstract

Rendahnya status gizi Masyarakat merupakan salah satu masalah Kesehatan dan social yang terjadi di Indonesia. Nutrisi yang baik dan cukup, status kesehatan yang baik, pengasuhan yang benar, dan stimulasi yang tepat pada periode ini akan membantu anak untuk tumbuh sehat dan mampu mencapai kemampuan optimalnya sehingga dapat berkontribusi lebih baik dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola asuh ibu dalam pemberian gizi seimbang dengan status gizi balita (BB/TB) di TK Al-Ma’arif Pujer. Metode penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan rancangan Cross Sectional, sampel dalam penelitian ini adalah balita (36-70 bulan) diambil dengan Teknik Total Sampling, alat ukur yang digunakan adalah kuesioner, timbangan, pengukuran tinggi badan dan buku antropometri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hamper seluruh balita di TK Al-Ma’arif Pujer berstatus gizi normal yaitu 18 balita (78,3%), 3 balita memiliki status gizi gemuk (13%), dan 2 balita memiliki status gizi kurus (8,7%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan pola asuh ibu dengan status gizi pada balita yakni (p value = 0,001) dengan nilai α = 0,05, hal tersebut disebabkan karena tidak semua makanan bergizi itu mahal, sehingga bisa dirasakan oleh siapapun.
HUBUNGAN SIKAP IBU DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN CA SERVIKS MELALUI PEMERIKSAAN IVA DI PUSKESMAS CERMEE BONDOWOSO Suliyanah, Suliyanah; Hikmawati, Nova; Suhartin, Suhartin
CERMIN: Jurnal Penelitian Vol 8 No 2 (2024): AGUSTUS - DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cermin_unars.v8i2.5421

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu masalah utama kesehatan reproduksi pada wanita sering menyebabkan kematian (90%) yang disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus). Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan Sikap Ibu dengan Perilaku Pencegahan Ca Serviks Melalui Pemeriksaan IVA di Puskesmas Cermee Bondowoso.Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional dan termasuk penelitian crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua wanita usia subur di Puskesmas Cermee Bondowoso sebanyak 7200 orang. Besar sampel dalam penelitian ini sebesar 98 orang diambil secara aksidental sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner kemudian data diolah dengan menggunakan SPSS dengan menggunakan Uji Chi Square. Hasil analisis data diketahui bahwa sebagian besar responden memiliki sikap yang positif sebanyak 54 orang (55,1%), Perilaku pemeriksaan kanker serviks adalah negatif sebanyak 71 orang (72,4%). Berdasarkan uji Chi Square diperoleh nilai signifikansi (Asymp. Sig) sebesar 0,000< 0,05, artinya ho ditolak dan ha diterima, sehingga ada hubungan sikap dengan perilaku pemeriksaan kanker serviks di Puskesmas Cermee Bondowoso. Hipotesis dalam penelitian ini diterima dan terbukti secara statistik. Sikap yang positif cenderung memiliki perilaku yang negatif. Disarankan responden dapat melakukan pemeriksaan deteksi dini kanker servik secara rutin.
HUBUNGAN KONSUMSI JAJANAN DENGAN INSIDEN DIARE PADA ANAK USIA 3-6 TAHUN DI DESA PELALANGAN KECAMATAN CERMEE Anggraeni, Ria; Sari, Yessy Nur Endah; Suhartin, Suhartin
CERMIN: Jurnal Penelitian Vol 8 No 2 (2024): AGUSTUS - DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cermin_unars.v8i2.5422

Abstract

Diare merupakan pembunuh utama anak-anak, terhitung sekitar 8 persen dari semua kematian di antara anak-anak di bawah usia 5 tahun di seluruh dunia. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan Konsumsi Jajanan Dengan Insiden Diare Pada Anak Usia 3-6 Tahun Di Desa Pelalangan Kecamatan Cermee Kabupaten Bondowoso.Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional dan termasuk penelitian crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua orang tua yang memiliki anak usia 3-6 tahun di taman kanak kanak sebanyak 110 orang. Besar sampel dalam penelitian ini sebesar 52 orang diambil secara cluster. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner kemudian data diolah dengan menggunakan SPSS dengan menggunakan Uji Chi Square.Hasil analisis data diketahui bahwa sebagian besar memiliki perilaku konsumsi jajanan yang cukup baik sebanyak 26 orang (50%), sebagian besar anak tidak mengalami diare sebanyak 34 orang (65,4%). Berdasarkan uji Chi Square diperoleh nilai signifikansi (Asymp. Sig) p value sebesar 0,000 < 0,05, artinya ho ditolak dan ha diterima, sehingga ada hubungan antara konsumsi jajanan dengan kejadian diare di Taman Kanak-Kanak Desa Pelalangan Kecamatan Cermee Kabupaten Bondowoso. Disarankan responden dapat menyediakan makanan olahan sendiri untuk dikonsumsi oleh anak.
ATRAKTOR CUMI-CUMI RAMAH LINGKUNGAN BERBASIS BESI DAUR ULANG: PARTISIPASI NELAYAN DAN TEMUAN AWAL DI WASAGA, BUTON Suriadi, la Suriadi; Thambrin, Meliyanti; Djai, Suhaiba; Suhartin, Suhartin; lestari, Rizky ayu
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 10 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i10.3055

Abstract

Squid (Loligo sp.) is a high-value fishery commodity widely caught by fishermen in Southeast Sulawesi; however, traditional fishing methods that are often not environmentally friendly have led to uncertain catches. One practical innovation is the use of squid attractors, which function as artificial structures that provide shelter and serve as spawning substrates. This community service activity aimed to implement environmentally friendly squid attractors made from recycled iron frames covered with nets and burlap sacks in Wasaga Village, Buton Regency. The methods included community outreach, training for fishermen in attractor construction, DEPLOYMENT in coastal waters at depths of 3–10 meters, and monitoring squid presence and egg attachment. A total of seven attractor units were successfully built, each measuring approximately 120 cm in length and 60 cm in diameter. Observations indicated that squid began to gather around the attractors during the first week of deployment, although egg attachment remained limited. In addition to ecological benefits, fishermen reported socioeconomic impacts, such as reduced fuel consumption and shorter fishing times, since fishing locations became more predictable. In conclusion, recycled iron-based squid attractors offer a simple and environmentally friendly alternative technology to support sustainable squid fisheries, though long-term monitoring and technical improvements, such as anti-rust coating, are required to enhance durability.