Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : Public Health Journal

Analisis aborsi dalam pandangan hukum dan medis IBON, MAIBON; Lestari, Diana; Rahayu, Dian; Khairuman; Nurdin, Ambia
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/syvan149

Abstract

Aborsi merupakan suatu tindakan menggugurkan kandungan. Di negara Indonesia tindakan tersebut merupakan yang dilarang, dan masuk dalam bab kejahatan terhadap nyawa dalam kitab undang-undang hukum pidana. Meskipun aborsi secara hukum terlarang tetapi kenyataannya aborsi masih dilakukan oleh perempuan dengan berbagai alasan disebabkan peraturan dan hukum yang kurang akomodatif terhadap alasan
HUKUM DAN HAK-HAK PASIEN DALAM PERATURAN UNDANG-UNDANG KESEHATAN DI INDONESIA Mudawali, Fazlil; Rahayu, Dian; Khairuman; Lestari, Diana; Nurdin, Ambia
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/m5qjn415

Abstract

Hubungan antara dokter pasien,bila kita melihat hubungan ini dari perspektif kedokteran maka hubungan dokter pasien adalah hubungan medik, namun selain hubungan medik dalam hubungan dokter pasien juga dikenal hubungan hukum. Pasien adalah setiap orang yang melakukan konsultasi masalah kesehatannya untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang diperlukan baik secara langsung maupun tidak langsung kepada dokter atau dokter gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji apa saja hak pasien dan bentuk perlindungan hukumnya. Dalam penelitian ini, digunakan pendekatan yuridis normatif khususnya pada pendekatan perundang-undangan, Jenis data yang dipakai dalam penulisan hukum ini adalah data sekunder. Hasil dari penelitian pasien berhak mengetahui segala sesuatu yang berkaitan dengan keadaan penyakit, yakni tentang diagnosis, tindak medik yang akan dilakukan.
Basmi Scabies Dan Faktor Yang Menyebabkan TertularnyaScabies Pada Santri Bustamam, Dita Safira; Nurdin, Ambia; Kiki Asrifa; Khairuman; Meylissa
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/xaxqa658

Abstract

Skabies merupakan infeksi ektoparasit pada manusia yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei var hominis. Sarcoptes scabies termasuk ke dalamfilum Artropoda, kelas Arachnida, dan ordo Acarina. Infeksi skabies terjadi akibat kontak langsung kulit ke kulit atau transmisi dari tungau yang melekat pada pakaian, selimut, atau handuk. Skabies terjadi di seluruh dunia dengan prevalensi sekitar 300 juta kasus per tahun. Infeksi skabies menjadi endemik di kalangan masyarakat miskin, namun tingkat pervalensinya bervariasi. Manifestasi klasik skabies adalah gatal yang lebih sering pada malam hari dengan wajah dan leher yang tidak terpengaruh. Temuan khas pada penyakit ini adalah terowongan yang mungkin tidak selalu terlihat. Masa inkubasi sebelum gejala terjadi adalah 3-6 minggu. Individu yang didiagnosis skabies dan setiap orang yang kontak dengannya harus mendapatkan terapi meskipun tidak disertai tanda dan gejala. Skabisid harus digunakan ke seluruh tubuh dari mulai daerah dagu dan telinga ke bawah. Pasien dengan imunokompromais dan dengan krusta skabies dapat menunjukkan resistensi terhadap terapi topikal dan membutuhkan terapi insektisida sistemik seperti ivermektin oral.
AKIBAT HUKUM MALPRAKTIK YANG DILAKUKAN OLEH TENAGA MEDIS Khesya Nayla Puspita Sari Ponda; Lestari, Diana; Rahayu, Dian; Nurdin, Ambia; Khairuman
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/rw048x78

Abstract

Malpraktik merupakan suatu tindakan kelalaian atau suatu tindakan dengan standar operasional prosedur yang benar tetapi mengakibatkan kerugian pada konsumen dalam ini adalah pasien dan ini dapat mengancam kesehatan dan keselamatan pasien. Malpraktik yang dilakukan oleh tenaga medis tentunya sangat merugikan pihak-pihak yang membutuhkan penanganan medis dan sangat mempengaruhi kaulitas rumah sakit yang tentunya merupakan central dari segala tindakan medis. Berdasarkan hal ini, penelitian ini mengkaji tentang bagaimana pengaturan hukum bagi tenaga medis yang melakukan malpraktik dan bagaimana sanksi pidannya. Untuk menjawab permasalahan ini digunakan metode penelitian normatif dengan melakukan pendekatan perundang-undangan yang mengkaji peraturan perundang-undangan yang berlaku dan pendekatan konseptual untuk mengkaji bahan-bahan kepustakaan dalam bentuk teori-teori dan para pendapat pakar hukum. Pengaturan hukum bagi tindakan malpraktik oleh tenaga medis diatur dalam beberapa peraturan perundang-undangan yang memberikan dasar-dasar pedoman seputar tindakan malpraktik yang dilakukan oleh tenaga medis. Adapun peraturan tersebut ditemukan dalam undang-undang kedokteran dan undang-undang kesehatan dimana memberikan suatu kepastian hukum bagi yang dirugikan. Hal ini merupakan ciri dari hukum itu sendiri dalam menegakkan keadilan. Perbuatan malpraktik yang dilakukan oleh tenaga kesehatan sudah diatur hukumnya dalam peraturan perundang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan dan Kode Etik Kedokteran yang berlaku. Selain itu terdapat sanksi terhadap perbuatan tindakan tenaga medis yang melakukan malpraktik, antara lain yaitu sanksi pidana, sanksi perdata, sanksi administrasi dan sanksi moral.
Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang penyakit scabies,dan hubungan prilaku hidup bersih sehat [PHBS] dan sanitas lingkungan terhadap kejadian penyakit scabies Purnama, Deri Rahmat Ihram; nurdin, ambia; Meylissa; Khairuman
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/m1qcn392

Abstract

Penyakit Menular masih menjadi perhatian oleh negara Indonesia. Salah satu penyakit menular adalah scabies (penyakit kulit) disebabkan oleh infestasi dan sensitisasi terhadap tungau sarcoptes scabiei. Hal ini sering terjadi pada masyarakat yang tinggal secara kelompok, hunian padat, pengetahuan rendah, personal hygiene yang kurang baik. pemeliharaan personal hygiene sangat menentukan status kesehatan, dimana individu secara sadar dan inisiatif pribadi menjaga kesehatan dan mencegah terjadinya penyakit. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan edukasi tentang penyakit scabies. Metode : penelitian ini kuantitatif denggan desain penelitian cross sectional. Jumlah sampel 58 responden dengan teknikHasil : Uji korelasi Rank Spearman didapatkan hasil faktor PHBS dan sanitasi lingkungan berhubungan dengan scabies dimana nilai signifikan (p) sebesar 0,000>α=0,05. Hasil: penilaian ini diharapkan masyarakat dapat lebih memahami pencegahan penyakit scabies dan dapat menjaga personal hygiene yang sangat baik.
Analisis  Angka  Kesembuhan  Dan  Pengobatan  Lengkap  Serta  Keberhasilan  Pengobatan Tuberkulosis  Di  kabupaten  Aceh  Besar  2023 Nurdin, Ambia; diana; khairuman; rahayu, dian
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/v6dpn803

Abstract

Abstract Tuberculosis (TB) is an infectious disease that is still a health problem in Indonesia, including in Aceh Besar. This study aims to analyze the cure and complete treatment rates and the success of TB treatment by gender and district in Aceh Besar in 2023.Data were taken from the Aceh Besar Health Profile in 2023. Data were analyzed using descriptive statistics.The results showed that the number of bacteriologically confirmed pulmonary TB cases found and treated in Aceh Besar in 2023 was 335 cases, with 238 male cases and 97 female cases. The total number of TB cases found and treated was 439, with 300 male and 139 female cases. The bacteriologically confirmed pulmonary TB cure rate was 46.2%, with a male cure rate of 44.2% and a female cure rate of 48.5%. The complete treatment rate for all TB cases was 52.3%, with a male complete treatment rate of 51.7% and a female complete treatment rate of 53.1%. The treatment success rate for all TB cases was 87.1%, with a male treatment success rate of 85.8% and a female treatment success rate of 88.4%. Based on the results of the study, the cure and complete TB treatment rates in Aceh Besar are still below WHO standards. This suggests that more work needs to be done to improve TB treatment success in this area.  
Pengelolaan Program Kesehatan Masyarakat Melalui Forum Kesehatan Kelurahan Siaga Rahayu, Dian; Nurdin , Ambia; Khairuman; Lestari, Diana
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/v1vb7p53

Abstract

This article discusses the role and management of public health programs through the Siaga Village Health Forum (FKKS) as an innovation in efforts to improve community well-being. FKKS is a participatory platform that involves various stakeholders, including the government, healthcare professionals, and the local community, to design, implement, and monitor health programs at the village level. This research explores the implementation of FKKS in addressing various challenges in community health at the local level. Through qualitative methods and case studies, the authors analyze the successes and obstacles faced by FKKS in improving access to health services, enhancing community health literacy, and building resilience capacity in facing disasters and health emergencies. This article provides policy recommendations to strengthen the role of FKKS as an inclusive and sustainable strategy for managing community health programs. With a deep understanding of the factors influencing the success of FKKS, it is hoped that this will provide guidance for policymakers, healthcare practitioners, and communities to optimize community health programs at the village level.
Kangaroo Mother Care Pada Bayi Berat Lahir Rendah : Sistematik Review Nurdin, Ambia; khairuman; diana
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/5hb08k76

Abstract

Masa bayi merupakan masa pertama dalam fase kehidupan seseorang, dimana pada masa ini memerlukan adaptasi terhadap lingkungan. Bayi Berat Lahir Rendah adalah bayi baru lahir yang mem- iliki berat saat lahir kurang dari 2500 gram. Prevalensi BBLR diperkirakan 15% dari seluruh kelahiran di dunia dan lebih sering terjadi di negara berkembang atau dengan sosio ekonomi rendah. Angka kematian BBLR 35x lebih tinggi di banding pada bayi dengan berat lahir lebih dari 2500 gram. untuk mensistensispenelitian-penelitian secara empiris sehingga dapat mengidentifikasi perawatan dengan metode kanga- roo mother care pada BBLR. Sistematik review ini dilakukan melaui tahapan : membuat pertanyaan penelitian, mencari sumber data dan ektraksi serta seleksi artikel. Pencarian artikel menggunakan data- base elektronik yaitu google scholar, Pub Med, SINTA, Kandaga, Nejm, Science Direct dengan kata kunci yang digunakan dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris adalah “BBLR” atau “Low birth weight”, “Kangaroo Mother Care (KMC)”. Kriteria inklusi artikel yang diambil yaitu yang diplubikasikan full text, dalam rentang waktu 2014-2018, jenis penelitian kuantitatif, kriteria peneliti minimal S1 Keperawatan,artikel yang memiliki konten utama intervensi Kangaroo Mother Care untuk perawatan BBLR. Hasil pen- carian ditemukan 1.625 artikel pada Google Scholar 201 artikel, NEJM 12 artikel, Pub Med 633 Artikel, dan Science Direct 779 artikel. Setelah disesuaikan dengan kriteria inklusi maka artikel yang tersisasebanyak 8 artikel. KMC dalam perawatan BBLR berpengaruh signifikan terhadap peningkatan respon fisiologis BBLR. Disarankan KMC sebagai terapi untuk perawatan BBLR yang dapat dilakukan oleh ibu secara langsung, tanpa biaya dengan pemberian pendidikan kesehatan oleh tenaga kesehatan terlebihdahulu.
Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pola Perilaku Sehat: Analisis Kebiasaan Baru Yang Disesuaikan Di Kalangan Masyarakat Nurdin, Ambia; khairuman; diana; Rahayi, Dian
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/de3w9w34

Abstract

This article analyzes the influence of the COVID-19 pandemic on the patterns of healthy behavior among communities, focusing on the newly adapted habits to sustain amidst the pandemic. Data sources are drawn from computerized databases such as PubMed, ScienceDirect, Elsevier, Portal Garuda, and Google Scholar, with inclusion criteria for relevant research articles published between 2019-2023, available in Indonesian or English, and open access. Five articles meeting the inclusion criteria were then analyzed, and data synthesis was conducted. The research findings indicate the emergence of new habits related to healthy lifestyles adapted by communities following the onset of the COVID-19 pandemic. This demonstrates that the COVID-19 pandemic has brought about significant changes in community behavior patterns, particularly in efforts to maintain health and resilience amidst the threatening pandemic situation.
MEMBANGUN MASYARAKAT SEHAT: TANTANGAN DAN SOLUSI DALAM KESEHATAN PUBLIK Firjatullah; Nurdin, Ambia; Khairuman; Lestari, Diana
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/28e2dz27

Abstract

Artikel ilmiah ini membahas tantangan dan solusi dalam membangun masyarakat sehat dengan fokus pada determinan sosial kesehatan, pencegahan penyakit, gaya hidup sehat, dan penguatan sistem kesehatan. Analisis determinan sosial kesehatan dari perspektif Michael Marmot dan Gavin Mooney menggambarkan kompleksitas hubungan antara faktor sosial dan kesehatan. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan menjadi dasar hukum untuk upaya pencegahan penyakit dan promosi gaya hidup sehat. Solusi yang diusulkan mencakup peran penting Don Nutbeam dalam merevolusi masyarakat melalui pendidikan kesehatan, penguatan sistem pencegahan penyakit oleh WHO, dan pandangan Gary S. Becker dan Dewa tentang investasi dalam sumber daya kesehatan. Kesimpulan artikel ini menegaskan perlunya pendekatan holistik dan kolaborasi lintas sektor untuk mencapai masyarakat yang lebih sehat dan berkelanjutan.