Claim Missing Document
Check
Articles

SIFAT SENSORIS GEPLAK ROSELA (Hibiscus sabdariffa) Yustina Wuri Wulandari; Indrias Tri Purwanti; Akhmad Mustofa
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 2, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.031 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.12874

Abstract

Rosella (Hibiscus sabdariffa) adalah salah satu tanaman hortikultura. Kualitas khusus rosella dari Jelok adalah merupakan produk organic. Diversifikasi penanganan rosella diperlukan pada pascapanen. Geplak merupakan salah satu makanan tradisional dari Bantul, Yogyakarta. Rosella memiliki efek potensial pada kesehatan. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan formula geplak rosella dan untuk menganalisis sifat sensoris geplak rosella. Kata kunci : geplak, rosella, sensoris
KARAKTERISTIK ROTI TAWAR DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG SORGUM (Sorghum bicolor (L) MOENCH) TERFERMENTASI DAN TANPA FERMENTASI Ardhea Mustika Sari; LInda Kurniawati; Akhmad Mustofa
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 8, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.338 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.12784

Abstract

This research was aimed to determine the appropriate concentration of fermented and unfermented sorghum flour for bread making which received by the panelists. Sorghum flour was naturally fermented and then dried with cabinet dryer at 60 °C for 8 h. Substitution of sorghum flour either fermented and unfermented performed at various concentration i.e 10%, 20%, 30% and 40%. Organoleptic test results showed that white bread accepted by panelists was subtituted with fermented and unfermented sorghum flour in concentration of 10% and 20%. White bread with fermented sorghum flour substitution of 10% and 20% have moisture content of28.702% and 34.392%, while white bread with unfermented sorghum flour has moisture content 28.660% and 31.857%. Ash content of white bread with fermented sorghum flour 10% and 20% were 0.823% and 0.638%, while white bread with unfermented sorghum flour 10% and 20% have ash content of 0.830% and 0.718%.Fiber content of white bread subtituted with 10% and 20% fermented sorghum flour was 3.375% and 4,206% respectively whereas white bread with 10% and 20% unfermented sorghum flour have fiber content 3.008% and 3.873%. Key words: fermentation, sorghum flour, white bread
Karakteristik Kerupuk Ikan Gabus (Channa striata) – Ikan Tenggiri (Scomberomorus commerson) dengan Substitusi Tepung Mocaf Danar Agi Fauzi; Merkuria Karyantina; Akhmad Mustofa
JITIPARI Vol 7 No 2 (2022): JITIPARI
Publisher : Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.59 KB) | DOI: 10.33061/jitipari.v7i2.7077

Abstract

Kerupuk ikan adalah produk makanan kering yang terbuat dari tepung dengan menambahkan daging ikan, bumbu, dan pengembang. Kerupuk ikan dalam penelitian ini menggunakan daging ikan gabus dan tepung mocaf untuk disubstitusikan dengan ikan tenggiri dan tepung tapioka. Ikan gabus mengandung protein khususnya albumin yang lebih tinggi dibandingkan ikan tenggiri serta kandungan gizi keseluruhan mocaf yang lebih baik dari tapioka. Penelitian ini bertujuan menentukan formulasi serta karakteristik fisik, kimia, dan organoleptik kerupuk ikan sehingga diperoleh kerupuk ikan dengan kadar protein paling tinggi dan disukai konsumen berdasarkan kesukaan keseluruhan. Penelitian ini menggunakan RAL dua faktor formulasi daging ikan dan tepung. Faktor 1 adalah formulasi daging ikan yaitu 400g gabus + 100g tenggiri, 300g gabus + 200g tenggiri, 200g gabus + 300 tenggiri. Faktor 2 adalah formulasi tepung yaitu 40% tapioka + 60% mocaf, 60% tapioka + 40% mocaf, 80% tapioka + 20% mocaf. Pengujian kerupuk ikan gabus - tenggiri substitusi mocaf meliputi uji kimia (kadar air, protein, abu, lemak, dan gula total), uji fisik (volume pengembangan), dan uji organoleptik (warna, rasa, tekstur, dan kesukaan keseluruhan). Hasil terbaik yang memiliki kadar protein paling tinggi berdasarkan nilai kesukaan keseluruhan oleh panelis sebesar 4,23 (disukai) terdapat pada perlakuan formulasi daging ikan (300g ikan gabus + 200g ikan tenggiri) dan formulasi tepung 40% tapioka + 60% mocaf dengan kandungan kadar air 5,08%, protein 8,68%, abu 0,980%, lemak 0,27%, gula total 3,54%, volume pengembangan 176,55% memiliki warna krem kecoklatan, rasa ikan yang gurih, berbentuk utuh, rapi, serta ketebalan rata.
Aktivitas Antioksidan Nori Rumput Laut Hijau (Ulva lactuca) dengan Substitusi Daun Kelor (Moringa oleifera) dan Variasi Suhu Pengeringan Dewi Ayu Wulandari Setyobudi; Nanik Suhartatik; Akhmad Mustofa
JITIPARI Vol 7 No 2 (2022): JITIPARI
Publisher : Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.004 KB) | DOI: 10.33061/jitipari.v7i2.7146

Abstract

Nori merupakan olahan rumput laut jenis Phorphyra yang dibuat dengan cara dihaluskan, dibumbui dan dikeringkan sehingga menghasilkan bentuk lembaran tipis. Penelitian ini menggunakan penambahan daun kelor untuk meningkatkan aktivitas antioksidan dari nori rumput laut hijau yang dibuat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi yang tepat dalam pembuatan nori dari rumput laut hijau dan daun kelor sehingga diperoleh produk nori yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi dan disukai konsumen. Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor yaitu perbandingan rumput laut hijau dan daun kelor dengan variasi suhu pengeringan. Faktor pertama perbandingan rumput laut hijau dan daun kelor (10:90, 20:80, dan 30:70), sedangkan faktor kedua variasi suhu pengeringan nori (45, 55 dan 65˚C). Hasil uji kimia dan sensorik terbaik berdasarkan aktivitas antioksidan adalah substitusi daun kelor dan rumput laut hijau (30:70) dengan variasi suhu pengeringan 45˚C dengan hasil kadar air 13,38%, kadar abu 8,82%, aktivitas antioksidan 69,73% dan kuat tarik 0,86. Hasil uji warna hijau kehitaman pada skor 4,06, flavor daun kelor agak langu pada skor 2,65, kerenyahan nori tidak terlalu renyah pada skor 2,96, kelaotan nori tidak alot pada skor 2,76 dan kesukaan keseluruhan 2,68.
Aktivitas Antioksidan Minuman Beralkohol Berbasis Dami Nangka dengan Variasi Kadar Gula dan Jenis Teh Rama Bagaskara Yulianto; Akhmad Mustofa; Nanik Suhartatik
JITIPARI Vol 7 No 2 (2022): JITIPARI
Publisher : Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.104 KB) | DOI: 10.33061/jitipari.v7i2.7207

Abstract

Penelitian ini menggunakan bahan baku dami nangka. Dami nangka merupakan bagian terbesar kedua setelah daging buah yang jumlahnya cukup banyak. Namun pada saat buah matang, dami sering kali dibuang karena rasanya yang tidak manis. Teh memiliki kandungan senyawa polifenol yang cukup tinggi, seperti flavonoid, fenol dan antioksidan. Minuman beralkohol yang digabungkan dengan teh dapat membantu mengurangi efek negatif terhadap kesehatan seperti berkurangnya antioksidan dalam darah, meningkatnya berat badan, dan timbulnya penyakit sirosis hati. Manfaat penambahan gula pada proses fermentasi bertujuan untuk memperoleh kadar alkohol yang lebih tinggi, tetapi bila kadar gula terlalu tinggi aktivitas khamir dapat terhambat. Tujuan dari penelitian ini yaitu menentukan pengaruh kadar gula dan jenis teh agar dihasilkan minuman alkohol yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi dan menentukan minuman alkohol yang disukai panelis. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor pertama yaitu penambahan gula 75, 125, dan 175 gram. Faktor kedua yaitu penambahan jenis teh hitam, teh hijau, teh oolong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan gula dan teh berpengaruh nyata terhadap sifat kimia pada minuman beralkohol dami nangka. Formulasi minuman beralkohol dami nangka yang tinggi antioksidan adalah penambahan gula 75 gram dan teh hijau dengan aktivitas antioksidan paling tinggi yaitu 85.90%.
THE EFFECT OF NUTRITION EDUCATION ON THE ENHANCEMENT OF HEALTHY FOOD KNOWLEDGE OF SCHOOL AGE CHILDREN Nanik Suhartatik; Akhmad Mustofa; Isnaini Elok Nur Azizah; Merkuria Karyantina; Sri Handayani; Riyani
PROCEEDING ICTESS (Internasional Conference on Technology, Education and Social Sciences) 2022: PROCEEDINGS ICTESS
Publisher : PROCEEDING ICTESS (Internasional Conference on Technology, Education and Social Sciences)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nutrition education is an educational program to increase knowledge and attitudes toward nutrition.Higher nutritional knowledge will affect food consumption attitudes and behaviors. Nutrition educationincludes several activities as part of a two-way communication process for knowledge improvementwhich can help one understand and overcome nutrition problems. This study aims to determine theeffect of nutritional education provision on the enhancement of children's healthy food knowledge andprovide information on the proper and correct consumption of healthy foods in the case of publicelementary school of 16 Purwodadi, Grobogan. In this study, 66 fifth graders were involved asrespondents. The respondents were divided into 2 classes, namely, the education class and the noneducationclass. This research began with a pre-test to collect initial data, followed by provision ofeducation four times over a period of three days for the education class. After 2 months, a post-testwas conducted to collect the final data using online questionnaire. The results showed that theprovision of education did not significantly affect the respondents’ knowledge about healthy food butcould change the consumption behavior for some food. However there was a differences in meanvalue of knowledge after education for some questions. In the true/false questions about junk foods,two results were found to change after giving a nutrition education. Such efforts need to be done toimprove food consumption and consumer behavior along food.Keywords: Nutrition education, fast food, healthy food
Karakteristik Fisikokimia dan Organoleptik Flakes Tepung Komposit dengan Penambahan Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Alfinda Taju Ulya; Akhmad Mustofa; Nanik Suhartatik
JITIPARI Vol 8 No 1 (2023): JITIPARI
Publisher : Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/jitipari.v8i1.7154

Abstract

Flakes merupakan makanan sarapan siap saji berbentuk pipih yang biasa dicampur dengan susu. Flakes biasa dibuat dengan bahan dasar bahan berpati. Penelitian ini menggunakan bahan dasar tepung mocaf dan tepung biji nangka dengan penambahan puree buah naga merah. Tujuan dari penelitian ini yaitu menentukan formulasi yang tepat untuk menghasilkan flakes tepung mocaf dan tepung biji nangka dengan penambahan puree buah naga merah sebagai sumber serat. Rancangan percobaan yang dilakukan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor pertama yaitu perbandingan rasio tepung mocaf dan tepung biji nangka (60:40, 50:50, 60:40). Faktor kedua yaitu penambahan puree buah naga merah 10, 15 dan 20%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rasio tepung mocaf, tepung biji nangka dan puree buah naga merah berpengaruh nyata terhadap kadar protein dan kadar serat pangan. Formulasi flakes dengan kandungan serat dan protein paling optimal serta disukai panelis terdapat pada rasio tepung mocaf 40%, tepung biji nangka 60% dengan penambahan puree buah naga merah sebanyak 20% yang memiliki kadar air 9,69%, kadar abu 2,28%, kadar lemak 11,41%, kadar serat pangan 11,17%, kadar protein 8,26% kadar karbohidrat 76,62%. Hasil uji organoleptik terhadap warna 3,77 (oranye sedikit gelap), kekerasan 3,96 (agak keras), kerenyahan 2,43 (cukup renyah), flavor biji nangka 2,80 (flavor biji nangka cukup berasa), kesan halus/kasar 3,45 (agak kasar), dan kesukaan keseluruhan 2,95 (cukup suka). Flakes berbahan baku tepung mocaf, biji nangka dan buah naga merah memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk pangan baru.
Karakteristik Fisikokimia dan Organoleptik Mi Kering Substitusi Tepung Talas (Colocasi esculenta) dengan Penambahan Daun Katuk (Sauropus androgynus) Nurhidayanti Nurhidayanti; Nanik Suhartatik; Akhmad Mustofa
JITIPARI Vol 8 No 1 (2023): JITIPARI
Publisher : Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/jitipari.v8i1.7191

Abstract

  Mi kering tepung umbi talas cenderung memiliki tekstur kurang bagus dan mudah putus. Hal ini dikarenakan talas tidak mengandung gluten meskipun mengandung pati yang cukup tinggi yaitu sekitar 70-80%. Talas kimpul juga memiliki harga yang murah dan mudah dihasilkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik kimia dan organoleptik mi dengan penambahan tepung talas dan ekstrak daun katuk sebagai pewarna alami. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dua faktor yaitu perbandingan tepung talas dan tepung terigu (90:10, 80:20, 70:30 g) serta konsentrasi ekstra daun katuk (10/100, 20/100, 30/100 ml). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik adalah pada perlakuan perbandingan tepung talas: terigu 70:30g dengan ekstrak daun katuk 20/100ml. Perlakuan ini menghasilkan mi dengan karakteristik kadar air 8,73%, protein 7,67%, abu 2,56%, serat 4,49% dan 13,11% untuk aktivitas antioksidan.  Hasil uji organoleptik pada perlakuan ini menghasilkan warna setelah pengeringan 3,31 (hijau gelap), warna setelah perebusan 3,29 (hijau agak gelap), cukup kenyal (2,65), aroma talas nampak (2,73) dan cukup disukai (2,17). Mi kering talas dengan penambahan daun katuk dapat menjadi alternatif mi kering yang memenuhi standar yang ada dan memiliki nilai lebih yaitu memiliki aktivitas antioksidan.
Karakteristik Fisik dan Organoleptik Mie dengan Penambahan Bubur Buah Bengkuang (Pachyrhizus erosus) dan Bubur Bayam Merah (Amaranthus tricolor) Dara Chandra Pustika; Akhmad Mustofa; Nanik Suhartatik
JITIPARI Vol 8 No 1 (2023): JITIPARI
Publisher : Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/jitipari.v8i1.7341

Abstract

Mi basah merupakan jenis mi yang proses pembuatannya dilakukan dengan perebusan sehingga kadar air cenderung lebih tinggi dan memiliki daya simpan relatif singkat. Bengkuang merupakan salah satu buah yang memiliki kadar serat tinggi sehingga baik untuk pencernaan. Bayam merah merupakan jenis bayam yang memiliki kandungan betalain tinggi dan cocok diaplikasikan sebagai pewarna makanan alami. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk menentukan karakteristik kimia dan organoleptik mi dengan penambahan bengkuang dan bayam merah serta menentukan formulasi penambahan bengkuang dan bayam merah yang tepat sehingga diperoleh mi yang berkualitas dan disukai konsumen. Rancangan percobaan yang digunakan berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktorial yaitu perbandingan tepung tapioka dan tepung terigu serta perbandingan bubur bengkuang dengan bubur bayam merah. Formulasi mi basah terpilih baik dari segi kimia dan organoleptik adalah mi basah dengan penambahan bengkuang:bayam sebanyak 10:90 dan perbandingan tepung terigu:tepung tapioka sebanyak 50:50, dengan kadar air 32,73%, kadar abu 2,55%, kadar lemak 0,81%, kadar protein 9,07%, kadar karbohidrat 54,84%, kadar serat 5,54%, tekstur 2,53 (cukup kenyal), warna 2,99 (cukup suka), flavor bengkuang 2,32 (cukup kuat), flavor bayam 2,81 (cukup kuat), dan kesukaan keseluruhan 2,57 (cukup suka). Mi dengan bahan tapioka, bengkuang dan bayam menghasilkan mi yang kaya gizi dan juga serat serta protein
PENINGKATAN KESADARAN KELUARGA AKAN ASUPAN GIZI DAN KEAMANAN PANGAN BAGI ANAK DI DESA MATESIH, KARANGANYAR, JAWA TENGAH Akhmad Mustofa; Yannie Asrie Widanti
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol 10 No 2 (2023): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v10i2.4286

Abstract

Tumbuh kembang anak di umur 1 – 5 tahun adalah hal yang sangat penting dan harus selalu diperhatikan oleh orang tua. Pertumbuhan anak membutuhkan asupan gizi yang tidak hanya seimbang tapi juga mencukupi atau sesuai dengan kebutuhan anak. Keterbatasan pengetahuan orang tua khususnya dalam memberikan asupan gizi dan juga tentang keamanan makanan atau minuman bagi anak berpengaruh nyata terhadap sikap dan perilaku orang tua terhadap anak dalam menyediakan pangan bagi anak – anak mereka. Matesih yang merupakan salah satu desa di kecamatan Matesih kabupaten Karanganyar, walaupun sudah memiliki sarana informasi yang memadai tetapi informasi asupan gizi dan keamanan pangan bagi anak masih tetap dibutuhkan. Tujuan dari pengabdian ini adalah bagaimana meningkatkan kesadaran orang tua tentang asupan gizi dan keamanan pangan bagi anak. Diskusi interaktif dengan para orang tua memberikan banyak masukan dan juga membuka wawasan para orang tua akan pentingnya memahami tumbuh kembang anak dengan mendukung anak – anak dalam menyediakan makanan yang bergizi, mencukupi kebutuhan dan aman bagi anak – anak.
Co-Authors Ahmad Gunawan Ahmad Gunawan Ainun Mardiyah Alfinda Taju Ulya Ali Djamhuri Anggi Aswinda Nur Hasanah Angraini Mariam Saraswati Astuti, Beti C Bernaulli Putri Mulyanto Beti Cahyaning Astuti Budiman Nur Arifin Damayanti, Putri G Danar Agi Fauzi Dara Chandra Pustika Desy Lustiyani Dewi Ayu Wulandari Setyobudi Dwi Yulia Vina Pratiwi Eko Yuliastuti E.S Endang Sutriswati Rahayu Fadholi, Kirnawan Fajariyah, Anna Firdhauzi, Amila Fitriyani, Reza Handayani, Sri Hasanah, Amalia L Husnun, Fadilah Ihfan Bagas Aditya Indah Prabawati INDAH PRABAWATI Indrias Tri Purwanti Irvia Resti Puyanda Isnaini Elok Nur Azizah Jessica Noni Estria Wicaksana Dwi Saputri Khabibulloh, Mohammad J M Kirana Swasti Ningrum Kurniawan, Yanuar Aldy Liana Dewi Pratiwi Linda Kurniawati Lintang Sekar Sari Maharani, Henriani Sintia Maria, Agnes Merkuria Karyantina Mufadilah, Iklima Muhammad Nur Cahyanto Mulyanto, Bernaulli Putri Nanda Pratiwi Nanik Suhartatik Ningrum, Ega Sulistiyo Ningrum, Kirana Swasti Novianto, Maulana Machfud Novianto Nugraheni, Oktina Nugraheni, Ratna Dewi Nugroho, Wahyuningtyas Puji Nur Hasanah, Anggi Aswinda Nurhidayanti Nurhidayanti Nuzulullail, Agung Subakti Oktavia Permatasari Patmasari, Diyah Ayu Eka Permatasari, Oktavia Ponco Mursito Pradana, Ridofan Aji Pranata, Gigih Putri, Lindasari Pradita Rahmawanti, Mutia D Rama Bagaskara Yulianto Ramadhani, Eko Pramudya Reza Fitriyani Ria Pertiwi Riyani Rosyada, Alfin Ni'mah Rynati Dwi Cahyaningrum Saputri, Jessica Noni Estria Wicaksana Dwi Saputri, Wikiyas L Saraswati, Angraini Mariam Sari, Ardhea Mustika Sari, Lintang Sekar Septi Rohmawati Sholihah, Efi N Sri . Handayani Sri Handayani Sri Handayani Sri Raharjo Suhartatik, Naniek Supriyanto, Jamal Titiek F Djaafar Tri Marwati Tri Nikawati Vranada, Aric Wahyu Jokopriyambodo Wahyuningtyas Puji Nugroho Wanda Nurwidyana Utami Warjito, W Wibowo, Diky Gusnanto Widya Anggraini Pamungkas Wijaya, Danastri Wulandari, Y Wuri Y Wuri Wulandari Yannie Asrie Widanti Yannie Asrie Widanti Yannie Asrie Widanti Yuli Fadmawati, Galih Ayu Yustina Wuri Wulandari Yustina Wuri Wulandari Yustina Wuri Wulandari