Claim Missing Document
Check
Articles

Aktivitas Antioksidan Nori Rumput Laut Hijau (Ulva lactuca) dengan Substitusi Daun Kelor (Moringa oleifera) dan Variasi Suhu Pengeringan Dewi Ayu Wulandari Setyobudi; Nanik Suhartatik; Akhmad Mustofa
JITIPARI Vol 7 No 2 (2022): JITIPARI
Publisher : Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.004 KB) | DOI: 10.33061/jitipari.v7i2.7146

Abstract

Nori merupakan olahan rumput laut jenis Phorphyra yang dibuat dengan cara dihaluskan, dibumbui dan dikeringkan sehingga menghasilkan bentuk lembaran tipis. Penelitian ini menggunakan penambahan daun kelor untuk meningkatkan aktivitas antioksidan dari nori rumput laut hijau yang dibuat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi yang tepat dalam pembuatan nori dari rumput laut hijau dan daun kelor sehingga diperoleh produk nori yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi dan disukai konsumen. Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor yaitu perbandingan rumput laut hijau dan daun kelor dengan variasi suhu pengeringan. Faktor pertama perbandingan rumput laut hijau dan daun kelor (10:90, 20:80, dan 30:70), sedangkan faktor kedua variasi suhu pengeringan nori (45, 55 dan 65˚C). Hasil uji kimia dan sensorik terbaik berdasarkan aktivitas antioksidan adalah substitusi daun kelor dan rumput laut hijau (30:70) dengan variasi suhu pengeringan 45˚C dengan hasil kadar air 13,38%, kadar abu 8,82%, aktivitas antioksidan 69,73% dan kuat tarik 0,86. Hasil uji warna hijau kehitaman pada skor 4,06, flavor daun kelor agak langu pada skor 2,65, kerenyahan nori tidak terlalu renyah pada skor 2,96, kelaotan nori tidak alot pada skor 2,76 dan kesukaan keseluruhan 2,68.
Aktivitas Antioksidan Minuman Beralkohol Berbasis Dami Nangka dengan Variasi Kadar Gula dan Jenis Teh Rama Bagaskara Yulianto; Akhmad Mustofa; Nanik Suhartatik
JITIPARI Vol 7 No 2 (2022): JITIPARI
Publisher : Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.104 KB) | DOI: 10.33061/jitipari.v7i2.7207

Abstract

Penelitian ini menggunakan bahan baku dami nangka. Dami nangka merupakan bagian terbesar kedua setelah daging buah yang jumlahnya cukup banyak. Namun pada saat buah matang, dami sering kali dibuang karena rasanya yang tidak manis. Teh memiliki kandungan senyawa polifenol yang cukup tinggi, seperti flavonoid, fenol dan antioksidan. Minuman beralkohol yang digabungkan dengan teh dapat membantu mengurangi efek negatif terhadap kesehatan seperti berkurangnya antioksidan dalam darah, meningkatnya berat badan, dan timbulnya penyakit sirosis hati. Manfaat penambahan gula pada proses fermentasi bertujuan untuk memperoleh kadar alkohol yang lebih tinggi, tetapi bila kadar gula terlalu tinggi aktivitas khamir dapat terhambat. Tujuan dari penelitian ini yaitu menentukan pengaruh kadar gula dan jenis teh agar dihasilkan minuman alkohol yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi dan menentukan minuman alkohol yang disukai panelis. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor pertama yaitu penambahan gula 75, 125, dan 175 gram. Faktor kedua yaitu penambahan jenis teh hitam, teh hijau, teh oolong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan gula dan teh berpengaruh nyata terhadap sifat kimia pada minuman beralkohol dami nangka. Formulasi minuman beralkohol dami nangka yang tinggi antioksidan adalah penambahan gula 75 gram dan teh hijau dengan aktivitas antioksidan paling tinggi yaitu 85.90%.
THE EFFECT OF NUTRITION EDUCATION ON THE ENHANCEMENT OF HEALTHY FOOD KNOWLEDGE OF SCHOOL AGE CHILDREN Nanik Suhartatik; Akhmad Mustofa; Isnaini Elok Nur Azizah; Merkuria Karyantina; Sri Handayani; Riyani
PROCEEDING ICTESS (Internasional Conference on Technology, Education and Social Sciences) 2022: PROCEEDINGS ICTESS
Publisher : PROCEEDING ICTESS (Internasional Conference on Technology, Education and Social Sciences)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nutrition education is an educational program to increase knowledge and attitudes toward nutrition.Higher nutritional knowledge will affect food consumption attitudes and behaviors. Nutrition educationincludes several activities as part of a two-way communication process for knowledge improvementwhich can help one understand and overcome nutrition problems. This study aims to determine theeffect of nutritional education provision on the enhancement of children's healthy food knowledge andprovide information on the proper and correct consumption of healthy foods in the case of publicelementary school of 16 Purwodadi, Grobogan. In this study, 66 fifth graders were involved asrespondents. The respondents were divided into 2 classes, namely, the education class and the noneducationclass. This research began with a pre-test to collect initial data, followed by provision ofeducation four times over a period of three days for the education class. After 2 months, a post-testwas conducted to collect the final data using online questionnaire. The results showed that theprovision of education did not significantly affect the respondents’ knowledge about healthy food butcould change the consumption behavior for some food. However there was a differences in meanvalue of knowledge after education for some questions. In the true/false questions about junk foods,two results were found to change after giving a nutrition education. Such efforts need to be done toimprove food consumption and consumer behavior along food.Keywords: Nutrition education, fast food, healthy food
Karakteristik Fisikokimia dan Organoleptik Flakes Tepung Komposit dengan Penambahan Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Alfinda Taju Ulya; Akhmad Mustofa; Nanik Suhartatik
JITIPARI Vol 8 No 1 (2023): JITIPARI
Publisher : Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/jitipari.v8i1.7154

Abstract

Flakes merupakan makanan sarapan siap saji berbentuk pipih yang biasa dicampur dengan susu. Flakes biasa dibuat dengan bahan dasar bahan berpati. Penelitian ini menggunakan bahan dasar tepung mocaf dan tepung biji nangka dengan penambahan puree buah naga merah. Tujuan dari penelitian ini yaitu menentukan formulasi yang tepat untuk menghasilkan flakes tepung mocaf dan tepung biji nangka dengan penambahan puree buah naga merah sebagai sumber serat. Rancangan percobaan yang dilakukan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor pertama yaitu perbandingan rasio tepung mocaf dan tepung biji nangka (60:40, 50:50, 60:40). Faktor kedua yaitu penambahan puree buah naga merah 10, 15 dan 20%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rasio tepung mocaf, tepung biji nangka dan puree buah naga merah berpengaruh nyata terhadap kadar protein dan kadar serat pangan. Formulasi flakes dengan kandungan serat dan protein paling optimal serta disukai panelis terdapat pada rasio tepung mocaf 40%, tepung biji nangka 60% dengan penambahan puree buah naga merah sebanyak 20% yang memiliki kadar air 9,69%, kadar abu 2,28%, kadar lemak 11,41%, kadar serat pangan 11,17%, kadar protein 8,26% kadar karbohidrat 76,62%. Hasil uji organoleptik terhadap warna 3,77 (oranye sedikit gelap), kekerasan 3,96 (agak keras), kerenyahan 2,43 (cukup renyah), flavor biji nangka 2,80 (flavor biji nangka cukup berasa), kesan halus/kasar 3,45 (agak kasar), dan kesukaan keseluruhan 2,95 (cukup suka). Flakes berbahan baku tepung mocaf, biji nangka dan buah naga merah memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk pangan baru.
Karakteristik Fisikokimia dan Organoleptik Mi Kering Substitusi Tepung Talas (Colocasi esculenta) dengan Penambahan Daun Katuk (Sauropus androgynus) Nurhidayanti Nurhidayanti; Nanik Suhartatik; Akhmad Mustofa
JITIPARI Vol 8 No 1 (2023): JITIPARI
Publisher : Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/jitipari.v8i1.7191

Abstract

  Mi kering tepung umbi talas cenderung memiliki tekstur kurang bagus dan mudah putus. Hal ini dikarenakan talas tidak mengandung gluten meskipun mengandung pati yang cukup tinggi yaitu sekitar 70-80%. Talas kimpul juga memiliki harga yang murah dan mudah dihasilkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik kimia dan organoleptik mi dengan penambahan tepung talas dan ekstrak daun katuk sebagai pewarna alami. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dua faktor yaitu perbandingan tepung talas dan tepung terigu (90:10, 80:20, 70:30 g) serta konsentrasi ekstra daun katuk (10/100, 20/100, 30/100 ml). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik adalah pada perlakuan perbandingan tepung talas: terigu 70:30g dengan ekstrak daun katuk 20/100ml. Perlakuan ini menghasilkan mi dengan karakteristik kadar air 8,73%, protein 7,67%, abu 2,56%, serat 4,49% dan 13,11% untuk aktivitas antioksidan.  Hasil uji organoleptik pada perlakuan ini menghasilkan warna setelah pengeringan 3,31 (hijau gelap), warna setelah perebusan 3,29 (hijau agak gelap), cukup kenyal (2,65), aroma talas nampak (2,73) dan cukup disukai (2,17). Mi kering talas dengan penambahan daun katuk dapat menjadi alternatif mi kering yang memenuhi standar yang ada dan memiliki nilai lebih yaitu memiliki aktivitas antioksidan.
Karakteristik Fisik dan Organoleptik Mie dengan Penambahan Bubur Buah Bengkuang (Pachyrhizus erosus) dan Bubur Bayam Merah (Amaranthus tricolor) Dara Chandra Pustika; Akhmad Mustofa; Nanik Suhartatik
JITIPARI Vol 8 No 1 (2023): JITIPARI
Publisher : Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/jitipari.v8i1.7341

Abstract

Mi basah merupakan jenis mi yang proses pembuatannya dilakukan dengan perebusan sehingga kadar air cenderung lebih tinggi dan memiliki daya simpan relatif singkat. Bengkuang merupakan salah satu buah yang memiliki kadar serat tinggi sehingga baik untuk pencernaan. Bayam merah merupakan jenis bayam yang memiliki kandungan betalain tinggi dan cocok diaplikasikan sebagai pewarna makanan alami. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk menentukan karakteristik kimia dan organoleptik mi dengan penambahan bengkuang dan bayam merah serta menentukan formulasi penambahan bengkuang dan bayam merah yang tepat sehingga diperoleh mi yang berkualitas dan disukai konsumen. Rancangan percobaan yang digunakan berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktorial yaitu perbandingan tepung tapioka dan tepung terigu serta perbandingan bubur bengkuang dengan bubur bayam merah. Formulasi mi basah terpilih baik dari segi kimia dan organoleptik adalah mi basah dengan penambahan bengkuang:bayam sebanyak 10:90 dan perbandingan tepung terigu:tepung tapioka sebanyak 50:50, dengan kadar air 32,73%, kadar abu 2,55%, kadar lemak 0,81%, kadar protein 9,07%, kadar karbohidrat 54,84%, kadar serat 5,54%, tekstur 2,53 (cukup kenyal), warna 2,99 (cukup suka), flavor bengkuang 2,32 (cukup kuat), flavor bayam 2,81 (cukup kuat), dan kesukaan keseluruhan 2,57 (cukup suka). Mi dengan bahan tapioka, bengkuang dan bayam menghasilkan mi yang kaya gizi dan juga serat serta protein
PENINGKATAN KESADARAN KELUARGA AKAN ASUPAN GIZI DAN KEAMANAN PANGAN BAGI ANAK DI DESA MATESIH, KARANGANYAR, JAWA TENGAH Akhmad Mustofa; Yannie Asrie Widanti
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol 10 No 2 (2023): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v10i2.4286

Abstract

Tumbuh kembang anak di umur 1 – 5 tahun adalah hal yang sangat penting dan harus selalu diperhatikan oleh orang tua. Pertumbuhan anak membutuhkan asupan gizi yang tidak hanya seimbang tapi juga mencukupi atau sesuai dengan kebutuhan anak. Keterbatasan pengetahuan orang tua khususnya dalam memberikan asupan gizi dan juga tentang keamanan makanan atau minuman bagi anak berpengaruh nyata terhadap sikap dan perilaku orang tua terhadap anak dalam menyediakan pangan bagi anak – anak mereka. Matesih yang merupakan salah satu desa di kecamatan Matesih kabupaten Karanganyar, walaupun sudah memiliki sarana informasi yang memadai tetapi informasi asupan gizi dan keamanan pangan bagi anak masih tetap dibutuhkan. Tujuan dari pengabdian ini adalah bagaimana meningkatkan kesadaran orang tua tentang asupan gizi dan keamanan pangan bagi anak. Diskusi interaktif dengan para orang tua memberikan banyak masukan dan juga membuka wawasan para orang tua akan pentingnya memahami tumbuh kembang anak dengan mendukung anak – anak dalam menyediakan makanan yang bergizi, mencukupi kebutuhan dan aman bagi anak – anak.
Antioxidant Activity of Colored Rice Flour with Drying Temperature Variations Budiman Nur Arifin; Akhmad Mustofa; Yannie Asrie Widanti
JITIPARI Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/jitipari.v8i2.7250

Abstract

Rice is the main product obtained from grain produced by the rice plant (Oryza sativa) whose entire layer has been peeled off and the bran layer has been separated in the form of head rice, whole rice grains, broken rice, and groats. There are several types of pigmented rice such as brown rice, black rice and black glutinous rice. These kinds of rice have not been utilized optimally so that a processing process is needed to increase the economic value of the colored rice. One of the processing is made as flour so that it is durable and easy to distribute and flour can be used as a food processing material that is practical, easy and durable. One of the processed rice is rice flour. Colored rice flour is the result of processing brown rice, black rice and black glutinous rice by milling or flouring. This study aims to determine the optimal temperature in the manufacture of colored rice flour in order to obtain colored rice flour which has high antioxidant activity and high anthocyanins. The result of flouring is in the form of very fine grains. Flour has a low water content so it is more durable and long lasting. In order to reduce the moisture content, drying is carried out. The study used a completely randomized design (RAL) consisting of 2 factors. The first factor was the type of colored rice, while the second factor was the drying temperature of rice flour. The optimal treatment results were a combination of black glutinous rice flour treatment and a drying temperature of 45°C for 60 minutes, the following results were obtained: water content 7.44%, antioxidant activity by DPPH method 69.89%, antioxidant activity by FRAP method 81.35%, yield 25.29%, total phenol 175.85 mg/kg, and anthocyanin levels 327.10 ppm. Changes in temperature during the drying process of colored rice will affect the characteristics of the colored rice.
PENINGKATAN KUALITAS WARNA RAMBAK CAKAR MELALUI SOSIALISASI PENAMBAHAN BAHAN TAMBAHAN PANGAN (BTP) Irvia Resti Puyanda; Rynati Dwi Cahyaningrum; Akhmad Mustofa
Jurnal Abdimas Bina Bangsa Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Abdimas Bina Bangsa
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jabb.v4i2.739

Abstract

Color is one of the parameters in seletecting rambak products. When displaying in market, rambak cakar products are often found with heterogeny colors. One of the Home Industries (IRT) of rambak in Klaten city experienced a heterogen color problem which resulted in fluctuations in product sales. This community service program aims to provide information and training on the addition of lime paste as food addictive to improve the color quality of rambak cakar. The methods used in this service include; 1) Socialization, 2) Training, 3) Evaluation. From the socialization, it was found that the owners and employees in the production division understood howto use and apply lime paste as food addictive. The training (practice) stated that the addiotion of 2% lime paste had an effect on the rambak cakar’s brightness. At the evaluation stage, it was seen that the value of the paired comparison test on 20 panelists regarding the color characteristics of rambak cakar was 19 at the t level 1%, which indicated that the color produced were different
Peningkatan Pengetahuan Nutrisi untuk Tumbuh Kembang Anak Guna Menurunkan Angka Stunting di Desa Gebyog Mojogedang Karanganyar Mustofa, Akhmad; Suhartatik, Nanik
Jurnal Pengabdian dan Peningkatan Mutu Masyarakat (Janayu) Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian dan Peningkatan Mutu Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/janayu.v4i2.23854

Abstract

Stunting was a major problem in the development progress and must be resolved immediately. Karanganyar as one of the districts in Central Java province that has a stunting rate of 5.86% (2021). Even this number was lower than the national average for stunting, it must be handled with care so that Indonesia can be free from stunting. Mojogedang as one of the sub-districts in Karanganyar has the highest stunting rate compared to other sub-districts. Of all the villages in the Mojogedang, Gebyog is the village with the highest stunting rate in the Mojogedang sub-district, even the highest in Karanganyar Regency in 2021. Personal approach to provide understanding and also the actions needed to eradicate stunting is the goal of the program. The service was carried out by the community service team. The purpose of this activity was to increase the knowledge of pregnant women or prospective mothers about nutrition for pregnant and lactating women. The activity was carried out by recording the number of stunting sufferers, followed by conducting counseling for early marriage, nutrition for pregnant and lactating women, and the effect of stunting on children's conditions. The activity ended with the provision of additional food to families of stunting sufferers. Based on observations made in the field, the factors causing stunting in Gebyog Village were the lack of knowledge about nutrition for pregnant or lactating women and the number of early marriages. Although poverty is also a contributing factor, with the dominance of the population being farmers, the community is able to provide healthy and nutritious food every day. Handling stunting should be based on the problems and natural potentials that exist in the region and involve all fileds
Co-Authors Ahmad Gunawan Ahmad Gunawan Ainun Mardiyah Alfinda Taju Ulya Ali Djamhuri Anggi Aswinda Nur Hasanah Angraini Mariam Saraswati Astuti, Beti C Bernaulli Putri Mulyanto Beti Cahyaning Astuti Budiman Nur Arifin Damayanti, Putri G Danar Agi Fauzi Dara Chandra Pustika Desy Lustiyani Dewi Ayu Wulandari Setyobudi Diyah Ayu Eka Patmasari Dwi Yulia Vina Pratiwi Einstivina Nuryandani Eko Yuliastuti E.S Endang Sutriswati Rahayu Fadholi, Kirnawan Fadilah Husnun Fajariyah, Anna Firdhauzi, Amila Fitriyani, Reza Hasanah, Amalia L Husnun, Fadilah Ihfan Bagas Aditya Indah Prabawati INDAH PRABAWATI Indrias Tri Purwanti Irvia Resti Puyanda Isnaini Elok Nur Azizah Jessica Noni Estria Wicaksana Dwi Saputri Khabibulloh, Mohammad J M Kirana Swasti Ningrum Kurniawan, Yanuar Aldy Linda Kurniawati, Linda Lintang Sekar Sari Maharani, Henriani Sintia Maria, Agnes Merkuria Karyantina Mufadilah, Iklima Muhammad Nur Cahyanto Mulyanto, Bernaulli Putri Nanda Pratiwi Nanik Suhartatik Nikawati, Tri Ningrum, Ega Sulistiyo Ningrum, Kirana Swasti Novianto, Maulana Machfud Novianto Nugraheni, Oktina Nugraheni, Ratna Dewi Nugroho, Wahyuningtyas Puji Nur Hasanah, Anggi Aswinda Nurhidayanti Nurhidayanti Nuzulullail, Agung Subakti Oktavia Permatasari Permatasari, Oktavia Pertiwi, Ria Ponco Mursito Pradana, Ridofan Aji Pranata, Gigih Pratiwi, Liana Dewi Pundhi Ludiani Hartiwi Putri, Lindasari Pradita Rahmawanti, Mutia D Rama Bagaskara Yulianto Ramadhani, Eko Pramudya Reza Fitriyani Riyani Rosyada, Alfin Ni'mah Rynati Dwi Cahyaningrum Saputri, Jessica Noni Estria Wicaksana Dwi Saputri, Wikiyas L Saraswati, Angraini Mariam Sari, Ardhea Mustika Sari, Lintang Sekar Septi Rohmawati Sholihah, Efi N Soraya Habibi Sri . Handayani Sri Handayani Sri Handayani Sri Handayani Sri Raharjo Suhartatik, Naniek Supriyanto, Jamal Titiek F Djaafar Tri Marwati Vranada, Aric Wahyu Jokopriyambodo Wahyuningtyas Puji Nugroho Wanda Nurwidyana Utami Warjito, W Wibowo, Diky Gusnanto Widya Anggraini Pamungkas Wijaya, Danastri Wulandari, Y Wuri Y Wuri Wulandari Yannie Asrie Widanti Yannie Asrie Widanti Yuli Fadmawati, Galih Ayu Yustina Wuri Wulandari Yustina Wuri Wulandari Yustina Wuri Wulandari Yustina Wuri Wulandari