Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Action on health screening and education to disseminate and improve the health status of the elderly Widiyanti, Septi; Fibrila, Firda; Herlina, Herlina; Ridwan, M; Lestari, Gangsar Indah; Puspitaningrum, Elisa Murti
Indonesian Journal of Community Services Cel Vol. 3 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Community Services Cel
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70110/ijcsc.v3i1.57

Abstract

Indonesia has an alarming trend where from year to year the prevalence of degenerative diseases continues to increase, especially in the elderly. This condition is further exacerbated by the number of elderly people in Indonesia reaching 10.48% in proportion to 1 elderly person supported by the productive age population. In addition, there are still many elderly people who are vulnerable due to a lack of preparation both financially and non-financially. The implementation of this health screening action aims to stimulate the growth of disease prevention behavior in old age through education and disease screening activities. The methods used are counseling and health checks. As a result of this activity, 24 elderly people voluntarily participated in health screening. The health condition of the elderly in neighborhood V of Margodadi Village, South Metro District was identified. As many as 95.8% of the elderly are in an unhealthy condition. At least they have 1 problematic health indicator including BMI status, blood pressure, temporary blood glucose value, and uric acid. With details: hypertension 75% (18 elderly), high uric acid levels, 41.6% (10 elderly), and there is 1 elderly who has a malnutrition status based on BMI. It is important to provide assistance, especially for the elderly who are malnourished, to pay attention to food consumption that meets balanced nutritional standards. If possible, provide additional food such as mung bean porridge or other types and do physical activity to increase the metabolism of the elderly body which can support to improve the quality of life.
Peningkatan Kesehatan Remaja Putri melalui Penapisan dan Pendampingan Kesehatan Reproduksi Remaja di Pondok Pesantren Darul Muttaqin Al Islami Metro Fibrila, Firda; Widiyanti, Septi; Lestari, Gangsar Indah; Ridwan, M
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.17565

Abstract

ABSTRAK Kelompok remaja dianggap selalu dalam kondisi sehat, kenyataannya banyak permasalahan kesehatan yang dialami oleh remaja. Terdapat 4 masalah kesehatan remaja Indonesia yaitu 48,9% anemia, 21,6% stunting, 36,3% kekurangan energi kronik (KEK), obesitas usia > 18 tahun dengan IMT≥25 sebesar 13,5% dan dengan IMT≥27 sebanyak 15,4%. Hal ini jelas memberikan dampak buruk dalam mencetak kualitas generasi di masa datang. Meningkatnya pengetahuan dan Memberdayakan remaja dalam meningkatkan status kesehatan reproduksi  dan gizi seimbang melalui penapisan di kelas reproduksi remaja. Pembentukan tim konselor teman sebaya kesehatan reproduksi remaja yang diikuti oleh 14 orang remaja putri. Edukasi tentang pentingnya kesehatan reproduksi dan status gizi remaja yang ditunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebelum dengan nilai rerata 8,16 poin dan menjadi 70 poin setelah edukasi. Pelatihan tim konselor teman sebaya kesehatan reproduksi remaja yang  ditunjukkan adanya peningkatan keterampilan remaja putri sebelum dengan nilai rata-rata 4,46 menjadi 7,86 setelah pelatihan.  Melakukan skrining kesehatan peserta oleh tim pengabmas meliputi pengukuran TB, BB, IMT, LILA dan TD, lalu melakukan evaluasi kegiatan pengabmas. Terbentuknya tim konselor sebaya, adanya peningkatan pemahaman remaja tentang pentingnya kesehatan reproduksi dan status gizi, dteridentifikasi status kesehatan remaja serta adanya berpartisipasi aktif santriwati dalam semua kegiatan pengabdmas, dan semua santriwati memiliki raport kesehatanku. Kata Kunci: Peningkatan dan Pelatihan, Remaja Putri, Kesehatan Reproduksi  ABSTRACT Teenage groups are considered to always be in good health, but in reality teenagers experience many health problems. There are 4 health problems among Indonesian teenagers, namely 48.9% anemia, 21.6% stunting, 36.3% chronic energy deficiency (KEK), obesity aged > 18 years with a BMI≥25 by 13.5% and by a BMI≥27 by 13.5% 15.4%. This clearly has a negative impact on the quality of future generations. Increase knowledge and empower teenagers in improving their reproductive health status and balanced nutrition through screening in adolescent reproduction classes. Formation of a team of adolescent reproductive health peer counselors which was attended by 14 young women. Education about the importance of reproductive health and nutritional status of adolescents showed an increase in knowledge beforehand with an average score of 8.16 points and 70 points after education. The peer counselor team training on adolescent reproductive health showed an increase in the skills of adolescent girls before with an average score of 4.46 to 7.86 after the training.  Carrying out health screening of participants by the community service team includes measuring TB, BB, BMI, LILA and BP, then evaluating community service activities. The formation of a team of peer counselors, increased understanding of adolescents about the importance of reproductive health and nutritional status, identification of adolescent health status and active participation of female students in all community service activities, and all female students have health reports. Keywords: Improvement and Training, Young Women, Reproductive Health
The Impact of Murottal Qur'an Therapy on Anxiety Levels in Third Trimester Pregnant Women at Simpur Health Center Bandar Lampung Aghniya, Rofana; Kristina, Mia; Widiyanti, Septi; Sadiman, Sadiman
Journal of Health Management, Administration and Public Health Policies Vol. 3 No. 1 (2025): Journal of Health Management, Administration and Public Health Policies
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/healthmaps.v3i1.3037

Abstract

Kecemasan sebelum persalinan merupakan kejadian psikis yang paling sering dialami ibu hamil ketika memasuki dua belas minggu usia kehamilan dan berdampak negatif pada fisik dan psikis ibu serta janin, menjadi perhatian penting dalam periode kehamilan, khususnya pada trimester ketiga menjelang persalinan. Salah satu terapi yang digunakan adalah dengan terapi religi murottal Al Qur’an. Terapi religi murottal Al Qur’an bekerja merangsang otak akan memberikan umpan balik berupa rileksasi atau kenyamanan. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh terapi murottal Al-Quran terhadap tingkat    kecemasan menghadapi persalinan pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Simpur Bandar Lampung. Jenis penelitian kuantitatif dengan metode pre eksperimen dengan rancangan one group pretest – posttest. Populasi adalah ibu hamil trimester III di Puskesmas Simpur Bandar Lampung sebanyak 107 orang, sampel sebanyak 20 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian terhadap 20 responden diperoleh tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester III sebelum dilakukan terapi murottal Al-Qur’an sebagian besar kategori sedang sebesar 90%, sesudah dilakukan terapi murottal Al-Qur’an sebagian besar ringan sebesar 90%, hasil uji wilcoxon didapatkan nilai p value kecemasan ibu hamil sebesar 0,000 (p value < 0,05). Terapi Murottal Al-Qur’an efektif dalam mengurangi tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Simpur, Bandar Lampung. Intervensi ini dapat menjadi alternatif terapi non-farmakologis yang mudah diakses, aman, dan selaras dengan nilai-nilai spiritual ibu hamil, sehingga berpotensi meningkatkan kualitas kesehatan mental.
Edukasi dan Pelatihan Teknik Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) pada Remaja Putri di SMAN 4 Kota Metro Ridwan, M.; Fibrila, Firda; Herlina, Herlina; Widiyanti, Septi
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v6i2.1774

Abstract

Kanker payudara merupakan penyakit dimana sel-sel abnormal pada payudara tumbuh di luar kendali dan membentuk tumor dimulai di dalam lobulus penghasil susu di payudara. Berdasarkan data Kemenkes 2024, kasus baru kanker payudara di Indonesia mencapai 20 juta kasus dengan angka kematian 9,7 juta kasus. Penyebabnya karena rendahnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini. Salah satu upaya deteksi dini untuk menurunkan kejadian kanker payudara yang paling murah dan praktis terutama bagi remaja putri dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Sasaran kegiatan adalah remaja putri di SMAN 4 Kota Metro berjumlah 97 otang. Edukasi diberikan dalam bentuk ceramah, diskusi dan tanya jawab, serta dilakukan pelatihan teknik pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dengan mendemonstrasikan menggunakan panthom. Selanjutnya dilakukan pendampingan dimana peserta dibagi 7 kelompok sehingga tiap kelompok terdiri dari 13-14 orang. Setiap kelompok peserta memperagakan teknik SADARI yang didampinggi oleh 7 orang fasilitator tim pengabmas yaitu dosen dan mahasiswa Diploma III Kebidanan Metro. Fasilitator menggunakan daftar tilik dalam melakukan pendampingan pada peserta sehingga diperoleh gambaran nyata pengetahuan dan keterampilan peserta dalam melakukan tiknik SADARI. Hasil edukasi dan pelatihan teknik SADARI diperoleh nilai rata–rata pretest sebesar 5,88 dan nilai rata-rata posttest sebesar 8,19. Hasil ini diperoleh adanya perbedaan nilai rata-rata antara sebelum dan sesudah diberikan edukasi dan pelatihan SADARI sebesar 2,31. Dapat disimpulkan bahwa edukasi dan pelatihan teknik SADARI  dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja putri dalam deteksi dini untuk mencegah kanker payudara secara mandiri.